PENEMUAN-PENEMUAN DAN TEKNOLOGI ABAD PERTENGAHAN

Posted by Triyanto.d Saputra On Selasa, 30 Oktober 2012 2 komentar
PENEMUAN-PENEMUAN DAN TEKNOLOGI ABAD PERTENGAHAN

Abad pertengahan teryata menghasilkan banyak kontribusi yang berarti bagi sejarah teknologi. Bangsa Eropa Abad Pertengahan tidak hanya mewarisi metode-metode pembuatan alat-alat dan perlengkapan mekanis dari zaman klasik, tetapi juga mampu mengembangkanya. Pada abad pertengahan ini menunjukan bahwa pengembangan teknologi pada abad-abad tersebut ternyata merupakan basis bagi perkembangan teknologi modern.

Teknologi Awal Abad Pertengahan

Sebagian besar alat-alat yang dipergunakan selama abad pertengahan memang merupakan warisan dari bangsa Yunani dan Romawi. Karena langsung mewarisi sistem pertanian Romawi, teknologi pertanian awal abad pertengahan masih menerapkan alat-alat kuno, seperti cangkul, sabit pemangkas, ember, gunting bulu domba, bajak, sekop, kereta, grobak, arit, sabit besar, pengerik biji-bijian, gandar, alat pemangkas anggur, alat pemeras sari buah apel dan batu gerinda. Namun pada periode ini juga terjadi sejumlah penemuan yang berarti, yakni sanggurdi dan leher kuda. Garu atau penyisir tanah juga merupakan penamuan awal abad pertengahan, satu penemuan yang cukup monumental dalam sejarah teknologi pertanian.

Dalam teknologi pertukanagan, boleh dikatakan tidak terjadi penemuan baru. Alat-alat tukang kayu, misalnya seperti palu, gergaji, kapak, beliung, gurdi atau bor, penarah dan pahat, semuanya telah ada sejak zaman Yunani-Romawi. Demikian pula dengan perkakas tukang batu, misalnya seperti tang, dan puputan telah dikenal sejak sebelum masehi. Demikian pula dengan perlengkapan para ahli bedah, misalnya seperti gunting tang, pisau bedah dan sebagainya.

Alat Giling Model Awal

Salah satu dari semua penemuan terpenting adalah alat giling. Penemuan ini merupakan penerapan prinsip gerak roda penggilingan biji padi-padian, penggilingan kuno belum menggunakan roda. Alat semacam ini ternyata dikenal dalam setiap masyarakat selama Zaman Batu Baru dan Perunggu.

Alat giling temuan akhir abad klasik digerakan dengan kincir air. Alat ini berupa kinciran dengan tangkai kayu ek pada satu sisi dan batu gerinda pada sisi lainya. Alat giling temuan bangsa Yunani-Romawi ini belum lazim digunakan di Eropa Utara pada abad-abad awal Masehi. Dalam model baru gerak batu gerindanya tergantung pada gerigi roda. Tangkai tempat pemukul diikatkan menggerakan kinciran bergerigi yang diikatkan pada tangkai, yang pada giliranya menggerakan batu gerinda.

Tumbuhnya perdagangan, kota-kota, dan penduduk perkotaan yang luar biasa selama abad X dan XI mendorong timbulnya berbagai perubahan teknologis. Dalam teknik penggilingan biji-bijian setidak-tidaknya telah terjadi dua modifikasi. Yang pertama adalah alat giling yang digerakan dengan angin, satu teknik dikembangkan di Persia. Yang kedua adalah penggilingan yang digerakan dengan kuda. Namun, seperti apa alat-alat giling yang telah di modifikasikan itu, sulit dipastikan.

Penenunan

Penenunan sudah dikenal sejak Zaman Batu Baru. Dalam penenunan kain dipergunakan dua set serat atau akar yang seperti benang. Kedua serat yang membentang sepanjang panjangnya kain itu disebut warp (pelengkung). Sedangkan alat yang mengulurkan pelengkung secara bolak-balik itu disebut woof (pakan). Pada mulanya perkakas tenun ini amatlah sederhana. Namun, selama zaman Yunani-Romawi terjadi usaha modifikasi, yang kemudian diwarisi bangsa Eropa abad pertengahan. Perkakas tenun yang sudah dimodifikasi ini berupa silinder kayu tempat ujung-ujung pelengkung diikatan, batang pelepas yang merentangkan pelengkung, tali-taliyang dirancang untuk mengendalikan benang-benang pelengkung, tali-tali yang dirancang untuk mengendalikan benang-benang pelengkung kumparan yang membolak-balik pakan, dan buluh atau sejenis bambu untuk mengangkat pelengkung. Perkakas tenun semacam ini lazim dikenal selama zaman Romawi.

Pemintalan

Proses pemintalan sama tuanya dengan penenmuan proses penenunan. Tongkat (pendek) tempat wol atau rami digulungkan ditahan dengan tangan kiri. Benang yang dipilin diikatkan pada gelondong tongkat kayu yang panjangnya sekitar satu kaki dan kedua ujungnya dibuat runcing dan salah satunya untuk pengait.
Cara merajut seperti ini lazim dilakukan pada abad pertengahan dan kini boleh jadi masih dipraktekan di negara-negara Balkan. Perlengkapan semacam ini lazim dikenal menjelang tahun 1300. Dan dalam perkembangan selanjutnya mengalami berbagai modifikasi.

Kompas dan Cross-staff


Navigasi mengalami perkembangan yang cukup berarti pada Abad Pertengahan. Sejak zaman kuno, para pelaut telah terbiasa mengatur peleyaran mereka dengan mendasarkan diri pada letak bintang-bintang. Setelah tahun 1300 para pelaut mulai lebih menyandarkan diri pada kompas, daripada mengamati letak bintang-bintang. Penemuan Kompas ini kemungkinan ditemukan oleh orang Cina.

Pengembangan kompas ditentukan sekali oleh penemuan daya magnetisitu, yakni jika salah satu ujung sebuah jarum, yang diikatkan pada gabus yang mengapung di air, di gosokan pada besi magnetis ujungnya yang bermagnet menunjukan utara, ujung lainnya selatan.

Walaupun penemuan kompas ini menandai suatu langkah maju dalam perkembangan navigasi ilmiah, para pelaut ternyata tidak meninggalkan sama sekali kebiasaan melihat bintang kutub untuk memastikan posisi mereka. Cross-staff, yakni alat lazim dipergunakan pada masa-masa akhir Abad Pertengahan, lebih memungkinkan para pelaut untuk mengetahui ketepatan posisi mereka jika telah jauh dari daratan.

Astrolabe dan Armillary Sphere


Astrolable telah digunakan sejak zaman Yunani kuno. Seperti cross-staff , alat ini digunakan untuk mengetahui ketinggian bintang-bintang. Astrolabe berbentuk lempengan tembaga yang bulat yang dibagi ke dalam 360 derajat. Sebuah penunjuk, yang dilengkapi dengan sasarannya serta diikatkan di tengah.

Perkapalan

Perkapalan terus mengalami perkembangan selama Abad Pertengahan. Sampan dan kapal-kapal besar telah ada di kawasan Laut Tengah jauh sebelum zaman Homerus. Selama zaman Yunan-Romawi, kapal dibuat lebih besar, cepat, dan mewah, kapal juga dilengkapi dengan menara tempur kecil baik di bagian depan maupun butirannya. Hal ini dimaksudkan untuk menangkal bahaya serangan para bajak laut.

Para pembuat kapal pada akhir abad pertengahan mengembangkan terus, mampu menghasilkan kapal yang lebih besar lagi, dan yang kemudian digunakan oleh orang-orang seperti Vasco de Gama, Magellan, Columbus untuk mengarungi dunia.

Busur

Salah satu senjata para prajurit abad pertengahan adalah busur. Senjata ini sebenarnya juga sudah digunakan para prajurit Romawi. Pada abbad pertengahan telah mengalami berbagai modifikasi. Slah satu modifikasi yang penting adalah dotemukannya alat penembak busur sebelum abad XI. Dengan crossbow ini, busur atau anak panah secara horizontal dipasang pada sebilah kayu yang panjangnya beberapa kaki.

Busur panjang Inggris merupakan suatu penemuan luar biasa, busur panjang ini memiliki keunggulan dibandingkan crossbow yakni dapat dipasang sewaktu-waktu, dua keunggulan lainnya adalah bahwa busur panjang mempunyai daya lesat atau kecepatan yang lebih tinggi, sehingga bisa menimbulkan efek yang lebih parah pada pihak yang terkena.

Artileri

Para komandan militer abad pertengahan memiliki berbagai jenis persenjataan warisan artileri Yunani-Romawi. Yang paling sederhana adalah ketapel, semacam alat pelembar batu. Senjata lainnya adalah ballista, yang bentuknya agak mirip crossbow yang besar. Senjata lainnya adalah trebuchet, yang ukurannya yang bentuknya seperti ketapel, tetapi mampu melempar batu dengan ukuran besar.

Baju Baja (Zirah)

Para perajin abad pertengahan memiliki kejelian yang lumayan dalam menyempurnakan zirah atau baju baja. Para prajurit abad pertengahan tubuh mereka dilindungi dengan zirah, yang memanjang dari leher hingga atas lutut, menutupi lengan dan siku, dan terbelah di bagian depan dan belakang sehingga pemakainya masih memungkinkan untuk naik kuda.

Senjata Api

Penemuan dan penyempurnaan senjata api menjadi faktor yang sangat berarti dalam kehidupan bangsa Eropa selama Abad Pertengahan. Pada mulanya peluru meriam dibuat dari batu, dan pembuatnya adalah tukang batu. Ukurannya tidak mungkin dibuat sama. Demikian pula dengan senjata api laras besar yang terbuat dari lempengan-lempengan baja. Tetapi secara bertahap pembuat senjata api ini semakin mampu membikin merian yang lebih sempurna. Meriam hasil pembuatan akhir Abad Pertengahan mampu meruntuhkan tembok kastil yang paling kuat sekalipun.

Senjata lars tangan pada mulanya juga sangat tidak akurat. Menjelang tahun 1500 senjata laras tangan ini diperlengkapi dengan kokang yang menarik deretan yang ditembakan dengan pelatuknya. Senjata semacam ini disebut matchlock. Para bangsawan, yang dulu dapat mengamankan dirinya dengan berlindung dibalik tembok tebal kasti-kastil mereka, ini tak dapat lagi menikmati suatu perlindungan yang memadai. Kemiliteran mereka mulai merosot, prajurit yang berbaju besi sekalipun dapat tewas oleh prajurit api laras tangan yang ditembakkan oleh pasukan infantri.

Khronometer (Pengukuran Waktu)

Sebelum zaman Romawi-Yunani manusia sudah mengenal semacam alat penunjuk waktu dengan bantuan bayangan sinar matahari serta apa yang disebut jam pasir, yang lazim digunakan bahkan hingga tahun 1800. bangsa Yunani kuno telah mengembangkkan apa yang disebut clepsydra atau jam air.
Perkembangan jam mekanis merupakan hal yang penting dalam sejarah peradaban. Jam adalah alat yang terdiri dari serangkaian roda-roda kecil yang digerakkan oleh pegas atau batu, yang dilengkapi dengan alat pengukur dan penunjuk waktu. Inovasi besar dalam pembuatan jam terjadi sekitar tahun 1500 yakni ketika Peter Henlein dari Nuremberg membuat jam ini atau yang disebut arloji.

Percetakan dan Kertas

Percatakan termasuk penemuan besar pada akhir Abad Pertengahan. Di Athena, Alexandria dan Roma orang-orang yang pandai menulis rapi melakukan penyalinan karya-karya besar. Dengan penyalinan yang sedemikian ini harga buku menjadi mahal, sehingga hanya beberapa segelintir orang yang bisa mendapatkan buku.

Hampir sepanjang Abad Pertengahan orang mengunakan kertas yang berbahan dari kulit binatang, untuk membuat naskah-naskah. Menjelang akhir Abad Pertengahan, kertas digeser menjadi menggunakan perkamen. Puncak keberhasilan inovasi atau bahkan penemuan adalah nerhasil dicetaknya injil 36 baris pada tahun 1455. dengan demikian penemuan mesin cetak ini berjasa besar dalam penyebaran ide-ide. Penemuain mesin cetak ini menandai akhir Abad Pertengahan dan awal Zaman Baru dalam sejarah intelektual.

Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. paling asik bahas alat alat perang romawi
    berasa main age of empire
    hehe

    BalasHapus

Kalau udah dibaca mohon sisipkan komentar ea :D
untuk kemajuan blog saya
terimakasih :D