Plutarch

Posted by Triyanto.d Saputra On Minggu, 30 September 2012 0 komentar

Plutarch adalah seorang sejarawan Yunani, penulis biografi, esais, dan Platonis Tengah, dikenal karena karya-karya terkenal, "Lives Paralel" dan "Moralia". "Kehidupan paralel" adalah serangkaian biografi yang ditulis oleh dia, yang mencatat kehidupan Yunani dan Romawi yang terkenal.Dia menutupi mereka secara berpasangan sehingga menyoroti kebajikan bersama mereka moral dan keburukan. Beberapa nama populer dibahas adalah Alexander Agung, Pyrrhus Epirus, Romulus, Pompilius Numa, Coriolanus, Aemilius Paullus, Julius Caesar, Cicero, Mark Antony, dan Marcus Junius Brutus. Plutarch dapat dianggap sebagai salah satu filsuf moral awal untuk usaha terpuji nya membandingkan penampilan fisik dan karakter moral. Pekerjaan lain, "Moralia" adalah kumpulan esai dan pidatonya. Karya Plutarch ini adalah referensi besar untuk sejarah Romawi dan Yunani dan memberikan pengetahuan tentang kehidupan dan budaya waktu itu. Tulisan-tulisannya memiliki dampak yang besar pada Sastra Inggris dan Perancis dan dipengaruhi beberapa penulis besar dan pemikir seperti Shakespeare, Ralph Waldo Emerson, Francis Bacon, Cotton Mather dan Robert Browning.


Hidup dan Pekerjaannya

Selain menjadi pendeta kuil Delphi, Plutarch menjabat sebagai hakim di Chaeronea. Selama jabatannya sebagai hakim, ia mewakili rumahnya di banyak negara. Dia juga menjabat sebagai archon di kota setempat. Seperti yang dikatakan oleh sejarawan abad ke-10 George Syncellus, Plutarch diangkat sebagai prokurator nominal Achaea oleh Kaisar Hadrian.
Karya-karya Plutarch
Karya besar pertama yang ditulis oleh Plutarch adalah "Kehidupan Kaisar Romawi", dari Augustus Vitellius. Ini biografi awal Kaisar Romawi diterbitkan pada masa pemerintahan Nerva antara 96-98 CE. Karya terbaik dikenal nya, "Lives Paralel" adalah serangkaian biografi orang Yunani dan Romawi yang terkenal. Selama tulisannya tentang "Kehidupan Paralel", Plutarch tidak banyak peduli dengan sejarah dibandingkan dengan pengaruh karakter, baik atau buruk pada kehidupan dan nasib manusia. Dia berkonsentrasi lebih fokus pada anekdot menarik dan sepele insidental. Plutarch harus disebut sebagai salah satu filsuf moral kuno untuk usaha yang luar biasa untuk menarik garis paralel antara karakter moral dan penampilan fisik.Karya yang lain yaitu Life of Caesar, oleh Plutarch; Oxford Classics, biography of Pompey, Proclus biography
Beberapa biografi yang ditulis sebelumnya seperti dari Heracles, Philip II dari Makedonia dan Scipio Africanus tidak ada lagi. Banyak nyawa yang tersisa telah dipotong, memiliki kesenjangan atau yang dirusak oleh penulis kemudian. Beberapa kehidupan yang masih ada adalah mereka dari Solon, Themistocles, Aristides, Pericles, Alcibiades, Nicias, Demosthenes, Pelopidas, Philopoemen, Timoleon, Dion dari Syracuse, Alexander Agung, Pyrrhus Epirus, Romulus, Pompilius Numa, Coriolanus, Aemilius Paullus, Julius Caesar, Cicero, Mark Antony, dan Marcus Junius Brutus. Saldo karya-karyanya masih hidup dikumpulkan dengan judul, "Moralia". Ini adalah koleksi tujuh puluh delapan esai dan pidato kaleng yang mencakup topik seperti "Di Affection Persaudaraan" yang merupakan pewahyuan tentang kehormatan dan kasih sayang dari saudara kandung terhadap satu sama lain. Esainya, "Pada Fortune" atau "Kebajikan dari Alexander Agung" adalah tambahan penting bagi kehidupan Alexander sebagai raja besar. Gelar ini juga berisi beberapa risalah filosofis seperti "Di Tolak dari Oracles", "Di Penundaan dari Vengeance Ilahi", "Pada Peace of Mind". Ini juga termasuk "Odiseus dan Gryllus" yang merupakan dialog lucu antara Odysseus Homer dan salah satu dari babi terpesona Circe. Ia percaya bahwa "Moralia" ditulis pertama sedangkan "Lives Paralel" mengambil dua dekade terakhir hidupnya.

Plutarch adalah seorang Platonis tetapi dipengaruhi oleh Peripatetics dan untuk beberapa tingkat oleh Stoicisme. Namun, ia benar-benar menolak Filsafat Epicurean. Dia memberikan pentingnya sedikit pertanyaan praktis, tapi meragukan tentang kemungkinan memecahkan masalah tersebut, mungkin karena minatnya lebih ke arah pertanyaan agama dan moral. Berdasarkan pandangan yang sama untuk Plato, ia memiliki ide yang murni tentang Allah maka menentang terhadap materialisme Stoic dan Epicurean "ateisme". Dia punya prinsip kedua untuk menjelaskan dunia fenomenal. Dia mengatakan bahwa jiwa dunia yang jahat pada awalnya penuh dengan alasan dan diatur olehnya. Ia kemudian berubah menjadi jiwa ilahi dunia tetapi tidak berhenti beroperasi sebagai sumber dari segala kejahatan. Dia menempatkan dewa atas dunia yang terbatas dan daemon menjadi agen Tuhan di dunia. Dia menekankan pada kebebasan kehendak dan imoralitas jiwa. Salah satu karakteristik utama dari etika Plutarch adalah hubungan dekat dengan agama.Mungkin, Plutarch memiliki ide yang murni tentang Allah, tetapi pandangannya tentang wakil dan korupsi yang berkaitan dengan takhayul itu lebih hidup. Dia memiliki sikap yang sama terhadap agama rakyat. Dia percaya bahwa Dewa orang yang berbeda memiliki nama yang berbeda dari Yang Mahatinggi yang sama. Dia telah menggabungkan filsafat dan konsepsi agama dari hal-hal untuk tetap dekat dengan tradisi.


Pengaruh tulisan Plutarch

Tulisan Plutarch yang memiliki pengaruh berat pada Sastra Inggris dan Perancis. Berbagai penulis terkenal dan penyair mempelajari karya-karyanya dan menarik inspirasi dari mereka. The English penulis terkenal William Shakespeare menggunakan beberapa bagian dari diterjemahkan "Lives" Buku Plutarch dalam dramanya dan kutipan kadang-kadang digunakan dari itu. Rohaniwan, terutama Ralph Waldo Emerson, yang sangat dipengaruhi oleh karyanya, "Moralia". Emerson bahkan disebut Lives sebagai "sebuah Alkitab pahlawan".Montaigne sendiri yang "Esai" sangat dipengaruhi oleh "Moralia" dan ditulis pada baris bertanya Yunani yang mudah dan bertele-tele menjadi ilmu, sopan santun, adat istiadat dan kepercayaan. Pengagum mencatat pekerjaan lain Plutarch itu adalah, Ben Jonson, John Dryden, Alexander Hamilton, John Milton, Francis Bacon, Cotton Mather dan Robert Browning.
Nama istri Plutarch ini adalah Timoxena. Dia mungkin memiliki seorang putri dengan nama, Timoxena yang meninggal saat masih bayi.Dia memiliki dua putra, Autobulus dan Plutarch.
READ MORE

Mitologi Yunani : Dewa ZEUS (JUPITER)

Posted by Triyanto.d Saputra On Kamis, 27 September 2012 3 komentar
ZEUS (JUPITER)

Zeus dan dua saudaranya mendapatkan wilayah kekuasaan yang banyak. Laut di berikan pada Poseidon, sementara neraka di berikan kepada Hades. Zeus menjadi penguasa tertinggi. Ia penguasa Langit, dewa Hujan dan pengumpul awan yang memiliki halilintar mengerikan. Kekuatannya jauh lebuh besar di bandingkan para dewa lainnya. Dalam Iliad ia berkata tentang keluarganya, “Aku paling perkasa. Cobalah jika kalian ingin membuktikannya. Kalian tidak dapat mengalahkanku. Namun aku dapat membinasakan kalian dengan mudah. Aku dapat mengikat bumi dan laut sekaligus dan menggantungkannya di langit.”
Namun Zeus tidak maha kuasa atau maha mengetahui, dapat ditentang dan di tipu. Poseidon menipunya dalan Lliad dan begitu juga dengan Hera. Terkadang, kekuatan misterius, Takdir (Fate), berbicara lebih kuat darinya. Homer membuat Hera bertanya kepada Zeus dengan penuh ejekan jika ia ingin menunda kematian seorang manusia yang di takdirkan mati.


Zeus adalah dewa yang mudah jatuh cinta kepada wanita dan berusaha menyembunyikan perselingkuhannya dari istrinya. Penjelasan mengapa tindakan tersebut dilakukan seorang dewa yang penuh dengan keagungan adalah, menurut para sarjana, bahwa Zeus adalah perpaduan dari banyak dewa. Ketika pemujaan terhadapnya menyebar ke sebuah kota dimana disana sidah terdapat yang berkuasa, maka keduanya berfungsi menjadi satu. Istri dari dewa tersebut kemudian diserahkan kepada Zeus. Hasilnya, bahaimanapun juga, tidak menyenangkan dan bangsa Yunani yang kemudian tidak menyukai akhir hubungan cinta seperti itu.

Dalam catatan yang paling awal, Zeus memiliki keagungan. Agamemmon berdoa kepada Zeus dalam Oliad, “ Zeus, yang maha adung dan maha kuasa, Dewa badai-awan, engkau mendiami surge” Zeus menuntut manusia melakukan perbuatan yang benar dan member persembahan kepadanya. Pasukan Yunani di Troy berkata” Ayah Zeus tidak akan menolong mereka yang telah berbohong dan melanggar sumpahnya” Dua citra tentangnya, rendah dan tinggi tetap bertahan untuk sekian lama.


Gambar dadanya adalah pengayoman, mengerikan jika dilihat; burungnya adalah elang, pohonnya adalah pohon ek. Peramalnya (oracle) adalah Dodona di sebuah negeri pohon ek. Kehendak Zeus dapat diketahui dengan mencuri dahun pohon ek yang kemudian diterjemahkan oleh pendeta.
READ MORE

NEGARA DAN USAHA BINA-NEGARA DI JAWA MASA LAMPAU Karangan: Soemarsaid Moertono

Posted by Triyanto.d Saputra On Kamis, 20 September 2012 0 komentar
Buku Negara dan Usaha Bina-Negara di Jawa Masa Lampau karangan Soemarsaid Moertono ini berisi tentang masalah kewenangan raja dan hubungan Kawula-Gusti atau dalam kata lain hamba dan tuan pada masa Mataram II di mana hubungan ini lebih merupakan ikatan pribadi dan akrab , saling hormat dan bertanggung jawab antara raja dan rakyatnya. Kalau dalam kehidupan sehari –hari hubungan kawula gusti ini seperti rasa kasih sayang di dalam keluarga atau di dalam masyarakat. Dalam mistik Jawa jumbuhing kawula gusti adalah bagaimana menyatunya hamba dan tuan yaitu bagaimana tercapainya kesatuan yang sesungguh nya antara hamba dan tuan.


Dalam hal ini dapat diartikan bahwa seorang raja apabila tidak ada rakyat maka kekuasaan yang ada di tangannya tidak akan berguna ibaratkan sekarang kalau ada presiden tapi kalau tidak ada masyarakat akan percuma Dalam pemikiran Jawa konsep kawula gusti ini merupakan sebuah takdir, kepercayaan yang tak tergoyahkan akan nasib ,dalam kata lain kelahiran seseorang di dunia ini tidak bisa mengubah status dari seorang kawulo menjadi gusti, karena status tersebut telah ditakdirkan oleh Tuhan menurut dimana ia dilahirkan. Ketika seseorang itu lahir ditengah-tengah kerejaan atau mempunyai darah raja maka kedudukannya akan menjadi seorang Gusti, tetapi jika orang itu lahir sebagai masyarakat biasa maka keduduklannya tetep cuma sebagai kawula atau hamba . Namun kedua posisi tersebut tetap memiliki hubungan yang erat dan memiliki tingkatan. Dalam posisi sosial masyarakat jawa memiliki hubungan yang unik, terutama terkait dengan hubungan kawulo dan gusti.

Kedua status dalam masyarakat ini memiliki perbedaan-perbedaan, terutama terlihat pada penggunaan pakaian, bahasa sehari-hari- dibedakan menjadi kromo inggil, kromo, madyo, dan ngoko. Jenis-jenis bahasa itu digunakan masyarakat jawa dalam aturan-aturan tersendiri yang telah tertanam dalam diri setiap anggota masyarakat. Penggunaan bahasa tersebut menurut tingkatan status seseorang dalam masyarakat yang berfungsi pula sebagai penghormatan terhadap yang lebih tua maupun yang lebih muda, bila dilihat pada kondisi masyarakat sekarang. Namun penggunaan tingkatan bahasa tersebut pada masa sekarang tidak lagi banyak diterapkan dalam masyarakat modern yang sedikit lebih banyak meninggalkan budaya-badaya leluhur. Dalam buku ini diceritakan kisah Jaka Tingkir dan Kisah Ki Ageng Pamanahan dari babad Tanah Jawi. Jaka Tingkir yang di takdirkan untuk menjadi seorang raja Pajang,, ketika masih muda diam bersama Ki Ageng Sela. Orang tua yang bijaksana, ia meluhat isyarat kerajaan yang pasti, sinar cahaya yang memancar dari Jaka Tingkir yang sedang tidur. Hal ini sangat menyedihkan Ki Ageng Sela, karena selama hidupnya, dia senantiasa tekun berdoa dan melakukan tapa keras, dengan harapan akan memperoleh karunia Tuhan agar ia sendiri akan menurunkan garis-garis raja. Kehendak Ki Ageng terpenuhi hanyalah karena semadinya.

Selain untuk memperoleh berkat dari dewa-dewa, yang merupakan tujuan semedi pada umumnya, terdapat tujuan yang lebih pokok, lebih mendalam, yaitu untuk mengetahui apa kehendak Tuhan atau dalam kata lain untuk melihat ke masa depan. Konsep kawula gusti ini juga tidak hanya menunjukkan hubungan antara yang tinggi dengan yang rendah, tetapi menunjukkan kesalingtergantungan yang erat antara kawula dan gusti

Dalam buku Negara dan Usaha Bina-Negara di Jawa Masa Lampau ini juga menjelaskan tentang Kedudukan Raja dalam kehidupan Negara dan perbandingan antara masa Jawa-Hindu dan masa Mataram II dalam Jawa-Hindu Raja dinggap sebagai dewa keputasan raja dianggap mutlak karena raja dianggap sebagai dewa sedangkan dalam zaman Mataram II mengenai peranan Raja dijelaskan dalam teory Stutterheim tentang patung persemayaman para raja dan ratu Jawa Timur. Sesungguhnya ajaran islam menolak penyamasuaian yang demikian terang-terangan antara manusiaq dengan Tuhan. Teologi islam menempatkan Raja dalam kedudukan yang tidak semulia dan se agung sebelumnya, yaitu kedudukan kalipatullah, atau dengan kata lain wali Tuhan di dunia. Tetapi penghapusan penyamasuaian raja-dewa oleh islam tidaklah mengurangi tuntutan pokok kekuasaan raja yang menyeluruh dan mutlak atas para kawula. Dengan datangnya islam sebagai agama baru, raja dan bupatinya harus menuntut lagi haknya dalam hierarki keluasaan yang baru dalam persaingan dengan para pembawa agama Islam Di sini raja berperan sebagai perantara antara rakyat dan Tuhan, begitupun sebaliknya. Jadi setiap kehendak raja harus berdasarkan landasan ajaran Tuhan, apabila tidak maka dianggap ingkar. Tugas utama raja adalah menjaga perdamaian jangan sampai ada muncul gangguan dan memulihkan keadaan apabila telah terjadi gangguan.

Di dalam buku ini juga di jelaskan tentang menjadi Raja yang Ideal orang jawa menggap raja yang ideal sebagai seorang raja yang terus menerus mencari tuntutan illahi (dewa) di dalam batin ini . Dalam tuntutan ilahi akan menyatakan dirinya dalam kawicaksanaan raja

Saat menjadi raja hendaklah memiliki sifat wicaksana atau bijaksana. Yaitu suatu sikap yang harus dimiliki oleh diri setiap raja agar disegani para rakyatnya. Bijaksana adalah sikap yang bertanggungjawab terhadap rakyatnya, dapat bersikap adil dalam menyelesaikam suatu permasalahan. Dalam kamus jawa kata wicaksana memiliki arti bijaksana, berpengalaman, tampil, cerdas dan berpandangan jernih. Sikap yang dimiliki raja adalahkewiicaksanaan menyatakan ketrampilam tertinggi dalam memutuskan suatu permasalahan. Sifat lain yang harus dimiliki oleh raja adalah sifat yang tertanam dalam astabrata. Yaitu sifat yang dimiliki oleh dewa-dewa dalam pantheon Hindu. Empat sifat awal adalah keempat mata angin utama dan keempat yang kedua arah mata angin yang terdapat diantara keempat mata angin utama yang berfungsi sebagai pelengkap.

Maka, raja pun seyogyanya memiliki kedelapanan kebajikan ini :
1. Dana yang tidak terbatas “kedermawanan” sifat Batara Endra kepala semua dewa bawahan
2. Kemampuan untuk menekan semua kejahatan, sifat dewa maut, Yama.
3. Berusaha membujuk dengan ramah dan tindakan yang bijaksana, sifat dewa matahari, surya.
4. Kasih saying, sifat Batara Candra/
5. Pandangan yang teliti dan pikiran yang dalam, sifat dewa angin, Bayu
6. Kedermawanan dalam memberikan harta benda dan hiburan, sifat dewa harta duniawi, Kuwera
7. Kecerdasan yang tajam dan cemerlang dalam menghadapi kesulitan maxam apa pun, sidat dewa lautan, Baruna
8. Keberanian yang berkorban-kobar dan tekad yang bulat dalam melawan setiap musuh, sifat dewa api, brahma

Kedudukan seorang raja dalam masyarakat jawa, seorang raja harus memiliki garis keturunan yang pasti dan baik. Kepercayaan seperti ini sepertinya terpengaruh oleh tradisi Arab, misalnya fulan bin fulan bin fulan dan seterusnya. Maka tidak dapat terelakkan bahwa pembohongan dalam penulisan sejarah keturunan raja-raja adalah suatu yang biasa untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. Dalam kepercayaan Hindu keturunan raja adalah keputusan yang telah mendapat persetujuan dari para dewa. Dalam keagamaan, pengetahuan raja dalam hal ini merupakan suatu yang penting. Keaadaan sifat seorang raja adalah cerminan kondisi masyarakat, sebab sifat raja juga meresap dalam masyarakat
Syarat lain yang pokok bagi seorang raja ideal ialah kemampuan nya untuk memilih pegawai-pegawai, peraturan-peraturan untuk itu dikemukakan dalam banyak karangan. Keseimbangan badaniah dan perangai fisik merupakan unsure penting dalam menentukan pilihan.

Dalam bab ini dijelaskan Pengesahan Kedudukan Raja : Pengantin, perebutan Kekuasaan Kultus Kemegahan. Yang terpenting dari sarana spiritual untuk kemegahan r4aja adalah jasa di bidang keagamaan atau kerohanian pada umumnya. Memiliki cirri-ciri, tindak tanduk dan perilaku yang diperlukan oleh seorang raja yang ideal sangat banyak menambah kemegahan seorang raja. Cara yang lain untuk meningkatkan kemegahan raja adalah silsilah raja. Makin banyak silsilah, dan makin panjang silsilahnya, makin besar pula martabat raja. Pikiran orang jawa berusaha menyatukan dua kebudayaan yang berbeda dari agama Hindu dan Islam untuk menegakkan kesinambungan yang dikehendaki, oleh karena itu raja-raja Mataram dibuatkan silsilah Ganda
Yang selanjutnya untuk menyanjung tinggikan raja ialah persekutuan raja dengan apa yang menurut alam kepercayaan asli disebut makhluk halus yang memiliki kekuatan ghaib.Dan Pusaka, usaka dianggap sebagai kekuatan seorang raja arti pentingnya terletak dalam kekuatan ghaib yang ada di dalam pusaka tersebut.
Yang dianggap sebagai kultus kemegahan iakah materi atau kekayaan. Kekayaan mencakup rakyat banyak dan jumlah anggota keluarga yang besar. Banyak sanak member lebih banyak kekuatan dari segi dukungan, dan dalam suatu masyarakat yang di dalamnya hubungan pribadi merupakan unsure pokok dalam kerangka sosial, kaum , kerabat, berkat hubungan darah, merupakan kelompok gubungan dasar, jauh lebih kuat dan jauh lebih erat terjalin dari pada saat sekarang.
Sarana yang terakgir untuk kultus kemegahan raja ialah harta benda. Gambaran utama tentang kekayaan dan kemegahan adalah dengan membayangkan lingkungan raja bagaikan kahyangan, bagaikan Kaendra (persamaan dewa Indra) atau suralaya, persemayangan sang dewa tertinggi, Batara Guru.
Tetapi memetingkan kekayaan juga dianggap sebagai sikap tercela. Walaupun seorang raja, karena kebesaran batinnya, pasti dilimpahi kekayaan, namun kekayaan seperti juga kebijaksanaan, juga harus mengakir dari raja untuk kepentingan siapa yang memerlukan



Yang diperhatikan oleh orang Jawa dengan saksama adalah cara raja menggunakan tanda-tanda kebesaran. Penyalahgunaan kekuasaan dianggap sebagai tanda bahwa kebesarannya menyusut dan keruntuhannya segera tiba dan orang jawa masih membolehkan penindasan berlaku bila mereka menggangap bahwa raja masih dili[puti wahyu karena sama sekali tak ada gunanya untuk membantah pemilik wahyu
Dengan kedudukan raja yang menguasai segalanya dalam kehidupan Negara, birokrasi sebagai pelengkap teknis kedudukan raja harus mencerminkan perhatian utama raja, yaitu pemelihara keselarasan. Kebutuhan ini yang dinamakan sebagai njaga tatatentreming praja (menjaga ketentraman dan ketertiban Negara) menentukan tugas pokok dan terpenting pangreh-praja yaitu memelihara dan menjaga keamanan. Dalam prakteknya ini berarti menjaga setiap kemungkinan gangguan musuh dari luar maupun kejahatan atau ketidakberesan di dalam negri yang dapat mengganggu keseimbangan antara dua lingkungan alam tersebut.
Dalam bab ini juga membahas Organisasi Tekknis Pemerintahan mengenai perbedaan yang sungguh-sungguh antara bupati (vassal) di daerah-daerah dengan pejabat-pejabat tinggi di ibukota. Sepanjang berkenaan dengan pangkat, gelar dan kehormatan. Sekalipun perbedaan pusat dan daerah di dasarkan dan harus di dasarkan atas perbedaan status politik antara kedua pejabat itu.
Untuk mempertahan kan kekuasaanya atas para bawahannya raja menggunakan kekerasan, bahkan sampai bisa menjatuhkan hukuman mati atas lawan-lawannya beserta keluarganya, atau dengan car memaksa orang-orang terkemuka yang berpengaruh tinggal di kraton untuk jangka waktu lama sedangkan daerahnya disuruh urus oleh wakil mereka masing-masing dan yang terakhir yaitu dengan cara menjalin persekutuan melalui perkawinan


mengenai perbedaan yang sungguh-sungguh antara bupati (vassal) di daerah-daerah dengan pejabat-pejabat tinggi di ibukota. Sepanjang berkenaan dengan pangkat, gelar dan kehormatan. Sekalipun perbedaan pusat dan daerah di dasarkan dan harus di dasarkan atas perbedaan status politik antara kedua pejabat itu.
Untuk mempertahan kan kekuasaanya atas para bawahannya raja menggunakan kekerasan, bahkan sampai bisa menjatuhkan hukuman mati atas lawan-lawannya beserta keluarganya, atau dengan car memaksa orang-orang terkemuka yang berpengaruh tinggal di kraton untuk jangka waktu lama sedangkan daerahnya disuruh urus oleh wakil mereka masing-masing dan yang terakhir yaitu dengan cara menjalin persekutuan melalui perkawinan
READ MORE

LEONARDO DA VINCI

Posted by Triyanto.d Saputra On Rabu, 19 September 2012 1 komentar
LEONARDO DA VINCI
(Vinci 1452- Amboise 1519)

Mayat itu di bawa keruang pelajaran anotomi di rumah sakit Santa Maria Nuiva di bombing melalui instruksi dokter bertugas, mengangkat sebuah pisau tajam dan tipis. Setiap kali ia melakukan penyayatan pada tubuh manusia, ia merasakan perasaan mendalam bahwa sebuah upacara untuk di tampilkan sedetail-detailnya. Sambil menahan nafasnya, dia melakukan sayatan dengan mengikuti sebuah garis di sepanjang tubuh itu dengan pisaunya dan membuat sayatan pada jaringan. Di depan matanya tampak system yang sempurna sebagaimana terlihat pada urat nadi, tulang otot, yang dalam pikirannya dia disebut sebagai “mesin manusia” yang antarbagiannya saling terjalin dengan sempurna, yang di rancang oleh tuhan sebagai bagian dari ciptaan yang paling mengagumkam.


Antara 1507 dan 1508, Leonardo da Vinci sering kali hadir dalam pelajaran anatomi di rumah sakit Santa Maria Buova di Florence. Dia melakukan ini agar dapat belajar sebanyak-banyaknya tentang desaint dan cara kerja tubuh manusia. Minatnya yang mendalam muncul dari antusiasmenya terhadap sains dan seni. Setelah mempelajari apa yang dia definisikan sebagai “anatomi artistic” sebuah pengetahuan tentang kerangka dan struktur otot, sebagai seorang remaja, dia merasa perlu untuk mengetahui lebih banyak tentang struktur yang sesungguhnya dari tubuh manusia agar dapat diungkapkan seakurat mungkin dalam lukisannya.

Leonardo adalah putra seorang bangsawan kaya di Vinci ( sebuah desa kecil di Tuscany). Bahunya, seni dan sains adalah dua aspek yang tak dapat di pisahkan, dan pengetahuan tentang tubuh manusia merupakan proyek besar. Leonardo da Vinci mulai belajar seni dengan magang di studio pelukis dan pemahat terkenal, Andrea de Verrochio pada 1469. Disini dia juga belajar memahat dan melukis altar, serta belajar membuat baju besi dengan menggunakan peralatan untuk pengerjaan berbagai logam.
Dengan pengetahuan teknis yang telah di milikinya pada saat itu, Leonardo menawarkan jasanya kepada seorang bangsawan dari Milan, Lidovic il Moro pada 1483. Pada saat itu, Milan selalu terancam invasi, dan Leonardo mengetahui bahwa sang bangsawan menginginkan mesin perang. Akam tetapi, segera setelah dia tiba di istana Ludovic di Sforzesca, Leonardo menyadari bahwa mereka tertarik pada bakatnya sebagai seorang seniman, ketimbang kemampuannya sainsnya dan kemampuannya di bidang mesin. Oleh karena di tolak untuk memasuki komunitas akademis karena kurang menguasai bahasa Latin ( itulah sebenarnya pada masa itu dia di juluki sebagai manusia yang tak mengenal huruf )

Siapakah wanita misterius si balik lukisan “La Giaconda” ( yang lebih popular dengan sebutan Mona Lisa) ??Ahli sejarah dan kritikus seni berbeda pendapat mengenai hal ini. Menurut teori yang paling terkenal, wanita dalam lukisan itu adalah Lisa del Giocanda, istri seorang pedagang kaya dari Venesia. Teori yang aneh mengatakan itu adalah potret diri Leonardo



“The Last Supper”….. direstorasi !
Bersama dengan:Mona Lisa” “The Last Supper” barangkali merupakan karya paling terkenal Leonardo da Vinci. Lukisan dinding yang di lukis antara 1496-1498 di dinding hereja Saint Mary di Graxe, Milan ini menunjukkan bahwa Yesus dalam sebuah ruangan dengan para muridnya, baru saja selesai makan malam bersama-sama. Lukisan itu menggambarkan sang penghianat dengan melukis mata pisau yang berapi-api di dalam hatinya. Dalam lukisan yang menggambarkan ekspresi wajah para murid Yesus itu, da Vinci juga melukiskan teaksi sebagian dari murid Yesus atas kata-kata Yesus sehingga tergambar perasaan terguncang dan cemas

Tulisan cermin dari kiri ke kanan
Tulisan cermin adalah tulisan dari kanan ke kiri (di dunia barat, tulisan di buat dari kiri ke kanan) dan inilah tulisan tangan yang di gunakan oleh Leonardo da Vinci dalam naskah-naskahnya. Untuk membaca tulisan ini di perlukan sebuah cermin. Diyakini selama bertahun-tahun bahwa Leonardo menggunakan cara menulis seperti ini agar tulisan itu tidak begitu mudah di baca oleh orang lain. Alan tetapi, sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa da Vinci barangkali menderita disleksia- yakni kelainan yang menyebabkan kesulitan dalam membaca dan membuat kesalahan dalam menulis, dan huruf yang di tulis pun sering kkali di tulis dari belakang ke depan dan atau tidak dalam urutan yang benar
READ MORE

ARCHIMEDES

Posted by Triyanto.d Saputra On Selasa, 18 September 2012 0 komentar
ARCHIMEDES
(Syracuse sekitar 287 SM-212SM)
Penduduk Syracuse tampak ada yang berjalan-jalan, berhenti di sudut jalan untuk berbincang, atau pergi berbelanja untuk membeli berbagai keperluan. Tiba-tuba, suasana yang tenang itu berubah menjadi keributan ketika seorang laki-laki muncul entah dari mana. Basah kuyup oleh keringatributan ketika seorang laki-laki muncul entah dari mana. Basah kuyup oleh keringat, dari wajahnya yang merah dan sulit bernapas itu mampu mengucapkan, Eureka! (dalam bahasa Yunani artimya : aku telah menemukan) sebelum ia menghilang lagi



Archimedes, seorang genius ekstrovet, yang menurut Plutarch pergi tampa membawa bekal makanan sambil terus mempelajari matematika, telah menemukan betapa raja tertipu. Kerika sedang mandi, tiba-tiba Archimedes menemukan bahwa tukang emas telah menipu raja dengan memberikan mahkota yang tidak terbuat dari emas murni. Bahkan tanpa mengenakan pakaiaannya terlebih dahulu, dia berlali keluar untuk menceritakan kepada setiap orang tentang penemuan itu.

Kehidupan Archimedes merupakan gabungan antara kenyataan dan legenda. Bahkan kelahirannya pun diselubungi misteri. Tahun 287 SM hanyalah pengurangan dari tahun meninggalnya pada 212 SM. Kita tahu bahwa ketika dia berumur 75 tahun, dia dibunuh oleh seorang tentara Romawi pada akgir pengepungan Syracuse. Dalam salah satu karyanya, Arenarius( penghitung pasir), yang menetapkan metode yang rumit dalam menghitung benda-benda di angkasa, Archimedes merujuk pada anak Phodoas, seorang ahli astrinomi. Pada masa mudanya, dia memiliki kebiasaan untuk berpergian selama masa belajarnya. Akhirnya dia menetap di Mesir, di Alexandria, tempat raja Ptolemy mengumpulkan para ahli terkemuka di bidang sains dan seni. Disana, Archimedes menemukan lingkungan yang menyambut dengan hangat para peneliti matematika sehingga kerika dia kembali ke negerinya, dia tetap berkomunikasi melalui surat dengan para cendikiawan terkemuka di Alexamdria.

Sekembalinya ke Syracuse, Archimedes tampak menonjol dengan keahliannya. Dengan keahlian itu dia berhasil memecahkan berbagai persoalan dengan keterampilan yang menakjubkan. Yang pertama dia lakukan adalah peluncuran kapal Syracusia. Kehidupan Archimedes berjalan dengan damai bersama teory nya di bidang geometri ( on the sphere and the Cylinder; On Spiral; On the Centre of Gravity of Planes) dan berbagai rencana penemuan fantastic seperti orrery ( model mekanis tentang tata surya) dan sekrup hidraulik, hingga pada saan ketika Gelon menjadi raja setelah meninggal Hieron, yang telah memerintah selama sepuluh tahun sebagai sekutu Romawi. Pada 213 M, pasukan Romawi yang dipimpin oleh Marcus Claudius Marcellus menguasai Syracuse. Archimedes yang telah mengabdi di kota itu pada masa damai, menggunakan kegeniusannya untuk merancang berbagai mesin perang untuk mempertahankan kota itu. Pada tahun berikutnya, orang orang romawi memorakporandakan pertahanan kota itu dam menginvasinya. Dalam keadaan tidak berdaya, Archimedes tidak mampu menghentikan kebrutalan tersebut dan dia terus melakukan kalkulasi dan penelitiannya, hingga sebuah serangan berhasil membunuhnya. Seorang tentara menyebabkan kematian Archimedes, meskipun komandan pasukan Romawi memerintahkan agar dia di biarkan hidup.



Sebagai ahli sejarah, misalnya Plutarch, mengatakan bahwa Archimedes memiliki ikatan persahabatan yang erat, bahkan barangkali Archimedes menganggap raja Syracuse, Hieron II sebagai orang tuanya. Sebagai anak laki-laki yang tidak sah dari seorang bangsawan, Hieron dinobatkan sebagai raja Syracuse pada 270 SM, dan berkat pengetahuan politik dan persekutuan Romawi, dia sanggup menjajikan kemerdekaan dan perdagangan bebas dengan rakyat. Oleh karena rasa hormat Archimedes kepada dictator yang “memperoleh pencerahan” itu sering kalo meninggalkan pekerjaannya sendiri untik mengerjakan permintaahn Jieron, misalnya untuk membuat charistion, sebuah system pengungkit yang di gunakan untuk meluncurkan kapal Syarucia, sebuah alat untuk mengangkat air.



Hukum Archimedes menjelaskan mengapa kapal dapat mengapung.
Sebagai ilmuan memperoleh inspirasi penting di tempat-tem,pat yang tidak lazim. Bagi Arcjimedes, tempat itu adalah bak mandi. Ketika dia sedang mengguyuri tubuhnya dengan air, bukan saja menemukan ketidakjujuran tukang emas yang telah menipu raja Hieron, tetapi dia juga menemukan alas an mengapa benda dapat terapung di air. Gagasan ini yang kemudian dikenal dengan “Hukum Archimedes” yang menetapkan bahwa ketika suatu benda di jatuhkan ke dalam air, maka benda tersebut mendapat tekanan ke atas seberat zat cair yang di pindahkan, seperti jika benda itu berada di sebuah timbangan dan volume air yang ditempatkan benda itu diletakkan di tempat timbangan yang lain.
READ MORE

SEJARAH LOKAL

Posted by Triyanto.d Saputra On Kamis, 06 September 2012 1 komentar
Pengertian Sejarah Lokal

• Secara Subyektif

Merupakan cerita aktivitas manusia di sebuah daerah tertentu

Memberi sebuah gambaran makrohistori dari Sejarah Indonesia secara keseluruhan.

Hasil dari sudut pandang ini adalah sejarah Majapahit, sejarah Mataram, sejarah Banten, dsb.

Jadi dlm perspektif ini bukan letak geografisnya yg mjd penekanan, namun pada aktivitas manusia dalam kerangka wilayah tsb. Misalnya aktivitas politik di kerajaan Mataram.

• Secara Obyektif

Merupakan proses perkembangan aktivitas manusia di daerah tertentu, di lingkungan geografis tertentu yang dari sudut arealnya diperluas / dipersempit (F.A.Sutjipto, Lembaran Sejarah No.6, 1970:36)

Perspektif ini menekankan pada pengertian letak geografis. Misalnya Sejarah Jawa yang dapat dipersempit menjadi Sejarah Jawa Tengah, Sejarah Jawa Barat, Sejarah DKI, sekarang bisa ditambahkan dengan sejarah Banten dst. Atau pula pada Sejarah Sulawesi yang dapat meliputi Sejarah Sulawesi Utara, Sejarah Gorontalo, Sejarah Sulawesi Utara dst.

• Taufik Abdullah tentang pengertian Sejarah Lokal :

Bahwa terdapat pengertian yang ambigu jika menggunakan istilah “sejarah daerah” dalam menggambarkan sejarah sebuah daerah. Pengertian “daerah” sebagai kesatuan teritorial atau unit administratif dan “daerah” sebagai kesatuan etnis kultural.

Daerah sbg kesatuan unit teritorial atau administratif selalu berhubungan dengan aspek politik, dimana ada jenjang-jenjang tertentu / hirarki utk bisa disebut sbg daerah, misalnya, kabupaten, propinsi dst. Sedangkan dlm pengertian politik, “daerah” merupakan subordinat dari “pusat/nasional”.

Daerah sbg unit etnis kultural berkaitan dengan “kelompok masyarakat” yang dinamis dlm arti terus mengalami perubahan. Tiap etnis menjadi satu kesatuan historis tersendiri dan memiliki konsep mengenai masa lampau yang unik. Contohnya adalah sejarah Madura tdk dpt diidentikkan dengan sejarah Jawa Timur secara umum. Meskipun secara administratif Madura merupakan bagian dari Jawa Timur, namun Madura juga merupakan kesatuan etnis yang terus bergerak dan memiliki ingatan historis tersendiri.

Oleh karena itu Taufik Abdullah mendefinisikan dan menggunakan istilah “Sejarah Lokal” sbg sejarah suatu tempat atau sebuah locality yg batasannya ditentukan oleh penulis sejarah itu sendiri.

Sejarah lokal dirumuskan sbg kisah masa lampau dari kelompok-kelompok masyarakat yg berada dlm “geografis” tertentu.

Hubungan sejarah lokal dengan sejarah nasional ;

sejarah lokal seringkali dipahami sbg bagian sejarah nasional. Hal ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa studi sejarah lokal diperlukan utk mencari bahan sbg penyusun sejarah nasional yg akhirnya hanya menghasilkan sejarah nasional versi lokal.

• Realitas yg muncul di daerah-daerah dpt berubah, sehingga kadang2 peristiwa nsional yg penting dlm kategori sejarah nasional bisa saja tdk memiliki arti apa-apa pada sejarah lokal.

• Sejarah nasional ditentukan oleh faktor-faktor ekstra lokal, bukan sekedar kumpulan-kumpulan peristiwa lokal, atau peristiwa lokal yg strategis namun juga tergantung juga pada kekuatan politik saat itu dan faktor internasional.

• Penyusunan sejarah nasional tdk hanya sekedar berdasarkan “pantas tidaknya” peristiwa utk menjadi unsur dari sejarah nasional, namun juga berdasarkan logika keterkaitan peristiwa tsb dng latar belakang yg berlaku secara nasional.

• Sejarah lokal tdk harus memiliki kurun waktu periode yg sama dng sejarah nasional.

Krn ruang lingkupnya yg “terbatas” maka sejarah lokal mempelajari manusia lebih mendetail. Tdk hanya manusia yg berperan sbg tokoh sentral/besar dlm sebuah peristiwa namun juga manusia dng setiap dinamika kehidupannya

Sejarah Lokal mnrt P.D.Jordan

• Di negara Barat, penggunaan istilah sejarah lokal (local history) dikenal pula sbg neighborhood history atau community history.

• Diartikan sbg “the entire range of possibilities in a person’s immediate environment”.

• Pembatasan tdk hanya dari ruang lingkup spasial atau keruangan spt desa, kota, kabupaten, dan propinsi namun juga pranata-pranata sosial serta unit-unit budaya-budayanya.

• Jadi sejarah lokal meliputi seluruh lingkungan yg bisa berupa kesatuan wilayah spt desa,kecamatan,kabupaten dan satuan wilayah lain serta unsur-unsur sosial budaya yg ada di lingkungan tsb.

• Unsur sosial dan budaya tsb spt keluarga, pola pemukiman, mobilitas sosial, pasar, teknologi pertanian, lembaga pemerintahan setempat dst.

• Sejarah lokal mnrt P.D Jordan ini diartikan oleh I Gde Widja sbg studi tentang kehidupan masyarakat atau komunitas khusus dari sebuah lingkungan tertentu dlm dinamika perkembangannya dlm berbagai aspek kehidupan manusia.

READ MORE