TAHUN-TAHUN EMAS GUBERNUR JENDERAL MAETSUYKER (1653-1678)

Posted by Triyanto.d Saputra On Rabu, 24 Oktober 2012 0 komentar
TAHUN-TAHUN EMAS GUBERNUR JENDERAL
MAETSUYKER (1653-1678)

Majalah bulanan Belanda Holladse Mercurius dalam terbitannya bulan Agustus 1654 memuat berita terakhir yang diterima dari Batavia, yang antara lain menyatakan : “ Dengan meninggalnya Gubernur Jenderal Cornelis Reyniers, paduka tuan Maetsuyker telah diangkat sebagai pangganti beliau, pada umumnya kebijaksanaan dan keberanian beliau diharapkan tidak lain dari kebaikan, karena beliau sangat terpandang oeh mereka yang mengenal beliau dengan baik. “Bertahun-tahun kemudian Nicoulan de Graff, dengan bangga menyatakan bahwa ia secara pribadi mengenal tujuh orang Gubernur Jendral antara tahun 1639 dan 1687, menulis tentang Joan Maetsuyker bahwa ia bertugas dalam kedudukan ini selama seperempat abad “dengan kehormatan dan reputasi yang agung”. Waktu meninggalnya Maetsuyker dalam tahun 1678, ketika itu ia telah menempuh jalan menjadi salah satu kekuasaan demikian di Jawa,Srilanka dan Afrika Selatan. Betapa banyak sumbangan Maetsuyker sendiri kepada tahn-tahun emas VOC dalam tahun-tahun 1653-1678 pastilah bisa dipersoalkan. Kekalahan orang Portugis pertama-tama adalah pekerrjaan Rijkloff van Goens yang tua. Penaklukan “Ayam-ayam Jago Timur” di Makassar,terutama adalah pekerjaan Cornelis Speelman. Tentulah merupakan sebagian besar kesalahan Maetsuyker hinngga mengakibatkan hilangnya Farmosa, walaupun dielakkannya ketika itu. Pada umumnya ada anggapan bahwa selama hayatnya Maetsuyker adalah orang Katolik secara diam-diam, tetapi kenyataan tentang ini bertentangan,pasti dia berasal dari keluarga Katolik Roma, dia sendiri memperoleh gelar sarjana hukum pada Universitas Katolik di Leuven. Maetsuyker tiba di batavia dalam tahun 1636 dengna gelar Penasihat Dewean Kehakiman. Tugas pokonya adalah mengkodifikasi berbagai kumpulan Undang-undang yang berlaku, yang diselesaikan dalam tahun 1642, dengan memberinya nama Undang-undang Batavia.

Dalam bulan Oktober 1650 dia diangkat sebagai pejabat senior kedua dalam hierarki VOC, yaitu Direktur jendral di Batavia, tempat ia mengakhiri sisa hidupnya. Sebagaimana mestinya ia dikukuhkan dalam jabatan yang tinggi oleh Heren XVII, dan ia memperoleh kepercayaan dan dukungna yang tidak pernah goyah sampai ia tutup usia pada tanggal 8 Januari 1678. “Demikian besar kebijaksanaan dan pengertiannya”, hingga ia digolongkan sebagai salah seorang yang paling bijaksana di dunia ( Dia dapat menyakinkan lawan-lawannya dengan alasan yang tak terbantah. Dihiburinya mereka yang kehilangan , tidak, disuruhnya kembali peminta-peminta yang malang dengan tangan hampa, dan tidak dibiarkannya mereka tertindas. Dilindunginya para janda dan yatim piatu. Perkara yang benar pasti dimenangkannya dan sebaliknya, tidak dibiarkannya kejahatan tanpa dihukum. Dia tidak suka membuang-buang waktu dan menjadi musuh besar kaum pemabuk”.
Joan Maetsuycker

Pada piagam mula Kompeni Inggris,semua keputusan kebijaksanaan yang dibuat oleh Majelis Komisi-komisi(terdiri dari 24 orang anggota, yang dalam garis besar kira-kira sesuai dengan Heren XVII) harus diajukan guna pembahasan dan persetujuan Majelis Umum, yang terdiri dari semua pemilik saham. Tambahan lagi memilih Gubernur, wakil gubernur, dan anggota-anggota Majelis Komisi-komisi, enam orang diantaranya berhenti tiap tahun. Gubernur Jendral dan Dewannya menulis kapada Heren XVII ada tanggal 26 Januari 1649 : “Tuan-tuan yang terhormat haruslah sepenuhnya menyadari bahwa tak seorangpun yang berangkat ke Asia kecuali dengan cita-cita untuk mencari duit dan dalam waktu yang layak kembali berdiam di tanah air, seperti jelas dinyatakan oleh pengalaman sehari kepada kita. Diakui sendiri oleh Maetsuyker, yang sebelumnya telah menganjurkan berkembangnya masyarakat Indo-Eropa Belanda di Srilanka: “ Dalam setiap peristiwa, menurut pendapat kami, adalah menjadi suatu kebenaran bahwa bangsa kita tidak pernah dapat sepenuhnya bersaing dengan berhasil di laut maupun di darat terhadap orang-orang Muslim, Cina, dan para padagang pribumi lain, karena golongan-golongan yang akhir ini bergerak lebih murah dan mereka bisa mengatur urusannya lebih baik”. Batavia tidaklah menjadi gurun budaya sama sekali selama tahun-tahun emas Maetsuyker. Didirikan percetakan dalam tahun 1668, hasil-hasil percetakan resmi ini selama pemerintahan Maetsuyker meliputi rangkaian karya yang bermacam-macam, yang kelihatannya akan memberikan hal-hal yang lebih baik. Termasuk dalamnya dua buku pelajaran sekolah Latin yang dihidupakan kembali, termasuk De Fabels van Aesoop (Fabel-fabel Aesoop) dan Zedee-Sangen voor de Bataviasche Jonckheijt (nyanyian akhlak untuk Remaja Batavia) Steendam (1671). Selama masa jabatan Gubernur Maetsuyker yang penuh aneka peristiwa, berakhir permusuhan dengan orang-orang Portugis dan dengan orang Inggris,kedua peristiwa itu ternyata menguntungkan VOC. Beberapa pertahanan Portugis, teramsuk Colombo (1655-56) dan Cochin (1662-1663) melakukan perlawanan yang kuat, tapi yang lainnya jatuh dengan mudah. Terutama orang Portugis sendiri yang menyebabkan kehancuran militernya.

Belanda senantiasa menyandarkan diri pada kelalaian musuh. Dihancurkannya lima galyung Portugis yang kuat-kuat dalam pertempuran yang berlaku lepas pantai Malabar dalam tahun 1645,dan dipimpinnya armada kapal pantai Hindia yang menuju pulang dalam tahun 1655. Ketika kembali di Timur,dan setelah kemenangan-kemenangan yang dicapainya selanjutkan melawan orang Portugis (1658-1663), orang Inggris (1673),dan orang Perancis (1673-1676), dia menduduki posisi yangsangat berkuasa.

Seorang serdadu-pedagang lain dari tipe yang sama adalah Cornelis Speelman (1628-1684). Ketika ia masih menjadi pedagang muda dia menjabat sekretaris Kedutaan Belanda di Persia dalam tahun 1651-1652. Prestasi Speelman yang paling utama adalah penaklukan Makassar. Sebagian besar kekuatan ekspedisinya terdiri dari pasukan bantuan orang Indonesia, terutama orang Ambon.

Tak lama sebelum menyerahnya Kastil Zeelandia. Armada-armada yang perkasa dikirimkan di bawah pimpinan Balthasar Bort dari Batavia ke pantai Cina dalam tahun 1662-1664. Perintah-perintah bagi Bort adalah untuk bekerja sama dengan orang-orang Manchu, membuka perdagangan dengan Cina, serta untuk menimbulkan segala bencana yang mungkin terhadap kapal-kapal dan pertahanan Cheng.

Keelung di Formosa Utara sebentar diduduki kembali dalam tahun 1664-1668. Formosa tetap menjadi provinsi Cheng sampai penaklukannya oleh orang Manchu, tanpa suatu bantuan dari VOC, dalam tahun 1683, ketika sisa-sisa terakhir tawanan Belanda dibebaskan oleh Koxinga. VOC harus puas dengan perdagangan lepas pantai Cina selatan di Kwangtung dan Fukien. Di pantai Cina, VOC harus bersaing dengan EIC, tetapi pada saat meninggalnya Maetsuyker VOC jelas masih jauh berada di depan, dinilai dari segi perdagangan Asia dari Arab ke Jepang keseluruhannnya.

Beberapa minggu sesudah meninggalnya Maetsuyker, penggantinya dan Dewannya memberitahukan mengenai posisi saingannya EIC.Keuntungan yang diperoleh EIC dari penjualan komoditi-komoditi di Inggris seperti penjualan pakaian, timah putih, timah hitam, air raksa, bahan cat di Asia. Para pengganti Maetsuyker tidak akan jadi terlalu congkak bila mereka menyadari, bahwa dalam tahun 1676 EIC telah menjadikan modalnya dua kali lipat dari keuntungan-keuntungan dagangnya.

VOC sempat mengalami sebuah bencana yaitu tenggelamnya tiga buah kapal dari Hindia yang kaya muatan pulang dalam topan di Samudra Hindia pada tanggal 11/12 Februari 1662. Bencana dan yang lain-lain seperti itu, tidak sampai menodai riwayat VOC karenaVOC dengan rahmat Tuhan, telah tumbuh dari awal yang sederhana menjadi persekutuan yang luar biasa kayanya. Kompeni membina kekuatan angkatan laut dan militer atas biaya sendiri, melakukan perang di darat dan di laut di bagian seluruh duna yang jauh, merebut kastil-kastil, benteng-benteng, pelabuhan-pelabuhan dan daratan-daratan musuh. Gudang-gudangnya di negeri Belanda penuh sesak dengan hasil-hasil Asia seperti merica, cengkeh, rempah-rempah lain yang langka dan sangat berharga.

VOC dalam tahun 1664 adalah organisasi yang hebat, yang dapat dibandingkan dengan salah satu perusahaan multinasional modern yang besar, dengan mengadakan perbedaan dalam waktu, ruang dan demografi. Pada tanggal 22 Oktober, Pengacara Kompeni yang terkenal memberitahukan kepada Staten Generaal bahwa VOC memiliki lebih dari 140 buah kapal dan 25.000 orang tercantum dalam daftar gajinya.

0 komentar:

Posting Komentar

Kalau udah dibaca mohon sisipkan komentar ea :D
untuk kemajuan blog saya
terimakasih :D