PEMIKIRAN-PEMIKIRAN KARL MARX (1818-1883)

Posted by Triyanto.d Saputra On Jumat, 19 Oktober 2012 4 komentar
KARL MARX (1818-1883)

Marx adalah pengaruh yang mendalam dan merembes dalam kehidupan abad dua puluh. Pemikirannya mempengaruhi kehidupan jutaan manusia dan memberikan pengaruh pada banyak aspek masyarakat modern, khususnya pada sejarah, sosiologi, ekonomi, filsafat dan seni. Banyak dari gagasan-gagasannya, seperti gagasan-gagasan Freid, merupakan bagian dari warisan cultural kita.


Ia dilahirkan di Rhineland Jerman, di Trier, pada tahun 1818 dan keturunan Yahudi. Ia menjadi mahasiswa hukum pada Universitas Bonn ketika ia berusia 17 tahun, berperilaku rada liar dan dipindah, atas perintah ayahnya, ke Universitas Berlin. Di Berlin ia beralih ke filsafat dan mulai menulis secara serius tesis doktoralnya. Kematian ayahnya memaksanya mempertimbangkan prospek karir dan keuangannya. Tesis nya diterima pada tahun 1814 namun tidak membawanya ke kursi dosen Universitas yang ia cita-citakan. Ia beralih ke dunia kewartawanan, menulis isu-isu social politik dengan bagus dan pada tahun 1843 Marx, yang baru menikah, membawa Istrinya yang masih muda Jenny ke Paris dimana ia mulai menulis untuk German-French annals. Usaha tersebut juga gagal dan dikarenakan oleh gagasan-gagasan revolusionar Annals, pemerintah Prusia mengeluarkan perintah penangkapan editornya. Ini artinya bahwa Marx tidak bisa kembali ke Prusia

Marx berpendapat bahwa ketika perkembangan berlangsung di sana terdapat titik ketika kekuatan-kekuatan material produksi memasuki arena konflik dengan hubungan-hubungan produksi yang ada, yang berakibat pada bahwa apa yang dulu menjadi sebuah perkembangan menjadi ikatan dan belenggu bagi manusia. Hal ini menghasilkan satu periode revolusi meskipun, menurutnya, tidak ada tatanan social yang pernah hilang sebelum kekuatan produksi, yang tidak ada ruang didalamnya, dikembangkan, dan hubungan-hubungan baru yang lebih besar dari produksi tidak pernah muncul sebelum kondisi-kondisi material eksistensi menjadi matang dalam rahim masyarakat lama. Apa yang ia kesankan disini bahwa factor-faktor seperti buruh, alat-alat, mesin, dan bahan-bahan mentah menciptakan hubungan hubungan produksi antara orang yang memperkerjakan dan orang yang dipekerjakan dalam system produksi.

Hubungan-hubungan produksi adalah hubungan-hubungan antara tuan tanah dan pekerja, pemilik pabrik dan pekerja pabrik dan seterusnya. Mereka menyusun struktur ekonomi sebuah masyarakat dan ,merupakan pendukung superstruktur politik, moral dan spiritual. Sehinng klaim Marx sama dengan pernyataan bahwa factor-faktor ekonomi menentukan setiap aspek kehidupan dan hal ini mungkin klaim yang paling memuaskan dalam seluruh doktrinnya. Sekali perhatiannya tertuju pada realitas material dan fisikal daripada realitas spiritual, Marx dengan cepat memilih kelas pekerja atau kaum proletariat, sebagai sebuah factor yang sangat penting karena akibat kemiskinan yang sangat mendalam, tersebar dimana-mana dan di atas segalanya, keterasingan dirinya yang nyata.

Marx mengembangkan teori ekonominya dalam capital. Ia mencoba menunjukkan bahwa kapitalisme membawa dalam dirinya benih-benih kehancurannya sendiri. Ia berpendapat bahwa kaum kapitalis membuat keuntungan mereka dengan membebankan surplus dari para pekerja mereka tetapi bahwa karena modal selalu berkembang, ratio buruh dengan modal secara perlahan menurun. Ini artinya bahwa pada akhirnya tarif keuntungan pasti jauh dan bahwa karena itu kapitalisme akan berakhir. Para ekonom secara tajam mengkritik teori ini, umumnya karena bertentangan dengan klaim-klaim Marx, teori ini sama metafisisnya dengan doktrin Hegel tentang jiwa.



Karya-karya tulis Marx sangat jenial. Sebuah edisi kumpulan karya-karyanya, sekarang sedang dipersiapkan di Jerman Timur, termuat dalam seratus volume. Komentar, kritik dan eksposisi mengenai karyanya secara proporsional berlebihan, mengisi ribuan buku. Kuantitas besar tulisan tentang Marx menjadi indikasi pergeseran massif sikap yang diciptakan gagasan-gagasannya, sebuah pergeseran dari sikap yang diciptakan gagasan-gagasannya, sebuah pergeseran dari sikap mental yang mengalami kehidupan dari titik pandang seorang agen individual kepada sikap mental seorang pengamat dari pengalaman tersebut. Marx dikuburkan di Highgate Cemetery, Hampsted, Frederich E ngels

Referensi :
Collonson Diane (2001).Lima Puluh Filosof Dunia Yang Menggerakan. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.
Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. Cepet amat dipostingnya, wkwkwk...
    Kalimat terakhirnya nggantung tuh... Engels kan si sohibnya Marx itu kan...?
    Nuwun ya...

    BalasHapus

Kalau udah dibaca mohon sisipkan komentar ea :D
untuk kemajuan blog saya
terimakasih :D