ARCHIMEDES

Posted by Triyanto.d Saputra On Selasa, 18 September 2012 0 komentar
ARCHIMEDES
(Syracuse sekitar 287 SM-212SM)
Penduduk Syracuse tampak ada yang berjalan-jalan, berhenti di sudut jalan untuk berbincang, atau pergi berbelanja untuk membeli berbagai keperluan. Tiba-tuba, suasana yang tenang itu berubah menjadi keributan ketika seorang laki-laki muncul entah dari mana. Basah kuyup oleh keringatributan ketika seorang laki-laki muncul entah dari mana. Basah kuyup oleh keringat, dari wajahnya yang merah dan sulit bernapas itu mampu mengucapkan, Eureka! (dalam bahasa Yunani artimya : aku telah menemukan) sebelum ia menghilang lagi



Archimedes, seorang genius ekstrovet, yang menurut Plutarch pergi tampa membawa bekal makanan sambil terus mempelajari matematika, telah menemukan betapa raja tertipu. Kerika sedang mandi, tiba-tiba Archimedes menemukan bahwa tukang emas telah menipu raja dengan memberikan mahkota yang tidak terbuat dari emas murni. Bahkan tanpa mengenakan pakaiaannya terlebih dahulu, dia berlali keluar untuk menceritakan kepada setiap orang tentang penemuan itu.

Kehidupan Archimedes merupakan gabungan antara kenyataan dan legenda. Bahkan kelahirannya pun diselubungi misteri. Tahun 287 SM hanyalah pengurangan dari tahun meninggalnya pada 212 SM. Kita tahu bahwa ketika dia berumur 75 tahun, dia dibunuh oleh seorang tentara Romawi pada akgir pengepungan Syracuse. Dalam salah satu karyanya, Arenarius( penghitung pasir), yang menetapkan metode yang rumit dalam menghitung benda-benda di angkasa, Archimedes merujuk pada anak Phodoas, seorang ahli astrinomi. Pada masa mudanya, dia memiliki kebiasaan untuk berpergian selama masa belajarnya. Akhirnya dia menetap di Mesir, di Alexandria, tempat raja Ptolemy mengumpulkan para ahli terkemuka di bidang sains dan seni. Disana, Archimedes menemukan lingkungan yang menyambut dengan hangat para peneliti matematika sehingga kerika dia kembali ke negerinya, dia tetap berkomunikasi melalui surat dengan para cendikiawan terkemuka di Alexamdria.

Sekembalinya ke Syracuse, Archimedes tampak menonjol dengan keahliannya. Dengan keahlian itu dia berhasil memecahkan berbagai persoalan dengan keterampilan yang menakjubkan. Yang pertama dia lakukan adalah peluncuran kapal Syracusia. Kehidupan Archimedes berjalan dengan damai bersama teory nya di bidang geometri ( on the sphere and the Cylinder; On Spiral; On the Centre of Gravity of Planes) dan berbagai rencana penemuan fantastic seperti orrery ( model mekanis tentang tata surya) dan sekrup hidraulik, hingga pada saan ketika Gelon menjadi raja setelah meninggal Hieron, yang telah memerintah selama sepuluh tahun sebagai sekutu Romawi. Pada 213 M, pasukan Romawi yang dipimpin oleh Marcus Claudius Marcellus menguasai Syracuse. Archimedes yang telah mengabdi di kota itu pada masa damai, menggunakan kegeniusannya untuk merancang berbagai mesin perang untuk mempertahankan kota itu. Pada tahun berikutnya, orang orang romawi memorakporandakan pertahanan kota itu dam menginvasinya. Dalam keadaan tidak berdaya, Archimedes tidak mampu menghentikan kebrutalan tersebut dan dia terus melakukan kalkulasi dan penelitiannya, hingga sebuah serangan berhasil membunuhnya. Seorang tentara menyebabkan kematian Archimedes, meskipun komandan pasukan Romawi memerintahkan agar dia di biarkan hidup.



Sebagai ahli sejarah, misalnya Plutarch, mengatakan bahwa Archimedes memiliki ikatan persahabatan yang erat, bahkan barangkali Archimedes menganggap raja Syracuse, Hieron II sebagai orang tuanya. Sebagai anak laki-laki yang tidak sah dari seorang bangsawan, Hieron dinobatkan sebagai raja Syracuse pada 270 SM, dan berkat pengetahuan politik dan persekutuan Romawi, dia sanggup menjajikan kemerdekaan dan perdagangan bebas dengan rakyat. Oleh karena rasa hormat Archimedes kepada dictator yang “memperoleh pencerahan” itu sering kalo meninggalkan pekerjaannya sendiri untik mengerjakan permintaahn Jieron, misalnya untuk membuat charistion, sebuah system pengungkit yang di gunakan untuk meluncurkan kapal Syarucia, sebuah alat untuk mengangkat air.



Hukum Archimedes menjelaskan mengapa kapal dapat mengapung.
Sebagai ilmuan memperoleh inspirasi penting di tempat-tem,pat yang tidak lazim. Bagi Arcjimedes, tempat itu adalah bak mandi. Ketika dia sedang mengguyuri tubuhnya dengan air, bukan saja menemukan ketidakjujuran tukang emas yang telah menipu raja Hieron, tetapi dia juga menemukan alas an mengapa benda dapat terapung di air. Gagasan ini yang kemudian dikenal dengan “Hukum Archimedes” yang menetapkan bahwa ketika suatu benda di jatuhkan ke dalam air, maka benda tersebut mendapat tekanan ke atas seberat zat cair yang di pindahkan, seperti jika benda itu berada di sebuah timbangan dan volume air yang ditempatkan benda itu diletakkan di tempat timbangan yang lain.

0 komentar:

Posting Komentar

Kalau udah dibaca mohon sisipkan komentar ea :D
untuk kemajuan blog saya
terimakasih :D