1. Perdagangan Asia di Zaman Kuno
Pada permulaan tarich Masehi bojongan-bangsa tadi sudah berakhir. Indonesia didiami suku bangsa yang terkenal hingga masa sekarang, seperti : Batak, Dayak, dan Toraja mendiami pedalaman sementara Melayu, Jawa, Sunda, Madura, bali tinggal di pesisir. Indonesia sudah memiliki hubungan dagang dengan India dan Tiongkok.
Zaman purbakala Asia memiliki dua jalan perniagaan besar, yaitu yang melalui darat dan melalui laut. Jalan darat disebut “Jalan Sutera” mulai dari Tiongkok, Asia Tengah dan Turkestan samapai Laut Tengah. Perhubungan darat antara Tiongkok dengan India di Eropa sudah terkenal sejak tahun 500 SM. Jalan darat adalah jalan paling tua.
Yang melalui laut adalah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui Selat Malaka ke India, lalu ke Teluk Persia melalui Syira ke Laut Tengah, ada yang ke Laut Merah, ke Mesir dan ke Laut Tengah. Perhungungan Laut Merah, India, dan Tiongkok mulai lazim pada abad pertama Masehi.
Pada zaman Kekaisaran Romawi terdapat jaring perhubungan perniagaan yang menghubungkan Asia Selatan dengan Laut Tengah. Eropa juga termasuk tetapi perhubungannya dengan Eropa Barat terputus yang menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi yang dilakukan oleh tentara-tentara Islam.
Sistem peminjaman tanah pun timbul. Masyarakat Eropa hanya terdiri dari kaum Raja, Bangsawan dan Tani. Sebaliknya, di Kekaisaran Romawi Timur dan negara-negara kalifat Islam serta India dan Tiongkok lebih tinggi derajatnya daripada Eropa Barat. Lalu pada abad ke 12, lalu lintas Eropa Barat kembali berhubungan dengan Asia.
Sifat paling utama adalah adanya dua golongan pedagang yaitu : pertama adalah golongan orang kaya, hartawan yang memasukkan uangnya sebagai modal di suatu usaha perdagangan. Kedua adalah golongan saudagar klontong. Golongan ini sangat besar, mereka ikut berkeliling dengan barang dagangan mereka.
Golongan pertama memberi uang kepada golongan yang kedua. Banyak badan pemerintahan yang memanfaatkan kekuasaan untuk mencari keuntungan.
Golongan kedua berdagang membawa dagangannya yang sedikit yang terdiri dari beberapa puluh kain tenun. Biasanya barang dagangan adalah barang yang tinggi kualitasnya terutama yang lux. Banyak sekali daftar yang panjang dari berbagai logam, perhiasan, alat senjata, tenunan halus dan sebagainnya.
Agama Islam tak menyebabkan perubahan perniagaan di zaman Kuno. Perdagangan meluas sebab perlindungan negara Islam namu organisasnya tak berubah.
Keadaan Mokka abad ke 17 yaitu suatu kota pelabuhan di negeri Arab yang disinggahi oleh kapal-kapal dagang. Perdagangan dikuasai wali negeri di Mokka. Pasar kota Mokka kecil dan labil keadaannya. Mokka abad ke 17 menyerupai kota Makala tahun 1931, yaitu kota pelabuhan penting di Hadhramaut di Arabia Selatan.
Terdapat dua golongan juga yaitu golongan kaya yang memberi uang serta pemegang kekuasaan dan golongan pedagang kelontong yang besar, menjalankan pekerjaan kotor dengan pengalaman pahit manis. Kedua golongan tersebut terdapat perbedaan martabat masyarakat yang besar.
Perdagangan di zaman kuno adalah suatu perdagangan internasional yang melalui pantai dan pelabuhan sedang daerah pedalaman terabaikan. Perdagangan zaman kuno merupakan suatu sejarah yang tak berubah. Perubahan terjadi ta bersifat kualitatif melainkan kuantiatif. Pasar itu adalah senantiasa sesuatu yang konkrit.
Perdagangan Asia di zaman Kuno sama halnya dengan perdagangan lain, yaitu didorong keinginan mencari keuntungan yang disebut kapitalistis. Kapitalisme dapat ditinjau dari berbagai sudut. Pertama dapat kita lihat dari pengertian yang mengandung dua arti, yaitu : Pertama, kapital dalam hubungan sekonomi perseorangan dan berarti uang atau modal untuk memperoleh alat-alat produksi. Kedua, kapita bisa berarti barangbarang kapital atau alat produksi yang yang diprodusir.
Revolusi Industri yang dimulai tahun 1800 ialah kedudukan industri pabrik yang penting, cara produksi dan daya penggerak mekanis. Sebelum revolusi industri, barang kapital tak memegang peranan penting. Sebelum tahun 1800 tak banyak macam kecuali alat perkakas, misalnya : pacul. Yang sulit adalah perkakas tenun, kincir air, angin dan perahu.
Ketiga, mengemukakan hal kapitalisme bisa kita kemukakan adanya pemisahan antara kapital dan kerja antara pemilik alat produksi dan kaum buruh. Oleh karena itu, pemisahan anatara kaital dan kerja adalah sifat yang utama dari kapitalisme modern atau kapitalisme perindustrian.
Kapitalisme politik adalah kapitalisme hak-hak kekuasaan pemerintah yang digunakan oleh para pembesar pemerintahan untuk mencapai atau memperoleh keuntungan bagi diri sendiri. Bentuk pokok kapitalisme ada dua, yaitu kapitalisme modern dan kapitalisme perdagangan.
2. Perdagangan Laut Kuno Indonesia
Dalam abak ke 7 terdapat perhubungan laut yang tetap antara India dengan Tiongkok melalui Indonesia. Yang diperdagangkan ialah : lada dari Sumatera, Cengkeh dan pala dari Indonesia Timur, kayu berharga dari Sunda.
Perdagangan Indonesia sudah terkenal dari Sumatera Utara abad ke 5-6, dari kerajaan Melayu-Hindu di Palembang abad ke 7-14. Kerajaan Sriwijaya adalah suatu kerajaan pantai, negara perniagaan dan negara yang berkuasa di laut. Disebabkan perdagangan internasional melalui selat Malaka, jadi berhubungan dengan jalan raya perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat paling sedikit 15 abad lamanya.
Sriwijaya adalah pust perdagangan penting pertama pada jalan raya, diganti oleh tempat lain dan terakhir oleh Batavia, Djakarta, dan Singapura.
Beberapa pelabuhan di pantai selat Malaka penting sebagai pelabuhan-pembekalan, karena itu Sriwijaya berusaha memonopoli serta menguasai daerah pesisir. Daerah Jambi, Lampung, Semenanjung Malaka, dan genting-tanah Kra dikuasi. Tahun 767, Sriwijaya merampas Tonkin. Pelayaran Sriwijaya meliputi lautan di India sampai Hindia belakang.
Sebelum kerajaan Jawa mengembangkan kekuasaannya, Sriwijaya adalah negara yang utama di Indonesia. Di smaping Sriwijaya, muncul negara-negara Jawa terutama Jawa Tengah dan Timur, tetapi struktur kerajaan lain dengan Sriwijaya. Penduduk di Sumatera sedikit dibandingkan dengan pulau Jawa.
Kerajaan Jawa Timur mempunyai perdagangan laut banyak, tetapi kekuasannya tidak berdasar pada perniagaan, melainkan pada pertanian. Kerajaan Jawa berdasarkan pertanian, mempunyai dasar agraris. Baik di Sumatera dan Jawa, golongan yang berkuasa terdiri dari kaum raja dan bangsawan. Di Sumatera berdasar perniagaan sedangkan di Jawa berdasar pertanian dan perniagaan.
Dalam masyarakat Barat, golongan penduduk mempunyai kedudukan yang penting. Di Indonesia, sejak dulu kala, kekuasaan kenegaraan selalu di tangan raja dan bangsawan. India dan Tiongkok tidak sama dengan Eropa Barat. Dari abad ke abad terdapat berita perdagangan laut Internasional dari Sumatera dan jawa. Tahun 900 M terdapat perniagaan cengkeh, kayu cendana dan buah pala. Banyak utusan yang dikirim ke Sumatera dan Jawa dalam abad ke 7 Sriwijaya dan abad ke 8 Jawa. Utusan membawa barang yang berharga.
Di Jawa sejak abad 9, titik berat terdapat di Jawa Timur. Dalam abad ke 11, di bawah Raja Erlangga, diadakan persiapan keperluan dagang laut. Terdapat tanda-tanda menyatakan bahwa Tuban pada abad ke 11 mempunyai perdagangan laut. Kota ini menjadi pelabuhan Jawa yang penting. Abad ke 12 kapal dagang Jawa dan Sumatera sampai di Annam. Di Jawa terdapat peredaran uang yaitu emas dan perak.
Kerajaan Kediri mengembangkan angkatan lautnya dan menaklukan kepulauan Indonesia bagian Timur. Asia Tenggara lalu kembali lagi ke kebudayaan aslinya. Kemunduran pengaruh Hindu menyebabkan sifat kejawaan bertambah kuat. Sebelum tahun 1200, titik berat pada “kehinduan” namun sesudah itu bertitik berat pada “kejawaan”. Kerajaan sesudah Kediri yaitu Singosari (1222-1291) dan Majapahit (1293-1500) yang pokok adalah anasir Kejawaan.
Ketiga negara terletak di Jawa Timur. Sebelum tahun 900, kekuasaan Hindu-Jawa berpusat di Jawa Tengah lalu pindah ke Jawa Timur. Tahun 1600, Jawa Tengah mulai menjalankan peranan utama lagi. Ada suatu berita bahasa Arab dari tahun 1154 tantang perdagangan Sriwijaya dengan daerah pantai timur Afrika. Pelayaran bangsa Indonesia hanya terbatas pada pelayaran antar pulau di Indonesia.
Akhir abad ke 13, pergulatan Sriwijaya dengan Jawa Timur mengenai kekuasaan di Indonesia mulai berkobar. Sebelumnya Sriwijaya hanya bergerak dan berkuasa di bagian Barat sementara Jawa Timur hanya mementingkan bagian Timur. Tahun 1257, Pamalayu dimulai yakni ekspedidi perang dari Jawa Timur ke Sumatera dengan pembawa panji merah-putih.
Tahun 1286 sebuah negara Melayu, yaitu negara Ta’luk Kerajaaan Jawa yang lambat laun mnegalahkan kerajaan Sriwijaya. Tahun 1300, Sriwijaya kehilangan gentimg tanah Kra yang direbut oleh Raja Siam.
Di Jawa Timur tahun 1300 muncul kerajaan Majapahit yang melebarkan sayap kekuasaan dan mecapai puncak kemegahan pada tahun 1365. Kerajaan Majapahit tak melioutu kerajaan Pajajajaran dan daerah Jawa Tengah bagian selatan tetapi pada umumnya besar wilayahnya sama dengan Nederlands-Indie.
Kerajaan Majapahit berdasar pada kekuasaan laut. Kerajaan ini menguasai laut dan pantai terpenting di Indonesia. Pemerintah Jawa mencampuri keadaan dalam negeri tersebut. Negeri yan takluk cukup mengirimkan utusan pada waktu tertentu. Segala pengaruh asing dalam kerajaan ditolak. Pegawai Jawa dikirim ke daerah taklukan untuk memungut sumbangan dari daerah jajahan itu.
Berabad-abad lamanya, Tuban adalah pelabuhan yang terbesar di Jawa. Abad 15 muncullah kota Gresik yang terdapat banyak orang Tionghoa yang kaya. Kota ini gudang besar rempah-rempah. Jepara juga menjadi penting bagi ekspor beras. Rempah diperdagangkan terus ke Barat melalui Selat Malaka ke Tiongkok. Jawa mengeluarkan beras ke Maluku. Abad 15 adalah perniagaan transito rempah dari Maluku ke Barat dan Utara lalu ekspor beras dari Jawa ke pusat.
Sesudah Hayam Wuruk wafat tahun 1389, Majapahit merosot. Kerajaan ini kehilangan bagian daerahnya yang turut meleaskan diri bertepatan dengan datangnya agama Islam. Tahun 1300-1400 di Mlaka lambat laun agama baru tersebar di seluruh kepulauan Indonesia. Hanya Iran yang beleum terjamah. Tahun 1419 ada saudagar Islam di Gresik. Tahun 1450-1500 agama Islam menguasai daerah pesisir utara Jawa Timur dan Tengah. Tahun 1440, Islam sudah sampai Ternate. Tahun 1500, di maluku sudah ada negara Islam.
Jatuhnya kerajaan Majapahit tahun 1478 tak disebabkan negara Islam di daerah pesisir melainkan kerajaan Hindu yaitu Daha-Kediri melepaskan diri dari Majapahit. Kerajaan Kediri tahun 1526 ditaklukan Sultan Demak. Sebelum kedatangan Portugis, Majapahit sudah runtuh.
Pengganti Majapahit adalah kesultanan Demak tahun 1515 meliputi pesisir utara Jawa dari Demak hingga Cirebon. Cirebon direbut Demak tahun 1475. Demak berkuasa juga di daerah Palembang dan Jambi. Jepara pun menguasai Bangka dan beberapa daerah Kalimantan.
Tahun 1546 terdapat kerajaan Demak yang meliputi Jepara. Kerajaan ini merebut Banten dan Sunda Kelapa sementara di daerah Timur ditaklukan dengan peperangan tahun 1525-1546. Pada pertempuran melawan Balambangan tahun 1546, Sultan Demak tewas lalu keadaan jadi kacau. Kesultanan Demak diganti Kesultanan Pajang meliputi daerah kesultanan Jawa Tengah.
Abad ke 12 di Maluku mulai terbentuk organisasi. Tahun 1250 di Ternate timbul suatu kerajaan Jailolo yang kecil di Halmahera. Waktu itu perkebunan rempah Maluku. Mula cengkih hanya di Ternate namun diperluas karena permintaan cengkih bertambah, maka abad 15 masyarakat Maluku tidak hanya mengumpulkan cengkeh dari hutan melainkan menananm di perkebunan. Kepala pemerintahan kota pelabuhan lambat laun menjadi raja pelabuhan. Majapahit di peisir merosot menyebabkan runtuhnya kerajaan itu.
Kedatangan agama Islam di Indonesia tidak disertai dengan serbuan tentara asing. Agama inin sampai di Indonesia melalui India dan mudah diterima masyarakat Indonesia. Pengaruh Barat dengan Hindu dan Tionghoa itu berbeda. Oleh karena itu, semua bangsa Eropa yang datang ke Indonesia, seperti : Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berusaha memperoleh kekuasaan di laut. Lain halnya dengan kebudayaan Hindu yang azasnya sama dengan kebudayaan Indonesia.
Kyai adalah salah satu elemen yang penting dalam sebuah pesantren.Kyai juga merupakan cikal bakal dalam berdirinya sebuah pesantren Banyak orang yang menyimpulkan bahwa Lembaga-lembaga di pesantren di Jawa mempunyai suatu kelemahan yaitu pesantren itu jarang sekali dapat mendidik pemimpin / penerus dari pesantren itu sendiri.Akibatnya pesantren yang semula besar,lama kelamaan menjadi pudar
Sejarah membuktikan bahwa jarang sekali pesantren yang bertahan lebih dari satu abad.
Untuk mempertahankan pesantren,cara yang ditempuh oleh kyai adalah :
1. Mengembangkan tradisi bahwa keluarga terdekat harus menjadi calon kuat pengganti kepemimpinan pesantren
2. Mengembangkan sutu jaringan aliansi perkawinan endogamous antara keluarga kyai
3. Mengembangkan tradisi transmisi pengetahuan dan rantai transmisi intelektual antara sesama kyai & keluarganya
Hubungan Kekerabatan antara sesama Kyai :
Geneologi social Pemimpin Pesantren :
Dari satu generasi ke generasi selanjutnya,seorang kyai selalu menaruh perhatian istimewa kepada putera-puterinya di dalam pendiidkannya supaya putera – putrinya dapat menggantikannya kelak Seorang Kyai juga selalu mengharapkan anak tertuanya untuk menjadi pengganti kedudukannya sebagai pemimpin pesantren .Jika Kyai tersebut memiliki banyak anak,biasanya anak- anaknya nya yang lain dilatih untuk dapat mendirikan suatu pesantren yang atau dapat menngantikan pesantren yang dipimpin oleh mertuanya kelak ( kebanyakan putra dari kyai mengawini putri dari pemimpin pesantren ). Kebanyakan para kyai mengawinkan putra- putrinya dengan murid- muridnya yang pandai,terutama bila murid itu adalah anak dari pemimpin pesantren Cara ini digunakan para kyai untuk menjalin ikatan kekerabatan
Keluarga Kyai Di Jawa
Kekerabatan para kyai memainkan peranan dalam membentuk tingkah laku ekonomi,politik, dan keagamaan.Secara sosiologis,kelompok kyai tidak dapat dianggap sebagai kelompolk terbuka karena kuatnya perasaan dan keterikatan mereka pada prinsip perkawinan endogomous antar sesama keluarga kyai .Para Kyai biasanya dibantu oleh seorang Badal.Badal sendiri biasanya berasal dari anggota keluaraga Kyai.Badal bertugas untuk mengurusi psantren dan mengajar para santri .Di Jawa ,anggota keluarga kyai dihormati dan mereka memiliki pretise yang tinggi .Isteri dan puteri puteri para kyai yng telah menikah mendapat julukan “Nyai”.Di Jawa Timur,putera,cucu laki laki dan menantu laki laki diberi julukan “gus” yang berasal dari kata si bagus.Kepercayaan para Kyai kepada putera puteranya mereka yang memiliki ilmu laduni ini,dalam prakteknya mereka tidak perlu mendidik putera puteranya dengan sungguh sungguh melainkan para kyai ini memberikan perhatian yang istimewa kepada putera puteranya Ilmu Laduni ini tidak dipertentangkan dalam ajaran Islam yang mewajibkan seluruh umatnya untuk terus menimba ilmu .Gelar Gus memiliki arti yang sangat penting di dalam pendidikan pesantren karena hasil belajar dari gus ini melebihi hasil yang dilakukan oleh santri santri lainnya yang ada di pesantren
Beberapa orang Kyai biasanya memiliki kelebihan kelebihan spiritual seperti Karamah ( orang yang memiliki keutaman Budi & Karisma ) dan dapat jadi penyalur Barakah ( kemurahan atau hadiah kebagusan ) dari Allah untuk para pengikutnya .Kepercayaan para kyai ini berlaku selama kyai tersebut adalaj\h orang orang wira’I ,yang selalu menghindarkan diri dari perbuatan perbuatan yang dilarang,makruh,dsbnya .Jika seorang Kyai mermiliki atribut berupa barakah dan karamah maka ia akan dapat menjadi pemimpin yang kharismatik .
Penyebab seorang kyai berhasil mengembangkan pesantren adalah pengetahuannya yang luar biasa dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan khususnya Islam,kemampuan berorganisasi dan kepemimpinannya dalam mengembangkan pesantren
Geneologi Intelektual
Sejak Islam masuk di Jawa,para kyai selalu menjalin rantai intelektual yang tidak terputus.Ini berarti bahwa antara satu pesantren ke pesantren lainnya terjalin hubungan intelektual yang mapan.Dalam tradisi pesantren ,seorang kyai tidak akan memiliki status dan kemasyuran hanya karena kepribadian yang dimilikinya.Ia menjadi kyai karena ada yang mengajarnya.Ia pada dasarnya memiliki watak pesantren dan gurunya dimana ia belajar.Dalam tradisi pesantren,rantai transmisi ini disebut dengan “ sanad”.Sanad tersebut memiliki standar.Setiap individu yang berada di dalam sanad disebut dengan isnad Dalam tradisi tarekat,istilah ini sering digunakan
Dalam tradisi pesantren,sekali seorang guru melakukan perbutan maksiat,maka guru tersebut tidak dapat lagi dianggap sebagai penyalur barakah dan kemurahan Tuhan/Allah.Hormat &dankepatuhan absolute seorang guru didasari adanya kepercayaan bahwa guru tersebut memiliki kesucian krn memegang penyalur pengetahuan dari Tuhan/Allah.Menurut ajaran Islam,kewajiban seorang murid untuk patuh secara mutlak kepada gurunya Kepercayaan seorang murid kepada gurunya di dasari oleh adanya keyakinan
Sejarah Intelektual Kyai Kyai yang Ternama Di Jawa
Menurut studi yg dilakukan oleh Prof.John,para ulama di Indonesia pada abad ke 16 & 17 banyak yg mengadakan hubungan surat menyurat dengan para ulama yg berada di Saudi Arabia.Para kyai di India ini juga sering mengundang para ulama di India dan negeri Arab dengan membawa buku buku tafsir,figh,dan lain lain
Geneologi Intelektual Para Kyai :
1. Syekh Ahmad Khatib Sambas
Syekh Sambas ini sangat terkenal di Jawa karena dianggap berhasil mengkoordinasikan ajaran ajaran dari 2 organisasi tarekat yaitu Tarekat Qadiriyyah dan Naqsyabandiyyah.Di Jawa,Tarekat itu dikenal dengan nama Tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah.Tarekat tersebut adalah sarana yang sangat pentiing bagi penyebaran agama Islam di Indonesia dan Malaysia dari pusatnya di Mekkah antara pertengahan abad ke 19 sampai perempat pertama abad ke 20.Syekh Sambas menulis buku yang berjudul “Fath Al ‘Arifin yang cukup terkenal dan menjadi bacaan yang penting bagi pengamal Tarekat di Asia Tenggara. Fath Al ‘Arifin adalah suatu pedoman yang menguraikan dasar – dasar ajaran praktek dhikir bagi para pengikutnya.
2. Syekh Nawawi Banten
Syekh Nawawi dilahirkan pada tahun 1230 Hijriyah ( 1815 M ) di desa Tanara ,Banten.Beliau belajar pengetahuan dasar Bahasa Arab,figh,dan tafsur dari ayahnya kemudiania mewlanjutkan pelajarannya di Purwakarta di bawah bimbingan Kyai Yusuf,seorang kyai yang terkenal menarik santri – santri dari luar Jawa,terutama di daerah Jawa Barat. Syekh Nawawi ini melakukan perjalanan ibadah haji pada usia muda.Beliau berada di Mekah selama 3 tahun untuk belajaer lebih banyak lagi.Pada tahun 1830 – 1860, Syekh Nawawi belajar di bawah bimbingan ulama terkenal,diantaranya Khatib Sambas,Abdulgani Bima,Yusuf Sumbulaweni,Nahrawi dan Abdulhamid Danghestani.Pada tahun 1860-1870 Syekh Nawawi mwengajar di Mesjid Haram dan beliau mulai aktif untuk menulis.Karya – karya dari Syekh Nawawi diantaranya adalah :
Syarah Al-Jurumiyyah,yang berisi tata bahasa Arab
Fathul Mujib
Tafsir Murah Labib
Syarah tentang Asmaul Husna
Dsbnya
Nama Syekh Nawawi ini mendapatkan julukan “Sayyid ulama al Hijaz “ yang berarti pemimpin para ulama Hijas
3. Syekh Abdul Karim
Syekh Abdul Karim ini adalah salah seorang ulama yang memegang peranan penting di dalam pemberontakan rakyat Banten di Cilegon pada tahun 1888. Syekh Abdul Karim ini pengikut setia dari Syekh Ahmad Khatib Sambas. Syekh Abdul Kari mini adalah pengganti Syekh Ahmad Khatib Sambas untuk menjadi pemimpin Tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah dari pusatnya di Mekah.Beliau juga mendirikan pesantren di Banten .Sebagai pemimpin Tarekat dan pesantren,nama Syekh Abdul Karim ini terkenal di seluruh Jawa.Ia juga mnendapat gelar “ Kyai Agung”.
Lima buah Tarekat di Jawa yang mnenjadi tarekat paling berpengaruh adalah yang berdasarkan silsilah dari Syekh Abdul Karim yaitu Tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah dengan pusatnya sebagai berikut :
a. Pesantren Pegentongan di Bogor
b. Suralaya di Tasikmalaya
c. Pesantren Mraggen di Semarang
d. Pesantren Bejosa di Jombang
e. Tebuireng di Jombang
4. Syekh Mahfudh at-Tarmisi
Syekh Mahfudh lahir di Tremas,Jawa Timur.Ayahnya adalah Kyai Abdullah adalah seorang pemimpin Pesantren Tremas yang sangat terkenal pada pertengahan ke dua abad 19. Syekh Mahfudh menjadi salah satu pengajar di Masjid Haram. Syekh Mahfudh ini menjadi kebanggaan bangsa Melayu sebagai seorang alim yang berkaliber internasional .Ia menulis 5 kitab yang terdiri dari berbagai jilid tetapi yang hanya berhasil hanya satu kitab yaitu Muhibah dhill Fadhal yang terdiri dari 4 jilid besar.Di kalangan para kyai di Jawa, Syekh Mahfudh ini juga dikenal sebagai seorang ahli dalam hadis Bukhari.Beliau juga juga seorang isnad yang berhak memberikan ijasah kepada mereka yang berhasil menguasai hadis Bukhari itu.Ijasah itu berasal dari Syekh Mahfudh sendiri yang ditulis sekitar 1000 tahun yang lalu.Murid yang berhasil menguasai hadis Bukhari ini adlah murid kesayangan dari Syekh Mahfudh yaitu Hadratus Syekh
5. Kyai Khalil Bangkalan
Kyai Khalil ini dikenal sebagai seorang wali,walaupun ia tidak memimpin Tarekat.Hal ini sangat menarik karena dalam tradisi pesantren,orang yang dianggap memilimki tingkat kesucian yang tinggi,bukanlah semata mata keberhasilannya memimpin Tarekat namaun ketinggian spiritual seorang kyai dapat dicapai dari ketinggian ilmu dan kesalehannya di mata Tuhan. Kyai Khalil ini juga dikenal sebagai ahli tatabahasa dan Sastra Arab.Ulama terkenal yang pernah dibimbing oleh Kyai Khalil adalah :
Hadratus Syekh
Kyai Muhammad Siddiq,Jember
Kyai Manaf Abdul Karim,Lirboyo,Kediri
Kyai Munawir,Krapyak,Yogyakarta
Kyai Abdullah Mubarak,Suralaya,Tasikmalaya
Kyai Wahab Hasbullah,Jombang
6. Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari
Kyai Muhamad Hasyim Asy’ari adalah pendiri pesantren Tebuireng.Para Kyai memberikan gelar Hadratus Syekh yang berarti Tuan Guru Besar.Pada mulanya ia belajar ilmu-ilmu tauhid,hokum Islam,bahasa Arab,tafsir dan hadis. Hadratus Syekh ini mengawini anak dari pemimpin pesantren Siwalan.Pada tahun 1899, Hadratus Syekh ini kembali ke Jawa dan mnengajar di pesantren Gedang yang didirikan oleh Kyai Usman.Kemudian ia mendirikan sendiri pesantren Tebuireng.Dari Gedang ia membawa beberapa orang santri.Dalam tradisi pesantren,hal ini lumrah bahwa seorang yang telah menyelesaikan pelajarannya yang terakhir dan ingin mendirikan pesantren baru,membawa serta beberapa santri atas seizin kyai.
Peranan Hadratus Syekh dalam perkembangan Islam di Jawa
Peranan Hadratus Syekh sangat penting karena pengaruhnya yang penting di dalam lingkungan Islam tradisional .Pada tahun 1944, Hadratus Syekh ini ditunjuk sebagai kepala urusan agama oleh pemerintah Jepang untuk wilayah Madura dan Jawa.Pada waktu pemimpin Islam modern dan tradisional mendirikan partai Masyumi pada tahun 1946, Hadratus Syekh terpilih sebagai Rois’Aam. Hadratus Syekh meninggal pada tahun 1947,dan dengan Keputusan Presiden No.294/1964,beliau diakui sbagai seorang Pahlawan Kemerdekaan Nasional.Pemberian gelar didasarkan atas jasa-jasnya kepada pemerintah.Antara tahun 1946-1947, Hadratus Syekh ini mengeluarkan 2 fatwa yaitu,ia menfatwakan bahwa perang melawan Belanda adalah jihad dan beliau melarang Hadratus Syekh kaum muslimin Indonesia untuk melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda.Pengaruh Hadratus Syekh yang luar biasa ini disebabkan karena beliau sukses mengembangkan pesantren Tebuireng pada abad 20.Pesantren Tebuireng ini adalah sumber ulama dan sumber pemimpin lembaga –lembaga pesantren di seluruh Jawa dan Madura.
Keadaan umum pada awal abad ke-16
Ciri khas keadaan di Indonesia pada abad ke-15 dan ke-16 adalah perubahan-perubahan yang besar di bidang politik kerajaan majapahit yang dalam puncak kebesarannya telah menanam pengaruhnya hingga melewati batas-batas wilayah Indonesia sekarang, tetapi pada waktu itu di Sumatera Utara beberapa kerajaan pantai memproklamirkan diri sebagai kerajaan yang berdiri sendiri, Minangkabau tak mau mengakui lagi kekuasaan Majapahit lalu melepaskan diri pula, pelabuhan Tumasik (singapura) yang penting juga telah menghilang. Malaka pada abad ke-15 itu merebut daerah diantara kerajaan-kerajaanlain dibawah pimpinan sultan yang berkuasa.
Tetapi keretakan kesatuan politik juga terjadi di Jawa yaitu pelabuhan-pelabuhan dipantai utara pulau Jawa yang sebelumnya takluk kepada Majapahit, kini membebaskan diri dari kekuasaan Majapahit lalu berdiri sendiri. Pada tahun 1478 kerajaan Majapahit pun lenyap akibat perpecahan yang telah terjadi. Sisa-sisa terakhir dari kerajaan yang jaya ini melarikan diri ke Balidan kesebelah timur pulau Jawa yaitu kerajaan Blambangan (Panarukan). Disana mereka masih bisa mempertahankan agama Hindunya selang seabad lamanya, dan pada tahun 1599 tamatlah riwayat mereka. Di Jawa Barat kerajaan Padjajaran (Bogor) runtuh tetapi dengan bantuan kerajaan Demak yang kuat itu, maka Banten sebagai pelabuhan yang penting di Jawa Barat, menyatakan berdiri sendiri lalu melebarkan pengaruhnya di Sunda Kelapa.
Sunda Kelapa adalah pelabuhan lama dari padjajaran yang dalam tahun 1527 akan mendapat arti yang baru dengan nama Djakarta (Djayakarta). Akhirnya kita melihat di Indonesia bagian timur beberapa raja,terutama sultan Ternate dan sultan Tidore, mulai memperluas kekuasaannya. Hal ini pertam-tama dari Maluku melewati Gresik sampai ke Malaka, dimana rempah-rempah dari Maluku itu dibawa ke pasar dunia.
Sebab utama dari perubahan-perubahan politik ini ialah kedatangan agama islam di Indonesia. Sudah sejak akhir abad ke-13 kita melihat agama Islam itu mulai masuk. Pedagang-pedagang beragama islam dari Persia dan terutama dari India Barat ialah Gujarat, merekalah yang menyiarkan agama ini, ketika mereka dapat memasuki istana-istana para raja di Sumatera Utara dan seterusnya dimana saja mereka berdagang disepanjang pantai utara pulau Jawa.
Pengaruh mereka dipertebal lagi hubungan-hubungan nikah yang diadakan dengan keluarga raja-raja ini. Dalam abad ke-15 dan ke-16 itu berlangsung perlahan-lahan pengislaman terhadap kaum bangsawan tertinggi yang tinggal di tempat pelabuhan terpenting.
Sejak islam masuk ke Indonesia maka terjadi penyebaran agama secara meluas ke seluruh daerah. Tetapi pada pihak lain yang harus dicatat kontak pertama, yang didapati secara langsung dengan Negara-negara barat adalah munculnya orang-orang portugis diperairan Asia. Memang benar bahwa injil sejak abad pertama memasuki Asia. Gereja Mar-Thoma di india selatan mengatakan bahwa terjadinya gereja itu ialah karena pemberitaan injil oleh rasul Thomas.
Dan batu Sian-Fu yang terkenal itu menceritakan bahwa sudah sejak abad ke 8 beribu-ribu orang bertobat dan menjadi Kristen oleh pekerjaan para rahib di tiongkok. Tetapi Indonesia tidak kita dapati sedikitpun bekas pengkabaran injil dan ketika orang portugis dating ke Indonesia pada abad ke-16, mereka yang pertama menjadi pengkabar injil / agama Kristen.
Latar belakang portugis datang ke Indonesia adalah karena keinginan yang tak tertahankan untuk menemukan negeri di belahan dunia lain, suatu keinginan yang timbul pada zaman dianatara bangsa eropa barat. Bangsa porugis dan spanyolah yang pertama melaksanakannya karena pada waktu itu mereka sedang berada pada puncak kejayaan. Selain faktor ekonomi dan politik yaitu ingin menaklukkan negeri-negeri itu serta mencari kekayaan di sana. Yang paling utama mereka cari ialah rempah-rempah dari india timur. Lada, pala, dan cengkeh sangat laku di pasaran eropa. Tidak saja untuk kebutuhan dapur tetapi juga untuk obat-obatan.
Tetapi tak disangkal bahwa yang mendorong mereka ialahhasrat untuk memasehikan daerah-daerah yang ditemukan dan ditaklukkannya itu. Tidak percuma pada layar-layar kapal mereka tertera tanda salib. Dan hendrik adalah seorang pelaut yang tadinya mengapali perkumpulan kesatria templar dan para kesatria salib tyang bersifat rohani telah mampu mengobarkan semangat untuk memimpin ekspedisi ini. Raja portugis sendiri yang menjadi kepala mereka. Kekuasaan dan uangnya merupakan tulang punggung dari segala pekerjaan pertobatan yang akan dilakukan di Asia. Penyebaran injil sudah menjadi tujuan utama, bukannya sebagai pekerjaan sambil lalu saja.
Permulaan abad 16 merupakan waktu peralihan dalam segala segi. Banyak pertentangan terjadi karena raja-raja islam yang berada di pulau jawa menolak hadirnya bangsa portugis menginjakkan kaki di tanah jawa, kecuali di jawa timur. Di jawa timur hingga akhir abad 16 masih terdapat sebuah kerajaan hindu. Tetapi disamping itu melihat adanya ketegangan antara raja-raja islam dengan bangsa kafir sekitar mereka. Bangsa-bangsa kafir ingin mempertahankan kemerdekaannya dan tidak mau tunduk kepada raja-raja islam. Oleh karena itu bangsa-bangsa kafir meminta pertolangan kepada bangsa portugis. Demikian terdapat suatu gambaran yang sangat sulit dari kekuatan – kekuatan yang berlawanan. Hal ini mengakibatkan pemberitaan injil dan pembentukan gereja kristus terlibat ketegangan itu.ombak besar pada masa itu seolah-olah tidak memungkinkan perahu gereja berlayar dengan lancar di Indonesia.
Dalam kehidupan tradisional orang Jawa hubungan antara
hamba dan tuan bukan bersifat tak pribadi, sebaliknya, hubungan ini lebih
merupakan ikatan pribadi dan akrab, saling hirmat dan bertanggung jawab.
Secara ideal hubungan ini menuruti contoh kasih sayang
dalam ikatan keluarga. Hal ini juga berlaku dalam hubungan sosial pada umumnya.
Sikap demikian terlihat dari kenyataan bahwa orang Jawa pada umumnya sering
menyapa orang asing dengan panggilan ki-sanak atau saderek yang berarti
kerabat.
Konsep kawula-gusti dalam pakaian mistiknya, jelas dapat
kita lihat betapa sudah benar-benar berakarnya arti hubungan tuan-hamba yang
akrab ini dalam pikiran orang-orang Jawa. Dalam mistik Jawa, kata-kata jumbuhing
kawula gusti (menyatunya hamba dan tuan) melukiskan tujuan tertinggi dalam
hidup manusia, yaitu tercapainya “kesatuan” yang sesungguhnya (manunggal)
dengan Tuhan. Konsep kawula-gusti
sangat diwarnai oleh ciri lain pemikiran Jawa: kepercayaan yang tak tergoyahkan
akan nasib, akan hal-hal yang sudah ditakdirkan, yang dinyatakan dalam kata pinesti
(ditentukan), tinitah (ditakdirkan), atau kata pinjaman dari bahasa
Arab, takdir.
Ada 2 lapisan utama pada masyarakat Jawa: wong cilik (orang
biasa) dan penggede (golongan penguasa), tidak terutama dari segi
kekayaan ekonomis atau keunggulan kelahiran tetapi dari segi pertuanan dan
perhambaan, dari segi kawula (hamba) terhadap bendara (tuan), dan
tempat seseorang dalam tatanan masyarakat, jadi hak serta kewajibannya, dianggap
sebagai telah ditakdirkan.
Contoh dari ketegaran takdir terdapat dalam pertunjukkan
wayang, yaitu dalam lakon Bratayuda, perang antara Pandawa dan Kurawa. Utusan
Pandawa, sri Betara Kresna, begitu marahnya oleh sikap Korawa yang
menghina sehingga dia menjelmakan diri
(menggunakan bentuk tiwi-krama nya) menjadi raksasa dahsyat yang
mempunyai 1000 kepala, tangan dan kaki. Dia mampu menghancurkan korawa dan
bahkan seluruh penduduk Ngastina pada saat itu juga, sekiranya Dewa surya,
utusan Suralaya, tidak memperingatkannya bahwa kehendak takdir yang harus
berlaku, bahwa perang Baratayuda yang mengerikan dan menghancurkan harus
terjadi dan bahwa kaum Korawa akan musnah dalam perang itu. Bahkan dalam hal
ini seorang dewa (Kresna adalah penjelmaan Dewa Wisnu) pun tidak diperkenankan
mengubah kehendak takdir.
Kedudukan Raja dalam Kehidupan Bernegara
Kedudukan Raja dan Islam
Dalam konsep orang Jawa tentang organisme negara, raja
atau ratulah yang menjadi eksponen mikrokosmos, negara. Bahwa pandangan tentang
alam yang terbagi dalam mikrokosmos –dunia manusia-dan makrokosmos-dunia
supra-manusia-adalah sesuatu yang pokok bagi pandangan hidup orang Jawa.
Ada 2 faktor yang terpenting bagi pemahaman orang Jawa
mengenai kehidupan negara :
1. adanya kesejajaran antara makrokosmos dan mikrokosmos
1. adanya kesejajaran antara makrokosmos dan mikrokosmos
2. adanya pengaruh timbal balik antara makrokosmos dengan mikrokosmos.
Kedua faktor ini menentukan bahwa ketertiban sosial
seyogyanya dianggap sebagai peraturan yang teliti dan ketat yang mengikuti
perubahan-perubahan musim yang sinambung tiada hentinya
Suatu perbandingan antara masa Jawa-Hindu dan masa
Mataram II dapat menerangkan konsep raja sebagai pusat mikrokosmos negara dan
puncak hierarki-status dalam negara. Karena mikrokosmos sejajar dengan
makrokosmos, raja Jawa-Hindu disamasesuaikan dengan dewa, biasanya Dewa Wisnu,
dan permaisurinya disamasesuaikan dengan cakti dewa.
Sesungguhnya ajaran Islam menolak penyamasesuaian yang demikian terang-terangan antara manusia dengan Tuhan. Teologi Islam menempatkan raja dalam kedudukan yang tidak semulia dan seagung sebelumnya, yaitu kedudukan khalifatullah, wali Tuhan di dunia.
Sesungguhnya ajaran Islam menolak penyamasesuaian yang demikian terang-terangan antara manusia dengan Tuhan. Teologi Islam menempatkan raja dalam kedudukan yang tidak semulia dan seagung sebelumnya, yaitu kedudukan khalifatullah, wali Tuhan di dunia.
Kedudukan raja dianggap sebagai pencerminan kedudukan
Tuhan. Tuhan disebut Sang Murbawisesa, Penguasa tertinggi. Raja
ditempatkan pada tampuk tata masyarakat, jauh diatas jangkauan orang biasa.
Tugas raja :
Dalam bidang politik, menjaga supaya jangan sampai terjadi gangguan-gangguan dan memulihkan ketertiban kalau seandainya sudah terjadi.
Raja yang Ideal : raja seyogyanya memiliki 8 nilai kebajikan :
1. Dana yang tidak terbatas, “kedermawanan”, sifat Batara Endra, kepala semua dewa bawahan
2. Kemampuan untuk menekan semua kejahatan, sifat dewa maut, Yama.
3. Berusaha membujuk dengan ramah dan tindakan yang bijaksana, sifat dewa matahari, Surya.
4. Kasih sayang, sifat Batara Candra
5. Pandangan yang teliti dan pikiran yang dalam, sifat dewa angin : Bayu
6. Kedermawanan dalam memberikan harta benda dan hiburan, sifat dewa harta duniawi, Kuwera;
7. Kecerdasan yang tajam dan cemerlang dalam menghadapi kesulitan macam apapun, sifat dewa lautan, Baruna
8. Keberanian yang berkobar-kobar dan tekad yang bulat dalam melwan setiap musuh, sifat dewa api, Brama.
Sifat-sifat ini sesungguhnya merupakan pengertian yang
sangat realistis tentang masalah-masalah kebijaksanaan negara, yang meliputi
kasih hati yang pemurah maupun kekerasan yang tiada kenal ampun dan tidak
melupakan arti penting harta benda maupun daya kecerdasan, tetapi sifat-sifat
ini juga menekankan tuntutan luar biasa dan yang benar-benar melebihi kemampuan
manusia untuk menjadi tadan sebagai raja – hal yang sepenuhnya disadari orang
Jawa sebagai hal yang tidak mungkin. Syarat lain yang pokok bagi seorang raja
ideal ialah kemampuannya untuk memilih pegawai-pegawainya; peraturan-peraturan
untuk itu dikemukakan dalam banyak karangan. Keseimbangan badaniah dan perangai
fisik merupakan unsur penting dalam menentukan pilihan. Ini merupakan salah
satu sebab mengapa ngelmu firasat senantiasa penting bagi orang Jawa,
walaupun semata-mata di gunakan untuk memperoleh pengetahuan watak manusia saja
Mesir
merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua dibenua Afrika yang berasal dari
tahun 4000 SM. Berkembangnya kebudayaan Mesir tidak lepas dari pengatuh adanya sungai
Nil yang membuat daerah mesir menjadi subur.
Pemerintahan
di mesir kuno dipimpin oleh Fir’aun sebagai Raja yang diperoleh secara turun
temurun dan dbagi menjadi beberapa periode atau zaman.
Mesir
menyimpan banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang tak ternilai
harganya dan kebudayaan tersebut hanya dapat kita temui di Mesir seperti
Piramyd, Spinx, Mimmi, dan lain-lain (Bradiga I mayan, 2006:5)
Sejarah Negara Mesir
Bidang
Pendidikan dan Kebudayaan
Jasa terpenting
yang disumbangkan Mesir bagi kemajuan umat Islam adalah hasil kegiatannya dalam
bidang pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan. Sejak masa pemerintahan Dinasti
Fatimiyah, Mesir khususnya Cairo, telah menjadi pusat intelektual muslim dan
kegiatan ilmiah dunia Islam. Pendirian Universitas al-Azhar (universitas tertua
di dunia) oleh Jauhar al-Katib as-Siqilli pada tanggal 7 Ramadhan 361 (22 Juni
972) memainkan peranan yang penting dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa
selanjutnya, selama berabad-abad universitas itu menjadi pusat pendidikan Islam
dan tempat pertemuan puluhan ribu mahasiswa muslim yang datang dari seluruh
dunia.
Tumbuhnya
Mesir sebagai pusat ilmu keislaman didukung oleh para penguasanya yang
sepanjang sejarah menaruh minat besar terhadap ilmu pengetahuan. Seorang
khalifah dari Dinasti Fatimiyah, al-Hakim (996-1021) mendirikan Darul Hikmah,
yakni pusat pengajaran ilmu kedokteran dan ilmu astronomi. Pada masa inilah
muncul Ibnu Yunus (348-399 H./958-1009 M.) seorang astronom besar dan Ibnu
Haitam (354-430 H./965-1039 M.) seorang tokoh fisika dan optik. Selain itu ia
mendirikan Daar al-'Ilm, suatu perpustakaan yang menyediakan jutaan buku dalam
berbagai cabang ilmu pengetahuan. Pada tahun 1013 al-Hakim membentuk Majelis
Ilmu (Lembaga Seminar) di istananya, tempat berkumpulnya sejumlah ilmuwan untuk
mendiskusikan berbagai cabang ilmu. Kegiatan ilmiah ini ternyata memunculkan
sejumlah ilmuwan besar Mesir yang pikiran dan karya-karyanya berpengaruh ke
seluruh dunia Islam. (Bradiga I mayan, 2006:5)
Pada
zaman modern terutama dengan ekspansi Napoleon ke Mesir (1798), umat Islam
bangun dari tidurnya dan menyadari keterbelakangannya. Muhammad Ali (penguasa
Mesir tahun 1805-1849) bertekad untuk mengadakan alih ilmu pengetahuan dan
teknologi dari Barat ke dunia Islam melalui Mesir. Untuk itu ia mengirim
mahasiswa untuk belajar ke Perancis. Setelah kembali ke Mesir, mereka menjadi guru
di berbagai universitas, terutama di Universitas al-Azhar, tempat ribuan
mahasiswa dari berbagai negara Islam menimba ilmu pengetahuan. Dengan demikian
menyebarlah ilmu-ilmu itu ke berbagai daerah Islam.
Selama
pemerintahan Kerajaan Ottoman, kebudayaan Islam di Mesir mengalami kemunduran
karena yang berkuasa percaya bahwa menuntut ilmu filsafat, ilmu bumi, ilmu
pasti dan ilmu-ilmu yang bertalian dengan itu dianggap sebagai penyebab
kemurtadan. Akan tetapi perubahan arah kebudayaan dan pendidikan Mesir sebagai
pusat ilmu pengetahuan dunia Islam terjadi ketika Muhammad Abduh (w. 1905) dan
kawan-kawannya mendendangkan kebangkitan. Gema dari gagasan-gagasan tokoh ini
dan para muridnya menggetarkan dunia Islam secara keseluruhan. Muhammad Abduh
mengembangkan Universitas al-Azhar baik dari segi fisik maupun pemikirannya.
Pengaruh
lain yang penting bagi kebudayaan dunia Islam adalah pendirian
universitas-universitas di Mesir (1908) sesaat sebelum Perang Dunia I.
Universitas-universitas ini tumbuh dan mempunyai fakultas-fakultas: kedokteran,
farmasi, teknik, pertanian, perdagangan, hukum dan sastra. Bertambahnya
keinginan akan pendidikan menyebabkan tumbuhnya universitas-universitas lain,
seperti Universitas Iskandariyah di Iskandariyah dan Universitas 'Ain Syams
(1950) di Cairo. Sampai saat ini masih tercatat berbagai universitas lain,
seperti Universitas Mansyuriyah yang didirikan pada tahun 1972 (sebelumnya
cabang Universitas Cairo), Universitas Tanta yang didirikan pada tahun 1972
(sebelumnnya cabang Universitas Iskandariyah), Universitas Hilwan, Universitas
Assiut yang didirikan pada tahun 1957 serta Universitas Mania, Universitas
Munafia dan Universitas Suez yang didirikan pada tahun 1976. Disamping itu ada
pula Universitas Amerika yang disingkat AUC (The American University in Cairo)
yang didirikan bagi pendidikan orang Mesir dengan tenaga pengajar dari Amerika
sejak tahun 1928.
Demikianlah
arti penting Mesir bagi perkembangan Islam dalam bidang pendidikan dan ilmu
pengetahuan, yang pada dasarnya disulut sejak masa pemerintahan Dinasti
Fatimiyah, kemudian dikembangkan pada masa Muhammad Ali dan mencapai puncaknya
di masa Muhammad Abduh. Bias dari revolusi ilmu pengetahuan ini ternyata bukan
hanya terasa di Mesir, melainkan juga di seluruh dunia Islam. Dalam hal ini
juga sangat penting peranan para mahasiswa dari seluruh pelosok dunia Islam
yang meneruskan studinya di Universitas al-Azhar dan universitas-universitas
lainnya. Setelah menyelesaikan studi, mereka kembali ke tempat asal untuk
membawa ilmu pengetahuan ke tanah air masing-masing. Bidang Media Massa dan
Buku-Buku Keagamaan
Peranan
Mesir dalam pengembangan Islam dalam bidang media massa dan buku-buku keagamaan
sangat penting mengingat percetakan di negeri itu telah mencetak buku-buku
agama yang ditulis para ulama dan pemikir-pemikir terkemuka. Selain itu Mesir
juga mempunyai peranan dalam penerbitan surat kabar atau majalah yang
disebarkan ke seluruh dunia Islam yang berisikan informasi tentang perkembangan
Islam dan ilmu pengetahuan. Antara lain, Napoleon menerbitkan majalah Le
Courrier d'Egypte dan La Degade Egyptienne sebagai media publikasi perkembangan
ilmu pengetahuan. Muhammad Ali menerbitkan surat kabar al-Waqaa'ii al-Misriyah
(peristiwa-peristiwa Mesir).
Bidang Arsitektur
Peranan
Mesir juga dapat dilihat dari monumen-monumen peninggalannya yang mengandung
nilai seni yang tinggi, antara lain al-Qashr al-Garb (Istana Barat), al-Qashr
asy-Syarq (Istana Timur), Universitas al-Azhar, tembok yang mengelilingi istana
dan pintu-pintu gerbang yang terkenal dengan nama Bab an-Nasr (Pintu
Kemenangan) serta Bab al-Fath (Pintu Pembukaan). Disamping itu terdapat pula
Masjid al-Azhar, Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar dan Masjid Shaleh.
Bidang Ekonomi Perdagangan
Mesir
mempunyai peranan yang penting dalam dunia Islam. Peranan ini disebabkan oleh
dua faktor yakni letak geografis yang sangat strategis dan kesuburan lembah
Sungai Nil sebagai area pertanian. Letak Mesir yang strategis berada di
pertemuan tiga benua, Afrika, Asia dan Eropa, menjadikannya pusat perdagangan
yang penting sekali serta menjadikannya negeri kaya sejak masa pemerintahan
Dinasti Fatimiyah, Ayubiyah dan zaman sultan-sultan Mamluk. Selama Mesir di
bawah pemerintahan Islam, hasil negeri itu dibawa melalui Terusan Suez dan dari
sana dibawa dengan unta ke tanah Arab. Pada sisi lain, negeri itu dihubungkan
oleh kafilah dengan Afrika utara di sebelah barat dan dengan Suriah dan Irak di
sebelah timur. Kapal-kapal yang melalui Terusan Suez membawa sutera, pala,
cengkeh, kulit manis, merica, kemenyan, nila dan lain-lain dari India,
Indonesia dan Yaman. Sampai masa pemerintahan khalifah Fatimiyah ke-8,
al-Mustansir (1036-1094), Terusan Suez menjadi pintu perniagaan tanah Arab
dengan negeri-negeri Timur. Pada masa selanjutnya jalur perniagaan pindah ke
Izhab di pantai Laut Merah yang letaknya sejajar dengan Jiddah. (Bradiga I
mayan, 2006:5)
Barang-barang
dagangan dari India, Indonesia dan negeri-negeri Timur Jauh dibawa melalui
Teluk Persia ke Teluk Aden dan seterusnya melalui Laut Merah sampai ke Izhab.
Dari sana barang dagangan dibawa dengan unta sampai ke Qaus, kemudian melalui
Sungai Nil sampai ke Fustat. Kota Izhab menjadi jalan jemaah haji dan jalan
perniagaan sampai perannya digantikan oleh Aden pada tahun 1359. Kapal-kapal
dagang dari negeri-negeri Timur Jauh berlabuh di Aden dan muatannya dipindahkan
dan diteruskan ke Suez dan ke Cairo; dari Cairo diteruskan lagi ke Iskandariyah
melalui terusan yang digali di zaman Sultan Nasir Muhammad bin Qalawun.
Pada
masa pemerintahan Bani Ayubiyah, perniagaan Mesir dengan luar negeri semakin
maju karena dengan adanya Perang Salib negeri-negeri Islam timur mempunyai
hubungan dagang dengan Eropa. (Bradiga I mayan, 2006:5) Sultan-sultan Ayubiyah
dan Mamluk berkuasa di Suriah dan menguasai kota-kota pelabuhan dan jalan-jalan
kafilah antara Eropa dan India, Indonesia serta negara-negara lain di Timur.
Saudagar-saudagar dari Genoa dan Venesia mengambil barang-barang perniagaan
dari Iskandariyah, Beirut dan Iskandaronah untuk dibawa ke Italia, dan dari sana
ke seluruh benua Eropa. Demikian juga pada masa pemerintahan raja-raja Mamluk,
monopoli perniagaan Timur-Barat dikuasai Mesir karena kembalinya Mesir berkuasa
atas Bandar Jiddah yang menggantikan kedudukan Aden sebagai bandar perniagaan
Timur. Sebagai jalur perdagangan antara Timur dan Barat serta antara
negeri-negeri Timur dan bangsa-bangsa Arab, disamping karena pertanian yang
demikian baik, Mesir merupakan negara yang sangat kuat. Kekuatan Mesir itu
sendiri merupakan sumbangan yang amat besar bagi perjuangan Islam secara
keseluruhan.
Demikianlah
Mesir sebagai suatu daerah Islam yang mempunyai peranan yang amat besar bagi
pengembangan Islam baik dalam pengembangan daerah kekuasaan Islam, pengembangan
ilmu pengetahuan bahkan alih ilmu dan teknologi dari Eropa, maupun peran
ekonomi dan perdagangan.
Peradapan Mesir Kuno
Mesir
merupakan satu-satuna pusat kebudaaan tertua di Benua Afrika yang verasal dari
tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulis di daerah
Rosetta oleh pasukan Perancis yang di pimpin Napoleon Bonaparte. Batu tulis itu
berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion
(1800) sehingga sejak tahun itu terbukalah tabir sejarah Mesir Kuno yang
berasal dari tahun 4000 SM.
Peradapan
mesir kuno didasari atar control keseimbangan yang baik antara sumber daya alam
dan manusia, ditandai terutama oleh:
•
Irigasi teratur terhadap Lembah Nil
•
Eksploitasi mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya
•
Perkembangan awal system tulisan dan literature independen
•
Organisasi proyek kolektif
Letak Geografis
Daerah
Mesir terletak di bagan utara Brnua Afrika. Di sebelah utara berbatasan dengan
Laut Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah, di sebelah selatan
berbatasan dengan Sudan dan disebelah barat berbatasan dengan Libya.
Berkat
adanya Sungai Nil, daerah Mesir menjadi daerah yang sangat subur. Sungai Nil
bersumber dari suatu mata air yang terletak jauh di tanah tinggi Afrika Timur.
Sungai Nil mengalir ke utera dan setiap tahun mendatangkan banjir. Banjir
inilah yang mengubah pandang pasir menjadi lembah-lembah ang subur.
Lembah-lembah itu antara 15km sampai 50 km. Herodotus ( ahli sejarah yunani)
menjuluki daerah Mesir hadiah dari Sungi Nil. Dimuara Sungai Nil terdapat ruatu
delta yang luas dan disitulah terletak kota-kota penting seperti Kairo, Iskandaria,
Abusir, dan Rosetta.
Kehidupan Msyarakat Mesir Kuno
Sungai
Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai
Nill bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di
Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Luat
Tengah. Ada empat Negara yang dilewati Sungai Nill yaitu Uganda, Sudan, Ethopia
dan Mesir.
Menurut
mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang
terlalu sibuk menangis dan menyusuri Sungai Nil untuk mencari jenasah puteranya
yang gugur dalam pertempuran.
Namun
secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletser yang mencair dari pegunungan
Kilimanjaro sebagai hulu Sungai Nil.
Pemerintahan
Mesir
memasuki zaman pradinasti pada tahun 3200 SM. Pada waktu itu AMesir terpecah
belah menjadi wlayah-wilayah kecil yang disebut dengan nomes. Nomes ini dapat
berbentuk sebuah desa atau Negara kota yang dipimpin oleh kepala suku. Pada
tahun 4000SM nomes-nomes tersebut bergadung menjadi dua kerajaan besar yaitu
Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Raja
Mesir yang memerintah berkuasa sejak awal hingga akhir disebut dengan Fir’aun.
Untuk menunjukkan rasa hormat, rakyat memanggilnya raja Fie aun. Kedudukan
Fir’aun diperoleh secara turun-temurun. Fir’aun harus orang yang pandai serta
menguasai pengetahuan dan keterampilan.
Cara
yang dilakukan untuk mendidik calon Fie’aun di didik sebagai wasir (perdana menteri) pengawas
pekerjaan umum. Kedudukan Fir’aun yang didukung oleh pendidikan tinggi
menempatkan Fir’aun sebagai orang yang serba bias dalam menangani berbagai
masalah.
Dalam
perkembangan selanjutnya, muncullah seorang raja yang kuat dari Kerajaan Mesir
Hulu yang bernama Menes. Ia berhasil menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir dan
merupakan pendiri dinansti pertama di Mesir Periode Dinasti Awal.
Seni Bangunan
Karya
arsitekstur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza
dan kuil di Thebes. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah
untuk tujuan religious, sebagai bentuk peringatan, meupun untuk menunjukkan
kekuasaan fir’aun. Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan
peralatan sederhana namun afektif, dengan tingkatan akurasi dan persisi yang tinggi.
Kediaman
baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah
hancur seperti batu bata dan kayu, karenanya tidak ada satupun yang tersisa
saat ini. Kaum tani tinggal di rumah sederhana, dissi lain rumah kaum elit
memiliki struktur yang rumit.
Kuil-kuil
tertua yang tersisa, seperti yang terletak di Giza, terdiri dari ruang tunggal
tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar. Pada kerajaan baru,
arsitek menambahkan pilon, halaman terbuka, dan ruangan hypostyle, gaya ini bertahan
hingga periode yunani-romawii. Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan
adalah mastaba, struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dri
batu dan bata. Struktur ini biasanya dibangun intik menutupi ruang bawah tanah
untuk menyimpan mayat.
Kira-kira
pada tahun 3000 SM, raja-raja Mesr mulai membangun piramida-piramida. Piramda
adalah kuburan raja—raja Mesir kuno. Piramida yang terbesar adalah piramida
Firaun Cheops dengan tinggi 137 meter. Di depannya terdapat patung Spinx, yaitu
seekor singa berkepala manusia. Pembuatan piramida ini memakan waktu yang cuklup
lama. Pembangunan ini merupakan suatu pekerjaan yang besar bagi kerajaan Mesir,
karena mengerahkan tenaga rakyat.
Pertanian dan Pengairan
Karena
merupakan daerah yang subur, manusia zaman kuno telah menetap di Mesir dan
mengusahakan pertanian. Mereka menanam jelai, sekoi, dan bahan-bahan sandang.
Untuk meningkatkan produksi, petani-petani Mesir membut terus-terusan dan
mengalirkan air lading-ladang. Mereka juga membangun waduk-waduk tempat
menyimpan air.
Mereka
hidup secara berkelompok dalam suatu daerah pertnian. Terbentuklah orhanisasi
masyarakat seperti desa-desa. Tiap-tiap desa di kepalai oleh kepala desa. Mereka menarik pajak dari
petani-petani dalam bentuk hasil bumi.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Mereka
sudah dapat mempelajari dan mengenal tata alingkungan tempat tinggalnya.
Masyarakat Mesir Kuno yang hidup dari hasil bercocok tanam memiliki banyak
waktu luang untuk menambah pengetahuan tentang kehidupan baik yang bersifat
material maupun spiritual. Masyarakat mesur kuno percaya bahwa roh orang yang
meninggal akan tetap hidup dan menghuni jasadnya, apabila jasadnya tidak rusak.
Oleh karena itu, pada tubuh orang yang sudah meninggal dimasukkan berbagai
macam obat dan rempah-rempah agar tidak membusuk dan kemudian di balut dengan
bermacam-macam kain yang dipoles dengan kapur. Garam, dan perekat sehingga
terbentuk mummi yang tidak dapat rusak dan membusuk
Peninggalan Kebudayaan
Pada
awalnya huruf hieroglyph merupakan
huruf gambar. Dari huruf hieroglyph muncul
tulisan baru yang disebut hierotis yang dipergunakan oleh para pendeta Mesir
untuk keperluan keagamaan dan huruf demotis yang dipergunakan rakyat.
a.
Piramida
Kira-kira
tahun 300 SM, Raja-raja Mesir mulai membangun piramida-piramida. Piramida yang
paling besar adalah Piramida Raja Chufu (Cheops). Tinggi piramida mencapai 137
meter dan didepannya terdapat patung Sphinx. Tentang teknik pembuatannya dan
tata cara organisasinya tidak banyak diketahui. Kemungkinan sekali dilakukan
dengan kerja paksa.
b.
Sphinx
Sphinx
adalah patung seekor singa berkepala manusia yang didrikan didepan sebuah
piramida. Spinx merupakan lambing kekuasaan dan pemerintahan dari seorang raja
mesir yang dimakamkan pada piramida itu. Kepala Sphinx merupakan lambing
kebijaksanaan dan badan Spinx merupakan lambing kekuatan dari raja yang
memerintah.
c.
Mummi
Sebelum
periode Kerajaan lama, tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun, cara ini
secara alami akan mengawetkan tubuh manusia melalui proses pengeringan.
Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir
Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana
halnya orang kaya. Orang kaya mulai menguburkan orang mati dikuburan batu,
akibatnya mereka memanfaatkan muimifikasi buatan yaitu dengan mencabut organ
internal, membungkus tubuh menggunakan kain, dan meletakkan mayat ke dalam
sarkofagus berupa batu empat p[ersegi panjang atau peti mati.
Kesimpulan
Mesir
merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal
dari tahun 4000 SM. Berkembangnya kebudayaan Mesir tidak l;epas dari pengaruh
adanya Sungai Nil yang membuat daerah Mesir menjadi subur.
Mesir menyumpan banyak sekali
kekayaan kebudayaan dan sejarah yang sangat menarik untuk diketahui. Penemuan
sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin
Napoleon Bonaparte yang kemudan batu tulis tersebut dapat dibaca oleh seorang
Perancis yang bernama Jean Francois Champollion adalah awal terbukanya sejarah
Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM. Dalam hal ini, peninggalan-peninggalan
bersejarah seperti tulisan, bangunan kuno, memberikan sumbangan besar dalam
rekontruksi sejarah.
Arsitekturdari
313 sampai dengan 1000
READ MORE
Sejarah
arsitektur gereja abad pertengahan dimulai pada tahun 313 saat ketika agama Kristen dinyatakan sebagai agama yang
legal.
Setelah
Terbebas dari penyiksaan, umat Kristen mulai membangun basilika. Basilika
paling bagus dan besar adalah Gereja St. Sophia di Konstantinopel, yang
memiliki gaya khas Byzantium. Gaya Byzantium tersebut dalam perkembangan
selanjutnya berpengaruh ke daerah-daerah dunia Muslim. Arsitektur Masjid sangat
dipengaruhi oleh gaya Byzantium itu. Salah satunya adalah masjid Umar di
Yarusalem. Para arsitek di luar Konstantinopel juga mencoba memodifikasikan
gaya Byzantium. Salah satu contoh adalah Gereja San Vitale, di Ravena, Italia
Utara. Kapel ini semula dimaksudkan untuk mausoleum Karel Agung
Periode Abad Gelap
Selama
abad gelap, di Eropa Barat tidak ada gaya khas yang berkembang. Mundurnya
peradaban Romawi berakibat pada melemahnya upaya pengembangan gaya arsitektur
orisinal. Kaum barbar, baik Jerman, Slav, maupun Finno-Ugria, paling banter
hanya bisa membuat imitasi gaya arsitektur Romawi Barat yang tengah merosot
itu.
Periode Romanesque
Istilah
ini mengacu pada seni yang berkembang di Eropa barat dari sekitar tahun 1000
hingga 1200. Gereja-gereja yang dibangun dengan gaya baru di segala penjuru
Eropa barat mengingatkan kembali pada basilika-basilika yang dibangun di Roma
pada abad IV, V, dan VI. Itulah sebabnya maka gaya baru ini disebut Romansque. Salah satu gereja gaya Romanesque yang
terkenal adalah katedral Pisa, yang selesai dibangun pada 1093. Contoh lain
dari bangunan gaya Romanesque yang perlu dicatat adalah gereja biara Cluny.
Gereja ini diresmikan pada 1131. Gereja Cluny merupakan gereja yanh sangat
besar dan megah.
Arsitektur Gothik
Istilah
gothik mengacu pada seni –arsitektur, lukis, dan pahat – tiga abad terakhir
zaman pertengahan. Istilah ini berasal dari para penulis akhir Abad Pertengahan
yang lebih menaruh perhatian pada kebudayaan Yunani-Romawi daripada kebudayaan
abad pertengahan sendiri. Arsitektur gothik adalah kreasi para genius abad
pertengahan. Sebagai gaya dalam seni, gaya Gothik ini adalah lebih baik jika
diperbandingkan dengan gaya-gaya lainnya. Pengaruh arsitektur Gothik lebih luas
daripada gaya Romanesque. Perbedaan utama antara gaya ini adalah bahwa gaya
Gothik serba lancip, sedangkan Romanesque serba bundar. Arsitektur Gothik pertama-tama berkembang di
Prancis tengah, terutama di daerah sekitar Paris. Abad XIII merupakan puncak
perkembangan arsitektur Gothik . selama masa pemerintahan Raja Louis IX
(1226-1270) bermunculanlah karya-karya besar seperti katedral-katedral di
Reims, Amiens, Paris, Beauvais, dan yang terbagus adalah katedral Sainte
Chapelle, yang berhadapan dengan Notre Dame di Paris. Meskipun arsitektur
Gothik pada mulanya muncul di sekitar Paris, ini tidak berarti bahwa gaya ini
semata-mata milik Prancis. Arsitektur ini tetap dianggap sebagai hasil dari
semangat Kristianitas, karena kristen merupakan agama yang merambah seluruh
kawasan Eropa barat.
Dekorasi Gothik
Ide-ide
Gothik bukan hanya tampak pada gaya arsitektur, tetapi juga pada dekorasi seni
patung, lukis, hiasan, serta pada setiap bentuk seni kerajinan, termasuk
kerajinan yang terbuat dari besi. Motif atau corak dekorasi yang mengandung
pesan ajaran kristen. Telah lama gereja menampakkan imaji-imaji tentang Allah
Bapa, Kristus, Perawan Maria, para tokoh suci serta malaikat. Penampakan
imaji-imaji itu dimaksudkan untuk mendorong semangat keagamaan umat Kristen.
Seni Pahat: Romanesque dan Gothik
Pahatan
menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus serta para santo banyak
dijumpai di gereja-gereja. Selama masa Romanesque penggambaran
peristiwa-peristiwa tersebut kurang tampak hidup. Hasilnya, seni pahat
Romanesque tidak tampak naturalistik. Lain halnya dengan para pemahat Gothik.
Sebelum memahat, mereka pahat secara cermat dan naturalistik. Mereka amati
kedetilan lekuk-lekuk anatominya. Barulah mereka mulai memahat. Satu hal yang
khas dalam seni pahat Gothik adalah penampilannya yang kaku.
Seni Lukis
Tembok
yang rata biasnya dihiasi dengan fresco – gambar yang dilukis dengan air kapur
berwarna yang dipakai pada gips yang basah, sesuai dengan sketsa karbon yang
telah dirancang. Bentuk lukisan terbaik
sebelum tahun 1300 adalah karya para miniaturis. Para miniaturis Irlandia
terkenal sebagai ilustator yang piawai, yang membuat hiasan-hiasan yang begitu
indah dan kompleks pada buku-buku para biarawan. Karya-karya mereka mencapai
puncak perkembangannya selama periode Gothik.
Seni Lukis Italia
Karena
gaya Gothik merupakan produk Eropa utara, pengaruhnya tidak begitu kuat di
Italia. Para seniman Italia cenderung tetap mempertahankan metode-metode dan
konsepsi-konsepsi lama, yang disebut Greek (Yunani) atau Byzantine (Byzantium).
Sama seperti para penganut naturalisme Gothik, para seniman Italia pada mulanya
juga lebih senang menciptakan lukisan-lukisan tentang alam, seperti binatang,
tumbuhan, bunga, dan sebagainya. Oleh karena itu ketika mereka harus membuat
lukisan tentang manusia, hasilnya tampak kaku, dan tidak riil. Dengan kata
lain, mereka bersikap tradisional. Para seniman Italia yang pertama-tama
menunjukkan perubahan sikap terhadap komposisi warna, anatomo, pencahayaan,
bayangan, dan animasi adalah Cimabue (1302) dan muridnya, Giotto (1336) mereka
adalah seniman Florence (Firenze). Karya terbesar Giotto dapat kita lihat di
Arena Chapel katedral Padua dan Bardi Chapel Gereja Santa Croce di Florence.
Para pelukis sesudah Giotto cenderung sebagai epigon-epigonnya. Mereka hanya
bisa mengikuti model-model yang telah dirintis Giotto, tetapi tak mampu
menandinginya.
Seni
pahat, seperti halnya seni lukis, mengalami serangkaian perubahanyang sangat
berarti dalam abad XIV. Sebelum tahun 1300, pahatan-pahatan yang menggambarkan
manusi tampak kaku. Karya-karya itu sebagian besar adalah hasil kerja para
seniman penganut model Yunani. Ayah dan
anaknya yang bernama Niccola dan Giovanni Pisano menghasilkan pahatan-pahatan
pada mimbar besar di katedral-katedral di Pisa, Siena, dan Pistoia. Karya-karya
ini sudah menunjukkan semangat Gothik. Giotto, selaim pelukis, adalah juga
pemahat. Pengaruhnya dalam dunia seni pahat tidak kalah besarnya dengan
pengaruhnya dalam dunia seni rupa. Ketenaranya antara lain karena karya-karya
pahatannya pada panel-panel rendah, yang ia rancang untuk menghiasi menara
lonceng Gereja Santa Maria dan Katedral Florence. Panel-panel karya Giotto
tersebut tampak sederhana. Tetapi justru karena itu, karya-karya tersebut
mengundang banyak perhatian. Dan sejak saat itulah para pemahat meninggalkan
metode penggambaran yang serba semarak.
Seni Lukis Flanders
Di
Eropa Utara, perintis inovasi dalam dynia seni Lukis adalah para seniman
Flanders. Hubert dan Jan van Eyck
bersaudara menunjukkan inovasi itu pada karya-karya miniatur mereka yang
menjadi ilustrasi pada buku-buku agama. Inovasi lainnya yang dipelopori Van
Eyck bersaudara ini adalah penggunaan cat minyak dalam melukis. Kapan tepatnya
perintisan inovasi ini dimulai sebenarnya masih kabur. Setelah Van Eyck
bersaudara, pelukis lainnya yang perlu dicatat adlah Rogier van der Weyden
(1464). Ia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menggambarkan
insiden-insiden dramatis, dan mampu membangkitkan emosi yang pedih. Seniman
lukis Flanders lainnya lagi yang perlu dicatat adalah Hans Memling (1494. Ia
berasal dari Bruges. Ciri khas dari karyanya adlah sentuhan yang halus dan
sentimentil.
Seni Pahat Flanders
Seni
pahat Flanders, seperti halnya seni lukisnya, mencapai puncak perkembangannya
pada awal abad XV. Ciri khas yang menonjol yang dapat kita amati dalam
karya-karya besar yang ada adalah mencuatnya gagasan-gagasan naturalisme,
idealisme religius, dan corak penderitaan yang pedih. Seniman pahat Flanders
yang terkemuka adalah Claus Sluter, yang berkerja pada istana Duke Philipe di
Burgundia. Sluter ditugasi untuk mendekorasi biara Carthuisan di Champmol,
dekat Dijon, yang dipersembahkan sebagai mausoleum para pangeran Burgandia.
Seni Musik Abad Pertengahan
Seperti
halnya dengan seni lukis, pahat, dan arsitektur, seni musik abad pertengahan
diabadikan untuk gereja. Lagu-lagu dan tari-tarian rakyat sudah barang tentu
tetap ada. Namun, karena sebagian besar bukti karya-karya populer itu sudah
lenyap, maka kita tidak dapat merekontruksikannya dengan baik. Bahkan musik
Yunani dam Romawi telah dilupakan orang. Kreasi seni seorang seniman musik
cenderung dilupakan begitu sang seniman tiada. Apalagi seni musik kuno, entah
Yahudi, dan Romawi, yidak tertulis, sehingga cepat hilang. Demikian jugalah
seni musik populer atau seni musik rakyat abad pertengahan. Meskipun begitu
kita tidak boleh berasumsi bahwa abad pertengahan tidak mengenal musik rakyat
semacam itu, hanya kaarenaa bukti-bukti historis yang kita dapatkan semata-mata
berkaitan dengan musik gereja. Liturgi
atau kebangkitan gereja banyak menggunakan musik. Pada mulanya para pemimpin
gereja tidak suka menggunakan musik dalam kebangkitan keagamaan. Alasan
utamanya adalah karena musik telah menjadi bagian dalam ritus-ritus kaum kafir,
pertunjukan-pertunjukan gladiator, maupun hiburan-hiburan tak bermorak dalam
masyarakat kafir. Namun, meski betapa
kerasnya sikap para pemimpin gereja, secara perlahan-lahan musik menyelinap
masuk ke dalam gereja. Inovasi dalam seni musik banyak bermunculan saat puncak
abad pertengahan tiba. Guido d’Arezzo (1050) melengkapi sistem notasi yang
telah dikembangkan pada masa itu. Ia menggunakan lima garis paralel yang di
atasnya terdapat not-not balok untuk menandai pola titinada. Organ adalah alat
musik yang paling penting dalam abad pertengahan. Alat musik ini telah
diketemukan jauh sebelumnya. Selain alat musik tiup, alat musik bersenar juga
digunakan. Oarang Yunani kuno telah mengenal alat musik bersenar yang disebut
cithara. Alat ini dimainkan dengan jari.
Begitu
banyak aspek kehidupan akhir abad pertengahan yang menjadi sumber inspirasinya
para seniman Gothik. Dan begitu eratnya kaitan antara kreasi-kreasi kesenimanan
mereka dengan apa yang menjadi puncak-puncak peradaban Abad pertengahan, sehingga
periode ini kemudian lazim disebut Zaman
Gothik












