PERADABAN ARAB

Posted by Triyanto.d Saputra On Minggu, 15 Juli 2012 0 komentar


Orang-orang Arab memainkan peran yang sangat penting dan berarti bagi peradaban Byzantium selama Zaman Pertengahan. Sebab, merekalah penyebar tradisi budaya Yunani-Romawi. Lebih dari itu, mereka juga melakukan kreasi-kreasi atas tradisional orisinal Yunani-Romawi itu. Kepemimpinan Arab berlangsung dari abad VIII hingga awal abad XIV. Selama enam abad itu peradaban Eropa Barat sangat berhutang pada kaum muslim, yang memiliki banyak segi kebudayaan yang lebih tinggi.

Geografis Arabia

Daerah pedalaman Arabia merupakan gurun pasir yang luas dan panas. Dibeberapa daerah, terutama di bagian utara, banyak memiliki berbagai jenis vegetasi selama musim gugur, dingin, dan semi. Ke utara, yaitu Teluk Persia terbentanglah apa yang disebut kawasan Bulan Sabit yang subur. Sepanjang pantai Laut Merah terbentang tanah yang cocok untuk pertanian. Bagian yang paling selatan disebut Yaman ke utara membentang tanah Hejaz.

Kondisi Sosial

Pedalaman Arabia didiami oleh suku-suku pengembara, yang selalu berpindah-pindah tempat mencari hamparan rumput untuk kawanan ternak mereka. Masing-masing suku memiliki tatanan hukumnya sendiri, dan hanya sedikit menaruh perhatian pada suku-suku lainnya walaupun mereka sering bertikai. Dalam ilmu pertanian mereka pelajari dari suku-suku yang berkebudayaan lebih maju. Meskipun telah mengenal pertanian dan tinggal menetap, suku-suku arabia belum juga membangun rumah-rumah yang permanen. Mereka tetap tinggal di tenda-tenda, dengan alasan jika kawanan tenak mereka telah menemukan hamparan rumput yang baru, maka tenda-tenda itu mudah mereka cabut dan bawa ke tempat yang baru. Dan suku-suku yang menggembara itu disebut orang Badui, atau penghuni tenda. Akan tetapi, di Yaman dan Hejaz orang-orang Arab telah lama meninggalkan pola hidup nomaden. Mereka membangun pemukiman-pemukiman yang permanen, dan hidup dengan bercocok tanam. Bahkan mereka juga sudah mengenal perdagangan dengan negeri-negeri lain seperti Abyssinia dan India. Kepercayaan suku-suku Arab bersifat politeistik. Setiap daerah tampaknya memiliki dewa-dewanya sendiri. Mereka mempercayai adanya roh-roh dibalik batu, pepohonan, mata air, dan sumur. Pada dasarnya orang-orang Badui itu animistik. Mereka percaya bahwa gurun pasir didiami makhluk-makhluk halus yang disebut jin. Mereka juga mengenal tempat-tempat keramat. Ka’bah dan Mekkah adalah tempat yang dijadikan untuk memuja-muja para dewa , dan kemudian dijadikan objek ziarah.

Riwayat dan ajaran Muhammad

Muhammad berjasa besar dalam membawa kesatuan agama di tanah Arabia. Melalui ajaran yang Ia sebarkan, berbagai kepercayaan yang telah menyebabkan suku-suku arab saling bertikai, terdesak oleh satu kepercayaan universal kepada Allah. Al-Quran atau ‘Bacaan’ adalah kitab suci umat islam yang memuat firman-firman Tuhan. Pada mulanya, firman-firman itu ditulis diatas batu-batu, tulang-tulang dan daun-daun palm. Setelah Muhammad wafat, tulisan-tulisan itu dikumpulkan dan disusun dalam bagian-bagian yang disebut surat. Pada tahun 622 Muhammad dipaksa untuk meninggalkan Mekkah, dan hijrah ke Madinah. Disana Muhammad membangun suatu komunitas orang-orang beriman, yang dengn segala ketulusan hati mengikuti sabda-sabdanya dan setia menyertainya. Pada 630, setelah melalui berbagai peperangan, Muhammad berhasil menguasai Mekkah, dan menjadikan Ka’bah sebagai tempat suci bagi umat islam. Pada 632, setelah meluaskan wilayah pengaruh sampai di Hejaz, Muhammad wafat.

Para Khalifah

Khalifah adalah penerus Muhammad. Mereka adalah sahabat-sahabat terdekat sang Nabi, yang melanjutkan perjuangan menegakkan Islam. Para khalifah awal yaitu Abu Bakar (632-634), Umar (643-644), Usman (644-656), dan Ali (656-661). Empat khalifah ini relatif “ortodoks” karena diyakini bahwa mereka mengikuti ajaran Muhammad secara lebih teguh dari pada khalifah-khalifah selanjutnya, yakni Ummayah dan Abbasiyah. Para khalifah ortodoks bermaksud menjadikan suku-suku yang baru ditaklukkan (Palestina tahun 637, Mesir tahun 640, Persia tahun 658) berada di bawah kekuasaan Arab. Namun sejumlah pengikut mereka tidak setuju dengan kebijakan itu. Misalnya Muawwiyah yang memimpin golongan Syira, maka bersetrulah kelompok ini dengan khalifah ortodoks. Akhirnya, pada tahun 661 Ali dibunuh, dan berakhirlah kekhalifahan ortodoks. Mu’awwiyah menetapkan ibukotanya di Damaskus, Ia menegakkan dinasti Ummayah, yang memerintah hingga tahun 750. Dinasti ini berakhir ketika seorang keturunan Ali, yaitu Abu al-Abbas-Abdallah merebut kekuasaan Ummayah. Gerakan ini mendapat dukungan Persia yang juga memusuhi bangsa Ummayah. Para khalifah Abbasiyah memindahkan ibukota ke Baghdad. Di kota inilah kekhalifahan Abbasiyah memerintah sampai dengan 1258, yakni ketika kota ini jatuh ke tangan orang-orang Mongol yang menyerbu di bawah pimpinan raja Hulagu.

Sifat-sifat penaklukan Arab

Orang-orang arab tidak pernah membasmi orang-orang Kristen, mereka hanya memungut upeti dari kaum Kristen, sementara orang-orang yang telah menjadi pengikut Muhammad tidak mereka pungut apapun. Agama merupakan faktor penting, karena agama telah menciptakan suatu kesatuan spiritual bagi orang-orang Arab. Tanpa kesatuan agama mereka tak akan mampu melakukan penaklukan-penaklukan. Satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa peradaban Arab mengalami perubahan yang sangat berarti selama pemerintahan dinasti ummayah. Disinilah orang-orang Arabia berasimilasi dangan orang-orang Syira, Yahudi, Mesir, Berber, dan bahkan Yunani. Lalu munculah suatu bangsa baru dengan unsur-unsur yang berbeda. Peradaban itu disebut “Arabic”.

Negara Arab dan pengaruh-pengaruhnya

Orang-orang Arab masih merupakan suku-suku penghuni padang pasir yang tak tahu harus bagaimana memerintah masyarakat-masyarakatnya. Sistem organisasi kesukuan mereka sendiri tampak tertinggal jauh dari sistem organisasi sosial suku-suku yang mereka taklukan. Bahkan mereka menggangkat orang-orang persia, Yunani-Byzantium, Yahudi dan Syira untuk menduduki pos-pos penting. Namun, sebagai tindakan pencegahan, khalifah-khalifah Ummayah menempatkan orang-orang Arab kepercayaan mereka sebagai pengawas pejabat-pejabat taklukkan itu. Sedangkan khalifah-khalifah Abbasiyyah menggangkat orang-orang non-arab untuk jabatan-jabatan penting, sehingga pejabat-pejabat non-arab menerima kepercayaan sepenuhnya. Memang adalah tugas para khalifah untuk mempertahankan dan menyebarkan ajaran nabi, namun mereka tidak berkedudukan seperti Paus dalam Gereja Kristen. Perdagangan berkembang, kota-kota besar bermekaran. Kekhalifahan Abbasiyyah merupakan periode yang paling makmur dalam sejarah umat manusia sampai dengan saat itu. Baghdad menjadi pusat ekonomi dan sekaligus kekuasaan kekhalifahan Abbasiyyah. Didirikan pada 750, Baghdad dengan cepat berkembang pesat menjadi salah satu kota besar di dunia. Di kota inilah perdagangan dari timur dan barat bertemu. Damaskus menjadi pusat perdagangan dan indudtri yang tengah berkembang di Syira, serta tepat berada dalam rute perdagangan dari Baghdad ke Mediterania. Kairo dan Iskandarih menjadi pusat-pusat kegiatan ekonomi di Mesir. Sedangkan Kairouan di Tunisia merupakan pusat perhentian karavan di Afrika utara.

Perniagaan

Daerah-daerah kekuasaan khalifah memang berada dalam posisi geografis yang sangat cocok untuk aktivasi ekonomi pada masa itu. Tingkat peradaban Arab yang maju serta tradisi ziarah ke Mekkah mendorong dan meningkatkan frekuensi perjalanan dan volume perniagaan.para pedang arab juga melakukan perdagangan dengan para saudagar di Hindia Timur. Para saudagar arab mengekspor kurma, gula, barang-barang logam, barang-barang dari kaca, katun dan wol. Mereka mengimpor sutera, rempah-rempah, kamper, karet pewangi dari timur, dan gading, kayu eboni, serta budak-budak berkulit hitam dari Afrika Barat.

Pertanian Holtikultura, dan perkebunan

Di bawah para khalifah pertanian berkembang maju. Karena penduduk Mesopotamia sangat padat, tanahnya digarap secara intensif dengan cara-cara yang terbukti telah berhasil sejak zaman Sumeria. Irigasi melalui parit-parit dan waduk-waduk telah dikenal. Para petani Arab telah mengenal pupuk. Perkebunan holtikultura berkembang lebih maju daripada kawasan manapun di Eropa pada masa itu. Banyak produk manufaktur yang berbahan baku tanaman. Gula misalnya, dibuat dari tanaman tebu, yang banyak tanaman di Khuzistan. Jeruk, yang dari Eropa tidak di tanam, banyak dihasilkan di kawasan Arab. Persia memiliki industri pengolahan daun bunga mawar dan parfum-parfum lainnya. Katun, rami, dan lenan (sejeis rami), banyak dibudidayakan.

Industri : kertas dan kaca

Dipersatukannya kawasan yang membentang dari lembah Indus hingga Nil membawa pengaruh yang merangsang tumbuhnya industri. Hubungan ke Cina melalui Dungaria telah memungkinkan orang-orang Arab mempelajari rahasia pembuatan kertas. Disamping kertas, berkembang pula industri pembuatan kaca. Syira merupakan pesat industri ini, yang merupakan warisan sejak zaman Phoenicia. Kaca yang luar biasa bening dan tipis telah dapat dibuat di sana. Demikian pula kaca yang berlapiskan porselin dan berwarna-warnitelah diproduksi. Kaca jenis yang demikian itu sedemikian populernya, sehingga permintaan meningkat terus. Ubin berlapiskan kaca, vas logam, piring kaca, kristal dan mosaik-mosaik juga telah diproduksi. Para pedanggang arab dapat menjual industri ini ke berbagai kawasan.

Penterjemahan dari bahasa arab

Ilmu pengetahuan di dunia Arab mulai tumbuh dan berkembang di bawah kekhalifahan Abbassiyyah. Sedangkan pada kekhalifahan Ummayah penuh rasa curiga terhadap mereka yang bukan Arab, dan membuat suku-suku yang ditaklukan harus tunduk sepenuhnya kepada khalifah. Kekhalifahan Abbasiyyah mendapat dukungan luas dari orang-orang Persia, Yahudi, dan juga Kristen. Dalam masyarakat yang demikian toleran, minat terhadap ilmu pengetahuan berkembang tanpa halangan. Penterjemahan dari karya-karya klasik Yunani banyak dilakukan. Khalifah Mamun, yang memerintah 813 hingga 833, banyak mendorong kegiatan pengkajian ilmu pengetahuan Yunani-Romawi ini, dan pada 830 mendirikan sebuah lembaga riset dan kajian di Baghdad. Lembaga ini disebut House of Wisdom (Gedung Ilmu Pengetahuan) yang terdiri dari perpustakaan, akademi, dan tempat-tempat untuk melakukan penterjamahan. Penterjamahan terbesar ialah Hunain ibn-Ishaq (809-873), yang telah mengunjungi daerah-daerah yang penduduknya berbahasa Yunani, dan mengumpulkan manuskrip-manuskrip. Dengan adanya penterjamahan itu, para sarjana Arab telah menyelamatkan ilmu pengetahuan Yunani selama Zaman pertengahan sampai dengan ketika orang-orang Eropa barat berminat kembali dalam kegiatan keilmuan dan memepergunakan khasanah intelektual para sarjana Arab tersebut.

Kegiatan keilmuan yang orisinal

Kegiatan keilmuan para sarjana arab juga melakukan pengembangan-pengembangan yang cukup berarti. Misalnya Hunain ibn-ishaq, yang menghasilkan karya tulis tentang ilmu kedokteran mata, Ali Al-Tabari, merupakan ensiklopedia kedokteran praktis. Rhazes, murid Al-Tabari menulis tentang kedokteran gigi, dan Avicenna, seorang Persia, yang menulis sebuah ensiklopedia kedokteran ( medical canon)

Filsafat

Filsafat yang dikembangkan oleh pra sarjana arab berasal dari karya-karya Plato, Aristoteles, serta guru-guru madzab Neoplatonisme. Namun karya-karya tersebut kemudian mereka sintesiska dengan gagasan-gagasan dari Qur’an, Persia dan juga India. Avicenna dikenal sebagai penurut jejak-jejak Aristoteles. Alkindi mengangkat pandangan pokok Plato dan juga mengkaji pandangan-pandangan Aristoteles melalui kaca mata Platonis.

Ilmu pengetahuan Eksakta

Para sarjana arab juga menaruh minat pada setiap cabang ilmu pengetahuan alam yang telah dikembangkan para sarjana Yunani. Edrisi, seorang ahli geografi dan katografi yang menghasilkan suatu peta proyeksi sungai. Al-Khowarizmi adalah seorang sarjana aljabar dan aritmatika. Karyanya yang kemudian menjadi klasik adalah persamaan kuadrat.

Kelemahan-kelemahan ilmu pengetahuan arab

Karena mereka mengikuti jejak-jejak para sarjana Yunani-Romawi kuno, maka para pelajar arab mengulangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan para sarjana Yunani-Romawi kuno itu. Mereka menerima begitu saja ide-ide Ptolemeus, yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta dan planet-planet berputar mengelilinginya. Mereka juga menerima dan mempercayai utak-atik tentang rasi bintang yang membawa pengaruh pada kehidupan manusia. Dengan demikian ilmu pengetahuan arab jarang mendeteksi kemungkinan-kemungkina terjadinya kekeliruan.

Notasi Arab

Dari para sarjana India, para sarjana arab menerima suatu seri khusus yang terdiri dari sembilan angka yang terbukti membawa kegunaan besar bagi siapa pun yang belajar matematika atau yang memanfaatkan fungsi praktis matematika. Kesembilan angka itu adalah 1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9. Angka-angka tersebut memiliki konsekuensi praktis yang sangat besar, karena dari situlah dimungkinkan adanya perhitungan.

Pendidikan

Bagi orang arab pendidikan merupakan hal yang penting. Selain pendidikan agama, di sekolah dasar murid-murid juga mulai dikenalkan pada pelajaran membaca, tatabahasa, menulis indah, aritmatika, serta puisi. Pendididikan pada jenjang-jenjang yang lebih tinggi sedikit berbeda dari jenjang dasar. Diskusi-diskusi tentang teologi merupakan hal yang lazim. Perpustakaan tersebar dimana-mana, terutama di kota baghdad.

Seni kaum muslim

Seni peradaban arab sebagian diadopsi dari seni suku-suku yang mereka taklukan. Dalam seni mereka hadirlah unsur-unsur Syira, Byzantium, Persia, Mesir dan Romawi. Akan tetapi gagasan keagamaan dalam islamiah yang menentukan corak pengolahan unsur-unsur itu. Senilukis dan seni patung islam tidak sekaya atau semeriah seni Yunani-Romawi, dikarenakan dalam ajaran islam ada larangan bagi seniman untuk melukiskan makhluk-makhluk hidup, manusia atau binatang.

Kesusastraan Arab

Dengan berinspirasi dari Al-Quran, dunia Arab menghasilkan karya-karya-karya sastra yang mengagumkan. Misalnya Rubaiyat-nya Omar Khayyam, ia adalah seorang yang tekun dalam mendalami matematika dan atronomi. Karya besar lain adalah kisah seribu satu malam, yang merupakan kumpulan kisah yang diambil dari sumber-sumber India, Persia, Mesir dan Arab. Kisah-kisah lain yang cukup juga populer adalah Ali Baba dan Empat Penyamun dan Sindbab sang Pelaut.

Peradaban arab spanyol

Karya-karya besar budaya Arab di Spanyol merupakan hal yang penting bagi perkembangan kebudayaan Eropa Kristen, terutama sesudah abad X. di kota Cordoba, Toledo dan Granada peradaban Arab menyebar ke Perancis, Jerman dan daerah-daerah kristen lainnya. Industri tenun, kerajinan kulit, logam, emas, perak, serta kuningan berkembang pesat. Orang-orang arab juga mengintroduksi cara-cara baru dalam bercocok tanam. Khususnya dalam pengaturan irigasi, kepada para petani Spanyol.

0 komentar:

Poskan Komentar

Kalau udah dibaca mohon sisipkan komentar ea :D
untuk kemajuan blog saya
terimakasih :D