DASAR-DASAR
KESATUAN KEBUDAYAAN ZAMAN PERTENGAHA
Peradaban zaman pertengahan menduduki tempat tersendiri dalam sejarah. Dengan berakar pada peradaban-peradaban Yunani-Romawi,Byzantium, dan Arab, dasar-dasar atau fondasi Peradaban Zaman Pertengahan memang benar-benar diletakan oleh kreator-kreator peradaban. Anasir spiritual berasal dari kebenaran-kebenaran agama Kristen.
Konversi orang-orang Frank, sering berpindahnya seluruh warga warga suatu suku ke agama Kristen adalah karena mengikuti raja atau kepala suku tersebut. Satu contoh yang menarik adalah yang terjadi pada Clovis, Raja orang-orang Frank. Karena mengalami tekanan berat selama peperangan dengan Alamanni pada 496, ia takut akan mengalami kekalahan total. Isterinya, St. Clotilda, telah sering membujuknya untuk menjadi seorang Kristen. Ia piker ia akan meraih kemenangan jika menjadi seorang Kristen. Alemanni pun kalah dan Clotilda memohon St. Remi, Uskup di Reims, untuk membaptis Clovis.
Konversi orang-orang Anglo, Saxon, dan Jute, suku-suku Jerman yang berdiam di Britania selama abad V masih tetap kafir. Agama Katholik baru masuk ketika datang missi St. Augustinus dari Centerbury pada 597.
Konversi orang-orang Northumbria, kaum barbar sangat terkesan akan kepastian ajaran Kristen. Mereka dibikin resah tentang tujuan akhir manusia, dan doktrin tentang kebangkitan kembali. Hal ini dilukiskan dalam sebuah cerita dalam catata Bede tentang konversi Raja Edwin dari Northumbria pada 627. Coifi, kepala urusan agama sangat berhasrat akan adanya perubahan karena, menurutnya, ia tak merasakan suatu kekayaan rohaniah dengan menyembah dewa-dewi lama.
Konversi orang-orang Kelt, dibandingkan dengan orang-orang Northumbria, orang-orang Kelt yang berada di Britania, Skotlandia, Irlandia lebih dahulu masuk Kristen. Upaya pengkonversian pertama terhadap mereka di lakukan oleh St. Patrick (†461). Ia lahir di Britania. Ketika berusia enam belas tahun, ia ditangkap dan dijual sebagai budak di Irlandia. Ia mampu meloloskan diri dari tuan-tuannya dan kemudian selama bertahun-tahun tinggal di biara di Gaul Selatan. Pada 431 ia kembali ke Irlandia dan mulai melakukan tugas-tugas missionarisnya. Selama tiga puluh tahun ia melakukan perjalanan mengelilingi Irlandia mewartakan Injil. Atas segala keberhasilan misinya itulah kemudian ia dianggap sebagai santo Irlandia.
Konversi orang-orang Slav, kristenisasi orang-orang Slav baru terjadi pada abad pertengahan abad IX. Missionaries-missionaris awal antara lain adalah St. Cyril (†869) St. Methodius (†885), dua bersaudara dari Thessalonika, Yunani. Kedua missionaries itu memang sengaja diundang oleh penguasa Moravia untuk menyebarkan ajaran Kristen di kalangan orang-orang Slav. Dengan fasih mereka mewartakan Injil dalam bahasa Slav, yang adalah bahasa Yunani yang telah diadaptasikan ke dalam bahasa Slav asli.
St. Benedictus dan Peraturannya, perbiaraan Benedictus memainkan peran penting dalam proses transformasi kaum barbar menjadi umat Kristen yang lebih beradab. St. Bene-dictus (480-557), lahir dekat Spoleto, Italia tengah, dalam usia tujuh belas tahun pergi meninggalkan orangtuanya. Ia memilih hidup seperti seorang pertapa, yang ia jalani di tengah rimba Subiacco. Petuah-petuah sucinya tersiar luas. Akhirnya, pada tahun 528, ia menarik diri dari pertapaannya di Subiacco untuk mendirikan biara di Monte Cassino, yang terletak di tengah-tengah antara Roma dan Napoli.
St. Benedictus menerapkan aturan tersendiri. Maksud diterapkannya aturan yang khusus ini hanyalah untuk mengorganisasikan suatu biara tempat para biarawan hidup dengan tata cara yang umum berlaku, melakukan pekerjaan dan kebaktian bersama. Telah banyak pujian terhadap kontibusi Ordo St. Benedictus dalam bidang sosial, ekonomi, dan intelektual. Namun, kontibusinya dalam aspek-aspek keagamaan boleh dikatakan kurang mendapat perhatian. Memang benar bahwa para biarawan telah membabat hutan, mengeringkan rawa-rawa, menanam pohon-pohon dan mengembakan peternakan, serta meningkatkan kesuburan tanah dengan metode-metode pertanian yang cermat.
Kesusastraan pada Zaman Pertengahan, pada dasarnya umat Kristen tak memiliki pertautan apa pun dengan karya-karya klasik Yunani dan Romawi yang politieistik dan mengandung gambaran yang tak senonoh tentang kehidupan para dewa. St. Augustinus mengkhawatirkan kemungkinan timbulnya pengaruh buruk dari karya-karya para penulis kafir itu. Kekhawatiran ini juga di rasakan oleh umat Kristen pada umumnya. Umat Kristen barangkali boleh menolak sastra kafir. Namun hal itu tak mungkin mereka lakukan tanpa juga menolak retorika, filsafat dan ilmu pengetahuan yang pernah dihasilkan bahasa Yunani dan Romawi. Para pemimpin gereja akhirnya juga mengambil alih retorika lama, dan pengetahuan klasik menjadi bagian penting dari fondasi peradaban Zaman Pertengahan.
Zaman Kegelapan kata lain untuk menyebut Zaman Pertengahan. Ini periode zaman para santo, dengan segala kepercayaan naïf tentang keajaiban mereka. Bentuk khas kesusasteraan yang lazim pada periode ini adalah hagiograf , atau kisah-kisah para santo. Banyak dari kisah-kisah semacam ini sebagian baik sebagian fiksi belaka, sebagian panjang sebagian pendek yang telah disusun menjadi semcam antologi yang dikenal sebagai Acta Sanctorum, atau Kisah Para Santo.
Gregorius Agung, Paus dari 590 hingga 604, adalah pemimpin gereja yang paling bersemangat mendorong penulisan tentang kehidupan apra santo. Karyanya sendiri yang berjudul Dialogoues, yang ditulis untuk menyenangkan umat Kristen, penuh dengan berbagai ceritaq keajaiban untuk membenarkan ajaran Kristen. Gregorius memang seorang pengkhotbah dan sekaligus penulis besar. Empat puluh dari kumpulan khotbah-khobahnyaq, yakni Homillies, masih bertahan. Karya lain Gregorius, yakni Magna Moralia, merupakan komentar atau catatan terhadap Kitab Job. Karya ini menjadi fondasi teologi selama Zaman Pertengahan.
Tokoh Zaman Pertengahan yang lain yang tidak boleh diabaikan adalah Boethius. Ia lahir di Roma, dan berasal dari golongan aristocrat. Ia hidup di bawah Raja Theodorik(†526), yang mendirikan kerajaan Ostrogoth di Italia. Boethius menaruh minat besar terhadap pengetahuan klasik, baik Yunani maupun Romawi. Meskipun Boethius banyak menulis nbuku-buku tentang aritmatika dan music, ia sebenarnya lebih berminat pada karya-karya Plato dan Aristoteles, yang kemudian banyak ia terjemahkan. Terjemahannya atas karya-karya Aristoteles seperti Categories dan De Interpretations berperan penting dalam pengembangan kehidupan intelektual di Barat.
Selain Boethius, tokoh lainnya lagi yang perlu diperhatikan adalah Cassiodorus (†583). Ia asli orang Italia selatan. Seperti Boethius, ia sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pendidikan pada zaman pertengahan. Ia mencoba mendirikan sebuah sekolah teologi di Roma. Namun gagasan ini praktis sulit direalisasikan karena peperangan yang destruktif dan berkepanjangan antara Justinianus dan orang-orang Ostrogoth. Hal ini mendorongnya untuk untuk meninggalkan tanah leluhurnya, dan kemudian mendirikan biara di Vivarium. Motivasi utamanya adalah agar para biarawan benar-benar menjadi ahli kitab yang mampu menjelaskan teks-teks suci dalam Injil.
Ilmu Pengetahuan, selama Zaman kegelapan pengetahuan ilmiah relative tidak mendapat tempat. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari merosotnya penyelidikan ilmiah Yunani dan pupusnya institusi-institusi ilmiah Romawi. Orang tak lagi berminat melakukan observasi secara ilmiah saeperti yang dilaukan Aristoteles.
Ilmu Kedokteran, karena tidak tumbuhnya sikap kritis, ilmu kedokteran pada Zaman kegelapan praktis tidak mengalami kemajuan. Ketika Kekaisaran Romawi mengalami disintegrasi, pengetahuan kedokteran yang telah dikembangkan Hippocrates dan Galen terabaikan. Hanya kadang-kadang saja cara yang lebih masuk akal digunakan. Di Barat, pengetahuan kedokteran sangat tak berarti jika dibandingkan dengan pengetahuan orang-orang Persia dan Yahudi pada masa kekhalifahan Ummayah dan Abbasiyah, yang mengembangkan pengetahuan mereka langsung dari karya-karya Galen. Sampai dengan abad XII, Eropa Kristen tak menjamah harta pengetahuan klasik ini. Jelas kebudayaan Eroba barat pada periode ini teramat kecil dibandingkan dengan kebudayaan Byzantium dan khususnya dunia Arab.
READ MORE
Peradaban zaman pertengahan menduduki tempat tersendiri dalam sejarah. Dengan berakar pada peradaban-peradaban Yunani-Romawi,Byzantium, dan Arab, dasar-dasar atau fondasi Peradaban Zaman Pertengahan memang benar-benar diletakan oleh kreator-kreator peradaban. Anasir spiritual berasal dari kebenaran-kebenaran agama Kristen.
Negara
masyarakat di Eropa Barat lama mengalami banyak berbagai bencana akibat runtuhnya Kekaisaran Romawi. Aktivitas
ekonomi merosot, negara-negara kota lama terus-menerus lenyap satu demi satu.
Kehidupan semakin terkonsentrasikan di pedesaan, dan bertumpu pada sector
pertanian. Ekonomi uang semakin
tergeser oleh ekonomi domestic atau ekonomi pertanian. Karena aktivitas jual
beli rendah, bahan-bahan makanan dan barang-barang manufaktur rendah pula
nilainya. Masing-masing wilayah mengembangkan semua atau hampir semua yang
dibutuhkan penduduknya. Begitulah gambaran selintas masyarakat di Spanyol,
Gaul, Italia, dan kawasan Rhein.
Jamaah Gereja, dalam kehidupan pedesaan Zaman Pertengahan jemaah
gereja muncul dan berkembang dengan mudah. Menjelang abad X hal ini diakui
sebagai bagian tak terpisahkan dari tata sosial feodalisme. Para tuan tanah menyediakan
sebagian tanahnya untuk gereja serta untuk kebutuhan hidup sehari-hari para
pendeta setempat. Dimana-mana gereja dan pelataran gereja menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari bangunan-bangunan milik para tuan tanah. Kekuasaan dan
pengaruh para tuan tanah yang begitu
besar itu selanjutnya membawa implikasi tersendiri dalam mekanisme birokrasi
gereja. Karena begitu berpengaruhnya llalu seakan-akan memiliki hak untuk
mengajukan seseorang kepada uskup agar diangkat sebagai pendeta yang
ditempatkan di daerah mereka. Dengan demikian pendeta gerja local itu boleh
dikatakan adalah “orang”-nya tuan tanah.
Organisasi keuskupan, lingkup kerja seorang uskup meliputi banyak
kesatuan wilayah jemaah gereja, dan ini disebut diocese atau keuskupan. Suatu jajaran pembantu uskup dibentuk untuk
mengawasi masing-masing unit jemaah. Hal ini memang membutuhkan biaya yang
mahal, tetapi tidak menjadi masalah karena gereja menerima sumbangan atau
tenaga pengolah tanah di masing-masing wilayah. Pemasukan dari tanah itulah yang
kemudian untuk merawat gereja, serta membiayai organisasi yang dibentuk untuk
mengawasi kehidupan keagamaan di wilayah keuskupannya. Ini berarti manajemen
keuskupan sangat tergantung pada ekonomi domestic atau ekonomi agrarian.
Sisa-sisa kekafiran dan ketakhayulan, sebagaimana diketahui, gereja
Kristen lahir di dalam masyrakat yang telah memiliki tradisi keagamaannya
sendiri selama berabad-abad. Itu berarti ajaran-ajaran meresap ke dalam
kesadaran mereka, dan termanifestasikan dalam perilaku sehari-hari mereka. Itulah sebabnya semenjak semula agama Kristen
berjuang keras menyebarkan ajaran-ajaran etika praktis serta sikap hidup
tertentu terhadap dunia. Sebelum Maklumat
Milan (the Edict of Milan) diumumkan (313), umat Kristen merupakan
kelompok minoritas yang senantiasa hidup di bawah kecemasan dan ketakutan.
Namun sesudah maklumat itu diumumkan , Kristen menjadi agama istimewa, dan
berbondong-bondonglah orang untuk memeluknya, karena itulah jalan terbaik untuk
menyelamatkan atau malah meningkatkan status mereka di dalam masyarakat. Pada
awal Zaman Pertengahan , setiap orang yang hidup di Kekaisaran Romawi adalah
pemeluk agama Kristen, karena wajib mengikuti pembaptisan. Gereja menjadi
bersifat Katholik, artinya universal atau ada di mana-mana. Pada Zaman
Pertengahan , praktek-praktek ilmu sihir itu antara lain tampak pada cara-cara
orang Jerman membuktikan kesalahan seseorang yang dituduh telah melakukan
kejahatan. Tertuduh membuktikan diri tidak bersalah setelah mengalami
serangkaian penyiksaan. Ada banyak orang-orang Kudus, yang sebagian besar
memang tokoh historis. Namun, dalam banyak hal cerita-cerita itu bercampur
dengan ketakhayulan. Salah satu contohnya adalah dipakainya sepatu bekas milik
St.Cuthbert, yang semasa hidup menjadi uskup Lindisfarne, untuk melakukan
penyembuhan penyakit secara gaib.
Konversi orang-orang Barbar Jerman, sepanjang Zaman Pertengahan
terjadi banyak konversi orang-orang
barbar. Suku-suku Jerman yang terkenal penganut kuat kepercayaan lama mereka
satu demi satu pindah ke agama Kristen. Banyak suku-suku jerman yang sudah
menyatakan diri masuk Kristen abad IV seperti Visigoth, Ostrogoth, Vandal,
Burgundia, dan Lombardia.
Konversi orang-orang Frank, sering berpindahnya seluruh warga warga suatu suku ke agama Kristen adalah karena mengikuti raja atau kepala suku tersebut. Satu contoh yang menarik adalah yang terjadi pada Clovis, Raja orang-orang Frank. Karena mengalami tekanan berat selama peperangan dengan Alamanni pada 496, ia takut akan mengalami kekalahan total. Isterinya, St. Clotilda, telah sering membujuknya untuk menjadi seorang Kristen. Ia piker ia akan meraih kemenangan jika menjadi seorang Kristen. Alemanni pun kalah dan Clotilda memohon St. Remi, Uskup di Reims, untuk membaptis Clovis.
Konversi orang-orang Anglo, Saxon, dan Jute, suku-suku Jerman yang berdiam di Britania selama abad V masih tetap kafir. Agama Katholik baru masuk ketika datang missi St. Augustinus dari Centerbury pada 597.
Konversi orang-orang Northumbria, kaum barbar sangat terkesan akan kepastian ajaran Kristen. Mereka dibikin resah tentang tujuan akhir manusia, dan doktrin tentang kebangkitan kembali. Hal ini dilukiskan dalam sebuah cerita dalam catata Bede tentang konversi Raja Edwin dari Northumbria pada 627. Coifi, kepala urusan agama sangat berhasrat akan adanya perubahan karena, menurutnya, ia tak merasakan suatu kekayaan rohaniah dengan menyembah dewa-dewi lama.
Konversi orang-orang Kelt, dibandingkan dengan orang-orang Northumbria, orang-orang Kelt yang berada di Britania, Skotlandia, Irlandia lebih dahulu masuk Kristen. Upaya pengkonversian pertama terhadap mereka di lakukan oleh St. Patrick (†461). Ia lahir di Britania. Ketika berusia enam belas tahun, ia ditangkap dan dijual sebagai budak di Irlandia. Ia mampu meloloskan diri dari tuan-tuannya dan kemudian selama bertahun-tahun tinggal di biara di Gaul Selatan. Pada 431 ia kembali ke Irlandia dan mulai melakukan tugas-tugas missionarisnya. Selama tiga puluh tahun ia melakukan perjalanan mengelilingi Irlandia mewartakan Injil. Atas segala keberhasilan misinya itulah kemudian ia dianggap sebagai santo Irlandia.
Konversi orang-orang Slav, kristenisasi orang-orang Slav baru terjadi pada abad pertengahan abad IX. Missionaries-missionaris awal antara lain adalah St. Cyril (†869) St. Methodius (†885), dua bersaudara dari Thessalonika, Yunani. Kedua missionaries itu memang sengaja diundang oleh penguasa Moravia untuk menyebarkan ajaran Kristen di kalangan orang-orang Slav. Dengan fasih mereka mewartakan Injil dalam bahasa Slav, yang adalah bahasa Yunani yang telah diadaptasikan ke dalam bahasa Slav asli.
Eropa
telah menjadi wilayah Kristen, kecuali bebeaoa daerah suku terbelakang di
sekitar Laut Baltik. Suku-suku seperti Finn dan Lithuania selama beberapa abad
kemudian tetap bertahan dengan paganisme mereka. Proses konversi semua suku
bangsa yang terbentang dari pulau-pulau di lepas pantai Skotlandia hingga
daratan luas di Rusia adalah merupakan suatu bab tersendiri dalam sejarah.
Gereja yang praktis telah merambah semua suku bangsa di Eropa menjadi lembaga
yang sangat berperan dalam pembentukan corak kehidupan manusia. Melalui
doktrin-doktrinnya tentang kehidupan dan segala permasalahannya, Gereja
benar-benar menjadi lembaga sentral yang menentukan bentuk peradaban Eropa.
Karya para missionaries, biarawan, dan pejabat gereja mendapat tempat yang
penting dalam sejarah peradaban.
St. Benedictus dan Peraturannya, perbiaraan Benedictus memainkan peran penting dalam proses transformasi kaum barbar menjadi umat Kristen yang lebih beradab. St. Bene-dictus (480-557), lahir dekat Spoleto, Italia tengah, dalam usia tujuh belas tahun pergi meninggalkan orangtuanya. Ia memilih hidup seperti seorang pertapa, yang ia jalani di tengah rimba Subiacco. Petuah-petuah sucinya tersiar luas. Akhirnya, pada tahun 528, ia menarik diri dari pertapaannya di Subiacco untuk mendirikan biara di Monte Cassino, yang terletak di tengah-tengah antara Roma dan Napoli.
St. Benedictus menerapkan aturan tersendiri. Maksud diterapkannya aturan yang khusus ini hanyalah untuk mengorganisasikan suatu biara tempat para biarawan hidup dengan tata cara yang umum berlaku, melakukan pekerjaan dan kebaktian bersama. Telah banyak pujian terhadap kontibusi Ordo St. Benedictus dalam bidang sosial, ekonomi, dan intelektual. Namun, kontibusinya dalam aspek-aspek keagamaan boleh dikatakan kurang mendapat perhatian. Memang benar bahwa para biarawan telah membabat hutan, mengeringkan rawa-rawa, menanam pohon-pohon dan mengembakan peternakan, serta meningkatkan kesuburan tanah dengan metode-metode pertanian yang cermat.
Kesusastraan pada Zaman Pertengahan, pada dasarnya umat Kristen tak memiliki pertautan apa pun dengan karya-karya klasik Yunani dan Romawi yang politieistik dan mengandung gambaran yang tak senonoh tentang kehidupan para dewa. St. Augustinus mengkhawatirkan kemungkinan timbulnya pengaruh buruk dari karya-karya para penulis kafir itu. Kekhawatiran ini juga di rasakan oleh umat Kristen pada umumnya. Umat Kristen barangkali boleh menolak sastra kafir. Namun hal itu tak mungkin mereka lakukan tanpa juga menolak retorika, filsafat dan ilmu pengetahuan yang pernah dihasilkan bahasa Yunani dan Romawi. Para pemimpin gereja akhirnya juga mengambil alih retorika lama, dan pengetahuan klasik menjadi bagian penting dari fondasi peradaban Zaman Pertengahan.
Zaman Kegelapan kata lain untuk menyebut Zaman Pertengahan. Ini periode zaman para santo, dengan segala kepercayaan naïf tentang keajaiban mereka. Bentuk khas kesusasteraan yang lazim pada periode ini adalah hagiograf , atau kisah-kisah para santo. Banyak dari kisah-kisah semacam ini sebagian baik sebagian fiksi belaka, sebagian panjang sebagian pendek yang telah disusun menjadi semcam antologi yang dikenal sebagai Acta Sanctorum, atau Kisah Para Santo.
Gregorius Agung, Paus dari 590 hingga 604, adalah pemimpin gereja yang paling bersemangat mendorong penulisan tentang kehidupan apra santo. Karyanya sendiri yang berjudul Dialogoues, yang ditulis untuk menyenangkan umat Kristen, penuh dengan berbagai ceritaq keajaiban untuk membenarkan ajaran Kristen. Gregorius memang seorang pengkhotbah dan sekaligus penulis besar. Empat puluh dari kumpulan khotbah-khobahnyaq, yakni Homillies, masih bertahan. Karya lain Gregorius, yakni Magna Moralia, merupakan komentar atau catatan terhadap Kitab Job. Karya ini menjadi fondasi teologi selama Zaman Pertengahan.
Tokoh Zaman Pertengahan yang lain yang tidak boleh diabaikan adalah Boethius. Ia lahir di Roma, dan berasal dari golongan aristocrat. Ia hidup di bawah Raja Theodorik(†526), yang mendirikan kerajaan Ostrogoth di Italia. Boethius menaruh minat besar terhadap pengetahuan klasik, baik Yunani maupun Romawi. Meskipun Boethius banyak menulis nbuku-buku tentang aritmatika dan music, ia sebenarnya lebih berminat pada karya-karya Plato dan Aristoteles, yang kemudian banyak ia terjemahkan. Terjemahannya atas karya-karya Aristoteles seperti Categories dan De Interpretations berperan penting dalam pengembangan kehidupan intelektual di Barat.
Selain Boethius, tokoh lainnya lagi yang perlu diperhatikan adalah Cassiodorus (†583). Ia asli orang Italia selatan. Seperti Boethius, ia sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pendidikan pada zaman pertengahan. Ia mencoba mendirikan sebuah sekolah teologi di Roma. Namun gagasan ini praktis sulit direalisasikan karena peperangan yang destruktif dan berkepanjangan antara Justinianus dan orang-orang Ostrogoth. Hal ini mendorongnya untuk untuk meninggalkan tanah leluhurnya, dan kemudian mendirikan biara di Vivarium. Motivasi utamanya adalah agar para biarawan benar-benar menjadi ahli kitab yang mampu menjelaskan teks-teks suci dalam Injil.
Ilmu Pengetahuan, selama Zaman kegelapan pengetahuan ilmiah relative tidak mendapat tempat. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari merosotnya penyelidikan ilmiah Yunani dan pupusnya institusi-institusi ilmiah Romawi. Orang tak lagi berminat melakukan observasi secara ilmiah saeperti yang dilaukan Aristoteles.
Ilmu Kedokteran, karena tidak tumbuhnya sikap kritis, ilmu kedokteran pada Zaman kegelapan praktis tidak mengalami kemajuan. Ketika Kekaisaran Romawi mengalami disintegrasi, pengetahuan kedokteran yang telah dikembangkan Hippocrates dan Galen terabaikan. Hanya kadang-kadang saja cara yang lebih masuk akal digunakan. Di Barat, pengetahuan kedokteran sangat tak berarti jika dibandingkan dengan pengetahuan orang-orang Persia dan Yahudi pada masa kekhalifahan Ummayah dan Abbasiyah, yang mengembangkan pengetahuan mereka langsung dari karya-karya Galen. Sampai dengan abad XII, Eropa Kristen tak menjamah harta pengetahuan klasik ini. Jelas kebudayaan Eroba barat pada periode ini teramat kecil dibandingkan dengan kebudayaan Byzantium dan khususnya dunia Arab.
Orang-orang Arab memainkan peran yang sangat penting dan berarti bagi peradaban Byzantium selama Zaman Pertengahan. Sebab, merekalah penyebar tradisi budaya Yunani-Romawi. Lebih dari itu, mereka juga melakukan kreasi-kreasi atas tradisional orisinal Yunani-Romawi itu. Kepemimpinan Arab berlangsung dari abad VIII hingga awal abad XIV. Selama enam abad itu peradaban Eropa Barat sangat berhutang pada kaum muslim, yang memiliki banyak segi kebudayaan yang lebih tinggi.
Geografis Arabia
Daerah pedalaman Arabia merupakan gurun pasir yang luas dan panas. Dibeberapa daerah, terutama di bagian utara, banyak memiliki berbagai jenis vegetasi selama musim gugur, dingin, dan semi. Ke utara, yaitu Teluk Persia terbentanglah apa yang disebut kawasan Bulan Sabit yang subur. Sepanjang pantai Laut Merah terbentang tanah yang cocok untuk pertanian. Bagian yang paling selatan disebut Yaman ke utara membentang tanah Hejaz.
Kondisi Sosial
Pedalaman Arabia didiami oleh suku-suku pengembara, yang selalu berpindah-pindah tempat mencari hamparan rumput untuk kawanan ternak mereka. Masing-masing suku memiliki tatanan hukumnya sendiri, dan hanya sedikit menaruh perhatian pada suku-suku lainnya walaupun mereka sering bertikai. Dalam ilmu pertanian mereka pelajari dari suku-suku yang berkebudayaan lebih maju. Meskipun telah mengenal pertanian dan tinggal menetap, suku-suku arabia belum juga membangun rumah-rumah yang permanen. Mereka tetap tinggal di tenda-tenda, dengan alasan jika kawanan tenak mereka telah menemukan hamparan rumput yang baru, maka tenda-tenda itu mudah mereka cabut dan bawa ke tempat yang baru. Dan suku-suku yang menggembara itu disebut orang Badui, atau penghuni tenda. Akan tetapi, di Yaman dan Hejaz orang-orang Arab telah lama meninggalkan pola hidup nomaden. Mereka membangun pemukiman-pemukiman yang permanen, dan hidup dengan bercocok tanam. Bahkan mereka juga sudah mengenal perdagangan dengan negeri-negeri lain seperti Abyssinia dan India. Kepercayaan suku-suku Arab bersifat politeistik. Setiap daerah tampaknya memiliki dewa-dewanya sendiri. Mereka mempercayai adanya roh-roh dibalik batu, pepohonan, mata air, dan sumur. Pada dasarnya orang-orang Badui itu animistik. Mereka percaya bahwa gurun pasir didiami makhluk-makhluk halus yang disebut jin. Mereka juga mengenal tempat-tempat keramat. Ka’bah dan Mekkah adalah tempat yang dijadikan untuk memuja-muja para dewa , dan kemudian dijadikan objek ziarah.
Riwayat dan ajaran Muhammad
Muhammad berjasa besar dalam membawa kesatuan agama di tanah Arabia. Melalui ajaran yang Ia sebarkan, berbagai kepercayaan yang telah menyebabkan suku-suku arab saling bertikai, terdesak oleh satu kepercayaan universal kepada Allah. Al-Quran atau ‘Bacaan’ adalah kitab suci umat islam yang memuat firman-firman Tuhan. Pada mulanya, firman-firman itu ditulis diatas batu-batu, tulang-tulang dan daun-daun palm. Setelah Muhammad wafat, tulisan-tulisan itu dikumpulkan dan disusun dalam bagian-bagian yang disebut surat. Pada tahun 622 Muhammad dipaksa untuk meninggalkan Mekkah, dan hijrah ke Madinah. Disana Muhammad membangun suatu komunitas orang-orang beriman, yang dengn segala ketulusan hati mengikuti sabda-sabdanya dan setia menyertainya. Pada 630, setelah melalui berbagai peperangan, Muhammad berhasil menguasai Mekkah, dan menjadikan Ka’bah sebagai tempat suci bagi umat islam. Pada 632, setelah meluaskan wilayah pengaruh sampai di Hejaz, Muhammad wafat.
Para Khalifah
Khalifah adalah penerus Muhammad. Mereka adalah sahabat-sahabat terdekat sang Nabi, yang melanjutkan perjuangan menegakkan Islam. Para khalifah awal yaitu Abu Bakar (632-634), Umar (643-644), Usman (644-656), dan Ali (656-661). Empat khalifah ini relatif “ortodoks” karena diyakini bahwa mereka mengikuti ajaran Muhammad secara lebih teguh dari pada khalifah-khalifah selanjutnya, yakni Ummayah dan Abbasiyah. Para khalifah ortodoks bermaksud menjadikan suku-suku yang baru ditaklukkan (Palestina tahun 637, Mesir tahun 640, Persia tahun 658) berada di bawah kekuasaan Arab. Namun sejumlah pengikut mereka tidak setuju dengan kebijakan itu. Misalnya Muawwiyah yang memimpin golongan Syira, maka bersetrulah kelompok ini dengan khalifah ortodoks. Akhirnya, pada tahun 661 Ali dibunuh, dan berakhirlah kekhalifahan ortodoks. Mu’awwiyah menetapkan ibukotanya di Damaskus, Ia menegakkan dinasti Ummayah, yang memerintah hingga tahun 750. Dinasti ini berakhir ketika seorang keturunan Ali, yaitu Abu al-Abbas-Abdallah merebut kekuasaan Ummayah. Gerakan ini mendapat dukungan Persia yang juga memusuhi bangsa Ummayah. Para khalifah Abbasiyah memindahkan ibukota ke Baghdad. Di kota inilah kekhalifahan Abbasiyah memerintah sampai dengan 1258, yakni ketika kota ini jatuh ke tangan orang-orang Mongol yang menyerbu di bawah pimpinan raja Hulagu.
Sifat-sifat penaklukan Arab
Orang-orang arab tidak pernah membasmi orang-orang Kristen, mereka hanya memungut upeti dari kaum Kristen, sementara orang-orang yang telah menjadi pengikut Muhammad tidak mereka pungut apapun. Agama merupakan faktor penting, karena agama telah menciptakan suatu kesatuan spiritual bagi orang-orang Arab. Tanpa kesatuan agama mereka tak akan mampu melakukan penaklukan-penaklukan. Satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa peradaban Arab mengalami perubahan yang sangat berarti selama pemerintahan dinasti ummayah. Disinilah orang-orang Arabia berasimilasi dangan orang-orang Syira, Yahudi, Mesir, Berber, dan bahkan Yunani. Lalu munculah suatu bangsa baru dengan unsur-unsur yang berbeda. Peradaban itu disebut “Arabic”.
Negara Arab dan pengaruh-pengaruhnya
Orang-orang Arab masih merupakan suku-suku penghuni padang pasir yang tak tahu harus bagaimana memerintah masyarakat-masyarakatnya. Sistem organisasi kesukuan mereka sendiri tampak tertinggal jauh dari sistem organisasi sosial suku-suku yang mereka taklukan. Bahkan mereka menggangkat orang-orang persia, Yunani-Byzantium, Yahudi dan Syira untuk menduduki pos-pos penting. Namun, sebagai tindakan pencegahan, khalifah-khalifah Ummayah menempatkan orang-orang Arab kepercayaan mereka sebagai pengawas pejabat-pejabat taklukkan itu. Sedangkan khalifah-khalifah Abbasiyyah menggangkat orang-orang non-arab untuk jabatan-jabatan penting, sehingga pejabat-pejabat non-arab menerima kepercayaan sepenuhnya. Memang adalah tugas para khalifah untuk mempertahankan dan menyebarkan ajaran nabi, namun mereka tidak berkedudukan seperti Paus dalam Gereja Kristen. Perdagangan berkembang, kota-kota besar bermekaran. Kekhalifahan Abbasiyyah merupakan periode yang paling makmur dalam sejarah umat manusia sampai dengan saat itu. Baghdad menjadi pusat ekonomi dan sekaligus kekuasaan kekhalifahan Abbasiyyah. Didirikan pada 750, Baghdad dengan cepat berkembang pesat menjadi salah satu kota besar di dunia. Di kota inilah perdagangan dari timur dan barat bertemu. Damaskus menjadi pusat perdagangan dan indudtri yang tengah berkembang di Syira, serta tepat berada dalam rute perdagangan dari Baghdad ke Mediterania. Kairo dan Iskandarih menjadi pusat-pusat kegiatan ekonomi di Mesir. Sedangkan Kairouan di Tunisia merupakan pusat perhentian karavan di Afrika utara.
Perniagaan
Daerah-daerah kekuasaan khalifah memang berada dalam posisi geografis yang sangat cocok untuk aktivasi ekonomi pada masa itu. Tingkat peradaban Arab yang maju serta tradisi ziarah ke Mekkah mendorong dan meningkatkan frekuensi perjalanan dan volume perniagaan.para pedang arab juga melakukan perdagangan dengan para saudagar di Hindia Timur. Para saudagar arab mengekspor kurma, gula, barang-barang logam, barang-barang dari kaca, katun dan wol. Mereka mengimpor sutera, rempah-rempah, kamper, karet pewangi dari timur, dan gading, kayu eboni, serta budak-budak berkulit hitam dari Afrika Barat.
Pertanian Holtikultura, dan perkebunan
Di bawah para khalifah pertanian berkembang maju. Karena penduduk Mesopotamia sangat padat, tanahnya digarap secara intensif dengan cara-cara yang terbukti telah berhasil sejak zaman Sumeria. Irigasi melalui parit-parit dan waduk-waduk telah dikenal. Para petani Arab telah mengenal pupuk. Perkebunan holtikultura berkembang lebih maju daripada kawasan manapun di Eropa pada masa itu. Banyak produk manufaktur yang berbahan baku tanaman. Gula misalnya, dibuat dari tanaman tebu, yang banyak tanaman di Khuzistan. Jeruk, yang dari Eropa tidak di tanam, banyak dihasilkan di kawasan Arab. Persia memiliki industri pengolahan daun bunga mawar dan parfum-parfum lainnya. Katun, rami, dan lenan (sejeis rami), banyak dibudidayakan.
Industri : kertas dan kaca
Dipersatukannya kawasan yang membentang dari lembah Indus hingga Nil membawa pengaruh yang merangsang tumbuhnya industri. Hubungan ke Cina melalui Dungaria telah memungkinkan orang-orang Arab mempelajari rahasia pembuatan kertas. Disamping kertas, berkembang pula industri pembuatan kaca. Syira merupakan pesat industri ini, yang merupakan warisan sejak zaman Phoenicia. Kaca yang luar biasa bening dan tipis telah dapat dibuat di sana. Demikian pula kaca yang berlapiskan porselin dan berwarna-warnitelah diproduksi. Kaca jenis yang demikian itu sedemikian populernya, sehingga permintaan meningkat terus. Ubin berlapiskan kaca, vas logam, piring kaca, kristal dan mosaik-mosaik juga telah diproduksi. Para pedanggang arab dapat menjual industri ini ke berbagai kawasan.
Penterjemahan dari bahasa arab
Ilmu pengetahuan di dunia Arab mulai tumbuh dan berkembang di bawah kekhalifahan Abbassiyyah. Sedangkan pada kekhalifahan Ummayah penuh rasa curiga terhadap mereka yang bukan Arab, dan membuat suku-suku yang ditaklukan harus tunduk sepenuhnya kepada khalifah. Kekhalifahan Abbasiyyah mendapat dukungan luas dari orang-orang Persia, Yahudi, dan juga Kristen. Dalam masyarakat yang demikian toleran, minat terhadap ilmu pengetahuan berkembang tanpa halangan. Penterjemahan dari karya-karya klasik Yunani banyak dilakukan. Khalifah Mamun, yang memerintah 813 hingga 833, banyak mendorong kegiatan pengkajian ilmu pengetahuan Yunani-Romawi ini, dan pada 830 mendirikan sebuah lembaga riset dan kajian di Baghdad. Lembaga ini disebut House of Wisdom (Gedung Ilmu Pengetahuan) yang terdiri dari perpustakaan, akademi, dan tempat-tempat untuk melakukan penterjamahan. Penterjamahan terbesar ialah Hunain ibn-Ishaq (809-873), yang telah mengunjungi daerah-daerah yang penduduknya berbahasa Yunani, dan mengumpulkan manuskrip-manuskrip. Dengan adanya penterjamahan itu, para sarjana Arab telah menyelamatkan ilmu pengetahuan Yunani selama Zaman pertengahan sampai dengan ketika orang-orang Eropa barat berminat kembali dalam kegiatan keilmuan dan memepergunakan khasanah intelektual para sarjana Arab tersebut.
Kegiatan keilmuan yang orisinal
Kegiatan keilmuan para sarjana arab juga melakukan pengembangan-pengembangan yang cukup berarti. Misalnya Hunain ibn-ishaq, yang menghasilkan karya tulis tentang ilmu kedokteran mata, Ali Al-Tabari, merupakan ensiklopedia kedokteran praktis. Rhazes, murid Al-Tabari menulis tentang kedokteran gigi, dan Avicenna, seorang Persia, yang menulis sebuah ensiklopedia kedokteran ( medical canon)
Filsafat
Filsafat yang dikembangkan oleh pra sarjana arab berasal dari karya-karya Plato, Aristoteles, serta guru-guru madzab Neoplatonisme. Namun karya-karya tersebut kemudian mereka sintesiska dengan gagasan-gagasan dari Qur’an, Persia dan juga India. Avicenna dikenal sebagai penurut jejak-jejak Aristoteles. Alkindi mengangkat pandangan pokok Plato dan juga mengkaji pandangan-pandangan Aristoteles melalui kaca mata Platonis.
Ilmu pengetahuan Eksakta
Para sarjana arab juga menaruh minat pada setiap cabang ilmu pengetahuan alam yang telah dikembangkan para sarjana Yunani. Edrisi, seorang ahli geografi dan katografi yang menghasilkan suatu peta proyeksi sungai. Al-Khowarizmi adalah seorang sarjana aljabar dan aritmatika. Karyanya yang kemudian menjadi klasik adalah persamaan kuadrat.
Kelemahan-kelemahan ilmu pengetahuan arab
Karena mereka mengikuti jejak-jejak para sarjana Yunani-Romawi kuno, maka para pelajar arab mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan para sarjana Yunani-Romawi kuno itu. Mereka menerima begitu saja ide-ide Ptolemeus, yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan planet-planet berputar mengelilinginya. Mereka juga menerima dan mempercayai utak-atik tentang rasi bintang yang membawa pengaruh pada kehidupan manusia. Dengan demikian ilmu pengetahuan arab jarang mendeteksi kemungkinan-kemungkina terjadinya kekeliruan.
Notasi Arab
Dari para sarjana India, para sarjana arab menerima suatu seri khusus yang terdiri dari sembilan angka yang terbukti membawa kegunaan besar bagi siapa pun yang belajar matematika atau yang memanfaatkan fungsi praktis matematika. Kesembilan angka itu adalah 1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9. Angka-angka tersebut memiliki konsekuensi praktis yang sangat besar, karena dari situlah dimungkinkan adanya perhitungan.
Pendidikan
Bagi orang arab pendidikan merupakan hal yang penting. Selain pendidikan agama, di sekolah dasar murid-murid juga mulai dikenalkan pada pelajaran membaca, tatabahasa, menulis indah, aritmatika, serta puisi. Pendididikan pada jenjang-jenjang yang lebih tinggi sedikit berbeda dari jenjang dasar. Diskusi-diskusi tentang teologi merupakan hal yang lazim. Perpustakaan tersebar dimana-mana, terutama di kota baghdad.
Seni kaum muslim
Seni peradaban arab sebagian diadopsi dari seni suku-suku yang mereka taklukan. Dalam seni mereka hadirlah unsur-unsur Syira, Byzantium, Persia, Mesir dan Romawi. Akan tetapi gagasan keagamaan dalam islamiah yang menentukan corak pengolahan unsur-unsur itu. Senilukis dan seni patung islam tidak sekaya atau semeriah seni Yunani-Romawi, dikarenakan dalam ajaran islam ada larangan bagi seniman untuk melukiskan makhluk-makhluk hidup, manusia atau binatang.
Kesusastraan Arab
Dengan berinspirasi dari Al-Quran, dunia Arab menghasilkan karya-karya-karya sastra yang mengagumkan. Misalnya Rubaiyat-nya Omar Khayyam, ia adalah seorang yang tekun dalam mendalami matematika dan atronomi. Karya besar lain adalah kisah seribu satu malam, yang merupakan kumpulan kisah yang diambil dari sumber-sumber India, Persia, Mesir dan Arab. Kisah-kisah lain yang cukup juga populer adalah Ali Baba dan Empat Penyamun dan Sindbab sang Pelaut.
Peradaban arab spanyol
Karya-karya besar budaya Arab di Spanyol merupakan hal yang penting bagi perkembangan kebudayaan Eropa Kristen, terutama sesudah abad X. di kota Cordoba, Toledo dan Granada peradaban Arab menyebar ke Perancis, Jerman dan daerah-daerah kristen lainnya. Industri tenun, kerajinan kulit, logam, emas, perak, serta kuningan berkembang pesat. Orang-orang arab juga mengintroduksi cara-cara baru dalam bercocok tanam. Khususnya dalam pengaturan irigasi, kepada para petani Spanyol.
Roma dan Dunia kaum bar bar
Faktor
kemunduran roma
1.
Dekadensi moral kelas atas dan para
pejabat tinggi
2.
Faktor ekonomi, yaitu pergeseran
“ekonomi perkotaan” ke “ekonomi
pedesaan”. Masyarakat agraris menggeser masyarakat kota. Hal ini terjadi karena
tanah yang dapat dibagi bagi kedalam beberapa bidang. Sebagian besar bidang
tanah tanah itu diolah oleh para penggarap terapi untuk kepentingan tuan tanah,
sedang kan sisanya dikerjakan oleh para penggarap untuk kenutuhan mereka
sendiri. Budak hampir tidak ada, tetapi mereka digantikan oleh orang orang
merdeka tetapi kehilangan kemerdekaanya karena hutang atau nasib malang lainya.
Dengan kata lain, mereka menjadi kelas yang tereksploitasi.
Malapetaka abad III
Pemerintah
mengalami kekacauan besar. Perdamaian berakhir
semenjak Perang saudara antar republic. perang
yang hampir terjadi sepanjang III abad, tepatnya dari tahun 235 hingga
285 telah mendatangkan bencana, dalam kurun stengah abad dua puluh enam kaisar
harus berjuang mempertahankan kekuasaanya.
Dan wabah pes (sampar) yang berasal dari Asia pada tahun 252
Birokrasi pemerintahan
Untuk
mempertahankan Roma, Diocletianus kaisar yang memerintah dari 284 hingga 305 melakukan
1.
Reorganisasi pemerintahan
Pembentukan
dua kaisar, satu dibarat yakni dimilan dan satunya lagi di Macedonia. Dan
puncak hierarkisnya adalah kaisar dan para penasehatnya
2.
Reorganisasi sosial
Sebuah
ketentuan bahwa setiap warga harus mengikatkan diri dengan pekerjaan masing
masing
Kaum bar bar
Bagi
bangsa roma dan yunani, kata barbar itu hanya menunjuk pada orang yang tidak
berbahasa Yunani atau latin, sehingga tak tersentuh kebudayaan Yunani-Romawi.
Selain
itu mereka yang dinamakan barbar juga beraneka ragam. Sebab, apa yang disebut
kaum barbar itu adalah mereka yang tinggal diluar daerah perbatasan kekaisaran,
yang terbentang di daratan Eropa, Asia, dan Afrika
kebudayaan Danube
Kaum
barbar yang pertama kali menyerang Romawi adalah mereka yang tinggal ditepi
barat Danube. Disini telah berkembang suatu masyarakat agraris yang maju.
Pengaruh pengaruh yang diterima dari pusat kebudayaan yang lebih tua, seperti
mesir dan Lembah Eufrat Tigris.
Membentang
kea rah timur dari jantung Eropa ke laut
Hitam, lembah sungai Danube tampak seperti jala raya alami. Melewati jalur ini pengaruh
asia barat tersebar ke utara, sepeti kebudayaan perunggu dan kebudayaan besi.
Orang orang Kelt
Orang
orang yang tinggal di Eropa tengah dan barat berbicara dalam bahasa yang
termasuk kelompok bahasa Indo Eropa. Pada masa kristus mereka tinggal di eropa
paling barat. Sebelumnya mereka menduduki lembah Danube, kemudian abad IV sm
menyerang yunani dan Ghalia, dan meninggalkan pengaruh bahasa di spanyol.
Setelah
mengalami penaklukan, orang orang Kelt yang berada di Inggris akhirnya tunduk
kepada Roma. Tak dapat disangsikan mereka juga terpengaruh kebudayaan Romawi
yang disebarkan dari Britania dan daratan Eropa.
Jika
kita kembali ke zaman Batu Tua dan Batu Baru, maka Gaul adalah pusat kebudayaan
yang tidak boleh diabaikan. Kesanalah orang orang Kelt melakukan Invansi dan mengadopsi
kebudayaan yang telah maju dan mereka kembangkan setelah mereka menjalin
hubungan dengan orang orang Yunani dan Massili.
Orang
orang jerman
Seperti
halnya Kelt , orang orang jerman juga berasal dari berbagai macam suku hal ini
terjadi ketika menduduki daerah eropa tengah, yakni Belgia utara dan darah
Rhein hingga daerah Rusia selatan dan daerah sebelah selatan Laut Baltik.
Kebudayaan
material orang orang Jerman tidak semaju kebudayaan orang orang Kelt yang telah
terkena arus Romanisasi di sebelah barat Rhein.
Mereka bercocok tanam, beternak.
Orang orang Goth
Pada
abad II masehi orang orang Goth, atau orang orang Jerman timur, bermigrasi ke
selatan dan membangun pemukiman baru di atas tanah hitam yang subur di Rusia
selatan, disanalah mereka mengenal alphabet dari orang orang Yunani dan Romawi
yang tinggal di sepanjang laut hitam. Kecakapan ini secara bertahap ditularkan
kepada orang orang jerman lainya bahkan sampai suku jerman di Skandinavia
Orang orang Slav
Orang
orang Slav berbahasa Indo-Eropa. mulanya tinggal di lembah sungai Pripet, anak
cabang sungai Dnieper. Kebudayaan material orang orang Slav pada abad pertama
lebih terbelakang daripada kebudayaan Jerman, sebagaimana kebudayaan jerman
terbelakang daripada Kelt.
Dalam
kurun waktu yang lama mereka tidak mengenal pertanian, karena substansi mereka
tertopang oleh sayur sayuran, buah buahan, ikan , madu, dan kelinci yang
melimpah. Namun karena populasi yang
meningkat pesat, mereka bermigrasi dan muncul tiga kelompok suku Slav, yakni
Slav selatan di daerah Danube. Slav timur di Russia, dan Slav di Bohemia,
Moravia, serta di lembah Elbe dan Older.
Kebudayaan Nomaden
Suku
suku bangsa Nomaden adalah penunggang penunggang kuda yang cekatan, yang
terampil memanah seraya memacu kuda kuda mereka. Tempat tinggal mereka berupa
tenda tenda, yang hampir tiap hari mereka pindahkan mengikuti kawanan ternak.
Makanan pokok mereka adalah daging dan minuman pokoknya adalah susu kuda betina
yang telah di fermentasi sehingga mengandung alcohol disebut kumis
Kepercayaan
mereka adalah Shamanisme, kepercayaan bersatunya roh roh yang sudah meninggal
dengan mereka yang masih hidup, roh itu dipercayai dapat mengusir roh jahat
serta menghindarkan dari kemalangan
Pengaruh
invasi suku jerman
Membawa
pengaruh yang menentukan bagi kebudayaan Eropa
1.
Kaum barbar telah mengacaukan
kehidupan sosial dan ekonomi serta mempercepat proses kemunduran kekaisaran
Romawi
2.
mereka dengan cepat mengambil alih
unsur unsur peradaban Romawi yang lebih tinggi, mengasimilasikanya , kemudian
mengembangkanya . perpaduan antara unsur unsur romawi dan barbar inilah yang
kemudian menjadi basis fisik kebudayaan abad pertengahan
3.
invasi tersebut berakibat pada
pengelompokan pengelompokan kebangsaan di Eropa pada abad pertengahan dan
modern
KESIMPULAN
Faktor
penyebab kemunduran roma antara lain Dekadensi
moral kelas atas dan para pejabat tinggi, Faktor ekonomi, yaitu pergeseran
“ekonomi perkotaan” ke “ekonomi
pedesaan”. Masyarakat agraris menggeser masyarakat kota.
Di
eropa terdapat berbagai macam suku atau etnik antara lain adalah Kaum bar bar, Orang
orang Kelt, Orang orang jerman, Orang
orang Slav, Orang orang Goth
Kebudayaan
nomaden adalah suku bangsa pengembala, yang mengembalakan kawanan ternak mereka
di manapun ada makanan kawanan ternak itu . Kebudayaan nomaden sangat jauh
berbeda dari cara hidup menetap dan bercocok tanam di Eropa, tahun demi tahun
mereka selalu melakukan migrasi dengan pola yang sudah pasti.
AGAMA
KRISTEN DAN PERADABAN BARAT
Sebagaimana
diketahui, sebelum agama Kristen muncul di Yunani dan Romawi terjadi suatu
krisis agama yang sangat serius, terjadi pula krisis politik.
1. Agama-agama Misteri: Sang Ibu
Agung dan Attis
Meskipun terjadi
disintegrasi agama-agama lama, mereka tetap relijius, serta tetap berupaya
mencari jawaban-jawaban atas misteri kehidupan-tentang makna benda-benda;
tentang hidup yang begitu singkat; tentang penderitaan; tentang asal mula;
maksud dan tujuan akhir kehidupan.
Mithraisme,
agama misteri ketiga yang sangat besar, lahir dan
berkembang di Persia. Misthraisme juga merupakan sebuah agama perang, khususnya
bagi kaum laki-laki yang terjun menjadi prajurit. Agama eluinesia, sebuah cara
pemujaan tumbuh dan berkembang, dan dibangkitkan sebuah mitos yang didramatisikan, guna
memastikan sebuah keabadian bagi mereka yang diinisiasi.
Dionysus, putera Zeus
dan penemu kultur anggur, adalah juga obyek pemujaan secara luas. Ia adalah
dewa musim panas di Yunani. Mereka juga percaya akan adanya peralihan jiwa dan
asketisisme penyucian yang memungkinkan jiwa mereka meninggalkan tingkat yang
rendah dan kurang murni ke tingkat yang lebih tinggi untuk akhirnya bersatu
dengan sang dewa sendiri.
B. Riwayat
Yesus
Penyebar-penyebar
agama ini benar-benar seorang tokoh historis, dalam arti benar-benar pernah ada
dalam sejarah. Secara langsung ia mengajarkan kebenaran-kebenaran bahwa manusia
harus mengatur hubungan mereka.
Bagi kebanyakan orang
Yahudi, pribadi yang unik tampak bagi sdang Messias yang dijanjikan para nabi
jauh di masa lampau. Namun hanya
sedikit diantara mereka yang benar-benar dapat memahami kedalaman makna
religius pewartaan-Nya.
C. Kisah
Kebangkitan
Satu keyakinan yang
dipegang teguh umat Kristen semenjak awal adalah bahwa Yesus bangkit dari
kubur-Nya tiga hari setelah jasad-Nya disemayankan. Kejadian yang mengagumkan
ini dikisahkan dalam empat kitab Injil
dan kitab para Rosul.
D. Empat
Kitab Injil
Riwayat dan ajaran
Yesus dibeberkan dalam kitab perjanjian baru. Empat riwayat singkat yang
disebut Injil,yang masing-masing diberi nama empat rasul, yakni Matius, Markus,
Lukas, dan Yohanes,berisi hamper semua fakta tentang Yesus. Injil Matius
disusun untuk orang-orang Yahudi dan bernada keyahudi-yahudian. Injil Markus
mewakili ajaran Petrus dan boleh jadi di tulis di Roma. Injil Lukas, seorang
tabib dan bukan orang Yahudi, berisi ajaran-ajaran Kristus sebagaimana
dituturkan oleh Paulus. Kitab-kitab Injil ini Yohanes, ditulis sesudahnya.
E. Zaman
Para Rosul
Zaman para Rosul
dimulai dengan berakhirnya missi Yesus. Di sebut demikkian karena para murid
itu mengabdikan diri sebagai rosul-rosul, yang menyebarkan ajaran-ajaran-Nya ke
segala penjuru kekaisaran Romawi. Karena itu Roma lalu menjadi pusat
spiritualis umat yang jauh lebih besar pengaruhnya dari pada kekaisaran Romawi
itu sendiri, maka rumbuh dan berkembanglah suatu dunia Kristen disepanjang abad
pertengahan dan bahkan hingga dewasa ini.
Gereja Katolik Roma
ini kemudian tumbuh serta berkembang menjadi pusat kebudayaan. Hampir selama
dua ribu tahunsejarah Eropa dan sejarah gereja tak dapat dipisahkan dari gereja
Katolik Roma.
F. Gereja
: Organisasi dan Kependetaan
Pada awalnya gereja cukup mempunyai epicopy atau “pengawasan” dan presbyteri atau “pastroan”. Dari kedua
kata itulah kata “priest” berasal.kesibukan mengatur urusan gereja meningkat
sedemikian rupa sehingga kepala gereja, yakni episcopus atau “uskup” memperoleh
kedudukan yang penting sebagai seorang petugas administratife. Uskup
membawahkan anggota-anggota pengurus gereja, yang membantu dalam misa-misa,
serta diakon, dan subdiakon, yang membantu dalam penyatuan kaum lemah dan
masalah-masalah lainnya.
G. Umat
Kristen dan Kekaisaran Roma
Yahudi yang
monotheistik pun sangat membenci mereka karena keyakinan mereka bahwa Tuhan sendiri
telah menamapakkan diri kedalam manusia Yesus. Untuk mengerti mengapa orang
sangat membenci umat Kristen, kita harus memahami bahwa dalam dunia
Yunani-Romawi agama merupakan masalah politik: polis itu sendirilah yang
mengadakan acara pemujaan. Sebaliknya, agama Kristen pada mulanya adalah agama
moral, bukan politik. Ateis menyangkal adanya dewa-dewa dankedewataan kaisar,
yang merupakan personifikasi kekuasaan Romawi pada dilemma antara setia kepada
Negara dan teguh pada iman.
Kelompok social apa
sejarahkah umat Kristen itu ? mereka adalah para budak yang telah dibebaskan,
orang-orang bebas, pekerja-pekarja sederhana, serta anggota-anggota kelas yang
memeluk ajaran baru, yaitu Kristen.
Abad ketiga, kaisar
konstantinus, yang memerintah dari 305 hingga 337. Kaisar ini telah banyak
mendapat pengaruh ajaran Kristen. Diakui sebagai agaa yan legal, Kristen di
bawah perlindungan kaisar ini dapat berkembang begitu pesat.
H. Asketisisme:
Para Pertapa
Setidak-tidaknya di
mata kaum Kristen militan, cukup banyak orang yang masuk Kristen sekedar
ikut-ikutan. Prihatin akan berbagai macam motivasi yang tak murni itu, mereka,
orang-orang Kristen yang militan dan puritan tersebut, mengundurkan diri dari
dunia ramai kemudian masuk ke hutan-hutan atau padang pasir untuk menjalani
hidup sebagai pertapa-pertapa. Mereka menyepi, menjauhi hubungan dengan sesame
manusia.
I. Monatisisme: Tiga Tahap
Pertumbuhan
Cara hidup keagamaan
para pertapa, yang merupakan tahap pertama dalam perkembangan monatisisme
(kebiaraan), dianggap terlampau keras bagi orang kebanyakan.
Tahap kedua dalam
perkembangan monatisisme adalah ketika Santo Pachomius (†346) mengorganisasikan
suatu cara hidup keagamaan yang mengharuskan para pertapa untuk hidup di bilik
yang terpisah namun bekerja, berdoa dan membaca Injil bersama-sama dengan
sesame pertapa.
Tahap ketiga adalah
tata cara yang diciptakan oleh Santo Basil (†379). Ia menyatakan bahwa ideal
seorang pertapa adalah orang yang hidup serba diliputi sesame keagamaan, hidup
bersama dalam suatu lingkungan komunitas dimana ibadat, kontemplasi, pembacaan
Injil dan kerja praktis dibimbing oleh suatu aturan.
J. Para
Bapa Gereja
Setelah Rosul Yohanes
meninggal dunia, yakni pada sekitar tahun 101, maka berakhirlah Zaman Apostolik
(Zaman Rasul-rasul). Kemudianlah muncullah Bapa-bapa Apostolik. Selanjutnya
setelah Zaman Para Bapa Apostolik, muncullah para Bapa Gereja. Biasanya mereka
adalah orang-orang yang berwatak mulia dan berdisiplin tinggi. Beberapa Bapa
Gereja lainnya yang perlu disebutkan di sini adalah Uskup Eusebius (†33), St.
Ambrosius (†397), St. Jeremius (†420), dan St. Agustiunus (†430).
K. Seni
Kristen Awal: Katakombe
Pusara
katakombe-katakombe, yakni ceruk-ceruk bawah tanah yang dibuat dalam
batuan-batuan lunak di luar tembok-tembok kota. Hias pada katakombe itu diambil
dari kisah-kisah dalam Kitab perjanjian lama yang telah ditafsirkan secara
alegoris.
L. Arsitektur:
Basilica
Maklumat Milan ( The Edit of Milan) yang membebaskan
agama Kristen (313), berpengaruh besar terhadap perkembangan seni Kristen, terutama
dalam pembangunan Gereja. Gereja yang pertama, yang dibangun mirip dengan
tempat-tempat pengadiln Romawi atau di sebut “Balisica”. Bentunya persegi
panjag yang dibagi dalam tiga bagian yang masing-masing dipisahkan oleh sederet
tiang-tiang. Pada ujung ruang tengah, yang disebut “nave”, terdapat sebuah
“apse” yang setengah bundar. Atap bagian tengah dibuat lebih tinggi dari bagian
di sisinya.
M. Bangsa
Yahudi Sebelum Iskandar Agung
Beberapa permasalahan
dalam sejarah peradaban barat sama menariknya dengan sejarah Yudanisme dan
munculnya agama Kristen. Yudanisme menunjukkan suatu agama yang persisten dalam
kehidupan sebuah bangsa. Walaupun disiksa dan dikejar-kejar, bangsa
Yahudiselama berabad-abad tetap berpegang teguh pada ajaran para nabi mereka. Da
agama inilah yang tetap mempersatukan Bangsa Yahudi – agama dari Kitab
perjanjian lama yang didasarkan atas kepercayaan akan Tuhan yang satu , yang
pernah membuat perjanjian dengan bangsa pilihan-Nya bangsa Israel. Dengan
begitu, Yudanisme tak pernah menjadi agama dunia. Sebaliknya Kristen, sebagai
sempalan dari Yudanisme, memiliki ajaran-ajaran yang lebih universal, sehingga
mampu masuk ke dunia Yunani-Romawi, bahkan mampu menembus kedunia kaum barbar
di kawasan barat.
KESIMPULAN
Mithraisme adalah agama misteri
ketiga yang sangat besar, lahir dan berkembang di Persia. Misthraisme
juga merupakan sebuah agama perang, khususnya bagi kaum laki-laki yang terjun
menjadi prajurit. Agama eluinesia, sebuah cara pemujaan tumbuh dan berkembang,
dan dibangkitkan sebuah mitos yang
didramatisikan, guna memastikan sebuah keabadian bagi mereka yang diinisiasi.
Riwayat dan ajaran
Yesus dibeberkan dalam kitab perjanjian baru. Empat riwayat singkat yang
disebut Injil,yang masing-masing diberi nama empat rasul, yakni Matius, Markus,
Lukas, dan Yohanes,berisi hampir semua fakta tentang Yesus.
Monatisisme terjadi
secara Tiga Tahap Pertumbuhan yaitu yang pertama
- Cara hidup keagamaan para pertapa
- Tahap kedua dalam perkembangan monatisisme
- Tahap ketiga adalah tata cara yang diciptakan oleh Santo Basil

