AGAMA KRISTEN DAN PERADABAN BARAT

Posted by Triyanto.d Saputra On Minggu, 15 Juli 2012 0 komentar

AGAMA KRISTEN DAN PERADABAN BARAT
Sebagaimana diketahui, sebelum agama Kristen muncul di Yunani dan Romawi terjadi suatu krisis agama yang sangat serius, terjadi pula krisis politik.
1.    Agama-agama Misteri: Sang Ibu Agung dan Attis
Meskipun terjadi disintegrasi agama-agama lama, mereka tetap relijius, serta tetap berupaya mencari jawaban-jawaban atas misteri kehidupan-tentang makna benda-benda; tentang hidup yang begitu singkat; tentang penderitaan; tentang asal mula; maksud dan tujuan akhir kehidupan.
Mithraisme, agama  misteri  ketiga yang sangat besar, lahir dan berkembang di Persia. Misthraisme juga merupakan sebuah agama perang, khususnya bagi kaum laki-laki yang terjun menjadi prajurit. Agama eluinesia, sebuah cara pemujaan tumbuh dan berkembang, dan dibangkitkan  sebuah mitos yang didramatisikan, guna memastikan sebuah keabadian bagi mereka yang diinisiasi.
Dionysus, putera Zeus dan penemu kultur anggur, adalah juga obyek pemujaan secara luas. Ia adalah dewa musim panas di Yunani. Mereka juga percaya akan adanya peralihan jiwa dan asketisisme penyucian yang memungkinkan jiwa mereka meninggalkan tingkat yang rendah dan kurang murni ke tingkat yang lebih tinggi untuk akhirnya bersatu dengan sang dewa sendiri.


B. Riwayat Yesus
Penyebar-penyebar agama ini benar-benar seorang tokoh historis, dalam arti benar-benar pernah ada dalam sejarah. Secara langsung ia mengajarkan kebenaran-kebenaran bahwa manusia harus mengatur hubungan mereka.
Bagi kebanyakan orang Yahudi, pribadi yang unik tampak bagi sdang Messias yang dijanjikan para nabi jauh di masa lampau. Namun hanya sedikit diantara mereka yang benar-benar dapat memahami kedalaman makna religius  pewartaan-Nya.
C. Kisah Kebangkitan
Satu keyakinan yang dipegang teguh umat Kristen semenjak awal adalah bahwa Yesus bangkit dari kubur-Nya tiga hari setelah jasad-Nya disemayankan. Kejadian yang mengagumkan ini dikisahkan dalam empat kitab Injil  dan kitab para Rosul.
D. Empat Kitab Injil
Riwayat dan ajaran Yesus dibeberkan dalam kitab perjanjian baru. Empat riwayat singkat yang disebut Injil,yang masing-masing diberi nama empat rasul, yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes,berisi hamper semua fakta tentang Yesus. Injil Matius disusun untuk orang-orang Yahudi dan bernada keyahudi-yahudian. Injil Markus mewakili ajaran Petrus dan boleh jadi di tulis di Roma. Injil Lukas, seorang tabib dan bukan orang Yahudi, berisi ajaran-ajaran Kristus sebagaimana dituturkan oleh Paulus. Kitab-kitab Injil ini Yohanes, ditulis sesudahnya.

E. Zaman Para Rosul
Zaman para Rosul dimulai dengan berakhirnya missi Yesus. Di sebut demikkian karena para murid itu mengabdikan diri sebagai rosul-rosul, yang menyebarkan ajaran-ajaran-Nya ke segala penjuru kekaisaran Romawi. Karena itu Roma lalu menjadi pusat spiritualis umat yang jauh lebih besar pengaruhnya dari pada kekaisaran Romawi itu sendiri, maka rumbuh dan berkembanglah suatu dunia Kristen disepanjang abad pertengahan dan bahkan hingga dewasa ini.
Gereja Katolik Roma ini kemudian tumbuh serta berkembang menjadi pusat kebudayaan. Hampir selama dua ribu tahunsejarah Eropa dan sejarah gereja tak dapat dipisahkan dari gereja Katolik Roma.
F. Gereja : Organisasi dan Kependetaan
 Pada awalnya gereja cukup mempunyai epicopy atau “pengawasan” dan presbyteri atau “pastroan”. Dari kedua kata itulah kata “priest” berasal.kesibukan mengatur urusan gereja meningkat sedemikian rupa sehingga kepala gereja, yakni episcopus atau “uskup” memperoleh kedudukan yang penting sebagai seorang petugas administratife. Uskup membawahkan anggota-anggota pengurus gereja, yang membantu dalam misa-misa, serta diakon, dan subdiakon, yang membantu dalam penyatuan kaum lemah dan masalah-masalah lainnya.
G. Umat Kristen dan Kekaisaran Roma
Yahudi yang monotheistik pun sangat membenci mereka karena keyakinan mereka bahwa Tuhan sendiri telah menamapakkan diri kedalam manusia Yesus. Untuk mengerti mengapa orang sangat membenci umat Kristen, kita harus memahami bahwa dalam dunia Yunani-Romawi agama merupakan masalah politik: polis itu sendirilah yang mengadakan acara pemujaan. Sebaliknya, agama Kristen pada mulanya adalah agama moral, bukan politik. Ateis menyangkal adanya dewa-dewa dankedewataan kaisar, yang merupakan personifikasi kekuasaan Romawi pada dilemma antara setia kepada Negara dan teguh pada iman.
Kelompok social apa sejarahkah umat Kristen itu ? mereka adalah para budak yang telah dibebaskan, orang-orang bebas, pekerja-pekarja sederhana, serta anggota-anggota kelas yang memeluk ajaran baru, yaitu Kristen.
Abad ketiga, kaisar konstantinus, yang memerintah dari 305 hingga 337. Kaisar ini telah banyak mendapat pengaruh ajaran Kristen. Diakui sebagai agaa yan legal, Kristen di bawah perlindungan kaisar ini dapat berkembang begitu pesat.
H. Asketisisme: Para Pertapa
Setidak-tidaknya di mata kaum Kristen militan, cukup banyak orang yang masuk Kristen sekedar ikut-ikutan. Prihatin akan berbagai macam motivasi yang tak murni itu, mereka, orang-orang Kristen yang militan dan puritan tersebut, mengundurkan diri dari dunia ramai kemudian masuk ke hutan-hutan atau padang pasir untuk menjalani hidup sebagai pertapa-pertapa. Mereka menyepi, menjauhi hubungan dengan sesame manusia.


I.      Monatisisme: Tiga Tahap Pertumbuhan
Cara hidup keagamaan para pertapa, yang merupakan tahap pertama dalam perkembangan monatisisme (kebiaraan), dianggap terlampau keras bagi orang kebanyakan.
Tahap kedua dalam perkembangan monatisisme adalah ketika Santo Pachomius (†346) mengorganisasikan suatu cara hidup keagamaan yang mengharuskan para pertapa untuk hidup di bilik yang terpisah namun bekerja, berdoa dan membaca Injil bersama-sama dengan sesame pertapa.
Tahap ketiga adalah tata cara yang diciptakan oleh Santo Basil (†379). Ia menyatakan bahwa ideal seorang pertapa adalah orang yang hidup serba diliputi sesame keagamaan, hidup bersama dalam suatu lingkungan komunitas dimana ibadat, kontemplasi, pembacaan Injil dan kerja praktis dibimbing oleh suatu aturan.
J. Para Bapa Gereja
Setelah Rosul Yohanes meninggal dunia, yakni pada sekitar tahun 101, maka berakhirlah Zaman Apostolik (Zaman Rasul-rasul). Kemudianlah muncullah Bapa-bapa Apostolik. Selanjutnya setelah Zaman Para Bapa Apostolik, muncullah para Bapa Gereja. Biasanya mereka adalah orang-orang yang berwatak mulia dan berdisiplin tinggi. Beberapa Bapa Gereja lainnya yang perlu disebutkan di sini adalah Uskup Eusebius (†33), St. Ambrosius (†397), St. Jeremius (†420), dan St. Agustiunus (†430).


K. Seni Kristen Awal: Katakombe
Pusara katakombe-katakombe, yakni ceruk-ceruk bawah tanah yang dibuat dalam batuan-batuan lunak di luar tembok-tembok kota. Hias pada katakombe itu diambil dari kisah-kisah dalam Kitab perjanjian lama yang telah ditafsirkan secara alegoris.


L. Arsitektur: Basilica
Maklumat Milan ( The Edit of Milan) yang membebaskan agama Kristen (313), berpengaruh besar terhadap perkembangan seni Kristen, terutama dalam pembangunan Gereja. Gereja yang pertama, yang dibangun mirip dengan tempat-tempat pengadiln Romawi atau di sebut “Balisica”. Bentunya persegi panjag yang dibagi dalam tiga bagian yang masing-masing dipisahkan oleh sederet tiang-tiang. Pada ujung ruang tengah, yang disebut “nave”, terdapat sebuah “apse” yang setengah bundar. Atap bagian tengah dibuat lebih tinggi dari bagian di sisinya.
M. Bangsa Yahudi Sebelum Iskandar Agung
Beberapa permasalahan dalam sejarah peradaban barat sama menariknya dengan sejarah Yudanisme dan munculnya agama Kristen. Yudanisme menunjukkan suatu agama yang persisten dalam kehidupan sebuah bangsa. Walaupun disiksa dan dikejar-kejar, bangsa Yahudiselama berabad-abad tetap berpegang teguh pada ajaran para nabi mereka. Da agama inilah yang tetap mempersatukan Bangsa Yahudi – agama dari Kitab perjanjian lama yang didasarkan atas kepercayaan akan Tuhan yang satu , yang pernah membuat perjanjian dengan bangsa pilihan-Nya bangsa Israel. Dengan begitu, Yudanisme tak pernah menjadi agama dunia. Sebaliknya Kristen, sebagai sempalan dari Yudanisme, memiliki ajaran-ajaran yang lebih universal, sehingga mampu masuk ke dunia Yunani-Romawi, bahkan mampu menembus kedunia kaum barbar di kawasan barat.




















KESIMPULAN


Mithraisme adalah agama  misteri  ketiga yang sangat besar, lahir dan berkembang di Persia. Misthraisme juga merupakan sebuah agama perang, khususnya bagi kaum laki-laki yang terjun menjadi prajurit. Agama eluinesia, sebuah cara pemujaan tumbuh dan berkembang, dan dibangkitkan  sebuah mitos yang didramatisikan, guna memastikan sebuah keabadian bagi mereka yang diinisiasi.
Riwayat dan ajaran Yesus dibeberkan dalam kitab perjanjian baru. Empat riwayat singkat yang disebut Injil,yang masing-masing diberi nama empat rasul, yakni Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes,berisi hampir semua fakta tentang Yesus.
Monatisisme terjadi secara Tiga Tahap Pertumbuhan yaitu yang pertama
  1. Cara hidup keagamaan para pertapa
  2. Tahap kedua dalam perkembangan monatisisme
  3. Tahap ketiga adalah tata cara yang diciptakan oleh Santo Basil

0 komentar:

Posting Komentar

Kalau udah dibaca mohon sisipkan komentar ea :D
untuk kemajuan blog saya
terimakasih :D