Dalam kehidupan tradisional orang Jawa hubungan antara
hamba dan tuan bukan bersifat tak pribadi, sebaliknya, hubungan ini lebih
merupakan ikatan pribadi dan akrab, saling hirmat dan bertanggung jawab.
Secara ideal hubungan ini menuruti contoh kasih sayang
dalam ikatan keluarga. Hal ini juga berlaku dalam hubungan sosial pada umumnya.
Sikap demikian terlihat dari kenyataan bahwa orang Jawa pada umumnya sering
menyapa orang asing dengan panggilan ki-sanak atau saderek yang berarti
kerabat.
Konsep kawula-gusti dalam pakaian mistiknya, jelas dapat
kita lihat betapa sudah benar-benar berakarnya arti hubungan tuan-hamba yang
akrab ini dalam pikiran orang-orang Jawa. Dalam mistik Jawa, kata-kata jumbuhing
kawula gusti (menyatunya hamba dan tuan) melukiskan tujuan tertinggi dalam
hidup manusia, yaitu tercapainya “kesatuan” yang sesungguhnya (manunggal)
dengan Tuhan. Konsep kawula-gusti
sangat diwarnai oleh ciri lain pemikiran Jawa: kepercayaan yang tak tergoyahkan
akan nasib, akan hal-hal yang sudah ditakdirkan, yang dinyatakan dalam kata pinesti
(ditentukan), tinitah (ditakdirkan), atau kata pinjaman dari bahasa
Arab, takdir.
Ada 2 lapisan utama pada masyarakat Jawa: wong cilik (orang
biasa) dan penggede (golongan penguasa), tidak terutama dari segi
kekayaan ekonomis atau keunggulan kelahiran tetapi dari segi pertuanan dan
perhambaan, dari segi kawula (hamba) terhadap bendara (tuan), dan
tempat seseorang dalam tatanan masyarakat, jadi hak serta kewajibannya, dianggap
sebagai telah ditakdirkan.
Contoh dari ketegaran takdir terdapat dalam pertunjukkan
wayang, yaitu dalam lakon Bratayuda, perang antara Pandawa dan Kurawa. Utusan
Pandawa, sri Betara Kresna, begitu marahnya oleh sikap Korawa yang
menghina sehingga dia menjelmakan diri
(menggunakan bentuk tiwi-krama nya) menjadi raksasa dahsyat yang
mempunyai 1000 kepala, tangan dan kaki. Dia mampu menghancurkan korawa dan
bahkan seluruh penduduk Ngastina pada saat itu juga, sekiranya Dewa surya,
utusan Suralaya, tidak memperingatkannya bahwa kehendak takdir yang harus
berlaku, bahwa perang Baratayuda yang mengerikan dan menghancurkan harus
terjadi dan bahwa kaum Korawa akan musnah dalam perang itu. Bahkan dalam hal
ini seorang dewa (Kresna adalah penjelmaan Dewa Wisnu) pun tidak diperkenankan
mengubah kehendak takdir.
Kedudukan Raja dalam Kehidupan Bernegara
Kedudukan Raja dan Islam
Dalam konsep orang Jawa tentang organisme negara, raja
atau ratulah yang menjadi eksponen mikrokosmos, negara. Bahwa pandangan tentang
alam yang terbagi dalam mikrokosmos –dunia manusia-dan makrokosmos-dunia
supra-manusia-adalah sesuatu yang pokok bagi pandangan hidup orang Jawa.
Ada 2 faktor yang terpenting bagi pemahaman orang Jawa
mengenai kehidupan negara :
1. adanya kesejajaran antara makrokosmos dan mikrokosmos
1. adanya kesejajaran antara makrokosmos dan mikrokosmos
2. adanya pengaruh timbal balik antara makrokosmos dengan mikrokosmos.
Kedua faktor ini menentukan bahwa ketertiban sosial
seyogyanya dianggap sebagai peraturan yang teliti dan ketat yang mengikuti
perubahan-perubahan musim yang sinambung tiada hentinya
Suatu perbandingan antara masa Jawa-Hindu dan masa
Mataram II dapat menerangkan konsep raja sebagai pusat mikrokosmos negara dan
puncak hierarki-status dalam negara. Karena mikrokosmos sejajar dengan
makrokosmos, raja Jawa-Hindu disamasesuaikan dengan dewa, biasanya Dewa Wisnu,
dan permaisurinya disamasesuaikan dengan cakti dewa.
Sesungguhnya ajaran Islam menolak penyamasesuaian yang demikian terang-terangan antara manusia dengan Tuhan. Teologi Islam menempatkan raja dalam kedudukan yang tidak semulia dan seagung sebelumnya, yaitu kedudukan khalifatullah, wali Tuhan di dunia.
Sesungguhnya ajaran Islam menolak penyamasesuaian yang demikian terang-terangan antara manusia dengan Tuhan. Teologi Islam menempatkan raja dalam kedudukan yang tidak semulia dan seagung sebelumnya, yaitu kedudukan khalifatullah, wali Tuhan di dunia.
Kedudukan raja dianggap sebagai pencerminan kedudukan
Tuhan. Tuhan disebut Sang Murbawisesa, Penguasa tertinggi. Raja
ditempatkan pada tampuk tata masyarakat, jauh diatas jangkauan orang biasa.
Tugas raja :
Dalam bidang politik, menjaga supaya jangan sampai terjadi gangguan-gangguan dan memulihkan ketertiban kalau seandainya sudah terjadi.
Raja yang Ideal : raja seyogyanya memiliki 8 nilai kebajikan :
1. Dana yang tidak terbatas, “kedermawanan”, sifat Batara Endra, kepala semua dewa bawahan
2. Kemampuan untuk menekan semua kejahatan, sifat dewa maut, Yama.
3. Berusaha membujuk dengan ramah dan tindakan yang bijaksana, sifat dewa matahari, Surya.
4. Kasih sayang, sifat Batara Candra
5. Pandangan yang teliti dan pikiran yang dalam, sifat dewa angin : Bayu
6. Kedermawanan dalam memberikan harta benda dan hiburan, sifat dewa harta duniawi, Kuwera;
7. Kecerdasan yang tajam dan cemerlang dalam menghadapi kesulitan macam apapun, sifat dewa lautan, Baruna
8. Keberanian yang berkobar-kobar dan tekad yang bulat dalam melwan setiap musuh, sifat dewa api, Brama.
Sifat-sifat ini sesungguhnya merupakan pengertian yang
sangat realistis tentang masalah-masalah kebijaksanaan negara, yang meliputi
kasih hati yang pemurah maupun kekerasan yang tiada kenal ampun dan tidak
melupakan arti penting harta benda maupun daya kecerdasan, tetapi sifat-sifat
ini juga menekankan tuntutan luar biasa dan yang benar-benar melebihi kemampuan
manusia untuk menjadi tadan sebagai raja – hal yang sepenuhnya disadari orang
Jawa sebagai hal yang tidak mungkin. Syarat lain yang pokok bagi seorang raja
ideal ialah kemampuannya untuk memilih pegawai-pegawainya; peraturan-peraturan
untuk itu dikemukakan dalam banyak karangan. Keseimbangan badaniah dan perangai
fisik merupakan unsur penting dalam menentukan pilihan. Ini merupakan salah
satu sebab mengapa ngelmu firasat senantiasa penting bagi orang Jawa,
walaupun semata-mata di gunakan untuk memperoleh pengetahuan watak manusia saja
Mesir
merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua dibenua Afrika yang berasal dari
tahun 4000 SM. Berkembangnya kebudayaan Mesir tidak lepas dari pengatuh adanya sungai
Nil yang membuat daerah mesir menjadi subur.
Pemerintahan
di mesir kuno dipimpin oleh Fir’aun sebagai Raja yang diperoleh secara turun
temurun dan dbagi menjadi beberapa periode atau zaman.
Mesir
menyimpan banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang tak ternilai
harganya dan kebudayaan tersebut hanya dapat kita temui di Mesir seperti
Piramyd, Spinx, Mimmi, dan lain-lain (Bradiga I mayan, 2006:5)
Sejarah Negara Mesir
Bidang
Pendidikan dan Kebudayaan
Jasa terpenting
yang disumbangkan Mesir bagi kemajuan umat Islam adalah hasil kegiatannya dalam
bidang pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan. Sejak masa pemerintahan Dinasti
Fatimiyah, Mesir khususnya Cairo, telah menjadi pusat intelektual muslim dan
kegiatan ilmiah dunia Islam. Pendirian Universitas al-Azhar (universitas tertua
di dunia) oleh Jauhar al-Katib as-Siqilli pada tanggal 7 Ramadhan 361 (22 Juni
972) memainkan peranan yang penting dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa
selanjutnya, selama berabad-abad universitas itu menjadi pusat pendidikan Islam
dan tempat pertemuan puluhan ribu mahasiswa muslim yang datang dari seluruh
dunia.
Tumbuhnya
Mesir sebagai pusat ilmu keislaman didukung oleh para penguasanya yang
sepanjang sejarah menaruh minat besar terhadap ilmu pengetahuan. Seorang
khalifah dari Dinasti Fatimiyah, al-Hakim (996-1021) mendirikan Darul Hikmah,
yakni pusat pengajaran ilmu kedokteran dan ilmu astronomi. Pada masa inilah
muncul Ibnu Yunus (348-399 H./958-1009 M.) seorang astronom besar dan Ibnu
Haitam (354-430 H./965-1039 M.) seorang tokoh fisika dan optik. Selain itu ia
mendirikan Daar al-'Ilm, suatu perpustakaan yang menyediakan jutaan buku dalam
berbagai cabang ilmu pengetahuan. Pada tahun 1013 al-Hakim membentuk Majelis
Ilmu (Lembaga Seminar) di istananya, tempat berkumpulnya sejumlah ilmuwan untuk
mendiskusikan berbagai cabang ilmu. Kegiatan ilmiah ini ternyata memunculkan
sejumlah ilmuwan besar Mesir yang pikiran dan karya-karyanya berpengaruh ke
seluruh dunia Islam. (Bradiga I mayan, 2006:5)
Pada
zaman modern terutama dengan ekspansi Napoleon ke Mesir (1798), umat Islam
bangun dari tidurnya dan menyadari keterbelakangannya. Muhammad Ali (penguasa
Mesir tahun 1805-1849) bertekad untuk mengadakan alih ilmu pengetahuan dan
teknologi dari Barat ke dunia Islam melalui Mesir. Untuk itu ia mengirim
mahasiswa untuk belajar ke Perancis. Setelah kembali ke Mesir, mereka menjadi guru
di berbagai universitas, terutama di Universitas al-Azhar, tempat ribuan
mahasiswa dari berbagai negara Islam menimba ilmu pengetahuan. Dengan demikian
menyebarlah ilmu-ilmu itu ke berbagai daerah Islam.
Selama
pemerintahan Kerajaan Ottoman, kebudayaan Islam di Mesir mengalami kemunduran
karena yang berkuasa percaya bahwa menuntut ilmu filsafat, ilmu bumi, ilmu
pasti dan ilmu-ilmu yang bertalian dengan itu dianggap sebagai penyebab
kemurtadan. Akan tetapi perubahan arah kebudayaan dan pendidikan Mesir sebagai
pusat ilmu pengetahuan dunia Islam terjadi ketika Muhammad Abduh (w. 1905) dan
kawan-kawannya mendendangkan kebangkitan. Gema dari gagasan-gagasan tokoh ini
dan para muridnya menggetarkan dunia Islam secara keseluruhan. Muhammad Abduh
mengembangkan Universitas al-Azhar baik dari segi fisik maupun pemikirannya.
Pengaruh
lain yang penting bagi kebudayaan dunia Islam adalah pendirian
universitas-universitas di Mesir (1908) sesaat sebelum Perang Dunia I.
Universitas-universitas ini tumbuh dan mempunyai fakultas-fakultas: kedokteran,
farmasi, teknik, pertanian, perdagangan, hukum dan sastra. Bertambahnya
keinginan akan pendidikan menyebabkan tumbuhnya universitas-universitas lain,
seperti Universitas Iskandariyah di Iskandariyah dan Universitas 'Ain Syams
(1950) di Cairo. Sampai saat ini masih tercatat berbagai universitas lain,
seperti Universitas Mansyuriyah yang didirikan pada tahun 1972 (sebelumnya
cabang Universitas Cairo), Universitas Tanta yang didirikan pada tahun 1972
(sebelumnnya cabang Universitas Iskandariyah), Universitas Hilwan, Universitas
Assiut yang didirikan pada tahun 1957 serta Universitas Mania, Universitas
Munafia dan Universitas Suez yang didirikan pada tahun 1976. Disamping itu ada
pula Universitas Amerika yang disingkat AUC (The American University in Cairo)
yang didirikan bagi pendidikan orang Mesir dengan tenaga pengajar dari Amerika
sejak tahun 1928.
Demikianlah
arti penting Mesir bagi perkembangan Islam dalam bidang pendidikan dan ilmu
pengetahuan, yang pada dasarnya disulut sejak masa pemerintahan Dinasti
Fatimiyah, kemudian dikembangkan pada masa Muhammad Ali dan mencapai puncaknya
di masa Muhammad Abduh. Bias dari revolusi ilmu pengetahuan ini ternyata bukan
hanya terasa di Mesir, melainkan juga di seluruh dunia Islam. Dalam hal ini
juga sangat penting peranan para mahasiswa dari seluruh pelosok dunia Islam
yang meneruskan studinya di Universitas al-Azhar dan universitas-universitas
lainnya. Setelah menyelesaikan studi, mereka kembali ke tempat asal untuk
membawa ilmu pengetahuan ke tanah air masing-masing. Bidang Media Massa dan
Buku-Buku Keagamaan
Peranan
Mesir dalam pengembangan Islam dalam bidang media massa dan buku-buku keagamaan
sangat penting mengingat percetakan di negeri itu telah mencetak buku-buku
agama yang ditulis para ulama dan pemikir-pemikir terkemuka. Selain itu Mesir
juga mempunyai peranan dalam penerbitan surat kabar atau majalah yang
disebarkan ke seluruh dunia Islam yang berisikan informasi tentang perkembangan
Islam dan ilmu pengetahuan. Antara lain, Napoleon menerbitkan majalah Le
Courrier d'Egypte dan La Degade Egyptienne sebagai media publikasi perkembangan
ilmu pengetahuan. Muhammad Ali menerbitkan surat kabar al-Waqaa'ii al-Misriyah
(peristiwa-peristiwa Mesir).
Bidang Arsitektur
Peranan
Mesir juga dapat dilihat dari monumen-monumen peninggalannya yang mengandung
nilai seni yang tinggi, antara lain al-Qashr al-Garb (Istana Barat), al-Qashr
asy-Syarq (Istana Timur), Universitas al-Azhar, tembok yang mengelilingi istana
dan pintu-pintu gerbang yang terkenal dengan nama Bab an-Nasr (Pintu
Kemenangan) serta Bab al-Fath (Pintu Pembukaan). Disamping itu terdapat pula
Masjid al-Azhar, Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar dan Masjid Shaleh.
Bidang Ekonomi Perdagangan
Mesir
mempunyai peranan yang penting dalam dunia Islam. Peranan ini disebabkan oleh
dua faktor yakni letak geografis yang sangat strategis dan kesuburan lembah
Sungai Nil sebagai area pertanian. Letak Mesir yang strategis berada di
pertemuan tiga benua, Afrika, Asia dan Eropa, menjadikannya pusat perdagangan
yang penting sekali serta menjadikannya negeri kaya sejak masa pemerintahan
Dinasti Fatimiyah, Ayubiyah dan zaman sultan-sultan Mamluk. Selama Mesir di
bawah pemerintahan Islam, hasil negeri itu dibawa melalui Terusan Suez dan dari
sana dibawa dengan unta ke tanah Arab. Pada sisi lain, negeri itu dihubungkan
oleh kafilah dengan Afrika utara di sebelah barat dan dengan Suriah dan Irak di
sebelah timur. Kapal-kapal yang melalui Terusan Suez membawa sutera, pala,
cengkeh, kulit manis, merica, kemenyan, nila dan lain-lain dari India,
Indonesia dan Yaman. Sampai masa pemerintahan khalifah Fatimiyah ke-8,
al-Mustansir (1036-1094), Terusan Suez menjadi pintu perniagaan tanah Arab
dengan negeri-negeri Timur. Pada masa selanjutnya jalur perniagaan pindah ke
Izhab di pantai Laut Merah yang letaknya sejajar dengan Jiddah. (Bradiga I
mayan, 2006:5)
Barang-barang
dagangan dari India, Indonesia dan negeri-negeri Timur Jauh dibawa melalui
Teluk Persia ke Teluk Aden dan seterusnya melalui Laut Merah sampai ke Izhab.
Dari sana barang dagangan dibawa dengan unta sampai ke Qaus, kemudian melalui
Sungai Nil sampai ke Fustat. Kota Izhab menjadi jalan jemaah haji dan jalan
perniagaan sampai perannya digantikan oleh Aden pada tahun 1359. Kapal-kapal
dagang dari negeri-negeri Timur Jauh berlabuh di Aden dan muatannya dipindahkan
dan diteruskan ke Suez dan ke Cairo; dari Cairo diteruskan lagi ke Iskandariyah
melalui terusan yang digali di zaman Sultan Nasir Muhammad bin Qalawun.
Pada
masa pemerintahan Bani Ayubiyah, perniagaan Mesir dengan luar negeri semakin
maju karena dengan adanya Perang Salib negeri-negeri Islam timur mempunyai
hubungan dagang dengan Eropa. (Bradiga I mayan, 2006:5) Sultan-sultan Ayubiyah
dan Mamluk berkuasa di Suriah dan menguasai kota-kota pelabuhan dan jalan-jalan
kafilah antara Eropa dan India, Indonesia serta negara-negara lain di Timur.
Saudagar-saudagar dari Genoa dan Venesia mengambil barang-barang perniagaan
dari Iskandariyah, Beirut dan Iskandaronah untuk dibawa ke Italia, dan dari sana
ke seluruh benua Eropa. Demikian juga pada masa pemerintahan raja-raja Mamluk,
monopoli perniagaan Timur-Barat dikuasai Mesir karena kembalinya Mesir berkuasa
atas Bandar Jiddah yang menggantikan kedudukan Aden sebagai bandar perniagaan
Timur. Sebagai jalur perdagangan antara Timur dan Barat serta antara
negeri-negeri Timur dan bangsa-bangsa Arab, disamping karena pertanian yang
demikian baik, Mesir merupakan negara yang sangat kuat. Kekuatan Mesir itu
sendiri merupakan sumbangan yang amat besar bagi perjuangan Islam secara
keseluruhan.
Demikianlah
Mesir sebagai suatu daerah Islam yang mempunyai peranan yang amat besar bagi
pengembangan Islam baik dalam pengembangan daerah kekuasaan Islam, pengembangan
ilmu pengetahuan bahkan alih ilmu dan teknologi dari Eropa, maupun peran
ekonomi dan perdagangan.
Peradapan Mesir Kuno
Mesir
merupakan satu-satuna pusat kebudaaan tertua di Benua Afrika yang verasal dari
tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulis di daerah
Rosetta oleh pasukan Perancis yang di pimpin Napoleon Bonaparte. Batu tulis itu
berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion
(1800) sehingga sejak tahun itu terbukalah tabir sejarah Mesir Kuno yang
berasal dari tahun 4000 SM.
Peradapan
mesir kuno didasari atar control keseimbangan yang baik antara sumber daya alam
dan manusia, ditandai terutama oleh:
•
Irigasi teratur terhadap Lembah Nil
•
Eksploitasi mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya
•
Perkembangan awal system tulisan dan literature independen
•
Organisasi proyek kolektif
Letak Geografis
Daerah
Mesir terletak di bagan utara Brnua Afrika. Di sebelah utara berbatasan dengan
Laut Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah, di sebelah selatan
berbatasan dengan Sudan dan disebelah barat berbatasan dengan Libya.
Berkat
adanya Sungai Nil, daerah Mesir menjadi daerah yang sangat subur. Sungai Nil
bersumber dari suatu mata air yang terletak jauh di tanah tinggi Afrika Timur.
Sungai Nil mengalir ke utera dan setiap tahun mendatangkan banjir. Banjir
inilah yang mengubah pandang pasir menjadi lembah-lembah ang subur.
Lembah-lembah itu antara 15km sampai 50 km. Herodotus ( ahli sejarah yunani)
menjuluki daerah Mesir hadiah dari Sungi Nil. Dimuara Sungai Nil terdapat ruatu
delta yang luas dan disitulah terletak kota-kota penting seperti Kairo, Iskandaria,
Abusir, dan Rosetta.
Kehidupan Msyarakat Mesir Kuno
Sungai
Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai
Nill bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di
Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Luat
Tengah. Ada empat Negara yang dilewati Sungai Nill yaitu Uganda, Sudan, Ethopia
dan Mesir.
Menurut
mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang
terlalu sibuk menangis dan menyusuri Sungai Nil untuk mencari jenasah puteranya
yang gugur dalam pertempuran.
Namun
secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletser yang mencair dari pegunungan
Kilimanjaro sebagai hulu Sungai Nil.
Pemerintahan
Mesir
memasuki zaman pradinasti pada tahun 3200 SM. Pada waktu itu AMesir terpecah
belah menjadi wlayah-wilayah kecil yang disebut dengan nomes. Nomes ini dapat
berbentuk sebuah desa atau Negara kota yang dipimpin oleh kepala suku. Pada
tahun 4000SM nomes-nomes tersebut bergadung menjadi dua kerajaan besar yaitu
Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Raja
Mesir yang memerintah berkuasa sejak awal hingga akhir disebut dengan Fir’aun.
Untuk menunjukkan rasa hormat, rakyat memanggilnya raja Fie aun. Kedudukan
Fir’aun diperoleh secara turun-temurun. Fir’aun harus orang yang pandai serta
menguasai pengetahuan dan keterampilan.
Cara
yang dilakukan untuk mendidik calon Fie’aun di didik sebagai wasir (perdana menteri) pengawas
pekerjaan umum. Kedudukan Fir’aun yang didukung oleh pendidikan tinggi
menempatkan Fir’aun sebagai orang yang serba bias dalam menangani berbagai
masalah.
Dalam
perkembangan selanjutnya, muncullah seorang raja yang kuat dari Kerajaan Mesir
Hulu yang bernama Menes. Ia berhasil menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir dan
merupakan pendiri dinansti pertama di Mesir Periode Dinasti Awal.
Seni Bangunan
Karya
arsitekstur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza
dan kuil di Thebes. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah
untuk tujuan religious, sebagai bentuk peringatan, meupun untuk menunjukkan
kekuasaan fir’aun. Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan
peralatan sederhana namun afektif, dengan tingkatan akurasi dan persisi yang tinggi.
Kediaman
baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah
hancur seperti batu bata dan kayu, karenanya tidak ada satupun yang tersisa
saat ini. Kaum tani tinggal di rumah sederhana, dissi lain rumah kaum elit
memiliki struktur yang rumit.
Kuil-kuil
tertua yang tersisa, seperti yang terletak di Giza, terdiri dari ruang tunggal
tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar. Pada kerajaan baru,
arsitek menambahkan pilon, halaman terbuka, dan ruangan hypostyle, gaya ini bertahan
hingga periode yunani-romawii. Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan
adalah mastaba, struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dri
batu dan bata. Struktur ini biasanya dibangun intik menutupi ruang bawah tanah
untuk menyimpan mayat.
Kira-kira
pada tahun 3000 SM, raja-raja Mesr mulai membangun piramida-piramida. Piramda
adalah kuburan raja—raja Mesir kuno. Piramida yang terbesar adalah piramida
Firaun Cheops dengan tinggi 137 meter. Di depannya terdapat patung Spinx, yaitu
seekor singa berkepala manusia. Pembuatan piramida ini memakan waktu yang cuklup
lama. Pembangunan ini merupakan suatu pekerjaan yang besar bagi kerajaan Mesir,
karena mengerahkan tenaga rakyat.
Pertanian dan Pengairan
Karena
merupakan daerah yang subur, manusia zaman kuno telah menetap di Mesir dan
mengusahakan pertanian. Mereka menanam jelai, sekoi, dan bahan-bahan sandang.
Untuk meningkatkan produksi, petani-petani Mesir membut terus-terusan dan
mengalirkan air lading-ladang. Mereka juga membangun waduk-waduk tempat
menyimpan air.
Mereka
hidup secara berkelompok dalam suatu daerah pertnian. Terbentuklah orhanisasi
masyarakat seperti desa-desa. Tiap-tiap desa di kepalai oleh kepala desa. Mereka menarik pajak dari
petani-petani dalam bentuk hasil bumi.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Mereka
sudah dapat mempelajari dan mengenal tata alingkungan tempat tinggalnya.
Masyarakat Mesir Kuno yang hidup dari hasil bercocok tanam memiliki banyak
waktu luang untuk menambah pengetahuan tentang kehidupan baik yang bersifat
material maupun spiritual. Masyarakat mesur kuno percaya bahwa roh orang yang
meninggal akan tetap hidup dan menghuni jasadnya, apabila jasadnya tidak rusak.
Oleh karena itu, pada tubuh orang yang sudah meninggal dimasukkan berbagai
macam obat dan rempah-rempah agar tidak membusuk dan kemudian di balut dengan
bermacam-macam kain yang dipoles dengan kapur. Garam, dan perekat sehingga
terbentuk mummi yang tidak dapat rusak dan membusuk
Peninggalan Kebudayaan
Pada
awalnya huruf hieroglyph merupakan
huruf gambar. Dari huruf hieroglyph muncul
tulisan baru yang disebut hierotis yang dipergunakan oleh para pendeta Mesir
untuk keperluan keagamaan dan huruf demotis yang dipergunakan rakyat.
a.
Piramida
Kira-kira
tahun 300 SM, Raja-raja Mesir mulai membangun piramida-piramida. Piramida yang
paling besar adalah Piramida Raja Chufu (Cheops). Tinggi piramida mencapai 137
meter dan didepannya terdapat patung Sphinx. Tentang teknik pembuatannya dan
tata cara organisasinya tidak banyak diketahui. Kemungkinan sekali dilakukan
dengan kerja paksa.
b.
Sphinx
Sphinx
adalah patung seekor singa berkepala manusia yang didrikan didepan sebuah
piramida. Spinx merupakan lambing kekuasaan dan pemerintahan dari seorang raja
mesir yang dimakamkan pada piramida itu. Kepala Sphinx merupakan lambing
kebijaksanaan dan badan Spinx merupakan lambing kekuatan dari raja yang
memerintah.
c.
Mummi
Sebelum
periode Kerajaan lama, tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun, cara ini
secara alami akan mengawetkan tubuh manusia melalui proses pengeringan.
Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir
Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana
halnya orang kaya. Orang kaya mulai menguburkan orang mati dikuburan batu,
akibatnya mereka memanfaatkan muimifikasi buatan yaitu dengan mencabut organ
internal, membungkus tubuh menggunakan kain, dan meletakkan mayat ke dalam
sarkofagus berupa batu empat p[ersegi panjang atau peti mati.
Kesimpulan
Mesir
merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal
dari tahun 4000 SM. Berkembangnya kebudayaan Mesir tidak l;epas dari pengaruh
adanya Sungai Nil yang membuat daerah Mesir menjadi subur.
Mesir menyumpan banyak sekali
kekayaan kebudayaan dan sejarah yang sangat menarik untuk diketahui. Penemuan
sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin
Napoleon Bonaparte yang kemudan batu tulis tersebut dapat dibaca oleh seorang
Perancis yang bernama Jean Francois Champollion adalah awal terbukanya sejarah
Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM. Dalam hal ini, peninggalan-peninggalan
bersejarah seperti tulisan, bangunan kuno, memberikan sumbangan besar dalam
rekontruksi sejarah.
Arsitekturdari
313 sampai dengan 1000
READ MORE
Sejarah
arsitektur gereja abad pertengahan dimulai pada tahun 313 saat ketika agama Kristen dinyatakan sebagai agama yang
legal.
Setelah
Terbebas dari penyiksaan, umat Kristen mulai membangun basilika. Basilika
paling bagus dan besar adalah Gereja St. Sophia di Konstantinopel, yang
memiliki gaya khas Byzantium. Gaya Byzantium tersebut dalam perkembangan
selanjutnya berpengaruh ke daerah-daerah dunia Muslim. Arsitektur Masjid sangat
dipengaruhi oleh gaya Byzantium itu. Salah satunya adalah masjid Umar di
Yarusalem. Para arsitek di luar Konstantinopel juga mencoba memodifikasikan
gaya Byzantium. Salah satu contoh adalah Gereja San Vitale, di Ravena, Italia
Utara. Kapel ini semula dimaksudkan untuk mausoleum Karel Agung
Periode Abad Gelap
Selama
abad gelap, di Eropa Barat tidak ada gaya khas yang berkembang. Mundurnya
peradaban Romawi berakibat pada melemahnya upaya pengembangan gaya arsitektur
orisinal. Kaum barbar, baik Jerman, Slav, maupun Finno-Ugria, paling banter
hanya bisa membuat imitasi gaya arsitektur Romawi Barat yang tengah merosot
itu.
Periode Romanesque
Istilah
ini mengacu pada seni yang berkembang di Eropa barat dari sekitar tahun 1000
hingga 1200. Gereja-gereja yang dibangun dengan gaya baru di segala penjuru
Eropa barat mengingatkan kembali pada basilika-basilika yang dibangun di Roma
pada abad IV, V, dan VI. Itulah sebabnya maka gaya baru ini disebut Romansque. Salah satu gereja gaya Romanesque yang
terkenal adalah katedral Pisa, yang selesai dibangun pada 1093. Contoh lain
dari bangunan gaya Romanesque yang perlu dicatat adalah gereja biara Cluny.
Gereja ini diresmikan pada 1131. Gereja Cluny merupakan gereja yanh sangat
besar dan megah.
Arsitektur Gothik
Istilah
gothik mengacu pada seni –arsitektur, lukis, dan pahat – tiga abad terakhir
zaman pertengahan. Istilah ini berasal dari para penulis akhir Abad Pertengahan
yang lebih menaruh perhatian pada kebudayaan Yunani-Romawi daripada kebudayaan
abad pertengahan sendiri. Arsitektur gothik adalah kreasi para genius abad
pertengahan. Sebagai gaya dalam seni, gaya Gothik ini adalah lebih baik jika
diperbandingkan dengan gaya-gaya lainnya. Pengaruh arsitektur Gothik lebih luas
daripada gaya Romanesque. Perbedaan utama antara gaya ini adalah bahwa gaya
Gothik serba lancip, sedangkan Romanesque serba bundar. Arsitektur Gothik pertama-tama berkembang di
Prancis tengah, terutama di daerah sekitar Paris. Abad XIII merupakan puncak
perkembangan arsitektur Gothik . selama masa pemerintahan Raja Louis IX
(1226-1270) bermunculanlah karya-karya besar seperti katedral-katedral di
Reims, Amiens, Paris, Beauvais, dan yang terbagus adalah katedral Sainte
Chapelle, yang berhadapan dengan Notre Dame di Paris. Meskipun arsitektur
Gothik pada mulanya muncul di sekitar Paris, ini tidak berarti bahwa gaya ini
semata-mata milik Prancis. Arsitektur ini tetap dianggap sebagai hasil dari
semangat Kristianitas, karena kristen merupakan agama yang merambah seluruh
kawasan Eropa barat.
Dekorasi Gothik
Ide-ide
Gothik bukan hanya tampak pada gaya arsitektur, tetapi juga pada dekorasi seni
patung, lukis, hiasan, serta pada setiap bentuk seni kerajinan, termasuk
kerajinan yang terbuat dari besi. Motif atau corak dekorasi yang mengandung
pesan ajaran kristen. Telah lama gereja menampakkan imaji-imaji tentang Allah
Bapa, Kristus, Perawan Maria, para tokoh suci serta malaikat. Penampakan
imaji-imaji itu dimaksudkan untuk mendorong semangat keagamaan umat Kristen.
Seni Pahat: Romanesque dan Gothik
Pahatan
menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus serta para santo banyak
dijumpai di gereja-gereja. Selama masa Romanesque penggambaran
peristiwa-peristiwa tersebut kurang tampak hidup. Hasilnya, seni pahat
Romanesque tidak tampak naturalistik. Lain halnya dengan para pemahat Gothik.
Sebelum memahat, mereka pahat secara cermat dan naturalistik. Mereka amati
kedetilan lekuk-lekuk anatominya. Barulah mereka mulai memahat. Satu hal yang
khas dalam seni pahat Gothik adalah penampilannya yang kaku.
Seni Lukis
Tembok
yang rata biasnya dihiasi dengan fresco – gambar yang dilukis dengan air kapur
berwarna yang dipakai pada gips yang basah, sesuai dengan sketsa karbon yang
telah dirancang. Bentuk lukisan terbaik
sebelum tahun 1300 adalah karya para miniaturis. Para miniaturis Irlandia
terkenal sebagai ilustator yang piawai, yang membuat hiasan-hiasan yang begitu
indah dan kompleks pada buku-buku para biarawan. Karya-karya mereka mencapai
puncak perkembangannya selama periode Gothik.
Seni Lukis Italia
Karena
gaya Gothik merupakan produk Eropa utara, pengaruhnya tidak begitu kuat di
Italia. Para seniman Italia cenderung tetap mempertahankan metode-metode dan
konsepsi-konsepsi lama, yang disebut Greek (Yunani) atau Byzantine (Byzantium).
Sama seperti para penganut naturalisme Gothik, para seniman Italia pada mulanya
juga lebih senang menciptakan lukisan-lukisan tentang alam, seperti binatang,
tumbuhan, bunga, dan sebagainya. Oleh karena itu ketika mereka harus membuat
lukisan tentang manusia, hasilnya tampak kaku, dan tidak riil. Dengan kata
lain, mereka bersikap tradisional. Para seniman Italia yang pertama-tama
menunjukkan perubahan sikap terhadap komposisi warna, anatomo, pencahayaan,
bayangan, dan animasi adalah Cimabue (1302) dan muridnya, Giotto (1336) mereka
adalah seniman Florence (Firenze). Karya terbesar Giotto dapat kita lihat di
Arena Chapel katedral Padua dan Bardi Chapel Gereja Santa Croce di Florence.
Para pelukis sesudah Giotto cenderung sebagai epigon-epigonnya. Mereka hanya
bisa mengikuti model-model yang telah dirintis Giotto, tetapi tak mampu
menandinginya.
Seni
pahat, seperti halnya seni lukis, mengalami serangkaian perubahanyang sangat
berarti dalam abad XIV. Sebelum tahun 1300, pahatan-pahatan yang menggambarkan
manusi tampak kaku. Karya-karya itu sebagian besar adalah hasil kerja para
seniman penganut model Yunani. Ayah dan
anaknya yang bernama Niccola dan Giovanni Pisano menghasilkan pahatan-pahatan
pada mimbar besar di katedral-katedral di Pisa, Siena, dan Pistoia. Karya-karya
ini sudah menunjukkan semangat Gothik. Giotto, selaim pelukis, adalah juga
pemahat. Pengaruhnya dalam dunia seni pahat tidak kalah besarnya dengan
pengaruhnya dalam dunia seni rupa. Ketenaranya antara lain karena karya-karya
pahatannya pada panel-panel rendah, yang ia rancang untuk menghiasi menara
lonceng Gereja Santa Maria dan Katedral Florence. Panel-panel karya Giotto
tersebut tampak sederhana. Tetapi justru karena itu, karya-karya tersebut
mengundang banyak perhatian. Dan sejak saat itulah para pemahat meninggalkan
metode penggambaran yang serba semarak.
Seni Lukis Flanders
Di
Eropa Utara, perintis inovasi dalam dynia seni Lukis adalah para seniman
Flanders. Hubert dan Jan van Eyck
bersaudara menunjukkan inovasi itu pada karya-karya miniatur mereka yang
menjadi ilustrasi pada buku-buku agama. Inovasi lainnya yang dipelopori Van
Eyck bersaudara ini adalah penggunaan cat minyak dalam melukis. Kapan tepatnya
perintisan inovasi ini dimulai sebenarnya masih kabur. Setelah Van Eyck
bersaudara, pelukis lainnya yang perlu dicatat adlah Rogier van der Weyden
(1464). Ia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menggambarkan
insiden-insiden dramatis, dan mampu membangkitkan emosi yang pedih. Seniman
lukis Flanders lainnya lagi yang perlu dicatat adalah Hans Memling (1494. Ia
berasal dari Bruges. Ciri khas dari karyanya adlah sentuhan yang halus dan
sentimentil.
Seni Pahat Flanders
Seni
pahat Flanders, seperti halnya seni lukisnya, mencapai puncak perkembangannya
pada awal abad XV. Ciri khas yang menonjol yang dapat kita amati dalam
karya-karya besar yang ada adalah mencuatnya gagasan-gagasan naturalisme,
idealisme religius, dan corak penderitaan yang pedih. Seniman pahat Flanders
yang terkemuka adalah Claus Sluter, yang berkerja pada istana Duke Philipe di
Burgundia. Sluter ditugasi untuk mendekorasi biara Carthuisan di Champmol,
dekat Dijon, yang dipersembahkan sebagai mausoleum para pangeran Burgandia.
Seni Musik Abad Pertengahan
Seperti
halnya dengan seni lukis, pahat, dan arsitektur, seni musik abad pertengahan
diabadikan untuk gereja. Lagu-lagu dan tari-tarian rakyat sudah barang tentu
tetap ada. Namun, karena sebagian besar bukti karya-karya populer itu sudah
lenyap, maka kita tidak dapat merekontruksikannya dengan baik. Bahkan musik
Yunani dam Romawi telah dilupakan orang. Kreasi seni seorang seniman musik
cenderung dilupakan begitu sang seniman tiada. Apalagi seni musik kuno, entah
Yahudi, dan Romawi, yidak tertulis, sehingga cepat hilang. Demikian jugalah
seni musik populer atau seni musik rakyat abad pertengahan. Meskipun begitu
kita tidak boleh berasumsi bahwa abad pertengahan tidak mengenal musik rakyat
semacam itu, hanya kaarenaa bukti-bukti historis yang kita dapatkan semata-mata
berkaitan dengan musik gereja. Liturgi
atau kebangkitan gereja banyak menggunakan musik. Pada mulanya para pemimpin
gereja tidak suka menggunakan musik dalam kebangkitan keagamaan. Alasan
utamanya adalah karena musik telah menjadi bagian dalam ritus-ritus kaum kafir,
pertunjukan-pertunjukan gladiator, maupun hiburan-hiburan tak bermorak dalam
masyarakat kafir. Namun, meski betapa
kerasnya sikap para pemimpin gereja, secara perlahan-lahan musik menyelinap
masuk ke dalam gereja. Inovasi dalam seni musik banyak bermunculan saat puncak
abad pertengahan tiba. Guido d’Arezzo (1050) melengkapi sistem notasi yang
telah dikembangkan pada masa itu. Ia menggunakan lima garis paralel yang di
atasnya terdapat not-not balok untuk menandai pola titinada. Organ adalah alat
musik yang paling penting dalam abad pertengahan. Alat musik ini telah
diketemukan jauh sebelumnya. Selain alat musik tiup, alat musik bersenar juga
digunakan. Oarang Yunani kuno telah mengenal alat musik bersenar yang disebut
cithara. Alat ini dimainkan dengan jari.
Begitu
banyak aspek kehidupan akhir abad pertengahan yang menjadi sumber inspirasinya
para seniman Gothik. Dan begitu eratnya kaitan antara kreasi-kreasi kesenimanan
mereka dengan apa yang menjadi puncak-puncak peradaban Abad pertengahan, sehingga
periode ini kemudian lazim disebut Zaman
Gothik
Periodisasi Yunani dibedakan menjadi 3 yaitu :
Pra-Hellas (<2500-1000 SM)
Hellas (1100-338 SM)
Hellenisme (338-133SM)
Pra-Hellas:
<2500-1100 SM
<2500 SM:
Orang Indo-Jerman menyebar ke selatan dari bagian barat daya daerah Balkan. Mereka adalah bangsa Ionia yang berdiam di Jazirah Attica dan di Kepulauan sekitarnya yang berkebudayaan Kreta 2500-2000
SM: Berkembang kebudayaan Kreta, merupakan jembatan antara Kebudayaan Mesir Kuno dan Yunani Kuno. Berkembang di wilayah Laut Aegea, Asia Barat, dan terutama di Pulau Kreta
Kebudayaan
Bersifat maritim. Pusat di Knossos. Menurut dongeng di Yunani, Pulau Kreta dikuasai oleh raja raksasa: Minotaurus, shg kebudayaan Kreta disebut Minos
Mereka menguasai perdagangan Laut Tengah sampai ke Spanyol untuk mengambil perunggu (campuran tembaga+timah) dan perak. Perunggu dijual ke Mesir. Timah diambil dari Spanyol
Kesenian
Perdagangan antara Yunani, Asia Barat, Mesir, Spanyol, dan Inggris membuat bangsa Kreta kaya
Mereka mendirikan rumah dan istana di Knossos dan Phaitos.
Seni barang pecah belah, lukisan di tembok, seni pahat, dan seni bangunan
1600 SM: Kebudayaan Mikena
Bangsa Akaia: migrasi dari utara menyerbu Yunani. Terjadi percampuran kebudayaan Ionia+Akaia
Pusat peradaban ditemukan di Mikena yang merupakan perkembangan Peradaban Minos
Para arkeolog menemukan catatan penaksiran pajak, pemilikan tanah, lumbung pertanian, daftar budak, kereta, gembala, penenun, pembuat panah, tukang kayu, dan tukang batu. Catatan tersebut ditemukan pada lempeng tanah liat
1200 SM:
Kebudayaan Kreta Runtuh
Bangsa baru: Doria, berbahasa Indo-Jerman, menyerbu dan menetap di Mikena. Juga mengusir bangsa Kreta dari kediamannya. Ketika mereka datang peradabannya masih rendah
Menetap di Sparta yang notabene adalah tentara perang
Akibat serangan bangsa Doria, penduduk Ionia menyebar ke pantai timur Jazirah Yunani dan pantai barat Asia Kecil. Mereka hidup dari kerajinan dan perdagangan mewarisi Kreta dan Mikena. Suku Akaia dijadikan budak
READ MORE
Pra-Hellas (<2500-1000 SM)
Hellas (1100-338 SM)
Hellenisme (338-133SM)
Pra-Hellas:
<2500-1100 SM
<2500 SM:
Orang Indo-Jerman menyebar ke selatan dari bagian barat daya daerah Balkan. Mereka adalah bangsa Ionia yang berdiam di Jazirah Attica dan di Kepulauan sekitarnya yang berkebudayaan Kreta 2500-2000
SM: Berkembang kebudayaan Kreta, merupakan jembatan antara Kebudayaan Mesir Kuno dan Yunani Kuno. Berkembang di wilayah Laut Aegea, Asia Barat, dan terutama di Pulau Kreta
Kebudayaan
Bersifat maritim. Pusat di Knossos. Menurut dongeng di Yunani, Pulau Kreta dikuasai oleh raja raksasa: Minotaurus, shg kebudayaan Kreta disebut Minos
Mereka menguasai perdagangan Laut Tengah sampai ke Spanyol untuk mengambil perunggu (campuran tembaga+timah) dan perak. Perunggu dijual ke Mesir. Timah diambil dari Spanyol
Kesenian
Perdagangan antara Yunani, Asia Barat, Mesir, Spanyol, dan Inggris membuat bangsa Kreta kaya
Mereka mendirikan rumah dan istana di Knossos dan Phaitos.
Seni barang pecah belah, lukisan di tembok, seni pahat, dan seni bangunan
1600 SM: Kebudayaan Mikena
Bangsa Akaia: migrasi dari utara menyerbu Yunani. Terjadi percampuran kebudayaan Ionia+Akaia
Pusat peradaban ditemukan di Mikena yang merupakan perkembangan Peradaban Minos
Para arkeolog menemukan catatan penaksiran pajak, pemilikan tanah, lumbung pertanian, daftar budak, kereta, gembala, penenun, pembuat panah, tukang kayu, dan tukang batu. Catatan tersebut ditemukan pada lempeng tanah liat
1200 SM:
Kebudayaan Kreta Runtuh
Bangsa baru: Doria, berbahasa Indo-Jerman, menyerbu dan menetap di Mikena. Juga mengusir bangsa Kreta dari kediamannya. Ketika mereka datang peradabannya masih rendah
Menetap di Sparta yang notabene adalah tentara perang
Akibat serangan bangsa Doria, penduduk Ionia menyebar ke pantai timur Jazirah Yunani dan pantai barat Asia Kecil. Mereka hidup dari kerajinan dan perdagangan mewarisi Kreta dan Mikena. Suku Akaia dijadikan budak
pernah maen game sega kan??
sedikit share cara maen game sega di komputer broww
walau sudah banyak yang tau
hehheh
sedikit bernostalgia
pada waktu kecil sih hanya orang orang yang kaya sih yang maen game sega ini
kalau gue pada waktu itu masih maen dindong tau kan yang nyemplungin uang 100 perak
heheh :P
ini ni cara- cara maen sega di komputer
pertama-tama kita butuh yang di namakan emulator sega :)
ini gan bisa di donwload link di bawah ini
http://www.4shared.com/rar/uKbwkXN6/tege-peace-loveblogspotcom_Fus.html?
trus tinggal di downlod
dimainkan akan muncul gambar seperti ini
trus klik file pilih load genesis/32x rom
setelah itu tinggal pilih room yang akan kita maenkan
tapi sebelumnya room tersebut di extraxt file terlebih dahulu
ini sedikit rooms yang ane punya broww
1.Teenage Mutant Ninja
Bisa di download link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/K6ofREZs/Teenage_Mutant_Ninja_Turtles_-.html?
2.Sunset Riders
ini game kesukaan ane gan seru bgt :)
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/zip/NZT231_f/Sunset_Riders_for_Genesis.html?
3.Tiny Toon Adventures Busters
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/WTBZE-Up/Tiny_Toon_Adventures_-_Busters.html?refurl=d1url
4. Sonic The Hedgehog 3
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/zVUiXxuK/Sonic_The_Hedgehog_3.html?
selamat mencoba dan bermain gan :D
READ MORE
sedikit share cara maen game sega di komputer broww
walau sudah banyak yang tau
hehheh
sedikit bernostalgia
pada waktu kecil sih hanya orang orang yang kaya sih yang maen game sega ini
kalau gue pada waktu itu masih maen dindong tau kan yang nyemplungin uang 100 perak
heheh :P
ini ni cara- cara maen sega di komputer
pertama-tama kita butuh yang di namakan emulator sega :)
ini gan bisa di donwload link di bawah ini
http://www.4shared.com/rar/uKbwkXN6/tege-peace-loveblogspotcom_Fus.html?
trus tinggal di downlod
dimainkan akan muncul gambar seperti ini
trus klik file pilih load genesis/32x rom
setelah itu tinggal pilih room yang akan kita maenkan
tapi sebelumnya room tersebut di extraxt file terlebih dahulu
ini sedikit rooms yang ane punya broww
1.Teenage Mutant Ninja
Bisa di download link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/K6ofREZs/Teenage_Mutant_Ninja_Turtles_-.html?
2.Sunset Riders
ini game kesukaan ane gan seru bgt :)
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/zip/NZT231_f/Sunset_Riders_for_Genesis.html?
3.Tiny Toon Adventures Busters
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/WTBZE-Up/Tiny_Toon_Adventures_-_Busters.html?refurl=d1url
4. Sonic The Hedgehog 3
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/zVUiXxuK/Sonic_The_Hedgehog_3.html?
selamat mencoba dan bermain gan :D
Pernah dengar yang namanya PS 1??
yang pasti kalangan anak muda semua pernah main ps 1 kan.... (kalau yang belum pernah DESHO :p )
Sedikit bernostalgia kali ini saya membahas maen ps 1 dalam komputer (PC) ataupun laptop
hebat kan :D
hahahahah
pertama tama kita butuh yang dinamakan emulator ps 1
tau kan emulator ????
kalau gax tau ea pulang aja >__<
hehheheh
emulator adalah semacam sofwere untuk memainkan game ps 1 tersebut
Emulator PS 1 bisa di downlod link di bawah ini :D
http://www.4shared.com/file/1zEhT-ut/PS_1_Emulator_-_epsxe170_-tege.html?refurl=d1url
setelah di downlod trus file tersebut di klik kanan pilih EXTRAXT FILE
kemudian dimainkan trus akan muncul gambar seperti dibawah ini
Trus setelah itu klik file pilih run iso
trus akan muncul gambar seperti di bawah ini :
selamat mencoba dan bermain :D
READ MORE
yang pasti kalangan anak muda semua pernah main ps 1 kan.... (kalau yang belum pernah DESHO :p )
Sedikit bernostalgia kali ini saya membahas maen ps 1 dalam komputer (PC) ataupun laptop
hebat kan :D
hahahahah
pertama tama kita butuh yang dinamakan emulator ps 1
tau kan emulator ????
kalau gax tau ea pulang aja >__<
hehheheh
emulator adalah semacam sofwere untuk memainkan game ps 1 tersebut
Emulator PS 1 bisa di downlod link di bawah ini :D
http://www.4shared.com/file/1zEhT-ut/PS_1_Emulator_-_epsxe170_-tege.html?refurl=d1url
setelah di downlod trus file tersebut di klik kanan pilih EXTRAXT FILE
kemudian dimainkan trus akan muncul gambar seperti dibawah ini
Trus setelah itu klik file pilih run iso
tapi sebelum nya kita download game game yang mau kita maenkan.
disini gue baru ada satu game brow maklum baru belajar ngeblog :)
game yang ane bahas disini Harvest Moon : Back to Nature (indonesia) bagi yang gemar maen ps 1 pasti pernah maen game ini
bagi ane sih ini game tervaforit gue dalam ps 1 :D
untuk bermain game Harvest Moon : Back to Nature (indonesia)
silahkan donwload link di bawah ini
http://www.4shared.com/file/wtVPXCD0/Harvest_Moon_-_Back_to_Nature_.html
bagi ane sih ini game tervaforit gue dalam ps 1 :D
untuk bermain game Harvest Moon : Back to Nature (indonesia)
silahkan donwload link di bawah ini
http://www.4shared.com/file/wtVPXCD0/Harvest_Moon_-_Back_to_Nature_.html
setelah di download maenkan emulator tadi pilih run iso
pilih harvesmoon.iso
pilih harvesmoon.iso
trus akan muncul gambar seperti di bawah ini :
selamat mencoba dan bermain :D
A.
Pengertian Kajian Budaya Jawa
Kajian Budaya Jawa
maksudnya penyelidikan atau penelitian sexara mendalam tergadap budaya yang
merupakan kebiasaan dan selalu dilakukan oleh manusia atau masyarakat Jawa.
Konsepsi tentang
manusia sebagai satu-satunya organism yang merupakan makhluk pembentuk kebugayaan, mengakui bahwa
kebudayaan bersifat universal dan atribut dari semua manusia.
B.
Masalah Kebudayaan
Pengertian
“kebudayaan” banyak ragamnya lebih dari 150 definisi. Pengertian kebudayaan
awalnya dari kata yunani “cplore, culture” dalam bahasa inggris disebut
culture(kebudayaan)
Definisi kebudayaan yang telah diutarakan para pakar adalah
1.
Clifford Geertz
Greetz berpendapat bahwa jebudayaan
merupakan pengetahuan manusia yang diyakini kebenarannya oleh orang yang
bersangkutan dan diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi emosi
manusia serta menjadi sumber bagi system penilaian sesuatu yang baik dan buruk
2.
Koentjaraningrat berpendapat bahwa budaya berasal
dari kata buddhayah (sanskerta) nemtuk jamak dari buddhi ,budi/akal. Jadi
kebudayaan berarti hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal.
3.
Zaetmulder berpendapat bahwa kebudayaan
merupakan perkembangan dari majemuk budi-daya artinya dari budi, kekuatan dari
akal
4.
Haryanti Soenadio menjelaskan kebudayaan
merupakan sisitim nilai dan gagasan utama sebagai hakikat kebudayaan terwujud
dalam tiga system budaya yaitu: system ideology, social, dan system teknologi.
5.
Budiono Herisatoto
Budiono berpendapat kebudayaan bersal dari
budi dan daya. Jadi budaya berarti kekuatan batin dalam daya upayanya menuju
kebaikan/kesadaran batin menuju kebaikan. Manusia merupakan makhluk berbudaya
bahwa kebudayaan merupakan ukuran dalam hidup dan tingkah laku manusia.
6.
Rhe Liang Gie
Kebudayaan diartikan dalam konsep
humanistic: budaya “sebagai sesuatu yang membuat lebih bernilai untik ditempuh”
C.
Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan mencangkup 3 hal yaitu:
1.
Sesuatu yang komplek dari ide-ide,
gagasan-gagasan , nilai-nilai,
2.
Akrivutas kelauan berpola dalam masyarakat ->
system social masyarakat.
3.
Hasil karya manusia-> bentuk fisik
(benda-benda, bangunan)
D.
Isi Kebudayaan
Isi kebudayaan amat komplek dan mencakup
berbagai keadaan dan kebutuhan masyarakat, bauk masyarakat tradisional maupun modern
yang mencakup masalah
a.
Sistem religi dan upacara keagamaan
b.
Sistem dan organisasi kemasyarakatan
c.
Sistem pengetahuan
d.
Bahasa dan sastra
e.
Kesenian
f.
Sisitem mata pencaharian hidup
g.
Sistem teknologi dan peralatan
Sistem merupakan unsure yang secara
teratur saling berkaitan, sehingga membentuk suatu loyalitas(susunan yang
teratur dari pandangan: teori,cara,metode)
E.
Suku Bangsa Jawa
Orang-orang yang secara turun menurun
memahami adat istiadat Jawa, menggunakan bahasa Jawa dengan berbagai dialeknya
dalam kehidupan sehari-hari; bertempat tinggal di Jawa Tengah
F.
Wilayah Budaya Jawa
1.
Derah Jawa Barat/ Tanah Apasundan(sebelah barat
sungai Cilosari dan Cytandu) suku bangsa sunda
2.
Daerah
Jawa Tengah dan JAWA Timur( sebelah timur kedua sungai di atasĆ tanah Jawa meliputi:
daerah Banyumas, Kudus, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Malang, Kediri
3.
Daerah pesisir dan ujung Timur
Melipuri: Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kudus, Demak, Gresik, Surabaya,
Madura
G. Kebudayaan jawa
Pancaran atau pengejawantahan budi manusia jawa yang
mencakup kemauan, cita-cita, ide maupun semangat dalam mencapai kesejahteraan,
keselamatan, dan lahir batin merupakan salah satu definisi dari kebudayaan
jawa. Kedatangan kebudayaan Hindu di jawa melahirkan kebudayaan Hindu-Jawa.
Kedatangan kebudayaan Islam di Jawa melahirkan kebudayaan Islam-Jawa.
Kebudayaan jawa menjadi sinkretis meliputi unsur-unsur: Pra-Hindu (jawa asli),
Hindu Jawa, Islam Jawa, dan Barat Jawa. Barangkali sangat kelihatandan jangan
heran apabila manusia jawa sekarang ini cenderung materialistik karena pengaruh
budaya barat. Dalam perkembangannya, kebudayaan jawa masih tetap seperti dasar
kelahirannya.
Menurut
pemikiran-pemikiran lama dapat dirumuskan:
a.
Manusia jawa berkeyakinan kepada
Sang Maha Pencipta, penyebab dari segala kehidupan.
b.
Manusia jawa berkeyakinan bahasa
manusia adalah bagian dari kodrat alam semesta (makro kosmos). Manusia dengan
alam saling mempengaruhi. Tetapi manusia harus sanggup melawan kodrat alam
sesuai dengan kehendak cita-cita agar hidup selamat baik di dunia maupun di
akherat. Hasil dari perjuangan perlawanan terhadap kodrat alam tersebut berasal
dari kemajuan dan kreativitas kebudayaan, sehingga terjalinlah keselarasan dan
kebersamaan yang didasarkan pada saling hormat, saling tenggang rasa, saling
mawas diri.
c.
Manusia jawa rindu akan kondisi
“tatatentremkertaraharja” yaitu suatu keadaan yang damai, sejahtera, aman,
sentosa, berdasar pada “kautamaningngaurip” (keutamaan hidup) sehingga manusia
jawa berkewajiban untuk “memayuhayuningbawono”.
Kitab-kitab yang menjadi kajian filsafat dan kebudayaan jawa, antara lain: karya-karya sastra Ranggawarsita, Sri Mangkunegara IV, Pakubuwono IV (tiga serangkai pujangga jawa). Juga beberapa contoh lakon wayang seperti Karno Tanding, Bimo Suci.
Kitab-kitab yang menjadi kajian filsafat dan kebudayaan jawa, antara lain: karya-karya sastra Ranggawarsita, Sri Mangkunegara IV, Pakubuwono IV (tiga serangkai pujangga jawa). Juga beberapa contoh lakon wayang seperti Karno Tanding, Bimo Suci.
BUDAYA JAWI KARATON SURAKARTA
Budaya tegesipun uwoh pangolahing
budi, inggih menika uwohing pakarti lahir adhedhasar kaluhuran lan kautaman,
ugi uwohing pakarti batin, nyaket dhumateng Pangeran ingkang Maha Agung.
Seserepan utawi keterangan (makna) lambang Karaton Surakarta Hadiningrat “Radya Laksana”:
Radya Laksana dumadi saking tembung radya lan laksana. Radya tegesipun negara utawi rasta, inggih menika pantes pinundhi-pundhi. Wondene laksana tegesipun lampah tumindak ingkang temen, rila kanthi terusing batos.
Seserepan utawi keterangan (makna) lambang Karaton Surakarta Hadiningrat “Radya Laksana”:
Radya Laksana dumadi saking tembung radya lan laksana. Radya tegesipun negara utawi rasta, inggih menika pantes pinundhi-pundhi. Wondene laksana tegesipun lampah tumindak ingkang temen, rila kanthi terusing batos.
Gambar utawi lambang ingkang
katingal ing seratan menika, inggih menika tandha cirinipun Karaton Surakarta
Hadiningrat. Dados sinten ingkang mangagem utawi mangangge tandha menika saged
winastan “tedhak turuning Nata utawi Abdidalem Karaton Surakarta, utawi sinten
kemawon ingkang Ngedhep dhateng Karaton Surakarta”.
Lambang karaton menika awujud
lonjong, makutha abrit sarta jene, nglebet lonjong, dhasaran biru, linukis
lintang, rembulan, srengenge nyunaraken cahaya, jagad, ing sanginggiling
kapaku. Kiwa lan tengen, kapas lan pari, bongkotipun tinangsulan pita pethak
abrit. Keteranganipun makaten: Paku, pasemon sarana mrih tansah santosa kukuh
lan bakuh kalenggahaning jagad. Inggih santosaning tekad jinurung santosaning
kalbu.
Kapas lan pari, lambanging sandhang
lan tedha. Inggih kabetahan gesang tata lahir. Sandhang dhawah rumiyin, karana
sesambetan kaliyan kasusilan. Kados pundi menawi titah manungsa lirwa ing
sandhang? Temtunipun badhe saru dinulu, growing menawi sinawang, Keplasipun
dados seanti, mugi kiyat nampi saliring penandhang. Wondene pari ingkang dados
lambanging tedha, menika dhawah kalih. Tegesipun ajiwa budaya Jawi, kedah
susila, boten nengenaken tedha, utawi tansah subasita boten pegat tapabrata.
Pita pethak abrit, pasemon marga
dumadosipun ing donya, inggih mawa pitedah tansah inget dhumateng bapa biyung.
Minangka pancadan enget dhateng Gusti Hingkang Hangidini Tumitah. Beblesing
makna, inget jejering kawula titah sawantah, ngrumaosi wonten ingkang
hamarengaken tumitah, inggih bakuning ancas gesang sageda nyawiji Kawula lan
Gusti, utawi manunggaling kawula Gusti
Makna sinandi salebeting lambang
Radya Laksana. Makutha menika lambang ageming narendra (nata) ugi dados
pasemoning budaya Jawi, gambar makutha ugi dipunwerdeni kagunan utawi
kapintenan. Warni abrit lan jene menika warni kasepuhan lahir batin, sabar ing
kalbu sareh ing laku. Hawatak hayu, hayom, hayem lan tentrem. Dhasar biru enem
(pethak + biru) saged nulak rubeda ingkang asipat agal lan alus. Sanepanipun
angkasa (langit) menika wiyar jembar agung pangapurane.
Surya (srengenge) menika dados
sumbering gesang ing jagad tumrap sadaya tumitah. Sasangka tegesipun candra
utawi rembulan, lambang pepadhang kawimbuh swasana asrep ing wanci dalu.
Sudama tegesipun lintang, sanadyan wanci peteng, lintang abyor saged asung pepadhang. Ateges saged paring daya padhang menawi pinuju nampi bebendu.
Sudama tegesipun lintang, sanadyan wanci peteng, lintang abyor saged asung pepadhang. Ateges saged paring daya padhang menawi pinuju nampi bebendu.
Jagad menika inggih jlegering
manungsa, inggih wewakiling jagad ageng miwah alit. Inggih menika pesemoning
titah manungsa ingkang wajib ngreksa manunggaling ageng alit utawi ngudi
nyawiji Jejering Kawula lan Gusti. Paku, dados pasemon amrih tansah bakuh saha
kukuh kalenggahaning jagad. Inggih santosaning tekad ingkang jinurung
santosaning kalbu.
Kapas lan pari; lambanging
sandhang lan tedha, inggih kebetahan gesang tata lahir. Sandhang dhawah rumiyin
amargi sesambetan kaliyan kasusilan. Pari ingkang dados lambanging tedha dhawah
nomer kalih. Tegesipun ajiwa budaya Jawi kedah susila, boten nengenaken tedha,
utawi subsita boten pegat tapa brata.
Pita abrit, dados pasemonipun
marga dumadosipun ing alam donya inggih mawa pitedah tansah enget bapa biyung.
Minangka pancadan enegt dhumateng Gusti ingkang Hangidini Tumitah. Blebesing
makna enget jejering kawula titah sawantah ngrumaosi wonten ingkang nitahaken,
mujudsaken baku ancasing gesang nyawiji Kawula lan Gustinipun. (Buku Rujukan:
Kajian Budaya Jawa
Radya Laksana = tuntunaning
agesang.
Sari-pathi lambang Radya Laksana
sayekti dados tuntunaning ngagesang. Sadaya tiyang ingkang mangangge lambang
Radya Laksana kedah rila legawa angetrapaken Jiwa Budaya Jawi ingkang sampun
kawedhar ing seratan Budaya Jawi Kararton Surakarta nomer 1 dan nomer 2.
Sari-pathi lambang Radya Laksana sejatosipun inggih Jiwa Budaya Jawi gagrak
Surakarta. Sadaya sentana dalem, abdi dalem, lan sadaya tiyang ingkang remen,
cocok, lan mengangge lambang Radya Laksana, wajib anglampahi gesang kanthi
tuntunan Budaya Jawi Karaton Surakarta. “Tindakna watak-wantu kang tinemu ing
lambang Radya Laksana”, makaten pitutur ingkang mijil saking lambang Radya Laksana.
Babon lambang tuntunaning
ngagesang menika wau sejatosipun saking Murwa Wedha Senapaten. Tegesipun, warah
utawi tuntunan sampun wonten, hamung dereng tinata wewangunan kacetha kados
samenika. Lambang Radya Laksana dipun wiwiti ing jaman Sinuhun Pakoe Boewono X.
Sinuhun ugi paring sabda budaya (motto): “Kuncara ruming bangsa dumunung
luhuring budaya”.
Sumber Budaya Jawi menika kapendhet saking sifat-sifat jagad raya ingkang wonten ing
Sumber Budaya Jawi menika kapendhet saking sifat-sifat jagad raya ingkang wonten ing
(1) surya,
(2) rembulan,
(3) kartika,
(4) mendhung,
(5) angin,
(6) banyu,
(7) geni, tuwin
(8) bumi.
Wonten malih Warahdalem Hingkang
Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Kaping IX ing Surakarta lan ugi saged
kangge tuntunaning agesang para satria Jawi inggih menika: “Mesem lamun
denhina, sumingkir lamun hingalembana”. Awon sae binrastha, boten tepang bener
luput, jumeneng satengahing jagad, watakipun tentrem. Inggih menika ingkang
dipun wastani piwulang adi luhung, dadosa pamecut kridhaning darma salebiting
hambangun Jiwa Budaya Sumber Karaton Surakarta, sanadyan dumugi lampahing rodha
jaman ing wekdal menika, kaweruh kemajenganing petang nalar utawi pikir bebles
sundhul langit, klinthong-klinthong ing angkasa, wira-wiri nyangking wiron ing
ratan rembulan, boten saged hamaedahi ing humat manungsanipun, menawi piwulanmg
luhur wau boten kangge gondhelan minangka gegaman utawi senjata triwikramaning
penggalih jumangkanging sedya runtuting samukawis bab.
MASYARAKAT JAWA
A.
Struktur Masyarakat Jawa
Masyarakat
jawa memliki budaya, karakteristik, dan identitasnya secara jelas dan unik.
Identitas budaya dijadikan sebagai ciri khas yang dimulai sejak jaman kerajaan.
Akan tetapi, di jaman sekarang/modern saat sekarang identitas tersebut telah
banyak berubah seiring dengan adanya pengaruh budaya luar, sehingga budaya jawa
mengalami erosi. Maka muncul istilah “wong_jowo_ilang_jawane” (orang jawa telah
kehilangan identitas jawanya), seperti kehilangan unggah-ungguh (saling hormat
menghormati), tradisi budaya, penggunaan bahasa, dan sebagainya.
Orang
jawa dibedakan menjadi dua kelompok social ekonomi yaitu:
1.
Kaum Priyayi, yaitu terdiri dari
priyayi rendah (pegawai rendah dan intelektual) dan priyayi tinggi (pejabat)
2.
Wong cilik, yaitu para petani di
pedesaan dan orang-orang yang berpendapatan rendah di kota-kota.
Orang jawa dibedakan menjadi dua kelompok social keagamaan yaitu:
1.
Kaum santri, yaitu orang jawa yang hidupnya berusaha sesuai dengan ajaran agama
islam (islam aktif dan taat)
2. Kaum abangan, yaitu terdiri orang jawa yang Bergama islam pasif sebagai pemilik tradisi budaya dan non islam, yaitu orang jawa yang telah berpindah dari agama islam ke agama lain.
Orang jawa dibedakan menjadi tiga kelompok secara antropologis:
1. Kaum priyayi, yaitu orang-orang jawa ningrat yang masih memiliki keturunan atau dari keluarga keratin.
2. Kaum santri, orang-orang jawa islam yang hidupnya lebih didominasi pengalaman agama islam.
3. Kaum abangan, yaitu orang jawa yang berasal dari kalangan bawah (bukan santri ataupun bukan priyayi).
Akan
tetapi selang beberapa dasa warsa (di era pembangunan sekarang) ketiga kelompok
orang jawa tersebut telah membaur dan bersifat saling mempengaruhi, sehingga
menjadi: ada priyayi yang memiliki sifat abangan yang cenderung kasar, dahulu
seorang abangan kini menjadi santri atau bahkan priyayi.
Manusia jawa dalam interaksinya dalam satu keluarga (lingkup mikro) setiap orang harus dapat membawa diri dan bersikap sesuai prinsip kekeluargaan, misalnya seorang anak harus dapat menghormati kedua orang tua “mbangun_miturut_bapa_biyung”. Orang jawa harus menghormati para leluhurnya “mikul_dhuwur_mendhem_jero” dan lain sebagainya.
Manusia jawa dalam interaksinya dalam satu keluarga (lingkup mikro) setiap orang harus dapat membawa diri dan bersikap sesuai prinsip kekeluargaan, misalnya seorang anak harus dapat menghormati kedua orang tua “mbangun_miturut_bapa_biyung”. Orang jawa harus menghormati para leluhurnya “mikul_dhuwur_mendhem_jero” dan lain sebagainya.
Semuanya itu demi terciptanya
memayu_hayuning_salira” (mempercantik perilaku diri). Manusia jawa dalam
interaksinya dengan sesama (lingkup mezzo), maka setiap orang harus dapat
hormat menghormati, bergaul sesuai dengan prinsip: gotong royong atau
kekadangan. Seseorang harus dapat “ajur-ajer” dengan sesamanya, tidak boleh
pilih kasih. Pergaulan dengan lingkungan tersebut termasuk didalamnya dengan
lelembut (makhluk halus). Makhluk halus menurut kepercayaan manusia jawa diberi
hormat dengan sesajen. Karena makhluk halus tersebut dapat mengganggu manusia,
bahkan makhluk halus dapat dimintai pertolongan, seperti mencarikan kekayaan,
mencari kesaktian, dan lain sebagainya.
Manusia jawa dalam interaksinya dengan lingkungan yang lebih besar atau disebut juga dengan Negara atau pemerintahan (lingkup makro) harus dapt membawa diri dalam bersikap.
Manusia jawa dalam interaksinya dengan lingkungan yang lebih besar atau disebut juga dengan Negara atau pemerintahan (lingkup makro) harus dapt membawa diri dalam bersikap.
B. PERASAAN ORANG JAWA
Perasaan Orang Jawa Perasaan orang Jawa (tradisional-asli) dapat
dibedakan: aji, pakewuh, ajrih, lingsem, isin.
1.
Aji adalah rasa hormat kepada orang yang lebih
tinggi derajatnya, pangkatnya, martabatnya. Tidak cuma hormat, bahkan ada yang
bercampur rasa kagum.
2.
Pakewuh (basa krama-nya: pakewet) adalah
perasaan malu ketika dia harus berhubungan, bergaul, bercampur, bertemu,
apalagi minta tolong, kepada orang yang derajat dan pangkatnya lebih tinggi.
3.
Ajrih adalah perasaan malu (bercampur takut)
disebabkan karena dirinya merasa telah bersalah, atau telah melakukan sesuatu
yang kurang baik, kepada seseorang.
4.
Rasa senang (krama: remen) adalah perasanaan
senang, enak, nyaman, khususnya dalam berkomunikasi dengan orang lain yang
sederajat.
5.
Tresna adalah rasa senang, cinta, simpati, saat
bertemu, bergaul, dengan orang lain, yang biasanya telah akrab.
6.
Gething adalah rasa benci. Biasanya benci
disebabkan oleh sifat-sifat buruk seseorang, sehingga dia menjauhi orang
tersebut.
Jadi jelas, budaya Jawa (bukan orang Jawa) memiliki budaya malu. Jika
bertemu dengan orang yang belum dikenal, maka ada dua kemungkinan. Pertama:
orang Jawa akan menghindar, negative thinking. Kedua: bersahabat, aktif,
positive thinking. Pada umumnya orang Jawa suka membantu orang lain, sesuai ungkapan
dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan. Kesimpulannya: tidak semua
orang Jawa lamban, tergantung orangnya. Banyak orang Jawa yang berani bertindak
tegas dan cepat (trampil-trengginas-tanggap-tanggon).
BAHASA
DAN SASTRA
a. unggah-ungguh
bahasa jawa
Kesantunan berbahasa dalam kaitan
dengan tulisan ini diidentikkan dengan penerapan tingkat tutur bahasa Jawa, krama
dan ngoko. Tingkat krama mencerminkan tingkatan halus, tingkat ngoko
mencerminkan kenetralan, dan di sekitar krama dan ngoko masing
masing menunjukkan sifat yang berbeda dari yang sangat halus hingga yang kasar.
Pembagian tingkatan bahasa Jawa mengacu pada Sudaryanto (1989:103), yakni krama
(h)alus, krama, ngoko (h)alus, ngoko. Sistem tingkatan ini
ditandai oleh pemakaian unsur-unsur kosakata (sebut: ragam) krama
inggil, krama, dan ngoko. Krama alus memiliki unsur krama,
dan krama inggil untuk mitratutur; krama semua unsurnya adalah
ragam krama, ngoko alus memiliki unsur ragam ngoko, dan
ragam krama inggil untuk mitratutur; dan ngoko hanya memiliki
kosakata ragam ngoko. Kosakata ragam ngoko mempunyai jumlah
paling banyak. Tidak setiap kata ragam ngoko memiliki padanan dalam
ragam krama atau ragam krama inggil, sehingga kosakata ragam ngoko
sebenarnya menjadi dasar semua tingkatan dalam bahasa Jawa dan tidak bisa
digantikan ragam lain jika memang tidak ada.
Selain kosakata, penanda ragam yang
lain yakni penggunaan sapaan krama dan ngoko yang juga
diaktualisasikan dalam bentuk prefiks honorifik proklitik (pendahulu verba)
sebagai penciri verba persona pasif dan transhierarkinya; dan enklitik
(mengikuti nomina) penunjuk milik atau kata ganti milik. Kombinasi antara ragam
kosakata, sapaan, dan klitika tersebut membentuk tingkat tutur/unggah-ungguh
yang berbeda-beda. Semakin halus ragam yang digunakan semakin halus dan hormat
pula pertuturan bahasa Jawa yang ada.
b.
Kitab-Kitab
Kasusastran Jawa
1.
kitab
kitab Jawa Kuna golongan tua.
Yang
tergolng kitab – kitab ini misalnya Candakarana,Ramayana, dan beberapa perwa
dalam mahabarata.
2.
Kitab
– kitab jawa kuna berbentuk puisi
Yang
tergolng kitab – kitab ini misalnya Arjunawiwaha, Braratayuda, dan Nitisastra.
3.
kitab
– kitab Jawa Kuna golongan Muda
Yang
tergolng kitab – kitab ini misalnya nagarakertagama, Arjunawijaya, dan
Nitisastra.
4.
tumbuhnya
bahasa jawa tengahan.
Kitab
– kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya Tantu Panggelaran, Calonarang
dan Pararaton.
5.
kidung
jawa tengahan
Kitab
– kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya Dewiruci,Panji Anggraini, dan
Sri Tajung.
6.
zaman
islam
Kitab
– kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya Suluk Sukarsa, Nitisruati dan
Menak.
7.
zaman surakarta awal
Kitab
– kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya baratayuda, babad Giyanti dan
Cemporet.
KESENIAN
TRADISIONAL
Berdasarkan lokasi, kesenian
tradisional Jawa atau teater rakyat Jawa,
seni rakyat berupa:
a.
Pertunjukan
wayang purwa atau wayang kulit purwa
b.
Wayang
orang
c.
Ketoprak
d.
Sulap
e.
Tayub
f.
Ludruk
g.
Tarian
kuda kepang
Media
tradisional tersebut masih cukup ampuh untuk mengenalkan budaya Jawa kepada
masyarakat dan salah satu benteng budaya bangsa. Karena dengan terus memelihara
dan mengembangkan warisan budaya sendiri, dapat memperkuat kepribadian
mempertebal rasa percaya diri yang merupakan kekuatan pembangunan.
a.
Pengertian
kesenian tradisonal
Kesenian
adalah salah satu penyangga kebudayaan dan berkembang menurut kondisi
kebudayaan itu. Kesenian tidak pernah berdiri lepas dari masyarakat. Sebagai
salah satu bagian penting dari kebudayaan, kesenian merupakan kreativitas dari
kebudayaan dan pada dasarnya semua bentuk seni dianggap berasal dari ritual
kuna.
Kesenian
tradisional, terdiri atas kesenian tradisional keratin maupun tradisional
kerakyatan. Dengan istilah agung dantradisi kecil yaitu pola kebudayaan dari
komunitas kecil atau masyarakat pertanian.
Seni
merupakan pengembangan seni yang berfungsi mengikat solidaritas rakyat, agar
mendukung struktur yang memperkuat kelangsungan supermasi dan gaya hidup
keratin, seperti dalam wayang purwa, seni karawitan klasik, seni tari.
b.
wayang
purwa
Dalam
bahasa Jawa, WAYANG berarti “ BAYANGAN “ / “ WEWAYANGAN “(SHADOW ).Dan
jikaditinjau dari arti filsafatnya “WAYANG”diartikan sebagai Bayangan
pencerminan dari sifat-sifat yang ada dalam jiwa manusia.
Wayang
tercipta karena adanya pikiran dan imajinasi manusia untuk menggambarkan ROH
nenek moyang pada saat itu ( jaman NEOLITHIKUM )di Nusantara ( Indonesia ).Dan
dipergunakan untuk upacara-upacara tertentu. Wayang timbul diperkirakan pada
tahun 1500 SM, sebelum masuknya ajaran HINDHUISME ke Nusantara.
Sampai
pada awal berdirinya kerajaan Demak, wayang banyak mengalami perubahan dalam
penyempurnaan pada tahun 1437 M. Dan mengalami penyempurnaan lagi pada awal
berdirinya kerajaan Mataram Islam, seperti yang terlihat sampai sekarang.
Wayang itu sendiri terkandung beberapa segi aspek seni didalamnya, antara lain:
1.Seni
Tari
2.Seni
Rupa & Kriya
3.Seni
Drama/teater
4.Seni
Musik
5.Seni
Sastra
6.Seni
Suara.
Dari ke 6
segi itu akan nampak jelas pada saat wayang dimainkan dalam suatu
pertunjukan.Pada tahun 2003 dan November 2005 , Badan Dunia UNESCO telah
menetapkan seni wayang sebagai salah satu dari 90 mahakarya seni dunia.
Wayang
tidak hanya dinikmati oleh orang jawa (Indonesia)saja, tapi juga diminati dan
digemari oleh orang-orang Asing manca negara. Bahkan dari segi bentuk wayang
tradisional ( klasik)-pun ,oleh imajinasi Seniman dikreasi menjadi seni
KONTEMPORER,dan tetap pada ciri khas dari Klasik-nya. danmenambah khasanah seni
wayang yang adilihung.
ADAT ISTIADAT JAWA
Perayaan Sekaten
Upacara Tradisi Sekaten merupakan salah satu tradisi yang
hingga sekarang masih dilestarikan dan dipertahankan oleh Keraton Kasunanan
Surakarta yang terletak di Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasar Kliwon. Upacara
Tradisi ini adalah warisan nilai budaya yang dilaksanakan secara turun-temurun
oleh nenek moyang mereka. Pada mulanya upacara tersebut diselenggarakan tiap
tahun oleh raja-raja di Tanah Hindu, berwujud selamatan atau sesaji untuk arwah
para leluhur yang diselenggarakan dalam dua tahap.
Tahap pertama disebut Aswameda, yaitu tahap dimana sesaji
diselenggarakan selama enam hari, yang dilakukan dengan doa-doa dan nyanyian
pujian disertai dengan tetabuhan yang mengandung arti memuja arwah para
leluhur, untuk memohon berkat dan perlindungan. Kemudian tahap kedua disebut
Asmaradana, yang diselenggarakan pada hari ke tujuh dan merupakan penutup tahap
yang pertama. Dalam tahap yang kedua ini diselenggarakan pembakaran dupa besar,
yang disertai dengan mengheningkan cipta atau semedi. Dengan masuknya agama dan
pengaruh Hindu ke Jawa, maka upacara Aswameda dan Asmaradana maka masuk pula ke
dalam kehidupan budaya Jawa. Dan pada jaman Hindu Jawa, raja-raja Jawa juga
melestarikan upacara yang diwarisi tersebut.
Tradisi selamatan atau sesaji tersebut diselengggarakan
pula oleh raja-raja Majapahit. Mula-mula upacara Aswameda dan Asmaradana itu
diselenggarakan di candi-candi, tempat abu leluhur mereka disimpan. Sejak
pemerintahan baginda Raja Hayam Wuruk, upacara selamatan dan sesaji Aswameda
dan Asmaradana itu tidak lagi diselenggarakan di candi-candi seperti yang
dilakukan oleh raja-raja terdahulu, melainkan di tengah-tengah kota. Hal ini
terbukti dengan penyelenggaraan upacara untuk mendiang Ibu Suri Baginda Sri
Wishnu Wardani. Upacara sesaji untuk arwah para leluhur, yang disebut srada.
Oleh Prabu Hayam Wuruk diselenggarakan selama tujuh hari dam tiap-tiap hari,
ganti-berganti, para raja di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit mempersembahkan
sumbangannya dengan membawa bermacam-macam keramaian.
Pada jaman pemerintahan Sang Prabu Brawijaya V, yang
disebut jaman Majapahit terakhir, upacara sesaji tahunan tersebut masih tetap
dilaksanakan dengan keramaian yang agak besar. Prabu Brawijaya memiliki satu
perangkat gamelan yang sangat tersohor, dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Sekar
Delima, yang tiap tahun dibunyikan orang untuk memeriahkan keramaian itu. Oleh
rakyat, gamelan tersebut dianggap sangat bertuah dan keramat.
Konon, putra Sang Prabu Brawijaya V yang bernama Raden
Patah menjadi Adipati di Bintara telah memeluk agama baru, yaitu Islam. Sang
Prabu Brawijaya V mendengar berita bahwa Raden Patah akan menyerbu Kerajaan
Majapahit, bila Sang Prabu Brawijaya tidak bersedia masuk agama Islam. Berita semacam itu diterima Prabu
Brawijaya V dengan sangat sedih. Untuk mengatasi kesedihan yang sangat
mengganggu ketenteraman jiwa itu membuat Prabu Brawijaya V bersemedi atau
bertapa selama dua belas hari, memohon kepada para dewa agar Raden Patah
membatalkan niatnya untuk menyerbu Majapahit, dan memohon kerajaan dan
rakyatnya senantiasa dalam keadaan aman, tenteram, dan sejahtera.
Sementara itu para ahli gending di Kerajaan Majapahit
lalu menciptakan lagu-lagu untuk dialunkan melalui gamelan milik baginda, yang
tujuannya untuk menghibur hati Sang Prabu Brawijaya agar tidak berlarut-larut
dalam kesedihan. Mendengar lantunan suara lagu-lagu melalui gamelan pusaka
kerajaan itu hati baginda bukannya menjadi terhibur melainkan malah bertambah
sedih. Karena lagu tersebut mengalunkan kesedihan yang menyayat hati bagaikan
kinjeng tangis yang merintih-rintih dengan lengking tangisnya di tengah hari.
Mendengar bunyi gending-gending baru itu baginda raja bahkan membayangkan nasib
buruk yang akan dialami Kerajaan Majapahit kelak. Para ahli gending yang
mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh gending-gending baru itu bukannya
membuat senang hati baginda, melainkan bahkan membuat baginda makin sedih. Maka
mereka menyuruh para niyaga memukul gamelan itu keras-keras, dengan irama yang
diperhitungkan dapat membangkitkan gelora semangat baginda.
Demikianlah pemukulan gamelan tersebut kemudian
menggunakan irama bertingkah. Kadang-kadang keras gemuruh laksana gamelan
lokananta dengan irama membangkitkan jiwa bergejolak. Dan kadang-kadang lemah
lembut mengalun dan menyayat hati. Gamelan kerajaan Majapahit yang dinamakan
Kanjeng Kyai Sekar Delima tersebut lalu dinamakan Sekati, karena dapat menambah
Sang Prabu Brawijaya seseg ati (sesak hati).
Dalam abad ke-14 agama Islam mulai berkembang di tanah
Jawa. Dengan pemuka agama yang dalam Agama Islam disebut wali. Para wali di
Jawa ini terkenal ada sembilan orang, karena itu disebut wali. Nama mereka
masing-masing adalah Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kalijaga,
Sunan Kudus, Sunan Gunungjati, Sunan Muria, Syeh Maulana Maghribi, Syeh Siti
Jenar. Tiap-tiap tahun para wali itu mengadakan pertemuan di kota Demak.
Pertemuan tahunan tersebut diselenggarakan pada bulan Rabiul Awal,
tanggal 6 sampai dengan tanggal 12, dan hari yang terakhir itu diselenggarakan
keramaian besar untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Adapun yang dibicarakan dalam pertemuan tahunan tersebut
antara lain adalah laporan dari para wali penyebar agama Islam tentang hasil
kerja mereka di daerah mereka masing-masing, dan politik umat Islam terhadap
rakyat yang masih beragama Hindu. Selain itu kesempatan tersebut juga digunakan
pula untuk memberikan pelajaran-pelajaran dan penjelasan tentang ajaran agama
Islam terhadap keluarga dan penganut-penganutnya.
Berkat kerja keras para wali, sebagai langkah kemajuan
agama Islam, maka di Demak didirikan sebuah masjid besar, yang dipandang
berkeramat karena mengandung nilai sejarah. Berdirinya masjid besar di Demak
itu diperingati dengan surya sengkala Kori trus gunaning janmi, yang
menunjukkan angka tahun 1399 Saka. Sementara itu usaha penyebaran agama
Islam makin ditingkatkan. Kesukaran yang mereka rasakan karena rakyat pada
waktu itu masih banyak yang menganut agama Hindu, seperti yang dianut oleh
rakyat Kerajaan Majapahit. Dengan demikian, bila tidak dilakukan dengan
bijaksana, akan mempersulit usaha-usaha memperluas perkembangan agama Islam.
Para wali mengetahui bahwa rakyat dari Kerajaan Majapahit masih sangat dekat
dengan kesenian dan kebudayaannya, antara lain gemar sekali akan bunyi gamelan
dan keramaian-keramaian yang bersifat keagamaan Hindu.
Demi keberhasilan penyebaran agama Islam di Jawa, maka
atas saran Kanjeng Sunan Kalijaga, para wali lalu mengatur penyelenggaraan
peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dengan cara yang disesuaikan dengan
tradisi rakyat pada waktu itu. Oleh karena rakyat menggemari kesenian Jawa
dengan gamelannya, maka perayaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi
selanjutnya tidak lagi menggunakan kesenian rebana melainkan dengan kesenian
gamelan. Untuk melaksanakan hal itu Sunan Kalijaga membuat seperangkat gamelan
yang dinamakan Kyai Sekati.
Untuk memeriahkan perayaan itu, maka ditempatkanlah
gamelan Kyai Sekati di halaman Masjid Demak. Gamelan itu dipukul bertalu-talu
tidak henti-hentinya, mula-mula dengan irama dan suara lembut dan halus, lama
kelamaan dipukul keras-keras. Karena tertarik dengan bunyi gamelan yang nyaring
mengalun tersebut, maka orang-orang dari berbagai penjuru datanglah
berduyun-duyun ke pusat kota, sehingga alun-alun kerajaan Demak menjadi penuh
sesak dibanjiri orang yang ingin menikmati kesenian gamelan dan menyaksikan
keramaian yang diselenggarakan. Keramaian itulah yang kemudian disebut sekaten,
dan yang sampai sekarang masih dilestarikan. Sementara itu para wali
berganti-ganti memberikan wejangan dan ajaran tentang agama Islam di mimbar
yang didirikan di depan gapura masjid.
Orang banyak yang datang tersebut itu diperbolehkan juga
masuk ke dalam serambi masjid, tetapi harus terlebih dahulu syahadatain, yang
di dalam bahasa Jawa disebut sahadat kalimah loro. Di halaman masjid
itu, orang –orang disuruh membasuh tangan, muka dan kaki mereka dengan air
kolam luar serambi masjid. Demikianlah keramaian sekaten itu diselenggarakan
sekali dalam setahun tiap bulan Rabiul Awal, dari tanggal 6 sampai
dengan tanggal 12.
Untuk mengetahui asal mula sekaten yang tiap tahun
diadakan di Keraton Kasunanan Surakarta, maka harus memulainya dari jaman
Demak. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam yang di Jawa yang berdiri
setelah Majapahit runtuh pada tahun 1400 Saka atau 1478 Masehi.
Keruntuhan Majapahit diperingati dengan candrasengkala ”Sirna Hilang Kertaning
Bumi”. Berakhirnya Kerajaan Majapahit berarti berakhir pula Kerajaan Hindu di
Jawa, di bawah pemerintahan Prabu Brawijaya V. Raja Demak yang pertama adalah
Raden Patah yang bergelar Sultan Bintara.
Sebagai Raja Islam, Sri Sultan Bintara tidak berhenti
berdaya upaya untuk memajukan tersiarnya agama Islam di seluruh kerajaan.
Sultan Bintara selalu memikirkan bagaimana agar agama Islam dapat menyinari
semua pelosok negeri, dan bagaimana orang-orang yang telah memeluk agama Hindu
itu akan insyaf dan meyakini kebenaran ajaran Islam.
Raden Patah akhirnya mengadakan suatu pertemuan dengan
para wali yang berjumlah sembilan, diantaranya adalah Sunan Ampel (Raden
Rahmad), Sunan Gresik (Malik Ibrahim), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Bonang
(Makdum Ibrahim), Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Sunan Drajat, dan
Sunan Gunung Jati. Untuk membahas cara menyiarkan Islam di tanah Jawa, Sunan
Kalijaga mempunyai usul tentang penyiaran agama Islam agar diterima oleh masyarakat
yang sejak dahulu memeluk agama Hindu. Usul Sunan Kalijaga tersebut adalah
dengan membiarkan tetap dilaksanakannya adat atau tata cara dalam agama Hindu,
tetapi dimasuki pelajaran Islam, misalnya:
1) Semedi
Semedi dalam agama Hindu mempunyai maksud memuja kepada
dewa-dewa. Karena agama Islam tidak mengenal dewa, maka diganti dengan memuja
Allah SWT dengan sholat.
2) Sesaji
Sesaji menurut agama Hindu mempunyai maksud memberi
makanan kepada dewa-dewa dan jin, agar sesuai dengan ajaran Islam diganti
dengan zakat fitrah pada fakir miskin.
3) Keramaian
Dalam agama Hindu keramaian mempunyai maksud menghormat
kepada dewa-dewa, diganti keramaian menghormat hari-hari raya Islam.
Karena orang Jawa suka gamelan, maka pada hari raya Islam
yaitu hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, sebaiknya dalam masjid juga diadakan
gamelan, agar orang-orang tertarik. Jika sudah berkumpul kemudian diberi
pelajaran tentang agama Islam. Dan untuk keperluan itu para wali menciptakan
seperangkat gamelan yang dinamakan Kyai Sekati.
Usul dari Sunan Kalijaga tersebut disepakati oleh wali
yang lainnya dan Raden Patah, yaitu pada hari lahir Nabi Muhamad yaitu pada 12 Mulud,
dalam masjid dipukul gamelan. Tanggal 12 Mulud selain merupakan hari
kelahiran Nabi Muhammad SAW juga merupakan hari wafat beliau. Ternyata banyak
orang yang berduyun-duyun datang ke masjid untuk mendengarkan bunyi gamelan.
Orang-orang tersebut datang ke masjid walaupun rumahnya jauh, sehingga mereka
bermalam di alun-alun atau sekitar masjid.
Pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, selain
rakyat, para bupati pesisir juga datang ke kota kerajaan untuk memberi sembah
pada raja. Mereka datang beberapa hari sebelum tanggal 12 Mulud dan
membuat rumah di alun-alun untuk bermalam. Pada tanggal 12 Mulud
tersebut, bupati menghadap raja dan kemudian menggiring raja ke masjid. Karena
banyaknya orang yang menggiring raja tersebut, timbul perkataan ”Garebeg” yang
berasal dari kata ”anggrubyung” yang berarti menggiring.
Orang-orang yang datang di halaman masjid itu disuruh
untuk mendengarkan pidato-pidato tentang ajaran agama Islam yang mudah-mudah
dahulu. Pertama mereka diberi tahu maksudnya syahadat dan bagaimana bunyinya.
Dari itulah timbul kata sekaten yang berasal dari bahasa Arab ”syahadatain”.
Kalimat syahadat merupakan suatu kalimat yang harus dibaca oleh
seseorang untuk masuk Islam, yang mempunyai arti: tiada Tuhan selain Allah dan
Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kalimat syahadat itu juga ditulis di
atas pintu gerbang masjid. Karena banyak orang yang datang berduyun-duyun ke masjid
dan banyak yang bermalam, maka banyak pula orang yang berjualan di sekitar
masjid dan alun-alun.
Sekaten selain
berasal dari kata syahadatain, juga berasal dari kata:
1) Sahutain : menghentikan atau menghindari
perkara dua, yakni sifat lacur dan menyeleweng.
2) Sakhatain : menghilangkan perkara dua, yaitu
watak hewan dan sifat setan karena watak tersebut sumber kerusakan.
3) Sakhotain : menamankan perkara dua, yaitu
selalu memelihara budi suci atau budi luhur dan selalu menghambakan diri pada
Tuhan.
4) Sekati : setimbang, orang hidup harus bisa
menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk.
5) Sekat : batas, orang hidup harus membatasi diri
untuk tidak berbuat jahat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.
Tradisi sekaten yang dirayakan untuk memperingati hari
lahir Nabi Muhammad SAW tersebut tetap dilestarikan oleh raja-raja yang
memerintahkan berikutnya hingga masa Mataram. Pada jaman kerajaan Mataram
hingga akhirnya pindah ke Surakarta, sekaten diadakan untuk kepentingan
politik, yaitu mengetahui kesetiaan para bupati yang ada di wilayah kerajaan.
Pada perayaan sekaten para bupati harus datang untuk menyerahkan upeti dan
menghaturkan sembah baktinya kepada raja. Apabila bupati tersebut berhalangan
hadir, maka harus diwakili oleh pihak kerajaan. Hal itu dilakukan karena bila
bupati tidak hadir pada perayaan sekaten diartikan sebagai bentuk pembangkangan
terhadap raja.
Perayaan sekaten yang diadakan oleh kerajaan Mataram,
selain bertujuan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW juga untuk
menunjukkan bahwa raja yang berkuasa masih ada hubungan dengan Nabi Muhammad,
utusan Allah. Sekaten juga berperan di bidang politik dan ekonomi, karena
dengan adanya sekaten para bupati mancanagari harus datang memberi upeti dan
kehadirannya di upacara sekaten sebagai tanda kesetiaan kepada raja yang
memerintah. Dengan perkembangan jaman, sekaten juga dimanfaatkan dalam sektor
perdagangan. Perayaan sekaten sebagai ladang masyarakat untuk berdagang dan
semakin membuat marak perayaan sekaten. Selain untuk mendengarkan gamelan, para
pengunjung dapat membeli berbagai makanan khas sekaten, juga mainan anak-anak.




















