Raja dan Rakyat: Hubungan Kawula-Gusti

Posted by Unknown On Kamis, 02 Agustus 2012 0 komentar

Dalam kehidupan tradisional orang Jawa hubungan antara hamba dan tuan bukan bersifat tak pribadi, sebaliknya, hubungan ini lebih merupakan ikatan pribadi dan akrab, saling hirmat dan bertanggung jawab.
Secara ideal hubungan ini menuruti contoh kasih sayang dalam ikatan keluarga. Hal ini juga berlaku dalam hubungan sosial pada umumnya. Sikap demikian terlihat dari kenyataan bahwa orang Jawa pada umumnya sering menyapa orang asing dengan panggilan ki-sanak atau saderek yang berarti kerabat.

Konsep kawula-gusti dalam pakaian mistiknya, jelas dapat kita lihat betapa sudah benar-benar berakarnya arti hubungan tuan-hamba yang akrab ini dalam pikiran orang-orang Jawa. Dalam mistik Jawa, kata-kata jumbuhing kawula gusti (menyatunya hamba dan tuan) melukiskan tujuan tertinggi dalam hidup manusia, yaitu tercapainya “kesatuan” yang sesungguhnya (manunggal) dengan Tuhan.  Konsep kawula-gusti sangat diwarnai oleh ciri lain pemikiran Jawa: kepercayaan yang tak tergoyahkan akan nasib, akan hal-hal yang sudah ditakdirkan, yang dinyatakan dalam kata pinesti (ditentukan), tinitah (ditakdirkan), atau kata pinjaman dari bahasa Arab, takdir. 


Ada 2 lapisan utama pada masyarakat Jawa: wong cilik (orang biasa) dan penggede (golongan penguasa), tidak terutama dari segi kekayaan ekonomis atau keunggulan kelahiran tetapi dari segi pertuanan dan perhambaan, dari segi kawula (hamba) terhadap bendara (tuan), dan tempat seseorang dalam tatanan masyarakat, jadi hak serta kewajibannya, dianggap sebagai telah ditakdirkan.
Contoh dari ketegaran takdir terdapat dalam pertunjukkan wayang, yaitu dalam lakon Bratayuda, perang antara Pandawa dan Kurawa. Utusan Pandawa, sri Betara Kresna, begitu marahnya oleh sikap Korawa yang menghina  sehingga dia menjelmakan diri (menggunakan bentuk tiwi-krama nya) menjadi raksasa dahsyat yang mempunyai 1000 kepala, tangan dan kaki. Dia mampu menghancurkan korawa dan bahkan seluruh penduduk Ngastina pada saat itu juga, sekiranya Dewa surya, utusan Suralaya, tidak memperingatkannya bahwa kehendak takdir yang harus berlaku, bahwa perang Baratayuda yang mengerikan dan menghancurkan harus terjadi dan bahwa kaum Korawa akan musnah dalam perang itu. Bahkan dalam hal ini seorang dewa (Kresna adalah penjelmaan Dewa Wisnu) pun tidak diperkenankan mengubah kehendak takdir.


Kedudukan Raja dalam Kehidupan Bernegara

Kedudukan Raja dan Islam
Dalam konsep orang Jawa tentang organisme negara, raja atau ratulah yang menjadi eksponen mikrokosmos, negara. Bahwa pandangan tentang alam yang terbagi dalam mikrokosmos –dunia manusia-dan makrokosmos-dunia supra-manusia-adalah sesuatu yang pokok bagi pandangan hidup orang Jawa.
Ada 2 faktor yang terpenting bagi pemahaman orang Jawa mengenai kehidupan negara :

1. adanya kesejajaran antara makrokosmos dan mikrokosmos

2. adanya pengaruh timbal balik antara makrokosmos dengan mikrokosmos.
Kedua faktor ini menentukan bahwa ketertiban sosial seyogyanya dianggap sebagai peraturan yang teliti dan ketat yang mengikuti perubahan-perubahan musim yang sinambung tiada hentinya
Suatu perbandingan antara masa Jawa-Hindu dan masa Mataram II dapat menerangkan konsep raja sebagai pusat mikrokosmos negara dan puncak hierarki-status dalam negara. Karena mikrokosmos sejajar dengan makrokosmos, raja Jawa-Hindu disamasesuaikan dengan dewa, biasanya Dewa Wisnu, dan permaisurinya disamasesuaikan dengan cakti dewa.
Sesungguhnya ajaran Islam menolak penyamasesuaian yang demikian terang-terangan antara manusia dengan Tuhan. Teologi Islam menempatkan raja dalam kedudukan yang tidak semulia dan seagung sebelumnya, yaitu kedudukan khalifatullah, wali Tuhan di dunia.
Kedudukan raja dianggap sebagai pencerminan kedudukan Tuhan. Tuhan disebut Sang Murbawisesa, Penguasa tertinggi. Raja ditempatkan pada tampuk tata masyarakat, jauh diatas jangkauan orang biasa.



Tugas raja :

Dalam bidang politik, menjaga supaya jangan sampai terjadi gangguan-gangguan dan memulihkan ketertiban kalau seandainya sudah terjadi.
Raja yang Ideal : raja seyogyanya memiliki 8 nilai kebajikan :

1. Dana yang tidak terbatas, “kedermawanan”, sifat Batara Endra, kepala semua dewa bawahan

2. Kemampuan untuk menekan semua kejahatan, sifat dewa maut, Yama.

3. Berusaha membujuk dengan ramah dan tindakan yang bijaksana, sifat dewa matahari, Surya.

4. Kasih sayang, sifat Batara Candra

5. Pandangan yang teliti dan pikiran yang dalam, sifat dewa angin : Bayu

6. Kedermawanan dalam memberikan harta benda dan hiburan, sifat dewa harta duniawi, Kuwera;

7. Kecerdasan yang tajam dan cemerlang dalam menghadapi kesulitan macam apapun, sifat dewa lautan, Baruna

8. Keberanian yang berkobar-kobar dan tekad yang bulat dalam melwan setiap musuh, sifat dewa api, Brama.
Sifat-sifat ini sesungguhnya merupakan pengertian yang sangat realistis tentang masalah-masalah kebijaksanaan negara, yang meliputi kasih hati yang pemurah maupun kekerasan yang tiada kenal ampun dan tidak melupakan arti penting harta benda maupun daya kecerdasan, tetapi sifat-sifat ini juga menekankan tuntutan luar biasa dan yang benar-benar melebihi kemampuan manusia untuk menjadi tadan sebagai raja – hal yang sepenuhnya disadari orang Jawa sebagai hal yang tidak mungkin. Syarat lain yang pokok bagi seorang raja ideal ialah kemampuannya untuk memilih pegawai-pegawainya; peraturan-peraturan untuk itu dikemukakan dalam banyak karangan. Keseimbangan badaniah dan perangai fisik merupakan unsur penting dalam menentukan pilihan. Ini merupakan salah satu sebab mengapa ngelmu firasat senantiasa penting bagi orang Jawa, walaupun semata-mata di gunakan untuk memperoleh pengetahuan watak manusia saja
READ MORE

Sejarah Kebudayaan dan Peradapan Mesir

Posted by Unknown On Rabu, 01 Agustus 2012 7 komentar
Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua dibenua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Berkembangnya kebudayaan Mesir tidak lepas dari pengatuh adanya sungai Nil yang membuat daerah mesir menjadi subur.
Pemerintahan di mesir kuno dipimpin oleh Fir’aun sebagai Raja yang diperoleh secara turun temurun dan dbagi menjadi beberapa periode atau zaman.
Mesir menyimpan banyak sekali peninggalan-peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya dan kebudayaan tersebut hanya dapat kita temui di Mesir seperti Piramyd, Spinx, Mimmi, dan lain-lain (Bradiga I mayan, 2006:5)



Sejarah Negara Mesir

Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Jasa terpenting yang disumbangkan Mesir bagi kemajuan umat Islam adalah hasil kegiatannya dalam bidang pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan. Sejak masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah, Mesir khususnya Cairo, telah menjadi pusat intelektual muslim dan kegiatan ilmiah dunia Islam. Pendirian Universitas al-Azhar (universitas tertua di dunia) oleh Jauhar al-Katib as-Siqilli pada tanggal 7 Ramadhan 361 (22 Juni 972) memainkan peranan yang penting dalam sejarah peradaban Islam. Pada masa selanjutnya, selama berabad-abad universitas itu menjadi pusat pendidikan Islam dan tempat pertemuan puluhan ribu mahasiswa muslim yang datang dari seluruh dunia.
Tumbuhnya Mesir sebagai pusat ilmu keislaman didukung oleh para penguasanya yang sepanjang sejarah menaruh minat besar terhadap ilmu pengetahuan. Seorang khalifah dari Dinasti Fatimiyah, al-Hakim (996-1021) mendirikan Darul Hikmah, yakni pusat pengajaran ilmu kedokteran dan ilmu astronomi. Pada masa inilah muncul Ibnu Yunus (348-399 H./958-1009 M.) seorang astronom besar dan Ibnu Haitam (354-430 H./965-1039 M.) seorang tokoh fisika dan optik. Selain itu ia mendirikan Daar al-'Ilm, suatu perpustakaan yang menyediakan jutaan buku dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. Pada tahun 1013 al-Hakim membentuk Majelis Ilmu (Lembaga Seminar) di istananya, tempat berkumpulnya sejumlah ilmuwan untuk mendiskusikan berbagai cabang ilmu. Kegiatan ilmiah ini ternyata memunculkan sejumlah ilmuwan besar Mesir yang pikiran dan karya-karyanya berpengaruh ke seluruh dunia Islam. (Bradiga I mayan, 2006:5)
Pada zaman modern terutama dengan ekspansi Napoleon ke Mesir (1798), umat Islam bangun dari tidurnya dan menyadari keterbelakangannya. Muhammad Ali (penguasa Mesir tahun 1805-1849) bertekad untuk mengadakan alih ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat ke dunia Islam melalui Mesir. Untuk itu ia mengirim mahasiswa untuk belajar ke Perancis. Setelah kembali ke Mesir, mereka menjadi guru di berbagai universitas, terutama di Universitas al-Azhar, tempat ribuan mahasiswa dari berbagai negara Islam menimba ilmu pengetahuan. Dengan demikian menyebarlah ilmu-ilmu itu ke berbagai daerah Islam.
Selama pemerintahan Kerajaan Ottoman, kebudayaan Islam di Mesir mengalami kemunduran karena yang berkuasa percaya bahwa menuntut ilmu filsafat, ilmu bumi, ilmu pasti dan ilmu-ilmu yang bertalian dengan itu dianggap sebagai penyebab kemurtadan. Akan tetapi perubahan arah kebudayaan dan pendidikan Mesir sebagai pusat ilmu pengetahuan dunia Islam terjadi ketika Muhammad Abduh (w. 1905) dan kawan-kawannya mendendangkan kebangkitan. Gema dari gagasan-gagasan tokoh ini dan para muridnya menggetarkan dunia Islam secara keseluruhan. Muhammad Abduh mengembangkan Universitas al-Azhar baik dari segi fisik maupun pemikirannya.
Pengaruh lain yang penting bagi kebudayaan dunia Islam adalah pendirian universitas-universitas di Mesir (1908) sesaat sebelum Perang Dunia I. Universitas-universitas ini tumbuh dan mempunyai fakultas-fakultas: kedokteran, farmasi, teknik, pertanian, perdagangan, hukum dan sastra. Bertambahnya keinginan akan pendidikan menyebabkan tumbuhnya universitas-universitas lain, seperti Universitas Iskandariyah di Iskandariyah dan Universitas 'Ain Syams (1950) di Cairo. Sampai saat ini masih tercatat berbagai universitas lain, seperti Universitas Mansyuriyah yang didirikan pada tahun 1972 (sebelumnya cabang Universitas Cairo), Universitas Tanta yang didirikan pada tahun 1972 (sebelumnnya cabang Universitas Iskandariyah), Universitas Hilwan, Universitas Assiut yang didirikan pada tahun 1957 serta Universitas Mania, Universitas Munafia dan Universitas Suez yang didirikan pada tahun 1976. Disamping itu ada pula Universitas Amerika yang disingkat AUC (The American University in Cairo) yang didirikan bagi pendidikan orang Mesir dengan tenaga pengajar dari Amerika sejak tahun 1928.
Demikianlah arti penting Mesir bagi perkembangan Islam dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, yang pada dasarnya disulut sejak masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah, kemudian dikembangkan pada masa Muhammad Ali dan mencapai puncaknya di masa Muhammad Abduh. Bias dari revolusi ilmu pengetahuan ini ternyata bukan hanya terasa di Mesir, melainkan juga di seluruh dunia Islam. Dalam hal ini juga sangat penting peranan para mahasiswa dari seluruh pelosok dunia Islam yang meneruskan studinya di Universitas al-Azhar dan universitas-universitas lainnya. Setelah menyelesaikan studi, mereka kembali ke tempat asal untuk membawa ilmu pengetahuan ke tanah air masing-masing. Bidang Media Massa dan Buku-Buku Keagamaan
Peranan Mesir dalam pengembangan Islam dalam bidang media massa dan buku-buku keagamaan sangat penting mengingat percetakan di negeri itu telah mencetak buku-buku agama yang ditulis para ulama dan pemikir-pemikir terkemuka. Selain itu Mesir juga mempunyai peranan dalam penerbitan surat kabar atau majalah yang disebarkan ke seluruh dunia Islam yang berisikan informasi tentang perkembangan Islam dan ilmu pengetahuan. Antara lain, Napoleon menerbitkan majalah Le Courrier d'Egypte dan La Degade Egyptienne sebagai media publikasi perkembangan ilmu pengetahuan. Muhammad Ali menerbitkan surat kabar al-Waqaa'ii al-Misriyah (peristiwa-peristiwa Mesir). 

Bidang Arsitektur
Peranan Mesir juga dapat dilihat dari monumen-monumen peninggalannya yang mengandung nilai seni yang tinggi, antara lain al-Qashr al-Garb (Istana Barat), al-Qashr asy-Syarq (Istana Timur), Universitas al-Azhar, tembok yang mengelilingi istana dan pintu-pintu gerbang yang terkenal dengan nama Bab an-Nasr (Pintu Kemenangan) serta Bab al-Fath (Pintu Pembukaan). Disamping itu terdapat pula Masjid al-Azhar, Masjid Maqis, Masjid Rasyidah, Masjid Aqmar dan Masjid Shaleh.

Bidang Ekonomi Perdagangan
Mesir mempunyai peranan yang penting dalam dunia Islam. Peranan ini disebabkan oleh dua faktor yakni letak geografis yang sangat strategis dan kesuburan lembah Sungai Nil sebagai area pertanian. Letak Mesir yang strategis berada di pertemuan tiga benua, Afrika, Asia dan Eropa, menjadikannya pusat perdagangan yang penting sekali serta menjadikannya negeri kaya sejak masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah, Ayubiyah dan zaman sultan-sultan Mamluk. Selama Mesir di bawah pemerintahan Islam, hasil negeri itu dibawa melalui Terusan Suez dan dari sana dibawa dengan unta ke tanah Arab. Pada sisi lain, negeri itu dihubungkan oleh kafilah dengan Afrika utara di sebelah barat dan dengan Suriah dan Irak di sebelah timur. Kapal-kapal yang melalui Terusan Suez membawa sutera, pala, cengkeh, kulit manis, merica, kemenyan, nila dan lain-lain dari India, Indonesia dan Yaman. Sampai masa pemerintahan khalifah Fatimiyah ke-8, al-Mustansir (1036-1094), Terusan Suez menjadi pintu perniagaan tanah Arab dengan negeri-negeri Timur. Pada masa selanjutnya jalur perniagaan pindah ke Izhab di pantai Laut Merah yang letaknya sejajar dengan Jiddah. (Bradiga I mayan, 2006:5)
Barang-barang dagangan dari India, Indonesia dan negeri-negeri Timur Jauh dibawa melalui Teluk Persia ke Teluk Aden dan seterusnya melalui Laut Merah sampai ke Izhab. Dari sana barang dagangan dibawa dengan unta sampai ke Qaus, kemudian melalui Sungai Nil sampai ke Fustat. Kota Izhab menjadi jalan jemaah haji dan jalan perniagaan sampai perannya digantikan oleh Aden pada tahun 1359. Kapal-kapal dagang dari negeri-negeri Timur Jauh berlabuh di Aden dan muatannya dipindahkan dan diteruskan ke Suez dan ke Cairo; dari Cairo diteruskan lagi ke Iskandariyah melalui terusan yang digali di zaman Sultan Nasir Muhammad bin Qalawun.
Pada masa pemerintahan Bani Ayubiyah, perniagaan Mesir dengan luar negeri semakin maju karena dengan adanya Perang Salib negeri-negeri Islam timur mempunyai hubungan dagang dengan Eropa. (Bradiga I mayan, 2006:5) Sultan-sultan Ayubiyah dan Mamluk berkuasa di Suriah dan menguasai kota-kota pelabuhan dan jalan-jalan kafilah antara Eropa dan India, Indonesia serta negara-negara lain di Timur. Saudagar-saudagar dari Genoa dan Venesia mengambil barang-barang perniagaan dari Iskandariyah, Beirut dan Iskandaronah untuk dibawa ke Italia, dan dari sana ke seluruh benua Eropa. Demikian juga pada masa pemerintahan raja-raja Mamluk, monopoli perniagaan Timur-Barat dikuasai Mesir karena kembalinya Mesir berkuasa atas Bandar Jiddah yang menggantikan kedudukan Aden sebagai bandar perniagaan Timur. Sebagai jalur perdagangan antara Timur dan Barat serta antara negeri-negeri Timur dan bangsa-bangsa Arab, disamping karena pertanian yang demikian baik, Mesir merupakan negara yang sangat kuat. Kekuatan Mesir itu sendiri merupakan sumbangan yang amat besar bagi perjuangan Islam secara keseluruhan.
Demikianlah Mesir sebagai suatu daerah Islam yang mempunyai peranan yang amat besar bagi pengembangan Islam baik dalam pengembangan daerah kekuasaan Islam, pengembangan ilmu pengetahuan bahkan alih ilmu dan teknologi dari Eropa, maupun peran ekonomi dan perdagangan.


Peradapan Mesir Kuno
Mesir merupakan satu-satuna pusat kebudaaan tertua di Benua Afrika yang verasal dari tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang di pimpin Napoleon Bonaparte. Batu tulis itu berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion (1800) sehingga sejak tahun itu terbukalah tabir sejarah Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM.
Peradapan mesir kuno didasari atar control keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia, ditandai terutama oleh:
• Irigasi teratur terhadap Lembah Nil
• Eksploitasi mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya
• Perkembangan awal system tulisan dan literature independen
• Organisasi proyek kolektif



Letak Geografis
Daerah Mesir terletak di bagan utara Brnua Afrika. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah, di sebelah selatan berbatasan dengan Sudan dan disebelah barat berbatasan dengan Libya.
Berkat adanya Sungai Nil, daerah Mesir menjadi daerah yang sangat subur. Sungai Nil bersumber dari suatu mata air yang terletak jauh di tanah tinggi Afrika Timur. Sungai Nil mengalir ke utera dan setiap tahun mendatangkan banjir. Banjir inilah yang mengubah pandang pasir menjadi lembah-lembah ang subur. Lembah-lembah itu antara 15km sampai 50 km. Herodotus ( ahli sejarah yunani) menjuluki daerah Mesir hadiah dari Sungi Nil. Dimuara Sungai Nil terdapat ruatu delta yang luas dan disitulah terletak kota-kota penting seperti Kairo, Iskandaria, Abusir, dan Rosetta.
Kehidupan Msyarakat Mesir Kuno
Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nill bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Luat Tengah. Ada empat Negara yang dilewati Sungai Nill yaitu Uganda, Sudan, Ethopia dan Mesir.
Menurut mitos, air sungai yang mengalir terus tersebut adalah air mata Dewi Isis yang terlalu sibuk menangis dan menyusuri Sungai Nil untuk mencari jenasah puteranya yang gugur dalam pertempuran.
Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletser yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu Sungai Nil.


Pemerintahan

Mesir memasuki zaman pradinasti pada tahun 3200 SM. Pada waktu itu AMesir terpecah belah menjadi wlayah-wilayah kecil yang disebut dengan nomes. Nomes ini dapat berbentuk sebuah desa atau Negara kota yang dipimpin oleh kepala suku. Pada tahun 4000SM nomes-nomes tersebut bergadung menjadi dua kerajaan besar yaitu Mesir Hilir dan Mesir Hulu.
Raja Mesir yang memerintah berkuasa sejak awal hingga akhir disebut dengan Fir’aun. Untuk menunjukkan rasa hormat, rakyat memanggilnya raja Fie aun. Kedudukan Fir’aun diperoleh secara turun-temurun. Fir’aun harus orang yang pandai serta menguasai pengetahuan dan keterampilan.
Cara yang dilakukan untuk mendidik calon Fie’aun di didik sebagai wasir (perdana menteri) pengawas pekerjaan umum. Kedudukan Fir’aun yang didukung oleh pendidikan tinggi menempatkan Fir’aun sebagai orang yang serba bias dalam menangani berbagai masalah.
Dalam perkembangan selanjutnya, muncullah seorang raja yang kuat dari Kerajaan Mesir Hulu yang bernama Menes. Ia berhasil menyatukan Mesir Hulu dan Mesir Hilir dan merupakan pendiri dinansti pertama di Mesir Periode Dinasti Awal.


Seni Bangunan
Karya arsitekstur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza dan kuil di Thebes. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan religious, sebagai bentuk peringatan, meupun untuk menunjukkan kekuasaan fir’aun. Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan peralatan sederhana namun afektif, dengan tingkatan akurasi dan persisi yang tinggi.
Kediaman baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah hancur seperti batu bata dan kayu, karenanya tidak ada satupun yang tersisa saat ini. Kaum tani tinggal di rumah sederhana, dissi lain rumah kaum elit memiliki struktur yang rumit.
Kuil-kuil tertua yang tersisa, seperti yang terletak di Giza, terdiri dari ruang tunggal tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar. Pada kerajaan baru, arsitek menambahkan pilon, halaman terbuka, dan ruangan hypostyle, gaya ini bertahan hingga periode yunani-romawii. Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan adalah mastaba, struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dri batu dan bata. Struktur ini biasanya dibangun intik menutupi ruang bawah tanah untuk menyimpan mayat.
Kira-kira pada tahun 3000 SM, raja-raja Mesr mulai membangun piramida-piramida. Piramda adalah kuburan raja—raja Mesir kuno. Piramida yang terbesar adalah piramida Firaun Cheops dengan tinggi 137 meter. Di depannya terdapat patung Spinx, yaitu seekor singa berkepala manusia. Pembuatan piramida ini memakan waktu yang cuklup lama. Pembangunan ini merupakan suatu pekerjaan yang besar bagi kerajaan Mesir, karena mengerahkan tenaga rakyat.


Pertanian dan Pengairan
            Karena merupakan daerah yang subur, manusia zaman kuno telah menetap di Mesir dan mengusahakan pertanian. Mereka menanam jelai, sekoi, dan bahan-bahan sandang. Untuk meningkatkan produksi, petani-petani Mesir membut terus-terusan dan mengalirkan air lading-ladang. Mereka juga membangun waduk-waduk tempat menyimpan air.
            Mereka hidup secara berkelompok dalam suatu daerah pertnian. Terbentuklah orhanisasi masyarakat seperti desa-desa. Tiap-tiap desa di kepalai  oleh kepala desa. Mereka menarik pajak dari petani-petani dalam bentuk hasil bumi.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
            Mereka sudah dapat mempelajari dan mengenal tata alingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat Mesir Kuno yang hidup dari hasil bercocok tanam memiliki banyak waktu luang untuk menambah pengetahuan tentang kehidupan baik yang bersifat material maupun spiritual. Masyarakat mesur kuno percaya bahwa roh orang yang meninggal akan tetap hidup dan menghuni jasadnya, apabila jasadnya tidak rusak. Oleh karena itu, pada tubuh orang yang sudah meninggal dimasukkan berbagai macam obat dan rempah-rempah agar tidak membusuk dan kemudian di balut dengan bermacam-macam kain yang dipoles dengan kapur. Garam, dan perekat sehingga terbentuk mummi yang tidak dapat rusak dan membusuk


Peninggalan Kebudayaan

Pada awalnya huruf hieroglyph merupakan huruf gambar. Dari huruf hieroglyph muncul tulisan baru yang disebut hierotis yang dipergunakan oleh para pendeta Mesir untuk keperluan keagamaan dan huruf demotis yang dipergunakan rakyat.
a.      Piramida
Kira-kira tahun 300 SM, Raja-raja Mesir mulai membangun piramida-piramida. Piramida yang paling besar adalah Piramida Raja Chufu (Cheops). Tinggi piramida mencapai 137 meter dan didepannya terdapat patung Sphinx. Tentang teknik pembuatannya dan tata cara organisasinya tidak banyak diketahui. Kemungkinan sekali dilakukan dengan kerja paksa.

b.      Sphinx
Sphinx adalah patung seekor singa berkepala manusia yang didrikan didepan sebuah piramida. Spinx merupakan lambing kekuasaan dan pemerintahan dari seorang raja mesir yang dimakamkan pada piramida itu. Kepala Sphinx merupakan lambing kebijaksanaan dan badan Spinx merupakan lambing kekuatan dari raja yang memerintah.

c.       Mummi
Sebelum periode Kerajaan lama, tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun, cara ini secara alami akan mengawetkan tubuh manusia melalui proses pengeringan. Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana halnya orang kaya. Orang kaya mulai menguburkan orang mati dikuburan batu, akibatnya mereka memanfaatkan muimifikasi buatan yaitu dengan mencabut organ internal, membungkus tubuh menggunakan kain, dan meletakkan mayat ke dalam sarkofagus berupa batu empat p[ersegi panjang atau peti mati.







Kesimpulan
Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Berkembangnya kebudayaan Mesir tidak l;epas dari pengaruh adanya Sungai Nil yang membuat daerah Mesir menjadi subur.
            Mesir menyumpan banyak sekali kekayaan kebudayaan dan sejarah yang sangat menarik untuk diketahui. Penemuan sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte yang kemudan batu tulis tersebut dapat dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion adalah awal terbukanya sejarah Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM. Dalam hal ini, peninggalan-peninggalan bersejarah seperti tulisan, bangunan kuno, memberikan sumbangan besar dalam rekontruksi sejarah.
READ MORE

SENI ABAD PERTENGAHAN

Posted by Unknown On 3 komentar
Arsitekturdari 313 sampai dengan 1000
Sejarah arsitektur gereja abad pertengahan dimulai pada tahun 313 saat ketika   agama Kristen dinyatakan sebagai agama yang legal.
Setelah Terbebas dari penyiksaan, umat Kristen mulai membangun basilika. Basilika paling bagus dan besar adalah Gereja St. Sophia di Konstantinopel, yang memiliki gaya khas Byzantium. Gaya Byzantium tersebut dalam perkembangan selanjutnya berpengaruh ke daerah-daerah dunia Muslim. Arsitektur Masjid sangat dipengaruhi oleh gaya Byzantium itu. Salah satunya adalah masjid Umar di Yarusalem. Para arsitek di luar Konstantinopel juga mencoba memodifikasikan gaya Byzantium. Salah satu contoh adalah Gereja San Vitale, di Ravena, Italia Utara. Kapel ini semula dimaksudkan untuk mausoleum Karel Agung

Periode Abad Gelap
Selama abad gelap, di Eropa Barat tidak ada gaya khas yang berkembang. Mundurnya peradaban Romawi berakibat pada melemahnya upaya pengembangan gaya arsitektur orisinal. Kaum barbar, baik Jerman, Slav, maupun Finno-Ugria, paling banter hanya bisa membuat imitasi gaya arsitektur Romawi Barat yang tengah merosot itu.
Periode Romanesque
Istilah ini mengacu pada seni yang berkembang di Eropa barat dari sekitar tahun 1000 hingga 1200. Gereja-gereja yang dibangun dengan gaya baru di segala penjuru Eropa barat mengingatkan kembali pada basilika-basilika yang dibangun di Roma pada abad IV, V, dan VI. Itulah sebabnya maka gaya baru ini disebut Romansque.  Salah satu gereja gaya Romanesque yang terkenal adalah katedral Pisa, yang selesai dibangun pada 1093. Contoh lain dari bangunan gaya Romanesque yang perlu dicatat adalah gereja biara Cluny. Gereja ini diresmikan pada 1131. Gereja Cluny merupakan gereja yanh sangat besar dan megah.


Arsitektur Gothik
Istilah gothik mengacu pada seni –arsitektur, lukis, dan pahat – tiga abad terakhir zaman pertengahan. Istilah ini berasal dari para penulis akhir Abad Pertengahan yang lebih menaruh perhatian pada kebudayaan Yunani-Romawi daripada kebudayaan abad pertengahan sendiri. Arsitektur gothik adalah kreasi para genius abad pertengahan. Sebagai gaya dalam seni, gaya Gothik ini adalah lebih baik jika diperbandingkan dengan gaya-gaya lainnya. Pengaruh arsitektur Gothik lebih luas daripada gaya Romanesque. Perbedaan utama antara gaya ini adalah bahwa gaya Gothik serba lancip, sedangkan Romanesque serba bundar.  Arsitektur Gothik pertama-tama berkembang di Prancis tengah, terutama di daerah sekitar Paris. Abad XIII merupakan puncak perkembangan arsitektur Gothik . selama masa pemerintahan Raja Louis IX (1226-1270) bermunculanlah karya-karya besar seperti katedral-katedral di Reims, Amiens, Paris, Beauvais, dan yang terbagus adalah katedral Sainte Chapelle, yang berhadapan dengan Notre Dame di Paris. Meskipun arsitektur Gothik pada mulanya muncul di sekitar Paris, ini tidak berarti bahwa gaya ini semata-mata milik Prancis. Arsitektur ini tetap dianggap sebagai hasil dari semangat Kristianitas, karena kristen merupakan agama yang merambah seluruh kawasan Eropa barat.

Dekorasi Gothik
Ide-ide Gothik bukan hanya tampak pada gaya arsitektur, tetapi juga pada dekorasi seni patung, lukis, hiasan, serta pada setiap bentuk seni kerajinan, termasuk kerajinan yang terbuat dari besi. Motif atau corak dekorasi yang mengandung pesan ajaran kristen. Telah lama gereja menampakkan imaji-imaji tentang Allah Bapa, Kristus, Perawan Maria, para tokoh suci serta malaikat. Penampakan imaji-imaji itu dimaksudkan untuk mendorong semangat keagamaan umat Kristen.
Seni Pahat: Romanesque dan Gothik
Pahatan menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Kristus serta para santo banyak dijumpai di gereja-gereja. Selama masa Romanesque penggambaran peristiwa-peristiwa tersebut kurang tampak hidup. Hasilnya, seni pahat Romanesque tidak tampak naturalistik. Lain halnya dengan para pemahat Gothik. Sebelum memahat, mereka pahat secara cermat dan naturalistik. Mereka amati kedetilan lekuk-lekuk anatominya. Barulah mereka mulai memahat. Satu hal yang khas dalam seni pahat Gothik adalah penampilannya yang kaku.
Seni Lukis
Tembok yang rata biasnya dihiasi dengan fresco – gambar yang dilukis dengan air kapur berwarna yang dipakai pada gips yang basah, sesuai dengan sketsa karbon yang telah dirancang.  Bentuk lukisan terbaik sebelum tahun 1300 adalah karya para miniaturis. Para miniaturis Irlandia terkenal sebagai ilustator yang piawai, yang membuat hiasan-hiasan yang begitu indah dan kompleks pada buku-buku para biarawan. Karya-karya mereka mencapai puncak perkembangannya selama periode Gothik.
Seni Lukis Italia
Karena gaya Gothik merupakan produk Eropa utara, pengaruhnya tidak begitu kuat di Italia. Para seniman Italia cenderung tetap mempertahankan metode-metode dan konsepsi-konsepsi lama, yang disebut Greek (Yunani) atau Byzantine (Byzantium). Sama seperti para penganut naturalisme Gothik, para seniman Italia pada mulanya juga lebih senang menciptakan lukisan-lukisan tentang alam, seperti binatang, tumbuhan, bunga, dan sebagainya. Oleh karena itu ketika mereka harus membuat lukisan tentang manusia, hasilnya tampak kaku, dan tidak riil. Dengan kata lain, mereka bersikap tradisional. Para seniman Italia yang pertama-tama menunjukkan perubahan sikap terhadap komposisi warna, anatomo, pencahayaan, bayangan, dan animasi adalah Cimabue (1302) dan muridnya, Giotto (1336) mereka adalah seniman Florence (Firenze). Karya terbesar Giotto dapat kita lihat di Arena Chapel katedral Padua dan Bardi Chapel Gereja Santa Croce di Florence. Para pelukis sesudah Giotto cenderung sebagai epigon-epigonnya. Mereka hanya bisa mengikuti model-model yang telah dirintis Giotto, tetapi tak mampu menandinginya.


Seni Pahat Italia
Seni pahat, seperti halnya seni lukis, mengalami serangkaian perubahanyang sangat berarti dalam abad XIV. Sebelum tahun 1300, pahatan-pahatan yang menggambarkan manusi tampak kaku. Karya-karya itu sebagian besar adalah hasil kerja para seniman penganut model Yunani.  Ayah dan anaknya yang bernama Niccola dan Giovanni Pisano menghasilkan pahatan-pahatan pada mimbar besar di katedral-katedral di Pisa, Siena, dan Pistoia. Karya-karya ini sudah menunjukkan semangat Gothik. Giotto, selaim pelukis, adalah juga pemahat. Pengaruhnya dalam dunia seni pahat tidak kalah besarnya dengan pengaruhnya dalam dunia seni rupa. Ketenaranya antara lain karena karya-karya pahatannya pada panel-panel rendah, yang ia rancang untuk menghiasi menara lonceng Gereja Santa Maria dan Katedral Florence. Panel-panel karya Giotto tersebut tampak sederhana. Tetapi justru karena itu, karya-karya tersebut mengundang banyak perhatian. Dan sejak saat itulah para pemahat meninggalkan metode penggambaran yang serba semarak.
Seni Lukis Flanders
Di Eropa Utara, perintis inovasi dalam dynia seni Lukis adalah para seniman Flanders.  Hubert dan Jan van Eyck bersaudara menunjukkan inovasi itu pada karya-karya miniatur mereka yang menjadi ilustrasi pada buku-buku agama. Inovasi lainnya yang dipelopori Van Eyck bersaudara ini adalah penggunaan cat minyak dalam melukis. Kapan tepatnya perintisan inovasi ini dimulai sebenarnya masih kabur. Setelah Van Eyck bersaudara, pelukis lainnya yang perlu dicatat adlah Rogier van der Weyden (1464). Ia memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menggambarkan insiden-insiden dramatis, dan mampu membangkitkan emosi yang pedih. Seniman lukis Flanders lainnya lagi yang perlu dicatat adalah Hans Memling (1494. Ia berasal dari Bruges. Ciri khas dari karyanya adlah sentuhan yang halus dan sentimentil.
Seni Pahat Flanders
Seni pahat Flanders, seperti halnya seni lukisnya, mencapai puncak perkembangannya pada awal abad XV. Ciri khas yang menonjol yang dapat kita amati dalam karya-karya besar yang ada adalah mencuatnya gagasan-gagasan naturalisme, idealisme religius, dan corak penderitaan yang pedih. Seniman pahat Flanders yang terkemuka adalah Claus Sluter, yang berkerja pada istana Duke Philipe di Burgundia. Sluter ditugasi untuk mendekorasi biara Carthuisan di Champmol, dekat Dijon, yang dipersembahkan sebagai mausoleum para pangeran Burgandia.
Seni Musik Abad Pertengahan
Seperti halnya dengan seni lukis, pahat, dan arsitektur, seni musik abad pertengahan diabadikan untuk gereja. Lagu-lagu dan tari-tarian rakyat sudah barang tentu tetap ada. Namun, karena sebagian besar bukti karya-karya populer itu sudah lenyap, maka kita tidak dapat merekontruksikannya dengan baik. Bahkan musik Yunani dam Romawi telah dilupakan orang. Kreasi seni seorang seniman musik cenderung dilupakan begitu sang seniman tiada. Apalagi seni musik kuno, entah Yahudi, dan Romawi, yidak tertulis, sehingga cepat hilang. Demikian jugalah seni musik populer atau seni musik rakyat abad pertengahan. Meskipun begitu kita tidak boleh berasumsi bahwa abad pertengahan tidak mengenal musik rakyat semacam itu, hanya kaarenaa bukti-bukti historis yang kita dapatkan semata-mata berkaitan dengan musik gereja.  Liturgi atau kebangkitan gereja banyak menggunakan musik. Pada mulanya para pemimpin gereja tidak suka menggunakan musik dalam kebangkitan keagamaan. Alasan utamanya adalah karena musik telah menjadi bagian dalam ritus-ritus kaum kafir, pertunjukan-pertunjukan gladiator, maupun hiburan-hiburan tak bermorak dalam masyarakat kafir.  Namun, meski betapa kerasnya sikap para pemimpin gereja, secara perlahan-lahan musik menyelinap masuk ke dalam gereja. Inovasi dalam seni musik banyak bermunculan saat puncak abad pertengahan tiba. Guido d’Arezzo (1050) melengkapi sistem notasi yang telah dikembangkan pada masa itu. Ia menggunakan lima garis paralel yang di atasnya terdapat not-not balok untuk menandai pola titinada. Organ adalah alat musik yang paling penting dalam abad pertengahan. Alat musik ini telah diketemukan jauh sebelumnya. Selain alat musik tiup, alat musik bersenar juga digunakan. Oarang Yunani kuno telah mengenal alat musik bersenar yang disebut cithara. Alat ini dimainkan dengan jari.


Begitu banyak aspek kehidupan akhir abad pertengahan yang menjadi sumber inspirasinya para seniman Gothik. Dan begitu eratnya kaitan antara kreasi-kreasi kesenimanan mereka dengan apa yang menjadi puncak-puncak peradaban Abad pertengahan, sehingga periode ini kemudian lazim disebut  Zaman Gothik
READ MORE

Yunani

Posted by Unknown On Selasa, 31 Juli 2012 0 komentar
Periodisasi Yunani dibedakan menjadi 3 yaitu :

Pra-Hellas (<2500-1000 SM)
Hellas (1100-338 SM)
Hellenisme (338-133SM)


Pra-Hellas:
<2500-1100 SM

<2500 SM:
Orang Indo-Jerman menyebar ke selatan dari bagian barat daya daerah Balkan. Mereka adalah bangsa Ionia yang berdiam di Jazirah Attica dan di Kepulauan sekitarnya yang berkebudayaan Kreta 2500-2000

SM: Berkembang kebudayaan Kreta, merupakan jembatan antara Kebudayaan Mesir Kuno dan Yunani Kuno. Berkembang di wilayah Laut Aegea, Asia Barat, dan terutama di Pulau Kreta



Kebudayaan
Bersifat maritim. Pusat di Knossos. Menurut dongeng di Yunani, Pulau Kreta dikuasai oleh raja raksasa: Minotaurus, shg kebudayaan Kreta disebut Minos
Mereka menguasai perdagangan Laut Tengah sampai ke Spanyol untuk mengambil perunggu (campuran tembaga+timah) dan perak. Perunggu dijual ke Mesir. Timah diambil dari Spanyol






Kesenian



Perdagangan antara Yunani, Asia Barat, Mesir, Spanyol, dan Inggris membuat bangsa Kreta kaya
Mereka mendirikan rumah dan istana di Knossos dan Phaitos.
Seni barang pecah belah, lukisan di tembok, seni pahat, dan seni bangunan




1600 SM: Kebudayaan Mikena

Bangsa Akaia: migrasi dari utara menyerbu Yunani. Terjadi percampuran kebudayaan Ionia+Akaia

Pusat peradaban ditemukan di Mikena yang merupakan perkembangan Peradaban Minos

Para arkeolog menemukan catatan penaksiran pajak, pemilikan tanah, lumbung pertanian, daftar budak, kereta, gembala, penenun, pembuat panah, tukang kayu, dan tukang batu. Catatan tersebut ditemukan pada lempeng tanah liat



1200 SM:
Kebudayaan Kreta Runtuh






Bangsa baru: Doria, berbahasa Indo-Jerman, menyerbu dan menetap di Mikena. Juga mengusir bangsa Kreta dari kediamannya. Ketika mereka datang peradabannya masih rendah
Menetap di Sparta yang notabene adalah tentara perang
Akibat serangan bangsa Doria, penduduk Ionia menyebar ke pantai timur Jazirah Yunani dan pantai barat Asia Kecil. Mereka hidup dari kerajinan dan perdagangan mewarisi Kreta dan Mikena. Suku Akaia dijadikan budak










READ MORE

TUTORIAL MAEN GAME SEGA DI LAPTOP DAN KOMPUTER

Posted by Unknown On Selasa, 24 Juli 2012 6 komentar
pernah maen game sega kan??
sedikit share cara maen game sega di komputer broww
walau sudah banyak yang tau
hehheh


sedikit bernostalgia
pada waktu kecil sih hanya orang orang yang kaya sih yang maen game sega ini
kalau gue pada waktu itu masih maen dindong tau kan yang nyemplungin uang 100 perak
heheh :P

ini ni cara- cara maen sega di komputer
pertama-tama kita butuh yang di namakan emulator sega :)
ini gan bisa di donwload  link di bawah ini
http://www.4shared.com/rar/uKbwkXN6/tege-peace-loveblogspotcom_Fus.html?

trus tinggal di downlod
dimainkan akan muncul gambar seperti ini


trus klik file pilih  load genesis/32x rom
setelah itu tinggal pilih room yang akan kita maenkan
tapi sebelumnya room tersebut di extraxt file terlebih dahulu

ini sedikit rooms yang ane punya broww


1.Teenage Mutant Ninja


Bisa di download link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/K6ofREZs/Teenage_Mutant_Ninja_Turtles_-.html?


2.Sunset Riders 


ini game kesukaan ane gan seru bgt :)
bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/zip/NZT231_f/Sunset_Riders_for_Genesis.html?

3.Tiny Toon Adventures Busters



bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/WTBZE-Up/Tiny_Toon_Adventures_-_Busters.html?refurl=d1url




4. Sonic The Hedgehog 3



bisa di downlod link di bawah ini gan
http://www.4shared.com/archive/zVUiXxuK/Sonic_The_Hedgehog_3.html?




selamat mencoba dan bermain gan :D
















READ MORE

Tutorial Bermain ps 1 di komputer dan laptop

Posted by Unknown On 0 komentar
Pernah dengar yang namanya PS 1??
yang pasti kalangan anak muda semua pernah main ps 1 kan.... (kalau yang belum pernah DESHO :p )



Sedikit bernostalgia kali ini saya membahas maen ps 1 dalam komputer (PC) ataupun laptop
hebat kan :D
hahahahah

pertama tama kita butuh yang dinamakan emulator ps 1
tau kan emulator ????
kalau gax tau ea pulang aja >__<
hehheheh

emulator adalah semacam sofwere untuk memainkan game ps 1 tersebut
Emulator PS 1 bisa di downlod link di bawah ini :D
http://www.4shared.com/file/1zEhT-ut/PS_1_Emulator_-_epsxe170_-tege.html?refurl=d1url
setelah di downlod trus file tersebut di klik kanan pilih EXTRAXT FILE
kemudian dimainkan trus akan muncul gambar seperti dibawah ini 





Trus setelah itu klik file pilih run iso
tapi sebelum nya kita download game game yang mau kita maenkan.
disini gue baru ada satu game brow maklum baru belajar ngeblog :)
game yang ane bahas disini  Harvest Moon : Back to Nature (indonesia) bagi yang gemar maen ps 1 pasti pernah maen game ini
bagi ane sih ini game tervaforit gue dalam ps 1 :D
untuk bermain game 
Harvest Moon : Back to Nature (indonesia)  
silahkan donwload link di bawah ini
http://www.4shared.com/file/wtVPXCD0/Harvest_Moon_-_Back_to_Nature_.html

setelah di download maenkan emulator tadi pilih run iso
pilih harvesmoon.iso

trus akan muncul gambar seperti di bawah ini :



selamat mencoba dan bermain :D




READ MORE

KAJIAN BUDAYA JAWA

Posted by Unknown On 2 komentar


A.      Pengertian Kajian Budaya Jawa
Kajian Budaya Jawa maksudnya penyelidikan atau penelitian sexara mendalam tergadap budaya yang merupakan kebiasaan dan selalu dilakukan oleh manusia atau masyarakat Jawa.
Konsepsi tentang manusia sebagai satu-satunya organism yang merupakan  makhluk pembentuk kebugayaan, mengakui bahwa kebudayaan bersifat universal dan atribut dari semua manusia.

B.      Masalah Kebudayaan
Pengertian “kebudayaan” banyak ragamnya lebih dari 150 definisi. Pengertian kebudayaan awalnya dari kata yunani “cplore, culture” dalam bahasa inggris disebut culture(kebudayaan)

Definisi kebudayaan yang telah diutarakan para pakar adalah
1.       Clifford Geertz
Greetz berpendapat bahwa jebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini kebenarannya oleh orang yang bersangkutan dan diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi emosi manusia serta menjadi sumber bagi system penilaian sesuatu yang baik dan buruk
2.       Koentjaraningrat berpendapat bahwa budaya berasal dari kata buddhayah (sanskerta) nemtuk jamak dari buddhi ,budi/akal. Jadi kebudayaan berarti hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal.
3.       Zaetmulder berpendapat bahwa kebudayaan merupakan perkembangan dari majemuk budi-daya artinya dari budi, kekuatan dari akal
4.       Haryanti Soenadio menjelaskan kebudayaan merupakan sisitim nilai dan gagasan utama sebagai hakikat kebudayaan terwujud dalam tiga system budaya yaitu: system ideology, social, dan system teknologi.
5.       Budiono Herisatoto
Budiono berpendapat kebudayaan bersal dari budi dan daya. Jadi budaya berarti kekuatan batin dalam daya upayanya menuju kebaikan/kesadaran batin menuju kebaikan. Manusia merupakan makhluk berbudaya bahwa kebudayaan merupakan ukuran dalam hidup dan tingkah laku manusia.
6.       Rhe Liang Gie
Kebudayaan diartikan dalam konsep humanistic: budaya “sebagai sesuatu yang membuat lebih bernilai untik ditempuh”





C.      Wujud Kebudayaan
Wujud kebudayaan mencangkup 3 hal yaitu:
1.       Sesuatu yang komplek dari ide-ide, gagasan-gagasan , nilai-nilai,
2.       Akrivutas kelauan berpola dalam masyarakat -> system social masyarakat.
3.       Hasil karya manusia-> bentuk fisik (benda-benda, bangunan)

D.      Isi Kebudayaan
Isi kebudayaan amat komplek dan mencakup berbagai keadaan dan kebutuhan masyarakat, bauk masyarakat tradisional maupun modern yang mencakup masalah
a.       Sistem religi dan upacara keagamaan
b.      Sistem dan organisasi kemasyarakatan
c.       Sistem pengetahuan
d.      Bahasa dan sastra
e.      Kesenian
f.        Sisitem mata pencaharian hidup
g.       Sistem teknologi dan peralatan
Sistem merupakan unsure yang secara teratur saling berkaitan, sehingga membentuk suatu loyalitas(susunan yang teratur dari pandangan: teori,cara,metode)
E.       Suku Bangsa Jawa
Orang-orang yang secara turun menurun memahami adat istiadat Jawa, menggunakan bahasa Jawa dengan berbagai dialeknya dalam kehidupan sehari-hari; bertempat tinggal di Jawa Tengah
F.       Wilayah Budaya Jawa
1.       Derah Jawa Barat/ Tanah Apasundan(sebelah barat sungai Cilosari dan Cytandu) suku bangsa sunda
2.        Daerah Jawa Tengah dan JAWA Timur( sebelah timur kedua sungai di atasĆ  tanah Jawa meliputi: daerah Banyumas, Kudus, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Malang, Kediri
3.       Daerah pesisir dan ujung Timur
Melipuri: Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kudus, Demak, Gresik, Surabaya, Madura


G.     Kebudayaan jawa

Pancaran atau pengejawantahan budi manusia jawa yang mencakup kemauan, cita-cita, ide maupun semangat dalam mencapai kesejahteraan, keselamatan, dan lahir batin merupakan salah satu definisi dari kebudayaan jawa. Kedatangan kebudayaan Hindu di jawa melahirkan kebudayaan Hindu-Jawa. Kedatangan kebudayaan Islam di Jawa melahirkan kebudayaan Islam-Jawa. Kebudayaan jawa menjadi sinkretis meliputi unsur-unsur: Pra-Hindu (jawa asli), Hindu Jawa, Islam Jawa, dan Barat Jawa. Barangkali sangat kelihatandan jangan heran apabila manusia jawa sekarang ini cenderung materialistik karena pengaruh budaya barat. Dalam perkembangannya, kebudayaan jawa masih tetap seperti dasar kelahirannya.
Menurut pemikiran-pemikiran lama dapat dirumuskan:
a.       Manusia jawa berkeyakinan kepada Sang Maha Pencipta, penyebab dari segala kehidupan.
b.      Manusia jawa berkeyakinan bahasa manusia adalah bagian dari kodrat alam semesta (makro kosmos). Manusia dengan alam saling mempengaruhi. Tetapi manusia harus sanggup melawan kodrat alam sesuai dengan kehendak cita-cita agar hidup selamat baik di dunia maupun di akherat. Hasil dari perjuangan perlawanan terhadap kodrat alam tersebut berasal dari kemajuan dan kreativitas kebudayaan, sehingga terjalinlah keselarasan dan kebersamaan yang didasarkan pada saling hormat, saling tenggang rasa, saling mawas diri.
c.       Manusia jawa rindu akan kondisi “tatatentremkertaraharja” yaitu suatu keadaan yang damai, sejahtera, aman, sentosa, berdasar pada “kautamaningngaurip” (keutamaan hidup) sehingga manusia jawa berkewajiban untuk “memayuhayuningbawono”.
Kitab-kitab yang menjadi kajian filsafat dan kebudayaan jawa, antara lain: karya-karya sastra Ranggawarsita, Sri Mangkunegara IV, Pakubuwono IV (tiga serangkai pujangga jawa). Juga beberapa contoh lakon wayang seperti Karno Tanding, Bimo Suci.





BUDAYA JAWI KARATON SURAKARTA

Budaya tegesipun uwoh pangolahing budi, inggih menika uwohing pakarti lahir adhedhasar kaluhuran lan kautaman, ugi uwohing pakarti batin, nyaket dhumateng Pangeran ingkang Maha Agung.
Seserepan utawi keterangan (makna) lambang Karaton Surakarta Hadiningrat “Radya Laksana”:
Radya Laksana dumadi saking tembung radya lan laksana. Radya tegesipun negara utawi rasta, inggih menika pantes pinundhi-pundhi. Wondene laksana tegesipun lampah tumindak ingkang temen, rila kanthi terusing batos.
Gambar utawi lambang ingkang katingal ing seratan menika, inggih menika tandha cirinipun Karaton Surakarta Hadiningrat. Dados sinten ingkang mangagem utawi mangangge tandha menika saged winastan “tedhak turuning Nata utawi Abdidalem Karaton Surakarta, utawi sinten kemawon ingkang Ngedhep dhateng Karaton Surakarta”.
Lambang karaton menika awujud lonjong, makutha abrit sarta jene, nglebet lonjong, dhasaran biru, linukis lintang, rembulan, srengenge nyunaraken cahaya, jagad, ing sanginggiling kapaku. Kiwa lan tengen, kapas lan pari, bongkotipun tinangsulan pita pethak abrit. Keteranganipun makaten: Paku, pasemon sarana mrih tansah santosa kukuh lan bakuh kalenggahaning jagad. Inggih santosaning tekad jinurung santosaning kalbu.
Kapas lan pari, lambanging sandhang lan tedha. Inggih kabetahan gesang tata lahir. Sandhang dhawah rumiyin, karana sesambetan kaliyan kasusilan. Kados pundi menawi titah manungsa lirwa ing sandhang? Temtunipun badhe saru dinulu, growing menawi sinawang, Keplasipun dados seanti, mugi kiyat nampi saliring penandhang. Wondene pari ingkang dados lambanging tedha, menika dhawah kalih. Tegesipun ajiwa budaya Jawi, kedah susila, boten nengenaken tedha, utawi tansah subasita boten pegat tapabrata.
Pita pethak abrit, pasemon marga dumadosipun ing donya, inggih mawa pitedah tansah inget dhumateng bapa biyung. Minangka pancadan enget dhateng Gusti Hingkang Hangidini Tumitah. Beblesing makna, inget jejering kawula titah sawantah, ngrumaosi wonten ingkang hamarengaken tumitah, inggih bakuning ancas gesang sageda nyawiji Kawula lan Gusti, utawi manunggaling kawula Gusti
Makna sinandi salebeting lambang Radya Laksana. Makutha menika lambang ageming narendra (nata) ugi dados pasemoning budaya Jawi, gambar makutha ugi dipunwerdeni kagunan utawi kapintenan. Warni abrit lan jene menika warni kasepuhan lahir batin, sabar ing kalbu sareh ing laku. Hawatak hayu, hayom, hayem lan tentrem. Dhasar biru enem (pethak + biru) saged nulak rubeda ingkang asipat agal lan alus. Sanepanipun angkasa (langit) menika wiyar jembar agung pangapurane.
Surya (srengenge) menika dados sumbering gesang ing jagad tumrap sadaya tumitah. Sasangka tegesipun candra utawi rembulan, lambang pepadhang kawimbuh swasana asrep ing wanci dalu.
Sudama tegesipun lintang, sanadyan wanci peteng, lintang abyor saged asung pepadhang. Ateges saged paring daya padhang menawi pinuju nampi bebendu.
Jagad menika inggih jlegering manungsa, inggih wewakiling jagad ageng miwah alit. Inggih menika pesemoning titah manungsa ingkang wajib ngreksa manunggaling ageng alit utawi ngudi nyawiji Jejering Kawula lan Gusti. Paku, dados pasemon amrih tansah bakuh saha kukuh kalenggahaning jagad. Inggih santosaning tekad ingkang jinurung santosaning kalbu.
Kapas lan pari; lambanging sandhang lan tedha, inggih kebetahan gesang tata lahir. Sandhang dhawah rumiyin amargi sesambetan kaliyan kasusilan. Pari ingkang dados lambanging tedha dhawah nomer kalih. Tegesipun ajiwa budaya Jawi kedah susila, boten nengenaken tedha, utawi subsita boten pegat tapa brata.
Pita abrit, dados pasemonipun marga dumadosipun ing alam donya inggih mawa pitedah tansah enget bapa biyung. Minangka pancadan enegt dhumateng Gusti ingkang Hangidini Tumitah. Blebesing makna enget jejering kawula titah sawantah ngrumaosi wonten ingkang nitahaken, mujudsaken baku ancasing gesang nyawiji Kawula lan Gustinipun. (Buku Rujukan: Kajian Budaya Jawa

Radya Laksana = tuntunaning agesang.
Sari-pathi lambang Radya Laksana sayekti dados tuntunaning ngagesang. Sadaya tiyang ingkang mangangge lambang Radya Laksana kedah rila legawa angetrapaken Jiwa Budaya Jawi ingkang sampun kawedhar ing seratan Budaya Jawi Kararton Surakarta nomer 1 dan nomer 2. Sari-pathi lambang Radya Laksana sejatosipun inggih Jiwa Budaya Jawi gagrak Surakarta. Sadaya sentana dalem, abdi dalem, lan sadaya tiyang ingkang remen, cocok, lan mengangge lambang Radya Laksana, wajib anglampahi gesang kanthi tuntunan Budaya Jawi Karaton Surakarta. “Tindakna watak-wantu kang tinemu ing lambang Radya Laksana”, makaten pitutur ingkang mijil saking lambang Radya Laksana.
Babon lambang tuntunaning ngagesang menika wau sejatosipun saking Murwa Wedha Senapaten. Tegesipun, warah utawi tuntunan sampun wonten, hamung dereng tinata wewangunan kacetha kados samenika. Lambang Radya Laksana dipun wiwiti ing jaman Sinuhun Pakoe Boewono X. Sinuhun ugi paring sabda budaya (motto): “Kuncara ruming bangsa dumunung luhuring budaya”.
Sumber Budaya Jawi menika kapendhet saking sifat-sifat jagad raya ingkang wonten ing
 (1) surya,
(2) rembulan,
 (3) kartika,
(4) mendhung,
(5) angin,
(6) banyu,
(7) geni, tuwin
(8) bumi.
Wonten malih Warahdalem Hingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono Kaping IX ing Surakarta lan ugi saged kangge tuntunaning agesang para satria Jawi inggih menika: “Mesem lamun denhina, sumingkir lamun hingalembana”. Awon sae binrastha, boten tepang bener luput, jumeneng satengahing jagad, watakipun tentrem. Inggih menika ingkang dipun wastani piwulang adi luhung, dadosa pamecut kridhaning darma salebiting hambangun Jiwa Budaya Sumber Karaton Surakarta, sanadyan dumugi lampahing rodha jaman ing wekdal menika, kaweruh kemajenganing petang nalar utawi pikir bebles sundhul langit, klinthong-klinthong ing angkasa, wira-wiri nyangking wiron ing ratan rembulan, boten saged hamaedahi ing humat manungsanipun, menawi piwulanmg luhur wau boten kangge gondhelan minangka gegaman utawi senjata triwikramaning penggalih jumangkanging sedya runtuting samukawis bab.




MASYARAKAT JAWA


A.     Struktur Masyarakat Jawa
Masyarakat jawa memliki budaya, karakteristik, dan identitasnya secara jelas dan unik. Identitas budaya dijadikan sebagai ciri khas yang dimulai sejak jaman kerajaan. Akan tetapi, di jaman sekarang/modern saat sekarang identitas tersebut telah banyak berubah seiring dengan adanya pengaruh budaya luar, sehingga budaya jawa mengalami erosi. Maka muncul istilah “wong_jowo_ilang_jawane” (orang jawa telah kehilangan identitas jawanya), seperti kehilangan unggah-ungguh (saling hormat menghormati), tradisi budaya, penggunaan bahasa, dan sebagainya.
Orang jawa dibedakan menjadi dua kelompok social ekonomi yaitu:
1.                          Kaum Priyayi, yaitu terdiri dari priyayi rendah (pegawai rendah dan intelektual) dan priyayi tinggi (pejabat)
2.                          Wong cilik, yaitu para petani di pedesaan dan orang-orang yang berpendapatan rendah di kota-kota.

Orang jawa dibedakan menjadi dua kelompok social keagamaan yaitu:
1. Kaum santri, yaitu orang jawa yang hidupnya berusaha sesuai dengan ajaran agama islam (islam aktif dan taat)

2. Kaum abangan, yaitu terdiri orang jawa yang Bergama islam pasif sebagai pemilik tradisi budaya dan non islam, yaitu orang jawa yang telah berpindah dari agama islam ke agama lain.

Orang jawa dibedakan menjadi tiga kelompok secara antropologis:

1. Kaum priyayi, yaitu orang-orang jawa ningrat yang masih memiliki keturunan atau dari keluarga keratin.
2. Kaum santri, orang-orang jawa islam yang hidupnya lebih didominasi pengalaman agama islam.
3. Kaum abangan, yaitu orang jawa yang berasal dari kalangan bawah (bukan santri ataupun bukan priyayi).
Akan tetapi selang beberapa dasa warsa (di era pembangunan sekarang) ketiga kelompok orang jawa tersebut telah membaur dan bersifat saling mempengaruhi, sehingga menjadi: ada priyayi yang memiliki sifat abangan yang cenderung kasar, dahulu seorang abangan kini menjadi santri atau bahkan priyayi.
Manusia jawa dalam interaksinya dalam satu keluarga (lingkup mikro) setiap orang harus dapat membawa diri dan bersikap sesuai prinsip kekeluargaan, misalnya seorang anak harus dapat menghormati kedua orang tua “mbangun_miturut_bapa_biyung”. Orang jawa harus menghormati para leluhurnya “mikul_dhuwur_mendhem_jero” dan lain sebagainya.
 Semuanya itu demi terciptanya memayu_hayuning_salira” (mempercantik perilaku diri). Manusia jawa dalam interaksinya dengan sesama (lingkup mezzo), maka setiap orang harus dapat hormat menghormati, bergaul sesuai dengan prinsip: gotong royong atau kekadangan. Seseorang harus dapat “ajur-ajer” dengan sesamanya, tidak boleh pilih kasih. Pergaulan dengan lingkungan tersebut termasuk didalamnya dengan lelembut (makhluk halus). Makhluk halus menurut kepercayaan manusia jawa diberi hormat dengan sesajen. Karena makhluk halus tersebut dapat mengganggu manusia, bahkan makhluk halus dapat dimintai pertolongan, seperti mencarikan kekayaan, mencari kesaktian, dan lain sebagainya.
Manusia jawa dalam interaksinya dengan lingkungan yang lebih besar atau disebut juga dengan Negara atau pemerintahan (lingkup makro) harus dapt membawa diri dalam bersikap.
B.     PERASAAN ORANG JAWA
Perasaan Orang Jawa Perasaan orang Jawa (tradisional-asli) dapat dibedakan: aji, pakewuh, ajrih, lingsem, isin.
1.       Aji adalah rasa hormat kepada orang yang lebih tinggi derajatnya, pangkatnya, martabatnya. Tidak cuma hormat, bahkan ada yang bercampur rasa kagum.
2.       Pakewuh (basa krama-nya: pakewet) adalah perasaan malu ketika dia harus berhubungan, bergaul, bercampur, bertemu, apalagi minta tolong, kepada orang yang derajat dan pangkatnya lebih tinggi.
3.       Ajrih adalah perasaan malu (bercampur takut) disebabkan karena dirinya merasa telah bersalah, atau telah melakukan sesuatu yang kurang baik, kepada seseorang.
4.       Rasa senang (krama: remen) adalah perasanaan senang, enak, nyaman, khususnya dalam berkomunikasi dengan orang lain yang sederajat.
5.       Tresna adalah rasa senang, cinta, simpati, saat bertemu, bergaul, dengan orang lain, yang biasanya telah akrab.
6.       Gething adalah rasa benci. Biasanya benci disebabkan oleh sifat-sifat buruk seseorang, sehingga dia menjauhi orang tersebut.
Jadi jelas, budaya Jawa (bukan orang Jawa) memiliki budaya malu. Jika bertemu dengan orang yang belum dikenal, maka ada dua kemungkinan. Pertama: orang Jawa akan menghindar, negative thinking. Kedua: bersahabat, aktif, positive thinking. Pada umumnya orang Jawa suka membantu orang lain, sesuai ungkapan dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan. Kesimpulannya: tidak semua orang Jawa lamban, tergantung orangnya. Banyak orang Jawa yang berani bertindak tegas dan cepat (trampil-trengginas-tanggap-tanggon).

BAHASA DAN SASTRA
a.       unggah-ungguh  bahasa jawa
Kesantunan berbahasa dalam kaitan dengan tulisan ini diidentikkan dengan penerapan tingkat tutur bahasa Jawa, krama dan ngoko. Tingkat krama mencerminkan tingkatan halus, tingkat ngoko mencerminkan kenetralan, dan di sekitar krama dan ngoko masing masing menunjukkan sifat yang berbeda dari yang sangat halus hingga yang kasar. Pembagian tingkatan bahasa Jawa mengacu pada Sudaryanto (1989:103), yakni krama (h)alus, krama, ngoko (h)alus, ngoko. Sistem tingkatan ini ditandai oleh pemakaian unsur-unsur kosakata (sebut: ragam) krama inggil, krama, dan ngoko. Krama alus memiliki unsur krama, dan krama inggil untuk mitratutur; krama semua unsurnya adalah ragam krama, ngoko alus memiliki unsur ragam ngoko, dan ragam krama inggil untuk mitratutur; dan ngoko hanya memiliki kosakata ragam ngoko. Kosakata ragam ngoko mempunyai jumlah paling banyak. Tidak setiap kata ragam ngoko memiliki padanan dalam ragam krama atau ragam krama inggil, sehingga kosakata ragam ngoko sebenarnya menjadi dasar semua tingkatan dalam bahasa Jawa dan tidak bisa digantikan ragam lain jika memang tidak ada.
Selain kosakata, penanda ragam yang lain yakni penggunaan sapaan krama dan ngoko yang juga diaktualisasikan dalam bentuk prefiks honorifik proklitik (pendahulu verba) sebagai penciri verba persona pasif dan transhierarkinya; dan enklitik (mengikuti nomina) penunjuk milik atau kata ganti milik. Kombinasi antara ragam kosakata, sapaan, dan klitika tersebut membentuk tingkat tutur/unggah-ungguh yang berbeda-beda. Semakin halus ragam yang digunakan semakin halus dan hormat pula pertuturan bahasa Jawa yang ada.
b.      Kitab-Kitab Kasusastran Jawa
1.      kitab kitab Jawa Kuna golongan tua.
Yang tergolng kitab – kitab ini misalnya Candakarana,Ramayana, dan beberapa perwa dalam mahabarata.
2.      Kitab – kitab jawa kuna berbentuk puisi
Yang tergolng kitab – kitab ini misalnya Arjunawiwaha, Braratayuda, dan Nitisastra.
3.      kitab – kitab Jawa Kuna golongan Muda
Yang tergolng kitab – kitab ini misalnya nagarakertagama, Arjunawijaya, dan Nitisastra.
4.      tumbuhnya bahasa jawa tengahan.  
Kitab – kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya Tantu Panggelaran, Calonarang dan Pararaton.
5.      kidung jawa tengahan
Kitab – kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya Dewiruci,Panji Anggraini, dan Sri Tajung.
6.      zaman islam
Kitab – kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya Suluk Sukarsa, Nitisruati dan Menak.
7.       zaman surakarta awal
Kitab – kitab yang dihasilkan pada periode ini misalnya baratayuda, babad Giyanti dan Cemporet.


KESENIAN TRADISIONAL

Berdasarkan lokasi, kesenian tradisional Jawa atau teater rakyat Jawa,  seni rakyat berupa:
a.       Pertunjukan wayang purwa atau wayang kulit purwa
b.      Wayang orang
c.       Ketoprak
d.      Sulap
e.       Tayub
f.       Ludruk
g.       Tarian kuda kepang
Media tradisional tersebut masih cukup ampuh untuk mengenalkan budaya Jawa kepada masyarakat dan salah satu benteng budaya bangsa. Karena dengan terus memelihara dan mengembangkan warisan budaya sendiri, dapat memperkuat kepribadian mempertebal rasa percaya diri yang merupakan kekuatan pembangunan.

a.       Pengertian kesenian tradisonal
Kesenian adalah salah satu penyangga kebudayaan dan berkembang menurut kondisi kebudayaan itu. Kesenian tidak pernah berdiri lepas dari masyarakat. Sebagai salah satu bagian penting dari kebudayaan, kesenian merupakan kreativitas dari kebudayaan dan pada dasarnya semua bentuk seni dianggap berasal dari ritual kuna.
Kesenian tradisional, terdiri atas kesenian tradisional keratin maupun tradisional kerakyatan. Dengan istilah agung dantradisi kecil yaitu pola kebudayaan dari komunitas kecil atau masyarakat pertanian.
Seni merupakan pengembangan seni yang berfungsi mengikat solidaritas rakyat, agar mendukung struktur yang memperkuat kelangsungan supermasi dan gaya hidup keratin, seperti dalam wayang purwa, seni karawitan klasik, seni tari.


b.      wayang purwa
Dalam bahasa Jawa, WAYANG berarti “ BAYANGAN “ / “ WEWAYANGAN “(SHADOW ).Dan jikaditinjau dari arti filsafatnya “WAYANG”diartikan sebagai Bayangan pencerminan dari sifat-sifat yang ada dalam jiwa manusia.
Wayang tercipta karena adanya pikiran dan imajinasi manusia untuk menggambarkan ROH nenek moyang pada saat itu ( jaman NEOLITHIKUM )di Nusantara ( Indonesia ).Dan dipergunakan untuk upacara-upacara tertentu. Wayang timbul diperkirakan pada tahun 1500 SM, sebelum masuknya ajaran HINDHUISME ke Nusantara.
Sampai pada awal berdirinya kerajaan Demak, wayang banyak mengalami perubahan dalam penyempurnaan pada tahun 1437 M. Dan mengalami penyempurnaan lagi pada awal berdirinya kerajaan Mataram Islam, seperti yang terlihat sampai sekarang. Wayang itu sendiri terkandung beberapa segi aspek seni didalamnya, antara lain:
1.Seni Tari
2.Seni Rupa & Kriya
3.Seni Drama/teater
4.Seni Musik
5.Seni Sastra
6.Seni Suara.
Dari ke 6 segi itu akan nampak jelas pada saat wayang dimainkan dalam suatu pertunjukan.Pada tahun 2003 dan November 2005 , Badan Dunia UNESCO telah menetapkan seni wayang sebagai salah satu dari 90 mahakarya seni dunia.
Wayang tidak hanya dinikmati oleh orang jawa (Indonesia)saja, tapi juga diminati dan digemari oleh orang-orang Asing manca negara. Bahkan dari segi bentuk wayang tradisional ( klasik)-pun ,oleh imajinasi Seniman dikreasi menjadi seni KONTEMPORER,dan tetap pada ciri khas dari Klasik-nya. danmenambah khasanah seni wayang yang adilihung.


ADAT ISTIADAT JAWA

Perayaan  Sekaten

Upacara Tradisi Sekaten merupakan salah satu tradisi yang hingga sekarang masih dilestarikan dan dipertahankan oleh Keraton Kasunanan Surakarta yang terletak di Kelurahan Baluwarti Kecamatan Pasar Kliwon. Upacara Tradisi ini adalah warisan nilai budaya yang dilaksanakan secara turun-temurun oleh nenek moyang mereka. Pada mulanya upacara tersebut diselenggarakan tiap tahun oleh raja-raja di Tanah Hindu, berwujud selamatan atau sesaji untuk arwah para leluhur yang diselenggarakan dalam dua tahap.
Tahap pertama disebut Aswameda, yaitu tahap dimana sesaji diselenggarakan selama enam hari, yang dilakukan dengan doa-doa dan nyanyian pujian disertai dengan tetabuhan yang mengandung arti memuja arwah para leluhur, untuk memohon berkat dan perlindungan. Kemudian tahap kedua disebut Asmaradana, yang diselenggarakan pada hari ke tujuh dan merupakan penutup tahap yang pertama. Dalam tahap yang kedua ini diselenggarakan pembakaran dupa besar, yang disertai dengan mengheningkan cipta atau semedi. Dengan masuknya agama dan pengaruh Hindu ke Jawa, maka upacara Aswameda dan Asmaradana maka masuk pula ke dalam kehidupan budaya Jawa. Dan pada jaman Hindu Jawa, raja-raja Jawa juga melestarikan upacara yang diwarisi tersebut.
Tradisi selamatan atau sesaji tersebut diselengggarakan pula oleh raja-raja Majapahit. Mula-mula upacara Aswameda dan Asmaradana itu diselenggarakan di candi-candi, tempat abu leluhur mereka disimpan. Sejak pemerintahan baginda Raja Hayam Wuruk, upacara selamatan dan sesaji Aswameda dan Asmaradana itu tidak lagi diselenggarakan di candi-candi seperti yang dilakukan oleh raja-raja terdahulu, melainkan di tengah-tengah kota. Hal ini terbukti dengan penyelenggaraan upacara untuk mendiang Ibu Suri Baginda Sri Wishnu Wardani. Upacara sesaji untuk arwah para leluhur, yang disebut srada. Oleh Prabu Hayam Wuruk diselenggarakan selama tujuh hari dam tiap-tiap hari, ganti-berganti, para raja di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit mempersembahkan sumbangannya dengan membawa bermacam-macam keramaian.
Pada jaman pemerintahan Sang Prabu Brawijaya V, yang disebut jaman Majapahit terakhir, upacara sesaji tahunan tersebut masih tetap dilaksanakan dengan keramaian yang agak besar. Prabu Brawijaya memiliki satu perangkat gamelan yang sangat tersohor, dikenal dengan nama Kanjeng Kyai Sekar Delima, yang tiap tahun dibunyikan orang untuk memeriahkan keramaian itu. Oleh rakyat, gamelan tersebut dianggap sangat bertuah dan keramat.
Konon, putra Sang Prabu Brawijaya V yang bernama Raden Patah menjadi Adipati di Bintara telah memeluk agama baru, yaitu Islam. Sang Prabu Brawijaya V mendengar berita bahwa Raden Patah akan menyerbu Kerajaan Majapahit, bila Sang Prabu Brawijaya tidak bersedia masuk agama Islam. Berita semacam itu diterima Prabu Brawijaya V dengan sangat sedih. Untuk mengatasi kesedihan yang sangat mengganggu ketenteraman jiwa itu membuat Prabu Brawijaya V bersemedi atau bertapa selama dua belas hari, memohon kepada para dewa agar Raden Patah membatalkan niatnya untuk menyerbu Majapahit, dan memohon kerajaan dan rakyatnya senantiasa dalam keadaan aman, tenteram, dan sejahtera.
Sementara itu para ahli gending di Kerajaan Majapahit lalu menciptakan lagu-lagu untuk dialunkan melalui gamelan milik baginda, yang tujuannya untuk menghibur hati Sang Prabu Brawijaya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Mendengar lantunan suara lagu-lagu melalui gamelan pusaka kerajaan itu hati baginda bukannya menjadi terhibur melainkan malah bertambah sedih. Karena lagu tersebut mengalunkan kesedihan yang menyayat hati bagaikan kinjeng tangis yang merintih-rintih dengan lengking tangisnya di tengah hari. Mendengar bunyi gending-gending baru itu baginda raja bahkan membayangkan nasib buruk yang akan dialami Kerajaan Majapahit kelak. Para ahli gending yang mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh gending-gending baru itu bukannya membuat senang hati baginda, melainkan bahkan membuat baginda makin sedih. Maka mereka menyuruh para niyaga memukul gamelan itu keras-keras, dengan irama yang diperhitungkan dapat membangkitkan gelora semangat baginda.
Demikianlah pemukulan gamelan tersebut kemudian menggunakan irama bertingkah. Kadang-kadang keras gemuruh laksana gamelan lokananta dengan irama membangkitkan jiwa bergejolak. Dan kadang-kadang lemah lembut mengalun dan menyayat hati. Gamelan kerajaan Majapahit yang dinamakan Kanjeng Kyai Sekar Delima tersebut lalu dinamakan Sekati, karena dapat menambah Sang Prabu Brawijaya seseg ati (sesak hati).
Dalam abad ke-14 agama Islam mulai berkembang di tanah Jawa. Dengan pemuka agama yang dalam Agama Islam disebut wali. Para wali di Jawa ini terkenal ada sembilan orang, karena itu disebut wali. Nama mereka masing-masing adalah Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Gunungjati, Sunan Muria, Syeh Maulana Maghribi, Syeh Siti Jenar. Tiap-tiap tahun para wali itu mengadakan pertemuan di kota Demak. Pertemuan tahunan tersebut diselenggarakan pada bulan Rabiul Awal, tanggal 6 sampai dengan tanggal 12, dan hari yang terakhir itu diselenggarakan keramaian besar untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Adapun yang dibicarakan dalam pertemuan tahunan tersebut antara lain adalah laporan dari para wali penyebar agama Islam tentang hasil kerja mereka di daerah mereka masing-masing, dan politik umat Islam terhadap rakyat yang masih beragama Hindu. Selain itu kesempatan tersebut juga digunakan pula untuk memberikan pelajaran-pelajaran dan penjelasan tentang ajaran agama Islam terhadap keluarga dan penganut-penganutnya.
Berkat kerja keras para wali, sebagai langkah kemajuan agama Islam, maka di Demak didirikan sebuah masjid besar, yang dipandang berkeramat karena mengandung nilai sejarah. Berdirinya masjid besar di Demak itu diperingati dengan surya sengkala Kori trus gunaning janmi, yang menunjukkan angka tahun 1399 Saka. Sementara itu usaha penyebaran agama Islam makin ditingkatkan. Kesukaran yang mereka rasakan karena rakyat pada waktu itu masih banyak yang menganut agama Hindu, seperti yang dianut oleh rakyat Kerajaan Majapahit. Dengan demikian, bila tidak dilakukan dengan bijaksana, akan mempersulit usaha-usaha memperluas perkembangan agama Islam. Para wali mengetahui bahwa rakyat dari Kerajaan Majapahit masih sangat dekat dengan kesenian dan kebudayaannya, antara lain gemar sekali akan bunyi gamelan dan keramaian-keramaian yang bersifat keagamaan Hindu.
Demi keberhasilan penyebaran agama Islam di Jawa, maka atas saran Kanjeng Sunan Kalijaga, para wali lalu mengatur penyelenggaraan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dengan cara yang disesuaikan dengan tradisi rakyat pada waktu itu. Oleh karena rakyat menggemari kesenian Jawa dengan gamelannya, maka perayaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi selanjutnya tidak lagi menggunakan kesenian rebana melainkan dengan kesenian gamelan. Untuk melaksanakan hal itu Sunan Kalijaga membuat seperangkat gamelan yang dinamakan Kyai Sekati.
Untuk memeriahkan perayaan itu, maka ditempatkanlah gamelan Kyai Sekati di halaman Masjid Demak. Gamelan itu dipukul bertalu-talu tidak henti-hentinya, mula-mula dengan irama dan suara lembut dan halus, lama kelamaan dipukul keras-keras. Karena tertarik dengan bunyi gamelan yang nyaring mengalun tersebut, maka orang-orang dari berbagai penjuru datanglah berduyun-duyun ke pusat kota, sehingga alun-alun kerajaan Demak menjadi penuh sesak dibanjiri orang yang ingin menikmati kesenian gamelan dan menyaksikan keramaian yang diselenggarakan. Keramaian itulah yang kemudian disebut sekaten, dan yang sampai sekarang masih dilestarikan. Sementara itu para wali berganti-ganti memberikan wejangan dan ajaran tentang agama Islam di mimbar yang didirikan di depan gapura masjid.
Orang banyak yang datang tersebut itu diperbolehkan juga masuk ke dalam serambi masjid, tetapi harus terlebih dahulu syahadatain, yang di dalam bahasa Jawa disebut sahadat kalimah loro. Di halaman masjid itu, orang –orang disuruh membasuh tangan, muka dan kaki mereka dengan air kolam luar serambi masjid. Demikianlah keramaian sekaten itu diselenggarakan sekali dalam setahun tiap bulan Rabiul Awal, dari tanggal 6 sampai dengan tanggal 12.
Untuk mengetahui asal mula sekaten yang tiap tahun diadakan di Keraton Kasunanan Surakarta, maka harus memulainya dari jaman Demak. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam yang di Jawa yang berdiri setelah Majapahit runtuh pada tahun 1400 Saka atau 1478 Masehi. Keruntuhan Majapahit diperingati dengan candrasengkala ”Sirna Hilang Kertaning Bumi”. Berakhirnya Kerajaan Majapahit berarti berakhir pula Kerajaan Hindu di Jawa, di bawah pemerintahan Prabu Brawijaya V. Raja Demak yang pertama adalah Raden Patah yang bergelar Sultan Bintara.
Sebagai Raja Islam, Sri Sultan Bintara tidak berhenti berdaya upaya untuk memajukan tersiarnya agama Islam di seluruh kerajaan. Sultan Bintara selalu memikirkan bagaimana agar agama Islam dapat menyinari semua pelosok negeri, dan bagaimana orang-orang yang telah memeluk agama Hindu itu akan insyaf dan meyakini kebenaran ajaran Islam.
Raden Patah akhirnya mengadakan suatu pertemuan dengan para wali yang berjumlah sembilan, diantaranya adalah Sunan Ampel (Raden Rahmad), Sunan Gresik (Malik Ibrahim), Sunan Giri (Raden Paku), Sunan Bonang (Makdum Ibrahim), Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Sunan Drajat, dan Sunan Gunung Jati. Untuk membahas cara menyiarkan Islam di tanah Jawa, Sunan Kalijaga mempunyai usul tentang penyiaran agama Islam agar diterima oleh masyarakat yang sejak dahulu memeluk agama Hindu. Usul Sunan Kalijaga tersebut adalah dengan membiarkan tetap dilaksanakannya adat atau tata cara dalam agama Hindu, tetapi dimasuki pelajaran Islam, misalnya:
1) Semedi
Semedi dalam agama Hindu mempunyai maksud memuja kepada dewa-dewa. Karena agama Islam tidak mengenal dewa, maka diganti dengan memuja Allah SWT dengan sholat.
2) Sesaji
Sesaji menurut agama Hindu mempunyai maksud memberi makanan kepada dewa-dewa dan jin, agar sesuai dengan ajaran Islam diganti dengan zakat fitrah pada fakir miskin.
3) Keramaian
Dalam agama Hindu keramaian mempunyai maksud menghormat kepada dewa-dewa, diganti keramaian menghormat hari-hari raya Islam.
Karena orang Jawa suka gamelan, maka pada hari raya Islam yaitu hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, sebaiknya dalam masjid juga diadakan gamelan, agar orang-orang tertarik. Jika sudah berkumpul kemudian diberi pelajaran tentang agama Islam. Dan untuk keperluan itu para wali menciptakan seperangkat gamelan yang dinamakan Kyai Sekati.
Usul dari Sunan Kalijaga tersebut disepakati oleh wali yang lainnya dan Raden Patah, yaitu pada hari lahir Nabi Muhamad yaitu pada 12 Mulud, dalam masjid dipukul gamelan. Tanggal 12 Mulud selain merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW juga merupakan hari wafat beliau. Ternyata banyak orang yang berduyun-duyun datang ke masjid untuk mendengarkan bunyi gamelan. Orang-orang tersebut datang ke masjid walaupun rumahnya jauh, sehingga mereka bermalam di alun-alun atau sekitar masjid.
Pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, selain rakyat, para bupati pesisir juga datang ke kota kerajaan untuk memberi sembah pada raja. Mereka datang beberapa hari sebelum tanggal 12 Mulud dan membuat rumah di alun-alun untuk bermalam. Pada tanggal 12 Mulud tersebut, bupati menghadap raja dan kemudian menggiring raja ke masjid. Karena banyaknya orang yang menggiring raja tersebut, timbul perkataan ”Garebeg” yang berasal dari kata ”anggrubyung” yang berarti menggiring.
Orang-orang yang datang di halaman masjid itu disuruh untuk mendengarkan pidato-pidato tentang ajaran agama Islam yang mudah-mudah dahulu. Pertama mereka diberi tahu maksudnya syahadat dan bagaimana bunyinya. Dari itulah timbul kata sekaten yang berasal dari bahasa Arab ”syahadatain”. Kalimat syahadat merupakan suatu kalimat yang harus dibaca oleh seseorang untuk masuk Islam, yang mempunyai arti: tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Kalimat syahadat itu juga ditulis di atas pintu gerbang masjid. Karena banyak orang yang datang berduyun-duyun ke masjid dan banyak yang bermalam, maka banyak pula orang yang berjualan di sekitar masjid dan alun-alun.
Sekaten selain berasal dari kata syahadatain, juga berasal dari kata:
1) Sahutain : menghentikan atau menghindari perkara dua, yakni sifat lacur dan menyeleweng.
2) Sakhatain : menghilangkan perkara dua, yaitu watak hewan dan sifat setan karena watak tersebut sumber kerusakan.
3) Sakhotain : menamankan perkara dua, yaitu selalu memelihara budi suci atau budi luhur dan selalu menghambakan diri pada Tuhan.
4) Sekati : setimbang, orang hidup harus bisa menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk.
5) Sekat : batas, orang hidup harus membatasi diri untuk tidak berbuat jahat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.
Tradisi sekaten yang dirayakan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW tersebut tetap dilestarikan oleh raja-raja yang memerintahkan berikutnya hingga masa Mataram. Pada jaman kerajaan Mataram hingga akhirnya pindah ke Surakarta, sekaten diadakan untuk kepentingan politik, yaitu mengetahui kesetiaan para bupati yang ada di wilayah kerajaan. Pada perayaan sekaten para bupati harus datang untuk menyerahkan upeti dan menghaturkan sembah baktinya kepada raja. Apabila bupati tersebut berhalangan hadir, maka harus diwakili oleh pihak kerajaan. Hal itu dilakukan karena bila bupati tidak hadir pada perayaan sekaten diartikan sebagai bentuk pembangkangan terhadap raja.
Perayaan sekaten yang diadakan oleh kerajaan Mataram, selain bertujuan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW juga untuk menunjukkan bahwa raja yang berkuasa masih ada hubungan dengan Nabi Muhammad, utusan Allah. Sekaten juga berperan di bidang politik dan ekonomi, karena dengan adanya sekaten para bupati mancanagari harus datang memberi upeti dan kehadirannya di upacara sekaten sebagai tanda kesetiaan kepada raja yang memerintah. Dengan perkembangan jaman, sekaten juga dimanfaatkan dalam sektor perdagangan. Perayaan sekaten sebagai ladang masyarakat untuk berdagang dan semakin membuat marak perayaan sekaten. Selain untuk mendengarkan gamelan, para pengunjung dapat membeli berbagai makanan khas sekaten, juga mainan anak-anak.




READ MORE